Tag: Menparekraf

  • Soal Isu Reshuffle Kabinet, Sandiaga: Kita Pembantu Presiden Siap Di-reshuffle Kapan pun

    Soal Isu Reshuffle Kabinet, Sandiaga: Kita Pembantu Presiden Siap Di-reshuffle Kapan pun

    TIKTAK.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf, Sandiaga Uno, ikut mengomentari isu perombakan atau reshuffle Kabinet Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Sandiaga mengeklaim baru mengetahui kabar tersebut dari media.

    Meski begitu, Sandiaga mengaku siap bila terkena reshuffle di penghujung masa Pemerintahan Jokowi.

    “Kita sebagai pembantu presiden siap untuk di-reshuffle kapan pun,” ujar Sandiaga di Kuningan, Jakarta Selatan pada Minggu (16/6/24), seperti dilansir Tempo.co.

    Baca juga : Tukang Bubur Jaringan ISIS Ditangkap, Densus 88 Sita Komponen Bahan Peledak

    Namun Sandiaga mengatakan masih belum mendapat informasi terkait rencana tersebut.

    “Saya masih belum dengar soal hal itu. Saya baru baca dari media,” ungkap politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

    Menurut Sandiaga, sampai saat ini Kemenparekraf tetap solid. Dia menyatakan sudah mempersiapkan kementeriannya untuk menyambut estafet kepemimpinan ke Kabinet Pemerintahan yang akan datang.

    “Saya super solid. Saya sudah mulai kunjungan perpisahan, farewell tour karena sejumlah program andalan kita yang sudah bisa mengangkat pariwisata kita ke 20 besar dunia ini kita ingin estafetkan ke menteri selanjutnya,” tutur Sandiaga.

    Baca juga : Politikus PDIP Soal Kader yang Bertahan di Kabinet Jokowi: Profesional dan Bisa Pisahkan Sikap Politik

    Tak hanya itu, Sandiaga juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum memperoleh tawaran kembali menjabat sebagai menteri di Kabinet Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Seperti diketahui, pasangan pemenang Pilpres 2024 tersebut akan segera menggantikan Jokowi-Ma’ruf Amin pada 20 Oktober mendatang.

    Lebih lanjut, Sandiaga berujar dirinya juga tak meminta jabatan menteri kepada Pemerintahan baru. Sekadar informasi, PPP mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam gelaran Pilpres kemarin.

    “Saya sebagai pendukung Pak Ganjar dan Pak Mahfud, tentunya yang lebih berhak (jadi menteri), yang berkeringat yaitu pihak-pihak yang berjuang untuk Pak Prabowo dan Mas Gibran,” terang Sandiaga.

    Baca juga : Ahok Tanggapi Wacana PDIP Usung Anies Maju Pilgub Jakarta

    Sebelumnya, Ketua Umum kelompok relawan Projo, Budi Arie Setiadi sempat melontarkan peluang Presiden Jokowi mengocok ulang susunan Kabinetnya terbuka. Akan tetapi Budi Arie mengatakan reshuffle menteri sepenuhnya hak presiden.

    “Semua kemungkinan selalu terbuka, saya enggak bilang enggak, namun terkait hal itu saya serahkan ke Presiden,” ucap Budi Arie, yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika, pada Kamis (13/6/24).

  • Pengamat Sebut Sandiaga Bisa Dongkrak Suara PPP karena Disukai Anak Muda dan Emak-emak

    Pengamat Sebut Sandiaga Bisa Dongkrak Suara PPP karena Disukai Anak Muda dan Emak-emak

    TIKTAK.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno telah secara resmi menjadi kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Rabu, (14/6/23) di Jakarta Pusat. Bergabungnya Sandi ke dalam PPP pun diprediksi akan mampu mendongkrak suara dalam ajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

    Sandi sendiri adalah sosok populer dan disukai kalangan anak muda hingga emak-emak. Hal itu disampaikan oleh Direktur Program Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, merujuk respons positif dari masyarakat saat Sandiaga Uno resmi bergabung dengan PPP dan ditunjuk sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Nasional 2024.

    Hojin menilai elektabilitas Sandi juga kian meningkat, bahkan saat ini digadang-gadang sebagai bakal calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.

    Baca juga : Kode Bacawapres Ganjar dari PDIP, Kali ini Muncul Nama Ridwan Kamil

    “Popularitas dan elektabilitas Sandi cukup bagus dan mampu terus meningkat. Sandi punya ceruk pasar anak muda, milenial, Muslim kota, santri, dan kaum perempuan, khususnya emak-emak,” ujar Chamad Hojin dalam siaran tertulis, pada Jumat (30/6/23), seperti dilansir Sindonews.com.

