Tag: Romahurmuziy

  • Diisukan Lompat ke PKS, Romahurmuziy Klaim Sandiaga Uno Sudah 96 Persen Gabung PPP

    Diisukan Lompat ke PKS, Romahurmuziy Klaim Sandiaga Uno Sudah 96 Persen Gabung PPP

    TIKTAK.ID – Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy menyebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sudah 96% bergabung dengan partai berlambang Ka’bah tersebut.

    Pria yang akrab disapa Romy tersebut menyampaikan hal itu dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, pada Rabu (31/5/23) malam.

    “Kalau memakai angka, beliau menyebut angka 96 persen, waktu di Magelang. Tadi saya tanya, Sampean benar 96 persen? Ya, lalu ketawa-ketawa,” ungkap Romy, seperti dilansir Sindonews.com.

    Baca juga : Perludem Ungkap Potensi Penundaan Pemilu 2024 Jika MK Putuskan Sistem Tertutup

    Romy menilai dengan persentase hampir 100% itu, maka Sandiaga hanya tinggal menunggu waktu saja untuk resmi menjadi anggota PPP.

    “Ini hanya tinggal menunggu waktu, kalau kepastiannya angka 96 persen,” tutur Romy.

    Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP, Mardiono sempat memberikan sinyal kuat mengenai bergabungnya Sandiaga ke PPP. Ia memakai bahasa ospek atau istilah yang identik dengan orientasi pengenalan.

    “Betul, iya masih ospek (Sandi),” terang Mardiono setelah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dihadiri oleh Sandiaga di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, pada Rabu (31/5/23) malam.

    Baca juga : Jokowi Tegaskan Indonesia Tak Bisa Didikte Negara Mana pun, tapi Siap Kontribusi bagi Dunia

    Mardiono memaparkan bahwa ospek adalah hal yang biasa untuk seseorang pemimpin maupun di internal PPP. Namun dia tidak menyebut pasti kapan Sandiaga bakal menyelesaikan ospek tersebut.

    “Iya harus melalui ya, jadi pemimpin yang lain juga harus seperti itu. Harus melalui ya, jadi kalau pemimpin yang lain juga harus begitu. Ini sama di kader PPP juga melalui ospek yang panjang, tadi telah saya sampaikan, saya sudah 24 tahun melalui ospek di partai ini sehingga kalau yang lain ya senior melalui proses perjalanan yang panjang,” jelas Mardiono.

    Untuk diketahui, Sandiaga tampak hadir dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) di Jakarta, pada Rabu (31/5/23). Kehadiran Sandiaga tersebut pun kembali meruapkan kabar kalau ia akan bergabung ke PPP seperti isu yang berkembang selama ini. Bahkan Sandiaga sudah berkunjung ke Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jakarta Selatan pada Kamis (25/5/23).

    Baca juga : Perbandingan Kekayaan Tiga Capres Ganjar-Anies-Prabowo, Siapa Paling Tajir?

    “Saya telah bertemu dengan Plt Ketum PPP, Bapak Mardiono dan memperoleh beberapa masukan dan arahan. Saya sampaikan juga wejangan dari para Kiai,” ucap Sandiaga, mengutip Tempo.co.

  • Romahurmuziy Klaim Sandiaga Sudah Pamitan ke Prabowo untuk Gabung PPP

    Romahurmuziy Klaim Sandiaga Sudah Pamitan ke Prabowo untuk Gabung PPP

    TIKTAK.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno dikabarkan sudah berpamitan kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk meninggalkan Partai Gerindra dan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

    Kabar itu pun dibenarkan oleh Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhammad Romahurmuziy alias Romi. Romi mengeklaim telah memperoleh kabar itu dari Sandi.

    “Sudah [menerima kabar Sandiaga pamit ke Prabowo],” ujar Romi, seperti dilansir CNN Indonesia, pada Minggu (9/4/23).

    Baca juga : Survei LSI Ungkap Anjloknya Elektabilitas PDIP dan Ganjar Usai Penolakan Tim U-20 Israel

    Akan tetapi, Romi mengaku masih belum bisa memastikan kapan partainya akan resmi mengumumkan Sandiaga sebagai kader. Dia mengatakan masih menunggu kabar selanjutnya dari Sandiaga usai Hari Raya Idulfitri.

    Romi menyebut partainya tidak pernah menunda pengumuman Sandi sebagai kader. Sebab, kata Romi, pada dasarnya setiap partai terbuka terhadap para kader baru.

    “Yang belum mengambil keputusan kan Pak Sandi. Walaupun sudah pamit kepada Pak Prabiwo, namun infonya Pak Sandi masih mau istikharah sekali lagi,” tutur Romi.

