Tag: Pesawat Ukraina

  • Iran Ingatkan Inggris Tak Ikut Campur Urusan Domestik Republik Islam

    Iran Ingatkan Inggris Tak Ikut Campur Urusan Domestik Republik Islam

    TIKTAK.ID – Juru bicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei mengecam keras partisipasi Duta Besar Inggris dalam sebuah unjuk rasa ilegal di Teheran, dan memperingatkan London tidak ikut campur tangan urusan dalam negeri Republik Islam itu.

    Seperti dilaporkan laman independen Iran Front Pages, Ali Rabiei mengatakan pada hari Senin (13/1/20) bahwa kehadiran Dubes Inggris dalam protes ilegal dan melawan hukum itu bertentangan dengan tugasnya sebagai pejabat Duta Besar Inggris di Iran.

    “Dia ditangkap sesaat oleh penegak hukum dan dibebaskan beberapa menit setelah diidentifikasi,” kata Rabiei saat konferensi pers.

    Baca juga: Ikut Menghasut Pengunjuk Rasa, Duta Besar Inggris untuk Tehran Ditahan

    Juru bicara Pemerintah Iran juga mengatakan langkah Duta Besar Inggris itu tidak dapat diterima, dan Teheran telah memprotes Pemerintah Inggris karena London dinilai “tidak memiliki catatan yang baik” dalam hal tersebut.

    Klarifikasi Terkait Kecelakaan Pesawat Ukraina

    Ali Rabiei lebih jauh menunjuk ke peristiwa jatuhnya pesawat penumpang Ukraina baru-baru ini, yang secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran.

    Dia mengatakan Iran tidak akan membiarkan siapa pun mengambil keuntungan dan memperkeruh keadaan dengan berkembangnya serangan verbal terhadap angkatan bersenjatanya.

    Halaman selanjutnya…

  • PM Kanada: Ulahnya Picu Ketegangan di Kawasan, Trump Harusnya Ikut Bertanggung Jawab Atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

    PM Kanada: Ulahnya Picu Ketegangan di Kawasan, Trump Harusnya Ikut Bertanggung Jawab Atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

    TIKTAK.ID – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengatakan 57 warga Kanada yang menjadi penumpang pesawat Ukraina yang jatuh di Iran pekan lalu, mungkin saja masih hidup dan bisa pulang ke negaranya jika bukan karena meningkatnya ketegangan baru-baru ini di wilayah tersebut yang pada awalnya disulut tindakan gegabah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Kepada GlobalNews, pada hari Senin (13/1/20) Trudeau menyebutkan respons Kanada terhadap kecelakaan pesawat dan aktivitas yang sedang berlangsung untuk mendukung keluarga, mengidentifikasi para korban, sekaligus meminta Iran terus melanjutkan penyelidikan terkait jatuhnya pesawat Ukraina tersebut.

    Baca juga: Inkonsistensi AS Soal Kebebasan Berbicara, Facebook dan Instagram Blokir Konten Mendukung Soleimani

    “Jika tidak ada ketegangan, jika tidak ada eskalasi baru-baru ini di wilayah itu, orang-orang Kanada itu sekarang akan pulang ke negaranya dan sudah berkumpul bersama keluarga mereka,” kata Trudeau.

    “Inilah hal yang bisa terjadi ketika kamu sedang berada dalam konflik dan perang. Orang-orang tak berdosa jadi ikut menanggung bebannya dan itu adalah pengingat mengapa kita semua harus benar-benar bekerja keras dalam upaya de-eskalasi, bergerak maju untuk mengurangi ketegangan, dan menemukan jalur yang tidak melibatkan konflik dan pembunuhan lebih lanjut,” imbuhnya.