    “Segmen pemilih ini telah menjadi fanbase lama Sandi. PPP harus mendekati mereka supaya ikut gabung dan memilih PPP,” imbuh Hojin.

    Tidak hanya itu, Hojin menyebut gagasan Sandi terkait Poros Percepatan Pembangunan sangat relevan dengan bonus demografi pada 2030. Sekadar informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Pemilu 2024 hampir 53% berasal dari pemilih muda dengan rentang usia 17-40 tahun. Kelompok usia tersebut tumbuh dan besar di era demokrasi dan era digital.

    Baca juga : Elektabilitas Erick-Sandiaga Dominan di Sejumlah Survei Cawapres Sepanjang Mei-Juni

    “Mereka sangat konsen terhadap isu lapangan kerja, wirausaha, dan ekonomi kreatif,” jelas Hojin.

    Hojin pun menilai PPP perlu langkah cepat dan strategis guna mendulang suara dari tingginya elektabilitas pendiri PT Saratoga Investama Sedaya tersebut.

    “Tantangan bagi PPP kini adalah mengonversikan elektabilitas Sandi menjadi suara dan kursi PPP,” ucap Hojin.

    Oleh sebab itu, Hojin merekomendasikan supaya PPP dapat segera menyiapkan ekosistem kewirausahaan yang dibutuhkan oleh generasi milenial dan zillennial. Tujuannya, kata Hojin, agar fanbase Sandiaga Uno bisa nyaman dengan PPP.

  • Terkait Seruan Jokowi Benci Produk Asing, Sandiaga: Ini Alarm Buat Kita

    Terkait Seruan Jokowi Benci Produk Asing, Sandiaga: Ini Alarm Buat Kita

    TIKTAK.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno memberikan pembelaan terhadap pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyampaikan pesan agar masyarakat membenci produk asing. Sandiaga menyatakan bahwa yang disampaikan presiden tersebut sebagai peringatan supaya masyarakat semakin berpihak kepada produk-produk lokal.

    “Pernyataan Presiden ini menurut saya ini adalah wake up call. Ini adalah alarm untuk kita,” sebut Sandiaga sebagaimana dilansir Tempo pada Senin (8/3/21).

    Menurut Sandiaga, ajakan yang dilontarkan Jokowi merupkaan langkah baik supaya produk anak bangsa semakin maju. Pernyataan tersebut juga senada dengan program pada pemulihan ekonomi disuarakan Pemerintah untuk menggenjot pemasaran barang-barang ataupun potensi dalam negeri dengan program Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia.

    Baca juga : Pemerintah Terkesan ‘Tak Mau Ambil Pusing’ Soal Kisruh Partai Demokrat

    Sementara itu, Sandiaga memandang semangat yang ditumbuhkan oleh Jokowi dengan narasinya juga seperti yang dilakukan oleh negara-negara lain. Korea, China, Taiwan, dan Jepang sebagai contoh negara yang mempunyai semangat serupa guna menyemarakkan produk lokal.

    Sandiaga menjelaskan satu contoh negara Korea Selatan pada masa 1970-an itu tengah memperjuangkan kondisi ekonominya. Kecintaan warga negara tersebut guna memakai produk karya sendiri sudah turut andil dengan kontribusi besar pada tumbuhnya perekonomian di Negeri Ginseng itu.

    Sedangkan gemar terhadap produk impor, bagi Sandiaga, dapat ditekan lantaran kualitas produk karya dalam negeri sekarang ini telah mampu bersaing.

    Baca juga : Sindir Pedas Jargon Kampanye ‘Benci Produk Asing’, Rocky Gerung: Jokowi Produk Gagal

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini lantas mengingatkan agar seluruh pihak melakukan dukungan peralihan ke depan yang ditargetkan Presiden Jokowi.

    “Transformasi ini harus kita support dan kami dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan all out untuk mendukung ajakan, wake up call dari Bapak Presiden,” ungkap Sandiaga.

    Beberapa waktu lalu, Jokowi menyuarakan benci produk asing. Hal tersebut diungkapkan dalam acara Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021. Jokowi ingin kembali menyuarakan cinta produk dalam negeri dan membenci produk asing.

    Baca juga : Menyoal Kudeta Demokrat dan Berkarya, Gatot Nurmantyo: Politik Kita sudah Tak Sehat

    “Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan! Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri,” kata Jokowi.

  • Gara-gara Bahas Pilpres 2024 bersama Ridwan Kamil, PDIP Semprot Sandiaga: Fokus Kerja Saja!

