Tag: Nadiem Makariem

  • Prabowo Anggap Survei sebagai ‘Hal Menakutkan’

    Prabowo Anggap Survei sebagai ‘Hal Menakutkan’

    TIKTAK.ID – Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyatakan bahwa survei merupakan hal yang menakutkan.

    “Jadi saya itu kadang tidak terlalu mempelajari survei ini. Sebab, survei itu kadang menakutkan. Kalau sekarang kita dikasih angka baik, besok bisa enggak,” ujar Prabowo dalam wawancara eksklusif yang disampaikan oleh DPP Partai Gerindra (12/10/20), seperti dilansir Kompas.tv.

    Oleh sebab itu, Prabowo mengaku tak terlalu ingin memikirkan hasil lembaga survei. Ia mengatakan hal itu akan menjadi beban tersendiri.

    Baca juga : Benarkah UU Cipta Kerja Jokowi Bisa Jadikan RI Kalahkan Vietnam Cs?

    Kemudian Prabowo menyebut masing-masing tokoh mempunyai kemampuan dan prestasinya sendiri-sendiri, bahkan di Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin.

    Prabowo pun mengklaim tidak ingin ketika satu menteri dibandingkan dengan menteri lainnya oleh survei. Pasalnya, ia menilai keberhasilan Kabinet merupakan kerja sama menteri dengan menteri lainnya. Ia juga mengibaratkan kerja sama itu seperti klub sepak bola. Ketika meraih kemenangan, artinya bukan hanya karena pemain pencetak gol, namun juga dari pemain lainnya.

    Sebelumnya, lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) merilis hasil survei mengenai kepuasan masyarakat terhadap kinerja para menteri di Kabinet Jokowi-Maruf Amin. Menurut hasil survei itu, 43,7 persen masyarakat puas dengan kinerja Prabowo.

    Baca juga : Dicecar Najwa, Ahok Akhirnya Ngaku Ambisinya Jadi Pejabat atau Penguasa Masih Ada

    Survei yang dilakukan pada 9-12 Juni 2020, melibatkan sebanyak 1.000 responden di 34 provinsi di Indonesia. Survei tersebut dilakukan dengan cara telesurvei, atau mewawancara responden melalui kontak telepon. Margin of error survei ini +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

    Prabowo berada pada peringkat atas dengan total 43,7 persen masyarakat merasa puas, 39 persen tidak puas, dan 17 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

    “Kinerja Pak Prabowo tingkatnya paling tinggi di antara yang lain, yaitu 43,7 persen. Kemudian disusul Menteri Luar Negeri Bu Retno 38,0 persen, ketiga Menkopolhukam Pak Mahfud MD 37,9 persen,” terang Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an saat melakukan pemaparan yang disiarkan secara langsung melalui YouTube ASI, mengutip Detik.com, Jumat (19/6/20).

    Baca juga : Pernyataan Resmi KAMI Pasca Petingginya Dicokok Polisi

    Setelah itu, di posisi keempat diisi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dengan tingkat kepuasan 37,8 persen. Sedangkan posisi kelima ditempati Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Gusti Ayu Bintang Darmavati dengan 37,0 persen.

  • Jokowi Kembali Ungkapkan Kejengkelannya Soal Kinerja Menteri, Kali ini Prabowo, Nadiem dan Kapolri Kena Sentil

    Jokowi Kembali Ungkapkan Kejengkelannya Soal Kinerja Menteri, Kali ini Prabowo, Nadiem dan Kapolri Kena Sentil

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengungkapkan kejengkelannya terhadap kinerja sejumlah menterinya. Jokowi pun memerintahkan menterinya untuk bekerja lebih keras lagi, apalagi di masa pandemi virus Corona (Covid-19) seperti saat ini.

    Jokowi juga menyebut para menterinya tak memiliki rasa krisis di tengah pandemi Covid-19. Ia menilai selama tiga bulan bekerja dari rumah, tidak ada kinerja yang progresif ditunjukkan oleh para menteri.

    “Tiga bulan yang lalu kita menyampaikan bekerja dari rumah, tapi yang saya lihat ini kayak cuti malahan. Padahal pada kondisi krisis kita harusnya bisa kerja lebih keras lagi,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas, Selasa (7/7/20), seperti dilansir IDNTimes.com.

    Baca juga : Reklamasi Ancol Ala Anies Baswedan Ternyata Belum Ada Kajian Amdal

    Kemudian Jokowi meminta para pembantunya tersebut untuk bekerja dengan cepat. Ia menyatakan tak ingin kinerja menterinya biasa-biasa saja di tengah pandemi virus Corona yang melanda saat ini.

