Tag: Reuters

  • Polisi Tembak Pria Diduga Penikam di Jembatan London, Inggris

    Polisi Tembak Pria Diduga Penikam di Jembatan London, Inggris

    TIKTAK.ID – Polisi Inggris tembak seorang pria di Jembatan London setelah pria tersebut diduga melakukan penikaman, Jumat (29/11/19), kata sumber keamanan seperti yang dikutip Reuters.

    Video dan foto yang beredar di twitter menunjukkan beberapa mobil polisi, bus dan truk menutup beberapa jalur di jembatan.

    Seorang saksi mata Amanda Hunter mengatakan dirinya berada di bus di jembatan ketika dia melihat tiga polisi mendekat ke seorang pria. Salah satu polisi kemudian menembak pria itu. Pria yang ditembak itu di tangannya seolah memegang sesuatu, “namun saya tak yakin apa itu?”

    Baca juga: Undang-Undang HAM dan Demokrasi, Kado Thanksgiving AS untuk Hongkong

    Ia mengatakan kejadiannya begitu cepat, mungkin hanya satu setengah menit dan kemudian dia bersama penumpang lain keluar dari jembatan. Penumbang bus banyak yang shock karena terjadinya begitu cepat.

    “Polisi mendapat panggilan pada pukul 1:58 siang terjadi penikaman di dekat jembatan London,” kata polisi dalam pernyataannya. “Seorang pria telah kami tahan. Kami meyakini ada sejumlah orang terluka.”

    Seorang saksi mata lainnya, perawat Jackie Benfield meminta keluar dari sebuah bus di jembatan London setelah dia mendengar “lima atau enam” kali tembakan. Benfield yang saat itu dalam perjalanan pulang dari kerja menceritakan dia keluar dari bus dan lari tunggang-langgang untuk meloloskan diri dari tembakan.

    Baca juga: Uji Coba Rudal Korea Utara Bikin Gerah Jepang

    Halaman selanjutnya…

  • Uji Coba Rudal Korea Utara Bikin Gerah Jepang

    Uji Coba Rudal Korea Utara Bikin Gerah Jepang

    TIKTAK.ID – Ketenangan di semenanjung Korea hari ini, Kamis (28/11/19), pecah. Ini terjadi setelah Korea Utara meluncurkan dua buah misil jarak pendek ke wilayah utara negara itu. Militer Korea Selatan menyebut itu adalah upaya uji coba Korea Utara, seperti yang dilaporkan Reuters.

    Uji coba itu dilakukan ketika mendekati tempo yang diberikan Pyongyang kepada Washington untuk menunjukkan fleksibilitas atas pembicaraan denuklirisasi Pyongyang. Sekaligus bertepatan hari libur Thanksgiving di Amerika, bahkan juga sehari sebelum ulang tahun kedua uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Pyongyang yang mampu menjangkau daratan Amerika.

    Baca juga: Lawan Cyber Bullying, Parlemen Korea Selatan Siap Godok RUU ‘Sulli Law’

    Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) menjelaskan bahwa Korea Utara menembakkan dua roket ke laut timur Yonpo, sekitar pukul 5 sore waktu setempat. Kedua roket itu menjangkau jarak hingga 380 km dengan ketinggian mencapai 97 km.

    Militer Korea Selatan menyatakan “sangat menyesalkan”, dan mendesak Korea Utara untuk berhenti menyulut ketegangan militer di kawasan.

    “Tindakan Korea Utara itu tidak membantu upaya meredakan ketegangan di semenanjung Korea,” kata Jeon, Direktur Operasi JCS Dong-jin.

    Baca juga: Aktor Taiwan Godfrey Gao Mati Mendadak Saat Syuting

    Halaman selanjutnya…

  • Polisi Eropa Tutup Server Kelompok ISIS

    Polisi Eropa Tutup Server Kelompok ISIS

    TIKTAK.ID – Pemerintah Belgia menutup sejumlah server yang digunakan oleh kelompok ISIS untuk menyebarkan propagandanya melalui dunia maya.

    Mereka menutup banyak akun dan website milik ISIS dalam sebuah operasi yang dilakukan oleh Agensi Kepolisian Eropa (Europol), seperti yang dilaporkan Reuters, Senin (25/11/19).

