Tag: program diet

  • Fakta Plus Minus Diet Ketofastosis untuk Turunkan Berat Badan

    Fakta Plus Minus Diet Ketofastosis untuk Turunkan Berat Badan

    TIKTAK.ID – Diet ketofastosis merupakan diet tinggi lemak, protein sedang, dan sangat rendah karbohidrat. Sewaktu karbohidrat berkurang dan lemak meningkat, tubuh berada di keadaan metabolisme yang diberi istilah ketosis. Lantas tubuh beranjak mengalami perubahan lemak jadi keton, berupa molekul yang bisa memberi energi bagi otak.

    Sistem kerja diet ketofastosis, sebagaimana dilansir Mayoclinic, yaitu diet tinggi lemak serta sangat rendah karbohidrat. Melalui diet ini, mereka umumnya makan tak lebih dari 50 gram karbohidrat sehari atau tak lebih dari empat potong roti.

    Apa yang diperoleh dengan menerapkan diet ketofastosis? Jawabannya yaitu adanya sebagian besar kalori dari lemak mengakibatkan tubuh Anda memakai jalur energi yang lain. Alih-alih menggunakan karbohidrat untuk energi, tubuh justru membakar lemak atau hal ini dikenal dengan istilah ketosis.

    Keunggulan diet ketofastosis ialah walaupun mekanisme detailnya tak jelas, diet ini dipandang mempunyai manfaat menjaga otak.

    Tidak kurang dari setengah orang muda mempunyai epilepsi, menderita lebih sedikit kejang sesudah menjalani diet tersebut. Dan sejumlah penelitian awal mendapati diet ketofastosis bisa jadi mempunyai manfaat mengontrol gula darah bagi penderita diabetes.

    Kerugian diet ketofastosis berupa baru sedikitnya bukti yang memperlihatkan bahwa jenis pola makan ini efektif -atau aman dijalani untuk jangka panjang untuk apa pun selain epilepsi. Serta, diet rendah karbohidrat cenderung mempunyai tingkat efek samping yang lebih tinggi, misalnya sembelit, sakit kepala, bau mulut, atau yang lainnya. Di samping itu, diet jenis ini mengurangi sejumlah makanan sehat, sehingga sulit dalam memenuhi asupan mikronutrien Anda.

    Bagi yang ingin mencoba diet ketofastosis, berikut ini langkah dasarnya untuk diperhatikan:

    1. Hilangkan karbohidrat Periksa pada label makanan, dan targetkan 30 gram karbohidrat atau kurang setiap harinya.

    2. Makanan pokok
    Belilah daging, keju, telur utuh, kacang-kacangan, minyak, alpukat, ikan berminyak serta krim, lantaran itu bisa menjadi bahan pokok bagi asupan Anda selama diet ketofastosis.

    3. Untuk sayuran
    Konsumsi sayuran rendah karbohidrat setiap makan untuk memberikan rasa kenyang.

    4. Meski sedang menjalani diet ketofastosis, Anda tetap bisa menikmati makan makanan yang lezat. Anda bahkan bisa meracik pasta ketogenik, roti keto, muffin dari bahan keto, brownies keto atau yang lainnya.

  • Ketahui Sejumlah Hal ini Agar Diet dan Puasa Berjalan Lancar

    Ketahui Sejumlah Hal ini Agar Diet dan Puasa Berjalan Lancar

    TIKTAK.ID – Bulan puasa atau bulan suci Ramadan merupakan momen yang banyak dimanfaatkan sekaligus untuk melakukan program diet. Hal seperti ini dilakukan sebab ada kesamaan antara diet dan pola puasa.

    APKI (Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia) Certified dan NLP Licensed Practitioner, Dinda Utami mengatakan tidak masalah melakukan hal tersebut, asalkan dengan benar. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk jangka panjang.

    Dinda yang juga merupakan pelatih kebugaran di Fitness Embassy, Jakarta Selatan menambahkan sejumlah hal yang mesti diperhatikan ketika melakukan program diet di bulan puasa. Supaya kedua hal tersebut berjalan dengan lancar.

    “Sebenarnya, definisi diet sendiri merupakan pengaturan pola makan. Hal seperti itu yang harus diingat,” kata Dinda Utami.

    Fokus dengan Pola Makan
    Dinda Utami melanjutkan, terdapat beberapa hal yang berkaitan antara pola makan dan puasa. Menurutnya, seseorang yang memiliki program diet harus mengatur pola makan yang baik dengan prinsip variatif, moderat, dan juga seimbang.

    “Sebenarnya, variatif itu dari jenis makanannya. Kemudian moderat itu dari sisi porsi, sehingga porsi ketika sahur dan berbuka tidak membuat seseorang kekenyangan. Selain itu, makanannya juga harus seimbang dalam hal kandungan nutrisinya,” imbuh Dinda Utami.

    Maka dari itu, ketika menyantap porsi makan sahur dan berbuka puasa, dianjurkan untuk sering mengonsumsi gizi seimbang. Apabila ingin mengonsumsi makanan dalam keadaan sehat, maka di dalam piring harus ada protein, karbohidrat, sayur, dan buah-buahan.

    Selain itu, disarankan agar selalu minum air putih dengan cukup. Sebab, air putih memiliki manfaat yang sangat besar bagi tubuh. Bahkan pada bulan puasa ini, air putih sangat baik dikonsumsi ketika sahur, setelah tarawih, dan waktu berbuka. Atau anjurannya adalah 2-4-2.

    “Kemudian terus tetap aktif berolahraga dengan intensitas rendah atau sedang.”

    Dinda menekankan, seseorang yang menjalani program diet, harus membangun pola makan yang baik dan dilakukan secara konsisten. Bahkan, hal seperti ini harus dilakukan hingga bulan Ramadan selesai.

    “Berat badan (ideal) itu adalah bonusnya,” jelas Dinda Utami.