    “Kerja lebih keras dan lebih cepat. Itu yang saya inginkan pada saat kondisi seperti ini, membuat Permen yang biasanya dua minggu, ya sehari selesai. Membuat PP yang biasanya sebulan, ya dua hari selesai, itu lho yang saya inginkan,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

    Jokowi mengimbau para menterinya untuk bekerja secara tak biasa dan mencari cara-cara sederhana. Ia menyarankan untuk mengubah dari cara-cara yang sebelumnya rumit, menjadi lebih sederhana.

    Baca juga : Ajak Kabinetnya Ganti Channel Normal ke Channel Krisis, Jokowi: Terus Terang Saya Ngeri!

    “Bagaimana caranya? Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara lebih tahu dari saya untuk menyelesaikan ini, kembali lagi, jangan biasa-biasa saja,” ucap Jokowi.

    Halaman selanjutnya…

  • Bayar SPP dan Keperluan Sekolah Lainnya Pakai GoPay, Dulu Guyonan Kini Jadi Kenyataan

    Bayar SPP dan Keperluan Sekolah Lainnya Pakai GoPay, Dulu Guyonan Kini Jadi Kenyataan

    TIKTAK.ID – Pada awalnya, guyonan bayar SPP pakai GoPay mulai viral ketika mantan CEO Gojek, Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Saat itu seketika celotehan hingga meme bertebaran soal bisa membayar uang sekolah dengan aplikasi GoPay.

    Namun siapa sangka, guyonan itu kini menjadi kenyataan. Sistem pembayaran digital milik Gojek itu sudah bisa dimanfaatkan untuk melakukan pembayaran uang SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) dengan mudah dan cepat.

    Baca juga: Erick Thohir Puji Ahok yang Buat Pertamina Makin Transparan

    Senior Vice President Sales GoPay, Arno Tse menjelaskan hadirnya layanan GoPay untuk keperluan pendidikan akan memudahkan orang tua sehingga tidak perlu lagi pergi ke sekolah untuk melakukan pembayaran.

    “Layanan terbaru ini membebaskan orang tua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak di mana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah. Orang tua yang sibuk dapat fokus dengan kepentingan lain seperti pekerjaan, tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaran,” kata Arno dalam pernyataan resminya kepada awak media, Senin (17/2/20).

    GoPay tidak hanya melayani pembayaran uang SPP saja, tetapi juga bisa digunakan untuk membayar keperluan pendidikan lainnya, seperti buku, seragam, dan kegiatan ekstrakurikuler. Saat ini sudah ada sekitar 180 lembaga pendidikan yang terdiri dari pesantren, madrasah, sekolah, dan tempat kursus di Indonesia yang menyediakan layanan tersebut.

    Baca juga: Survei Kepuasan Publik di 100 Hari Jokowi-Ma’ruf: Alvara 69,4 Persen, Indo Barometer 70,1 Persen

    Pengguna GoPay yang ingin melakukan pembayaran SPP bisa langsung menuju menu GoBills dan tinggal klik menu pilihan “Schools”.

    Setelah itu, pengguna bisa memilih sekolah dan memasukkan nomor identitas murid untuk melakukan pembayaran SPP atau yang lainnya.

    Menurut Arno, layanan ini juga akan memudahkan lembaga pendidikan yang tergabung untuk menghasilkan pencatatan penerimaan iuran yang jelas, transaksi yang lebih rapi dan teratur.

    Ia berharap layanan ini bisa menjangkau lebih banyak lagi lembaga pendidikan di seluruh Indonesia untuk menerapkan pembayaran digital.

  • Nadiem Ungkap Sosok Paling Bekerja Keras di Kabinet Indonesia Maju

    Nadiem Ungkap Sosok Paling Bekerja Keras di Kabinet Indonesia Maju

    TIKTAK.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengungkapkan soal sosok yang paling bekerja keras di Kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, sosok itu adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Nadiem memuji-muji Jokowi saat ia diundang tampil sebagai pembicara di acara “Indonesia Data and Economic Conference” yang diselenggarakan di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (30/1/20).

    Dalam forum tersebut, Nadiem mengaku mengagumi cara kerja Jokowi dalam memimpin Kabinet Indonesia Maju. Cara kerja Jokowi diakuinya membuat ia terinspirasi.