    Halaman selanjutnya…

  • Ikut Menghasut Pengunjuk Rasa, Duta Besar Inggris untuk Tehran Ditahan

    Ikut Menghasut Pengunjuk Rasa, Duta Besar Inggris untuk Tehran Ditahan

    TIKTAK.ID – Duta Besar Inggris untuk Iran, Rob Macaire ditahan oleh kepolisian Iran terkait aktifitasnya diluar Universitas Amirkabir, Teheran.

    Kepolisian Teheran menanyakan perannya karena diduga ikut “menghasut dan mengarahkan” pengunjuk rasa anti-pemerintah untuk melakukan tindakan radikal dan destruktif, lapor Kantor Berita Tasnim.

    Duta besar Inggris dibebaskan beberapa jam setelah ditahan, namun dia akan dipanggil kembali pada hari Minggu untuk ditanyai lebih lanjut.

    Baca juga: 6 Fakta Di Balik Pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani yang Tidak Diungkap Media

    Terkait hal tersebut, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan bahwa penahanan tersebut merupakan pelanggaran menyolok terhadap hukum internasional, “Macaire ditahan tanpa alasan atau penjelasan karena hanya mengambil foto-foto demonstrasi” ujarnya.

    Sebelumnya, Ratusan orang berkumpul di universutas-universitas di Tehran untuk melakukan aksi protes setelah pemerintah Iran mengakui secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina yang membawa 176 penumpang, mayaoritas mereka para pelajar asal Iran.

    Baca juga: Selain Diotaki AS, Analis Independen Bongkar Benang Merah Keterlibatan Israel dalam Pembunuhan Qassem Soleimani

    Kepala staf angkatan besenjata Iran mengakui bahwa pesawat terbang Ukrainia dengan nomer penerbangan 752 telah ditembak jatuh pada hari Rabu setelah Iran melancarkan balasan terhadap pembunuhan jenderal Soleimani.

    Presiden Iran Hassan Rouhani meminta maaf atas “kesalahan yang membawa malapetaka” tersebut atas nama Iran dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Ia sepenuhnya mengakui bahwa tragedi itu disebabkan oleh human error.

  • Aktivis AS: Trump Ikut Bersalah atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

    Aktivis AS: Trump Ikut Bersalah atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

    TIKTAK.ID – Seorang aktivis anti-perang Amerika, Medea Benjamin menyatakan bahwa Presiden Amerika Donald Trump “ikut menanggung kesalahan” atas jatuhnya pesawat Ukraina di dekat Teheran, Iran, Rabu lalu. Ia menyatakan insiden itu terjadi setelah Trump terus-menerus meningkatkan ketegangan di wilayah itu dengan memerintahkan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani di Irak.

    Medea merupakan salah satu pendiri Code Pink, sebuah kelompok anti-perang yang dipimpin wanita. Melalui akun Twitternya, ia menulis kecelakaan itu adalah “kerusakan tragis yang beruntun”, seperti yang dilaporkan PessTV.

    “Militer Iran mengatakan pihaknya pada tingkat siaga tertinggi di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS dan dalam kebingungan, mereka secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat,” tweet Medea, Sabtu 11 Januari 2020.

    Baca juga: 6 Fakta Di Balik Pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani yang Tidak Diungkap Media

    “Trump ikut bersalah, bukan begitu?” Kerusakan parah nan tragis akibat pembunuhannya terhadap Soleimani, ”tambahnya.

    Ukraine International Airlines dengan nomor Penerbangan 752, yang mengoperasikan Boeing 737-800, jatuh di dekat Teheran pada Rabu lalu setelah lepas landas dari Teheran dalam penerbangan ke Kiev dan menewaskan semua 176 penumpang di dalamnya.

    Iran mengatakan pesawat itu terbang dekat situs militer yang sensitif dan ditembak jatuh karena kesalahan manusia “pada saat krisis yang disebabkan oleh ‘petualangan’ AS.”

    Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengatakan bahwa pada saat kejadian, pasukan sedang dalam posisi siaga tertinggi.

    Halaman selanjutnya…