Tag: Perjanjian Nuklir

  • Mantan Inspektur Senjata PBB: Eropa Berkhianat Kepada Iran

    Mantan Inspektur Senjata PBB: Eropa Berkhianat Kepada Iran

    TIKTAK.ID – Pemerintah Perancis, Jerman, dan Inggris akhirnya mengajukan Mekanisme Penyelesaian Sengketa (DRM) sebagai upaya untuk memaksa Iran kembali ‘mematuhi’ perjanjian nuklir 2015 atau the Joint Comprehensive Program of Action (JCPOA).

    Keputusan itu diambil ketiga negara Eropa sebagai respons atas keputusan Iran menghentikan komitmen di bawah JCPOA secara bertahap, mulai dari sebagian hingga keseluruhan. Iran mengambil keputusan itu sebagai tanggapan atas sikap AS yang secara sepihak telah menarik diri dari perjanjian nuklir dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi setelah sebelumnya dicabut seiring dengan berlakunya perundingan nuklir tersebut.

    “Sangat penting bagi Iran kembali mematuhi dan melaksanakan komitmen dalam perjanjian nuklir. Kami mengungkapkan keprihatinan atas langkah Iran melanggar komitmen dalam perjanjian nuklir,” begitu bunyi pernyataan bersama ketiga negara pada Ahad lalu, 12 Januari 2020.

    Baca juga: Iran Kecam Keputusan 3 Negara Eropa atas Mekanisme Sengketa Perjanjian Nuklir

    Namun menurut mantan inspektur senjata PBB (1991 – 1998) Scott Ritter, langkah yang ditempuh oleh tiga negara Eropa itu adalah langkah tidak jujur yang dirancang untuk memberi cover diplomatis atas kegagalan tiga negara Eropa itu untuk mengimplementasikan isi perjanjian.

    Sebelumnya, Amerika menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran pada 2015. Presiden Amerika Donald Trump menyebut perjanjian itu kadaluwarsa dan dilakukan pada masa pemerintahan Barack Obama. Hal ini oleh Iran disebut sebagai pelanggaran perjanjian nuklir.

    Halaman selanjutnya…

  • Iran Kecam Keputusan 3 Negara Eropa atas Mekanisme Sengketa Perjanjian Nuklir

    Iran Kecam Keputusan 3 Negara Eropa atas Mekanisme Sengketa Perjanjian Nuklir

    TIKTAK.ID – Iran mengecam langkah Perancis, Inggris dan Jerman yang meluncurkan mekanisme sengketa atas perjanjian nuklir 2015 dengan Teheran. Iran menyebut tindakan mereka sebagai langkah “pasif” yang berakar pada “kelemahan” mereka. Republik Islam memperingatkan bahwa Teheran akan memberikan respons tegas terhadap setiap langkah “tidak konstruktif” .

    “Tindakan tiga negara Eropa adalah langkah yang sepenuhnya pasif dan diambil dari posisi mereka yang lemah,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi kepada wartawan padan Selasa, 14 Januari 2020, seperti yang dilaporkan PressTV.

    Meski demikian, Iran menanggapi itikad baik dengan tulus bagi setiap tindakan yang bertujuan baik terkait perjanjian tersebut.Namun, Iran juga akan menanggapi “dengan tegas, keras, dan tepat” untuk setiap tindakan tidak berkomitmen atau tindakan jahat atau tidak konstruktif yang dapat merusak kesepakatan, tambahnya.

    Baca juga: Iran Ingatkan Inggris Tak Ikut Campur Urusan Domestik Republik Islam

    Sebelumnya pada saat yang sama, ketiga negara Eropa yang dikenal sebagai Trio Eropa, secara resmi memicu mekanisme sengketa dengan menuduh Iran melanggar perjanjian. Pelanggaran itu dapat mengarah pada pemulihan sanksi PBB atas Iran yang sebelumnya telah dicabut karena perjanjian nuklir 2015, yang disebut the Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

    Setelah mekanisme ini ditempuh tiga negara Eropa, Iran diberikan waktu 15 hari untuk menyelesaikan perselisihan dengan tiga negara itu. Namun, proses ini pada ujungnya dapat mengarah pada “snapback”, yaitu kembalinya sanksi Dewan Keamanan PBB yang sebelumnya dicabut setelah perjanjian nuklir disepakati pada 2015.

    Baca juga: Ketua PBNU Minta Presiden RI Bantu Redam Konflik AS-Iran

    Negara-negara Eropa menuding Iran gagal berkomitmen pada kesepakatan. Padahal, mereka sendiri menghentikan komitmen kontraktualnya untuk memenuhi kepentingan bisnis Republik Islam setelah Mei 2018. Yaitu setelah Amerika Serikat mundur dari perjanjian dan mulai mengancam negara lain untuk tidak melakukan bisnis dengan Teheran.

    Halaman selanjutnya…