Tag: Podcast

  • Usai Bikin Fitur Mirip Clubhouse, Twitter Kembangkan Podcast

    Usai Bikin Fitur Mirip Clubhouse, Twitter Kembangkan Podcast

    TIKTAK.ID – Twitter disebut-sebut sedang mengerjakan fitur Podcast untuk aplikasi selulernya. Pengembang Jane Manchun Wong menyampaikan informasi tersebut melalui cuitan di Twitter-nya. Manchun Wong memang kerap membagikan fitur-fitur baru di sosial media termasuk Twitter.

    Seperti dilansir detik.com, Manchun Wong membagikan tangkapan layar tampilan antarmuka fitur Podcast itu. Dalam tangkapan layar tersebut, tampak tab Podcast pada bagian bawah aplikasi mobile Twitter, yang sejajar dengan tab lain, seperti Timeline, Search, Direct Messages, dan Notifications.

    Kemudian menariknya, pada tangkapan layar itu tidak ada tab Spaces. Namun sebagai gantinya, terdapat tab Podcast, mengutip Engadget.

    Twitter sendiri masih belum memberikan tanggapan dan konfirmasi apa pun mengenai kabar layanan Podcast ini. Apalagi, saat ini fitur tersebut masih dalam tahap pengembangan, sehingga tetap ada peluang Twitter tidak akan meluncurkannya.

    Seperti diketahui, sebelumnya Twitter sudah meluncurkan fitur Spaces, yakni sebuah layanan yang mirip dengan aplikasi Clubhouse. Aplikasi Clubhouse sempat populer pada tahun lalu. Namun tidak lama setelahnya, popularitas aplikasi berbasis audio tersebut mulai menurun.

    Obrolan dalam fitur Spaces ini juga dilakukan secara live atau langsung. Namun fitur Spaces hanya tersedia bagi pengguna yang setidaknya memiliki 600 pengikut.

    “Sejak kami mengembangkan fitur ini, jutaan orang sudah dapat membuat sesi di Spaces. Kami akan terus melakukan perbaikan berdasarkan masukan Anda,” tulis Twitter melalui blog resminya seperti dikutip infokomputer.grid.id dari GSM Arena.

    Fitur Spaces memiliki “Ticketed Spaces” yang memungkinkan host Space untuk memonetisasi Spaces mereka dengan uang. Selain itu, pengguna bisa menyetel untuk pengingat dan menjadwalkan slot waktu untuk Spaces mendatang. Terdapat pula spaces yang di-hosting bersama, pembuatan teks langsung yang lebih baik, dan akses yang lebih baik ke Spaces lewat ikon profil di feed Twitter.

    Fitur Spaces tentu berbeda dengan podcast yang bisa direkam dulu dan dapat didengarkan oleh banyak orang tanpa perlu khawatir untuk ketinggalan. Kini konten podcast memang tengah populer di semua kalangan. Untuk itu, tidak heran bila platform media sosial seperti Twitter juga berniat meluncurkan layanan konten Podcast.

  • Wishnutama Luncurkan Podcast Arjuna Arjuna

    Wishnutama Luncurkan Podcast Arjuna Arjuna

    TIKTAK.ID – Selama ini Wishnutama telah dikenal publik sebagai sosok yang berada di belakang layar. Akan tetapi, baru-baru ini, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut merilis podcast terbaru yang diberi nama Arjuna Arjuna.

    Dalam podcast yang diluncurkan sejak 18 Juni itu, Wishnutama akan mengajak berdiskusi sosok-sosok besar dan berpengaruh di Indonesia, untuk membahas hal-hal yang menarik untuk disimak. Bintang tamu pertama podcastnya yakni Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Usai Erick Thohir, Wishnutama pun mengaku sudah siap menghadirkan tamu-tamu istimewa lainnya.

    “Gue kan orang yang biasa berada di belakang layar, namun kali ini gue akan tampil di depan layar. Gue ingin mengenalkan Paranoice pada sosok-sosok yang telah berjasa dan mengharumkan nama Indonesia,” ujar Wishnutama, pada teaser podcast Arjuna Arjuna, seperti dilansir Kapanlagi.com, Selasa (29/6/21).

    Podcast Arjuna Arjuna sendiri bisa didengarkan melalui aplikasi NOICE, yang sudah dinikmati oleh lebih dari 700 ribu pengguna.

    “Mulai besok sudah bisa nih mendengarkan obrolan seru saya dengan ditemani berbagai sosok yang membanggakan Indonesia lewat podcast Arjuna Aruna!” tulis Wishnutama melalui akun Instagram pribadinya saat pertama kali meluncurkan Arjuna Arjuna.

    Unggahan Wishnutama tersebut lantas mendapat reaksi dari Bupati Belitung, Isyak Meirobie, yang mengatakan, “selamat chief.”