    Baca juga: Beberapa Kali ‘Nginggris’ Saat Rapat di DPR, Nadiem Bikin Sewot Politikus PKS

    “Bagi yang tidak tahu, di Kabinet Indonesia Maju yang kerjanya paling keras adalah Pak Jokowi. Beneran, luar biasa melihat Pak Presiden kerja, itu jadi inspirasi kita. Motivasi kita untuk enggak setop kerja, nonstop 24 jam,” ujar Nadiem, dilansir Tribunnews.com.

    Nadiem menyatakan Jokowi banyak mengajarkan tentang debirokratisasi di pemerintahan. Ia pun mengaku 100 persen sepakat dengan pemikiran Jokowi yang ingin memangkas kerumitan birokrasi.

    Menurut mantan CEO Gojek ini, Pemerintah tidak harus menjadi regulator. Melainkan juga dapat membantu mempermudah layanan untuk masyarakatnya.

    Baca juga: Nadiem Makarim: Sinetron Indonesia Jangan Hanya Pentingkan Rating dan Berkutat Cerita Cinta

     

    Halaman selanjutnya…

  • UN Resmi Dihapus, Menteri Malaysia Puji Nadiem: Negara Maju Juga Melakukannya

    UN Resmi Dihapus, Menteri Malaysia Puji Nadiem: Negara Maju Juga Melakukannya

    TIKTAK.ID – Menteri Pendidikan Malaysia, Dr Mazlee Bin Malik memuji rencana Mendikbud Nadiem Makarim yang akan menghapus Ujian Nasional (UN) pada 2021.

    “Saya kira itu sebuah tindakan wajar dan bijak dari Kemendikbud Indonesia dan apalagi ini bukan sesuatu yang baru karena di negara-negara maju sudah lama dilaksanakan demikian pula di Malaysia dan Singapura,” ujar Mazlee ketika diwawancarai di Kementerian Pendidikan Malaysia, Putrajaya, Jumat (13/12/19).

    Mazlee melihat pembinaan holistik para pelajar sebagai tolak ukur yang paling penting.

    “Seorang pelajar itu harus menargetkan kariernya agar lulus bukan hanya dilihat dari ujiannya semata-mata namun juga pencapaian kemahiran aktivitas dan juga ruang kreativitas serta inovasi,” katanya.

    Baca juga: Tanggapi Curhat Kepsek Swasta, Nadiem Makarim: Saya Bukan Menteri Pendidikan Sekolah Negeri

    Untuk mendatang, ujar dia di Malaysia akan menggunakan big data dan kecerdasan buatan (artificial inteleligent) untuk memprofil setiap murid.

    “Berdasarkan hal ini saat mereka dihadapkan untuk mengambil jurusan ada informasi awal sehingga penghujungnya yang bisa memberitahu bidang mana yang paling cocok. Ini akan diberlakukan satu tahun lagi,” katanya.

    Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makariem meluruskan sejumlah pemberitaan yang menyebutkan dirinya mewacanakan akan menghapus Ujian Nasional ( UN) pada tahun 2021.

    Ia menegaskan, kata yang lebih tepat bukanlah “menghapus UN”, akan tetapi “mengganti UN” dengan sistem penilaian baru.

    Baca juga: Teks Pidato Resmi Nadiem Makarim di Hari Guru, Viral dan Menyentuh Hati

    “Beberapa hal agar tidak terjadi mispersepsi, UN itu tidak dihapuskan. Mohon maaf, kata dihapus itu hanya headline di media supaya diklik, karena itu yang paling laku. Jadinya, UN diganti menjadi asesmen kompetensi,” ujar Nadiem saat rapat bersama Komisi X DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

    Selain diganti dengan asesmen kompetensi, UN juga akan diganti dengan survei karakter. Menurut Nadiem, kedua penilaian tersebut merupakan penyederhanaan dari UN. Ia pun mempertegas lagi bahwa bahasa yang tepat bukanlah menghapus UN, melainkan mengganti sistem UN.

    “Yang dihapus itu adalah format seperti yang sekarang. Yang dihapus itu adalah format per mata pelajaran mengikuti kelengkapan silabus dari pada kurikulum,” papar dia.

    Baca juga: Begini Teks Pidato Lengkap Nadiem di Hari Guru yang Mendadak Viral itu

    Mendikbud Nadiem Makarim memutuskan menggantikan Ujian Nasional mulai 2021. Pelaksanaan UN yang biasa mengujikan mata pelajaran diganti formatnya dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.