    Baca juga : Elektabilitas Prabowo Ambil Alih Ganjar di Jawa Timur Versi Survei LSI

    Sementara itu, merespons kepindahan Sandiaga, Prabowo menyatakan kalau dirinya tidak akan menahan kadernya bila memang ingin pindah ke partai lain. Meski begitu, Prabowo membantah sudah berkomunikasi dengan Sandi. Dia menegaskan bahwa masih belum ada pembicaraan resmi dengan Sandiaga mengenai hal tersebut.

    “Jika ada yang mau pindah, kita juga enggak menahan,” jelas Prabowo di kediamannya, Jakarta Selatan, pada Rabu (5/4/23).

    Di sisi lain, Sandiaga sendiri mengakui telah banyak menerima undangan kegiatan dari PPP.

    Baca juga : Survei LSI Soal Isu Dana Tak Wajar Rp349 T: Publik Lebih Percaya Mahfud MD Ketimbang DPR

    “Ya di bulan suci Ramadan ini, kita tingkatkan silaturahim kita dan saya banyak menerima undangan dengan teman-teman PPP, baru saja di Cirebon,” ucap Sandiaga saat kunjungannya ke Pesantren Al Wahilah, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu malam (9/4/23), mengutip Viva.co.id.

    Kemudian saat ditanya apakah nantinya benar-benar bergabung ke PPP, Sandi mengeklaim dirinya sendiri yang nanti akan mengumumkan bila waktunya sudah tepat.

    “Ya ini tentunya akan dikoordinasikan dan disampaikan di waktu yang tepat. Sekarang ini kita masih fokus pada ibadah bulan suci Ramadan, tapi nanti Pak Mardiono yang bakal terus proses,” jelas Sandi.

  • Romahurmuziy Kembali Gabung ke PPP, Jabat Apa?

    Romahurmuziy Kembali Gabung ke PPP, Jabat Apa?

    TIKTAK.ID – Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy, alias Romi memutuskan kembali bergabung ke partai berlambang Kakbah tersebut. Kali ini Romi menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan. Informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi alias Awiek.

    “Ketua Majelis Pertimbangan,” ujar Awiek singkat, pada Minggu (1/1/23), seperti dilansir CNNIndonesia.com. Awiek menjawab pertanyaan mengenai informasi kembalinya Romi ke PPP dan jabatan yang diemban Romi di partai tersebut.

    Untuk diketahui, Romi lewat akun instagram resminya juga mengunggah surat perubahan susunan personalia majelis pertimbangan DPP DPP. Surat itu diteken oleh Plt Ketum PPP, Muhammad Mardiono dan Sekjen PPP, Arwani Thomafi pada 27 Desember 2022 lalu.

    Baca juga : Tuntut Pemerintah Cabut Perppu Ciptaker Terbitan Jokowi, LSM: Tak Jelas dan Langgar Putusan MK

    “Kuterima pinangan ini dengan bismillah. Tiada lain kecuali mengharap berkah, supaya warisan ulama ini kembali merekah,” tulis Romi melalui unggahannya.

    Tak hanya Ketua Majelis Pertimbangan, surat tersebut juga menetapkan lima orang sebagai wakil ketua. Kelimanya adalah Wardatul Asriyah, Nu’man Abdul Halim, Anang Iskandar, Syarif Hardler, dan Witjaksono. Kemudian Anas Thahir menjadi sekretaris serta Hizbiyah Rohim dan Irene Rusli Halil menjabat sebagai wakil sekretaris majelis pertimbangan.

    Sekadar informasi, Romi sempat menduduki posisi Ketua Umum PPP periode 2014-2019 pada Oktober 2014 silam. Ketika itu, dia menggantikan Suryadharma Ali dalam Muktamar VIII PPP di Surabaya. Tidak hanya itu, dalam karier politiknya, Romi juga pernah menjabat sebagai Sekjen PPP dan anggota DPR RI dari Fraksi PPP dua periode, yaitu 2009-2014 dan 2014-2019.

    Baca juga : Cabut PPKM, Jokowi: RI Salah Satu Negara G-20 yang Tak Alami Gelombang Covid

    Akan tetapi, Romi sempat menuai kontroversi akibat terseret kasus korupsi jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) pada 2019. Saat itu, Romi menerima suap sebesar Rp325 juta dari mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Jawa Timur dan dari mantan Kakanwil Kabupaten Gresik sebesar Rp91,4 juta.

    Romy pada pengadilan tingkat pertama divonis selama dua tahun pidana penjara. Namun Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan untuk memangkas hukuman Romy menjadi 1 tahun pidana penjara. Putusan Pengadilan Tinggi DKI itu pun dikuatkan oleh putusan Mahkamah Agung (MA). Romy akhirnya bebas dari penjara pada 29 April 2020.