    ”Idola dan panutan,” timpal Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Fiki Satari, mengutip Tempo.co.

    Sejumlah warganet juga menyampaikan harapan untuk acara baru suami Gista Putri ini.

    “Semoga narasumbernya selalu yang berbobot ya, Pak dan Paranoice bisa jadi nomor satu, Amin,” ungkap akun @sendy.jose.

    Sekadar informasi, setelah diberhentikan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama saat ini telah resmi menjabat sebagai Komisaris Utama PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel. Ia dilantik oleh Menteri BUMN, Erick Thohir pada 11 Februari 2021 silam.

    Sebelumnya, pria kelahiran 4 Mei 1970 ini sempat malang melintang berkarier di sejumlah televisi nasional. Pada 1994 saat pulang studi dan berkarier di luar negeri, Wishnutama bergabung dengan Indosiar. Setelah itu, ia bergabung dengan Trans TV dan menjadi Direktur Utama pada 2008. Hingga akhirnya mendirikan NET TV pada 2013, serta menjadi CEO dan Komisaris Utama di stasiun televisi itu.

  • Spotify Luncurkan Fitur Langganan Podcast Berbayar

    Spotify Luncurkan Fitur Langganan Podcast Berbayar

    TIKTAK.ID – Belakangan ini, dalam acara Apple Spring Loaded, perusahaan telah mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan layanan langganan podcast baru. Tampaknya hal itu membuat Spotify tidak ingin kalah saing. Spotify pun kini telah meluncurkan hal serupa pada platformnya.

    Namun Spotify akan menggunakan aplikasi Anchor untuk membantu memproses langganan dan konten berbayar.

    “Dengan memungkinkan distribusi luas konten khusus pelanggan, tujuan kami yakni membantu podcaster untuk memaksimalkan pemirsa langganan mereka dan mengembangkan mereka dari basis pendengar yang ada. Dalam Spotify, konten ini bisa ditelusuri dan ditemukan seperti episode podcast lainnya,” ujar Spotify, seperti dikutip detiKINET dari Ubergizmo, pada Kamis (29/4/21).

    Pengguna dapat mencari podcast berbayar melalui aplikasi. Akan tetapi, jika pengguna ingin berlangganan, maka mereka harus keluar dari aplikasi dan membayar melalui Anchor. Pada gilirannya, hal itu akan membantu perusahaan menghindari perusahaan membayar seperti Apple potongan 30% untuk pembelian dalam aplikasi.

    Lantas Spotify berharap dengan adanya layanan baru ini, dapat menarik kreator ke platformnya. Mereka juga mengumumkan bahwa selama dua tahun pertama mereka tidak akan memotong pendapatan kreator. Hal itu berarti kreator yang berpartisipasi akan menerima 100 persen pendapatan dari pengguna yang berlangganan. Namun mulai 2023, mereka akan mengambil potongan 5% yang mereka klaim sangat kompetitif.

    Mengutip Tech Crunch dari CNNIndonesia.com, layanan tersebut mulanya diuji oleh selusin pembuat konten independen, kemudian sekarang berkembang menjadi kreator yang sebelumnya telah mendaftar di daftar tunggu.

    Peluncuran fitur baru ini pun dilakukan pada saat pasar podcast, dan podcast berbayar khususnya, tengah memanas. Minggu lalu, Apple telah menyampaikan rencananya sendiri untuk langganan podcast berbayar melalui platform Apple Podcasts. Meski begitu, satu perbedaan utama antara upaya Spotify dan rencana Apple yaitu bagaimana pendapatan langganan dibagikan.

    Seperti diketahui, Podcast memang sudah mendapatkan banyak popularitas dalam beberapa tahun terakhir. Kemudian belum lama ini, Spotify juga berhasil menggaet kreator ternama Joe Rogan, yang berhasil diyakinkan untuk membuat podcast eksklusif untuk platform mereka.

  • Jebolan 5 Besar Indonesian Idol Emily Young Ryu Bikin Podcast Rasa Film

    Jebolan 5 Besar Indonesian Idol Emily Young Ryu Bikin Podcast Rasa Film

    TIKTAK.ID – Emily Young Ryu yang merupakan jebolan Indonesian Idol diketahui mulai menggeluti dunia podcast. Emily Young Ryu bekerja sama dengan Soegimitro untuk membuat podcast dengan rasa film.

    Di dalam podcast tersebut, akan ada berbagai macam tema. Mulai dari Fashion, Technology, Branding, Inspiration, Action, hingga Comedy.

    Kemudian Emily dan Soegimitro juga berencana akan banyak menghadirkan bintang tamu, serta membahas permasalahan dan isu terkini.

    Tidak hanya itu, pemilik nama asli Dyna Fransisca tersebut juga memastikan podcastnya itu bakal berbeda dari lainnya. Sebab, ia akan menghadirkan beberapa teknologi dari masa depan plus teaser layaknya sebuah film layar lebar.