    Baca juga: Intelijen Irak Endus Rencana ISIS Bangkit Kembali di Turki

    Europol mengatakan akan menyampaikan detail terkait ini secepatnya dalam konferensi pers.

    “Kami berhasil menutup banyak akun dan sejumlah website,” kata juru bicara kejaksaan Belgia Eric Ban Der Sypt.

    Europol dalam pernyataannya mengatakan bahwa mereka bekerjasama dengan 9 platform internet dalam operasi ini. Termasuk dengan Google, Twitter, Instagram dan Telegram.

    Baca juga: Bom Mobil Meledak di Perbatasan Suriah-Turki

    Halaman selanjutnya…

  • Pesawat di Kongo Jatuh ke Permukiman

    Pesawat di Kongo Jatuh ke Permukiman

    TIKTAK.ID – Sebuah pesawat yang membawa 16 penumpang dengan krunya jatuh sesaat setelah lepas landas. Pesawat itu jatuh di permukiman padat penduduk di wilayah Goma, timur wilayah Kongo, Sabtu (24/11/19). Akibatnya, sedikitnya 24 orang tewas, seperti yang dilaporkan Reuters.

    Penyebab kecelakaan masih belum diketahui. Namun beberapa sumber mengatakan pesawat mengalami kerusakan mesin sesaat setelah lepas landas. Hingga saat ini belum diketahui berapa orang yang berada di rumah ketika tertimpa pesawat itu.

    Baca juga: Soal Penganiayaan Suporter Indonesia, Menpora RI Kritik Cara Minta Maaf ‘Menpora’ Malaysia

    Saksi mata mengatakan pilot berusaha memutar balik pesawat ke Bandara Goma Internasional setelah mendengar ledakan dari mesin pesawat, seperti yang dilaporkan Alain Uaykani dari Al Jazeera.

    Dia menlanjutkan, Busy Bee sepertinya baru mengganti mesin pesawat dengan yang baru.

    “Sepertinya ada yang salah dengan mesin baru,” kata Uaykani. “Mereka tidak bisa menyelamatkan siapa pun dari pesawat ini karena situasi di lokasi yang sulit.”

    Wakil Presiden Parlemen Kivu Utara Jean Paul Lumbulumbu mengatakan, 24 mayat ditemukan di reruntuhan. Sementara seorang petugas penyelamat yang tak mau disebutkan namanya mengatakan sebanyak 26 mayat sudah ditemukan.

    Baca juga: Napi Nigeria Jalankan Bisnis Penipuan Daring di Penjara, Untung USD 1 Juta

    Halaman selanjutnya…

  • China Berang Dituduh Amerika Tindas Hongkong

    China Berang Dituduh Amerika Tindas Hongkong

    TIKTAK.ID – Senat Amerika Serikat dengan suara bulat sepakat mengeluarkan “Rancangan Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hongkong” pada Selasa (19/11/19). Senat menegaskan bahwa Undang-Undang ini dibentuk untuk melindungi Hak Asasi Manusia di Hongkong dari tindakan keras Beijing terhadap para demonstran yang menyebabkan goyangnya perekonomian Hongkong selama berbulan-bulan.

    “Masyarakat Hongkong menanti apa yang akan terjadi – mereka menyaksikan upaya terus-menerus untuk mengikis kebebasan dan otonomi Hongkong,” kata Senator Republik Marco Rubio, Selasa (19/11/19), seperti yang dilansir Channel News Asia. Rubio juga menuduh Beijing berada di belakang “penindasan dan kekerasan” di pusat keuangan Asia itu.

    Baca juga: Tersandung Ukraina Gate, Trump Terancam Dimakzulkan

    Senat juga menyetujui dengan suara bulat RUU kedua, yang melarang Amerika mengekspor amunisi tertentu ke Polisi Hongkong. Termasuk melarang ekspor gas air mata, semprotan merica, peluru karet dan senjata bius.

    Dengan RUU pertama, Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi di Hongkong, Menlu AS Mike Pompeo setidaknya setahun sekali wajib memastikan Hongkong mempertahankan status otonominya. Hal itu menjadi kualifikasi bagi perdagangan Amerika untuk meningkatkan kembali status Hongkong sebagai salah satu pusat perekonomian dunia.

    Baca juga: Topan Hagibis Ganas Landa Jepang: 10 Orang Tewas, Belasan Lainnya Hilang

    Halaman selanjutnya…