Tag: Presiden Indonesia

  • Tanggal 21 Juni, Wafat Bung Karno dan Ulang Tahun Jokowi, Inikah Alasan Jokowi Tak Pernah Rayakan Ultah?

    Tanggal 21 Juni, Wafat Bung Karno dan Ulang Tahun Jokowi, Inikah Alasan Jokowi Tak Pernah Rayakan Ultah?

    TIKTAK.ID – Tanggal 21 Juni merupakan hari ulang tahun Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Kemarin, pada Minggu (21/6/20), pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 tersebut telah genap berusia 59 tahun.

    Diketahui, 21 Juni juga bertepatan tanggal meninggalnya Presiden RI pertama, Ir. Soekarno. Namun, tak ada yang tahu pasti, apakah karena hal itu yang membuat Jokowi mengaku tak pernah merayakan ultahnya.

    Dari tahun-tahun sebelumnya, Jokowi tak pernah merayakan hari ulang tahun. Bahkan tahun lalu, Jokowi sempat mengatakan tidak pernah merayakan ulang tahun selama hidupnya.

    Baca juga  : Survei Buktikan Prabowo Menteri Paling Moncer, PA 212 Jawab Ketus: Gak Urus!

    “Terima kasih untuk segala perhatian, doa, dukungan, serta amanah yang tercurah dari seluruh rakyat kepada saya dan keluarga. Selama ini saya tidak pernah merayakan hari ulang tahun, tidak perlu ada pesta, kecuali rasa syukur ke hadirat Allah SWT, dan negeri yang menanti kerja bersama kita semua,” tulis akun @jokowi pada 2019, seperti dilansir Tribunnews.com.

    Tahun ini, Jokowi mendapat beragam bentuk ucapan dan doa dari sejumlah kalangan, mulai dari pejabat hingga warganet melalui media sosial. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, ikut memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Jokowi melalui akun instagramnya.

    “Selamat ulang tahun ke-59, Presiden RI, Bapak Joko Widodo @jokowi,” tulis Sri Mulyani menyertai unggahan video 25 detik yang menampilkan orang nomor satu di Indonesia tersebut, Minggu (21/6/20).

    Baca juga  : Baca juga : Gerah Ucapan Waketum Gerindra Soal ‘Isu PKI Mainan Kadrun untuk Jatuhkan Jokowi’, PA 212: Pecat Poyuono!

    Tidak hanya mengucapkan selamat, Sri Mulyani juga mengulas sedikit tentang sosok Jokowi yang ia kenali berikut dengan doa dan harapannya. Ia menilai Jokowi merupakan pribadi yang ramah, terbuka, namun tegas mengawal anak bangsa dalam keberagaman. Kemudian ia menyebut Jokowi adalah pemimpin negara yang amanah memperjuangkan Indonesia Maju.

    “Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan dan segala kebaikan kepada Bapak dalam memimpin Indonesia, dalam menghadapi masa sulit ini,” imbuhnya.

    Tokoh dan pejabat lain juga ikut memberi ucapan selamat ulang tahun pada Jokowi. Di antaranya Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), serta komposer ternama Addie MS yang menyampaikan ucapan pada Jokowi melalui akun Twitter mereka.

  • Sebut Rivalitas Anies dan Jokowi, Majalah Inggris: Presiden Indonesia Punya Saingan Baru

    Sebut Rivalitas Anies dan Jokowi, Majalah Inggris: Presiden Indonesia Punya Saingan Baru

    TIKTAK.ID – Majalah Inggris, The Economist di edisi terkini menyebut rivalitas antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, terfokus pada penanganan pandemi Covid-19 yang menghinggapi Ibu Kota dan Indonesia dengan judul artikel “Presiden Indonesia Punya Saingan Baru”.

    Kasus Covid-19 pertama di Indonesia sudah dikonfirmasi Senin 2 Maret 2020, dan selama berminggu-minggu sebelumnya, Anies sudah mendesak Pemerintah Pusat agar bertindak. Tetapi, Pemerintah Pusat kurang yakin virus tersebut bakal tersebar, berawal dari temuan di Jakarta, lalu ke seantero negeri.

    Berujung pada 31 Maret 2020, Jokowi menyebutkan keadaan darurat nasional.

    Baca juga : Nilai Prabowo Tak Lagi ‘Menjual’ di Pilpres 2024, Pengamat: Tokoh Usang Tiga Kali Kalah Sudah Tak Relevan

    Bahkan kala itu, Pemerintah Daerah (Pemda) diharuskan meminta izin saat akan mengarantina wilayahnya, sebuah proses yang lamban secara birokrasi. Anies Baswedan pun dengan tegas menyuarakan kritiknya.

    “(Itu) seolah-olah kami mengusulkan proyek yang membutuhkan studi kelayakan,” tuturnya pada The Jakarta Post, seperti dilansir oleh The Economist.

    “Tidak bisakah Kementerian (Kesehatan) melihat bahwa kita menghadapi peningkatan jumlah kematian? Apakah itu tidak cukup?” ungkap Anies memperjelas argumennya.

    Baca juga : PDIP Desak Jokowi Hukum Sejumlah Menteri, Kenapa?

    Pernyataan itu semacam serangan yang dihunjamkan Anies terhadap Jokowi. Dia mengkritik pemerintahan Jokowi karena tak bertindak kuat dan cepat.

    Data Pemerintah Pusat tentang jumlah kasus Covid-19 pun sering kali disanggah Anies. Semacam “tamparan di muka” Jokowi dan para letnannya (pembantunya), sebut seorang diplomat asing. Keluhan yang jelas-jelas jadi jebakan kepada presiden.

    Saat Anies berupaya agar Jakarta dikarantina usai Jokowi menghabiskan berminggu-minggu menolak menerapkan hal yang serupa ke penjuru negeri, Jokowi mengungkapkan, gubernur tak punya wewenang dalam memutuskannya.

    Baca juga : Ajak Warga Saling Dukung Lawan Covid-19, Anies Singgung Beratnya Beban Jokowi

    Esok harinya, Jokowi mengumumkan prosedur ketat yang diperlukan sebelum Pemda (Pemprov DKI) bisa memulai pembatasan gerak warganya.

    Akademisi Australian Nasional University, Edward Aspinall memandang, Anies sesungguhnya khawatir sehubungan dampak Covid-19 pada warganya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu juga perhatian terhadap citranya selaku “pejabat publik yang serius memikirkan masalah-masalah besar”, sebut Aspinall.

    Usaha Anies dalam mengadaptasi respons yang ketat dan berbasis data dalam menangani wabah virus Corona berhasil meningkatkan citra itu.

    Baca juga : Sebut AS Sedang Ditimpa ‘Tiga Pukulan Besar’, SBY: Amerika, Are You OK?

    Namun, Anies pun memahami bagaimana langkah menampilkan kelemahan Jokowi.