    “Ada Vicky Prasetyo dan Lee Jeong Hoon, itu sudah ada di teaser, dan ke depannya akan ada banyak bintang tamu lagi. Agent itu akan menunjukkan skill masing-masing dan bertugas di dunia nyata tanpa banyak orang tau kalau dia itu agent dan nggak lari dari apa yang sudah mereka lakukan di kehidupan nyata,” ujar Emily di Jakarta, seperti dilansir Kapanlagi.com.

    “Yang menarik dari visualnya yakni ada beberapa teknologi masa depan yang kita masukkan. Banyak pula influencer dan publik figur yang akan menjadi bintang tamu dan dikemas dalam cerita. Setiap podcast kita ada banyak pembicaraan, tetep komunikasi, cerita kisah hidup. Kemudian di awalnya ada teasernya kayak film layar lebar. Jadi kita ingin mencoba memberi terobosan,” tutur Soegimitro.

    Tidak hanya itu, dalam menyajikan podcastnya, Soegimitro mengklaim akan tampil maksimal dengan kostum dan peralatan yang mendukung. Dengan begitu, kata Soegimitro, tayangan yang ia sajikan layaknya sebuah film.

    “Sudah ada lima teaser yang bisa dilihat dan kami memilih tanggal 20.02.2021 (Jika dijumlah angkanya 9). Peluncuran perdana untuk season 1 episode 2. Akan menjadi YouTube berseri, namun tetap bisa dinikmati per episode,” lanjut Soegimitro.

    Sekadar informasi, Emily Young Ryu merupakan lulusan Indonesian Idol pada 2008, dan berhasil masuk babak lima besar. Ia sempat merilis lagu pada 2010, tetapi kurang sukses mendapat perhatian publik.

  • Analis Anggap Podcast Milik Spotify Sudah ‘Gagal’

    Analis Anggap Podcast Milik Spotify Sudah ‘Gagal’

    TIKTAK.ID – Meski Spotify sudah menggelontorkan uang besar mencapai jutaan dolar untuk menghadirkan layanan podcastnya, namun menurut catatan yang disusun analis Citi, Spotify telah gagal menghadirkan layanan tersebut.

    “Naik turunnya penambahan bruto Premium (sampai 3Q20) serta data unduhan aplikasi (sampai 4Q20) tak menunjukkan keuntungan material apa pun dari investasi podcast baru-baru ini yang dimulai Spotify pada tahun 2019”, tulis para analis.

    Sebagaimana dilansir detiKINET mengutip CNBC International, Senin (18/1/21) Spotify telah menurunkan level sahamnya menjadi Neutral dari sebelumnya berstatus Sell. Saham Spotify turun melebihi 6,5 persen di sore hari.

    Spotify mengawali usaha pembuatan layanan podcast di awal tahun 2019. Mereka lantas membeli sejumlah perusahaan yang bergerak di podcast semacam Anchor, Gimlet Media, dan Parcast.

    Spotify mengembangkan upayanya dengan membeli perusahaan berita olahraga serta hiburan The Ringer, kemudian mengakuisisi Megaphone sebagai pendukung bisnis teklonogi iklannya.

    Megaphone sendiri dibeli oleh Spotify pada November 2020 dengan harga sangat tinggi senilai USD 235 juta atau setara Rp3,3 miliar.

    Di samping itu, Spotify telah menelan biaya jutaan dolar guna memperoleh hak eksklusif streaming podcast selebriti maupun tokoh ternama misalkan The Duke and Duchess of Sussex, Michelle Obama, Kim Kardashian West, dan Joe Rogan.

    Ide awalnya, dengan menghadirkan konten eksklusif dalam aplikasi Spotify, perusahaan berharap bisa memperkuat bisnis periklanannya sembari mendatangkan pelanggan Premium.

    Ini pun memperoleh respons disukai oleh para investor Spotify yang menjadikan saham melejit 31,76% pada tahun 2019 dan 110,4% pada 2020. Namun kini analis menyoal perusahaan untuk membuktikan bahwa investasi itu setimpal.

    “Hingga kini, kami belum mendapati perubahan material yang positif dalam unduhan aplikasi atau langganan Premium. Andai kami melihat perubahan material positif dalam unduhan aplikasi atau langganan Premium (dari penambahan bruto) yang lebih tinggi atau penghentian yang secara material lebih rendah, kami bakal mengubah pandangan kami”, terang analis Citi.

    “Namun, ketakutan kami, seandainya podcasting tak memberikan cara bagi Spotify beralih dari ketergantungan label musik, Street bisa mengukur kembali nilai yang mendasari bisnis tersebut, dan itu bakal berimbas buruk bagi kelipatan dan nilai ekuitas Spotify”, imbuhnya.