Tag: Satria Dewa: Gatotkaca

  • Film ‘Satria Dewa: Gatotkaca’ Akan Tayang di Amerika dan Kanada

    Film ‘Satria Dewa: Gatotkaca’ Akan Tayang di Amerika dan Kanada

    TIKTAK.ID – Film “Satria Dewa: Gatotkaca” dikabarkan bakal tayang di luar negeri. Bila tidak ada aral melintang, film garapan Hanung Bramantyo tersebut bakal tayang di Amerika dan Kanada.

    Well Go USA disebut-sebut yang akan mengambil hak untuk mendistribusikan film “Satria Dewa: Gatotkaca” di Amerika Serikat dan Kanada. Hak tersebut meliputi bioskop hingga Video on Demand.

    Well Go USA sendiri merupakan perusahaan distribusi film yang berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan ini sudah banyak memegang hak distribusi atas film-film terkenal di dunia. Di antaranya franchise “IP Man” yang dibintangi oleh Donnie Yen, “ Police Story” yang dibintangi Jackie Chan, sampai ke film berbasi anime dan manga seperti “Gintama” karya sutradara Yuichi Fukuda.

    “Kami sangat senang karena dapat bekerja sama dengan Satria Dewa Studio untuk membawa film Satria Dewa: Gatotkaca ke penonton di Amerika Utara. Informasi terkait tanggal tayang, akan menyusul,” ujar Tony Vandeveerdonk, Executive Vice President Well Go USA, melalui pesan videonya, seperti dilansir Okezone.com.

    Sementara itu, CEO Well Go USA, Doris Pfardrescher dalam pesannya, mengaku sangat gembira bisa bekerja sama dengan Satria Dewa Studio untuk menayangkan film “Satria Dewa: Gatotkaca” di wilayah Amerika Utara.

    Adapun Vice President Operation Satria Dewa Studio, Mochtar Sarman menyatakan, “Memperoleh apresiasi dari negara-negara luar sungguh luar biasa. Mudah-mudahan, melalui film ini, superhero Indonesia dapat go internasional.”

    Film “Satria Dewa: Gatotkaca” sudah tayang di bioskop di seluruh Indonesia sejak 9 Juni 2022 lalu.

    Di sisi lain, sutradara Hanung Bramantyo mengklaim sempat menurunkan harapan film Gatotkaca bisa masuk box office, karena ada banyak film yang tayang pada Juni 2022. Akan tetapi, dia menilai berdasarkan keputusan terbaik secara bersama antara pihak rumah produksi, tim sponsor, maupun lainnya, film Gatotkaca hadir pada Juni 2022 guna menghadapi liburan sekolah di Indonesia.

    Sutradara film “Bumi Manusia” ini pun bersyukur lantaran berdasarkan kondisi pre-sale tiket perdana, ternyata tiket film Gatotkaca sudah terjual laris di sejumlah daerah.

  • Hanung Bramantyo Ungkap Alasan Beri Karakter Jahat untuk Fedi Nuril

    Hanung Bramantyo Ungkap Alasan Beri Karakter Jahat untuk Fedi Nuril

    TIKTAK.ID – Film “Satria Dewa: Gatotkaca” diketahui sudah diputar secara terbatas untuk media (press screening), sebelum diluncurkan serentak pada 9 Juni. Melalui film ini, sutradara Hanung Bramantyo tak hanya mencoba membangkitkan karakter superhero lokal, melainkan juga ingin mencoba mengubah stereotip tentang jahat dan baik.

    Hanung menjelaskan, pada cerita-cerita pewayangan, para Kurawa (penjahat) acap kali digambarkan sebagai sosok wayang dengan wajah seram, buruk rupa, dan galak. Sedangkan Pandawa (sosok baik) digambarkan sebagai sosok wayang yang tampan, berseri, dan bagus rupa.

    Hanung mengaku ingin mengubah stereotipe tersebut dengan menggaet Fedi Nuril sebagai Aswatama. Fedi Nuril sendiri memang populer dengan image sebagai pemeran baik dan taat beragama. Akan tetapi, dalam film “Satria Dewa: Gatotkaca”, dia menjadi musuh utama para Pandawa.

    “Saya ingin kita semua bisa melihat hitam dan putih itu secara gamblang. Jangan menggeneralisir yang hitam selalu jahat, jelek, seram, dan gambaran preman, enggak. Sebab, banyak juga yang terlihat baik, rapi, sopan, tapi dia sifatnya seperti monster,” ungkap Hanung lewat konferensi pers di Epicentrum XXI, Senin, seperti dilansir Republika.co.id.

    Menurut Hanung, film “Satria Dewa: Gatotkaca” juga memaparkan bagaimana gen Kurawa tidak selamanya berbuat jahat, begitu pula dengan Pandawa tidak selamanya berbuat baik. Hanung menyebut konsep ini sebenarnya sesuai dengan keadaan manusia.

    “Kita pasti pernah mengalami momen di mana kita datang ke satu tempat yang dikira berbahaya dan banyak orang jahat, ternyata malah menemukan orang baik. Begitu juga dengan sebaliknya,” tutur Hanung.

    Sementara itu, Fedi Nuril mengatakan sangat tertantang saat mendapat tawaran bermain sebagai Aswatama di film arahan Hanung. Pasalnya, dia menilai secara karakter, sosok Aswatama bukan peran yang identik dengannya.

    “Saya ditawari main di Gatotkaca sama Mas Hanung, dan tambah kaget lagi ketika nawarin jadi Aswatama. Awalnya ragu bisa atau enggak, namun ini juga baik untuk keaktoran saya, karena bisa menjadi pengalaman baru,” ucap Fedi.

    Fedi pun berharap kehadirannya di film “Satria Dewa: Gatotkaca” dapat memberi warna tersendiri bagi film berdurasi 129 menit tersebut. Selain itu, dia berharap penonton dapat menangkap pesan yang hendak disampaikan dalam setiap adegannya.

  • Hanung Bramantyo Habiskan Rp24 Miliar untuk Garap Film ‘Satria Dewa: Gatotkaca’

    Hanung Bramantyo Habiskan Rp24 Miliar untuk Garap Film ‘Satria Dewa: Gatotkaca’

    TIKTAK.ID – Sutradara Hanung Bramantyo telah mengumumkan tanggal perilisan film “Satria Dewa: Gatotkaca”. Pada 9 Juni 2022 mendatang, film yang dibintangi oleh Rizky Nazar, Yasmin Napper, Omar Daniel, hingga Axel Matthew ini dijadwalkan bakal mulai tayang di bioskop.

    Suami aktris Zaskia Adya Mecca itu pun sempat membongkar besaran anggaran biaya yang dia gunakan untuk menggarap film tersebut. Hanung dengan tegas membantah isu bahwa dirinya telah menghabiskan dana sebesar Rp80 miliar untuk menggarap film perdana dari Jagad Satria Dewa Cinematic Universe.

    “Budgetnya sekitar Rp20 hingga Rp24 miliar. Jadi kalau ada orang bilang film ini budgetnya Rp80 miliar itu omong kosong,” ujar Hanung Bramantyo dalam jumpa pers di XXI Margo City, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (13/5/22).

    “Enggak ada separo-separonya budget film superhero yang ada, bahkan yang ada di Indonesia,” imbuh sutradara film “Bumi Manusia” ini.

    Hanung menjelaskan, untuk menggarap film tersebut, dia memerlukan kekuatan dari teknologi CGI dan efek 3D yang juga cukup kuat. Hanung lantas mengaku telah bekerja sama dengan Lumine Studio demi bisa memaksimalkan film tersebut.

    “Untuk itu, saya bekerja sama dengan Lumine Studio, dengan Mas Andi sebagai komandonya di situ, itu betul-betul pada saat kita men-development ini, saya sudah membayangkan kalau saya pengin ini kejadian seperti ini, dan kekuatan supernya bisa terwujud seperti ini,” ucap Hanung.

    “Jadi, Mas Andi betul-betul memberikan dukungan akan hal itu. Kalau enggak ada itu, ya kita bubarlah. Enggak bisa mewujudkan gagasan kita, dan anak-anak sekarang enggak akan mungkin bisa kerangkul itu semua,” sambung Hanung.

    Perlu diketahui, film “Satria Dewa: Gatotkaca” bakal menceritakan kisah titisan dari tokoh tersebut.

    Proses syuting film ini pun sudah dimulai sejak Agustus 2020 silam, di Studio Gamplong, Sleman, Yogyakarta, tepatnya di tengah pandemi Covid-19.

    Walaupun syuting sempat tertunda dua bulan, namun kemudian kembali bisa berjalan dan selesai serta siap dirilis pada bulan depan.