    Gara-gara Bahas Pilpres 2024 bersama Ridwan Kamil, PDIP Semprot Sandiaga: Fokus Kerja Saja!

    TIKTAK.ID – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Huga Pareira, diketahui telah meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno untuk fokus menjalankan tugasnya, alih-alih mengumbar isu terkait pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

    Andreas menyampaikan hal itu untuk merespons pernyataan Sandi -sapaan akrab Sandiaga Uno- terkait tidak menutup kemungkinan untuk mencalonkan diri di Pilpres 2024 dan berpasangan dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

    “Seharusnya Sandi fokus kerja saja untuk membangkitkan kembali dunia kepariwisataan dan ekonomi kreatif Indonesia yang sedang mati suri akibat pandemi,” ujar Andreas, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (24/2/21).

    Baca juga : PA 212: Kalau Takut Tangkap Jokowi, Kapolri Wajib Mundur

    Menurut Andreas, saat ini rakyat sedang menanti sepak terjang dan terobosan kebijakan yang akan diambil oleh Sandi untuk menghidupkan kembali dunia pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

    Ia menyatakan mendukung Sandi menjalankan tugasnya untuk membantu menyukseskan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski begitu, ia menyebut maju dalam Pilpres 2024 merupakan hak pribadi.

    “Mengenai urusan pencalonan sebagai capres/cawapres adalah hak pribadi Sandi,” terang Andreas.

    Baca juga : Wagub DKI Ajak Semua Pihak Jujur: Banjir Daerah Lain Berhari-hari Bahkan Berminggu-minggu, di Jakarta Satu Hari Surut

    Perlu diketahu, Sandi sempat mengatakan tak menutup kemungkinan untuk mencalonkan diri di Pilpres 2024 dan berpasangan dengan Ridwan Kamil. Dalam kunjungan dinas ke Jawa Barat, Sandi mulai bicara politik usai ditanya oleh para wartawan mengenai peluang maju di Pemilu mendatang.

    “Karena ini kunjungan dinas ya, jadi ramai orang yang dibahas kedinasan, tidak membahas Pilpres. Memang bukan tidak mungkin, tapi tidak sekarang,” jawab Sandi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (22/2/21).

    Sementara itu, Ridwan Kamil juga bicara senada dengan Sandi soal peluang di Pilpres 2024. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ia akan berpasangan dengan Sandi dalam pemilihan mendatang.

    Baca juga : Ikuti Aturan Baru Jokowi, Pesangon Buruh Lebih Kecil dari Sebelumnya, Berikut Rinciannya

    “Tak ada yang tidak mungkin, tapi tadi kata Pak Sandi masih jauh, jadi kita fokus, saya menyelesaikan (jabatan) Gubernur, dan Pak Sandi menyukseskan Parekraf,” jelas pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut.

    Sebelumnya, nama Sandi dan Kang Emil masuk ke dalam jajaran kandidat potensial Pilpres 2024. Berdasarkan survei LSI yang baru rilis Senin (22/2/21), keduanya masuk daftar tujuh besar sosok dengan elektabilitas tertinggi.

  • Luhut Instruksikan Benahi Toilet Tempat Wisata, Begini Jawaban Sandiaga Uno

    Luhut Instruksikan Benahi Toilet Tempat Wisata, Begini Jawaban Sandiaga Uno

    TIKTAK.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa dirinya mendapat tugas dari Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Tugas itu yakni membereskan persoalan toilet yang kerap tak terawat di sejumlah destinasi wisata. Lantas Sandiaga mengakui tugas itu adalah tantangan.

    “Ketika saya diminta untuk bersihkan toilet oleh Pak Luhut, saya merasa terhormat. Sebab, percuma kita punya destinasi berkualitas, kalau toilet tidak berkualitas,” ujar Sandiaga, seperti dilansir Tempo, Kamis (13/1/21).

    Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, kondisi toilet yang acap kotor di pelbagai titik wisata memberikan pengalaman buruk bagi wisatawan, tak terkecuali wisatawan asing. Pasalnya, ia menilai toilet menjadi unsur penting lantaran saat melancong, turis pasti menyambangi tempat tersebut.

    Baca juga : Tiga Program Menparekraf Sandiaga Uno Tahun 2021: Gercep, Geber dan Gaspol

    Kemudian Sandiaga berencana merevitalisasi toilet di beberapa destinasi, terutama destinasi wisata prioritas, seperti Labuan Bajo, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Danau Toba. Ia mengatakan program kerja ini merupakan lanjutan dari rencana yang telah disusun menteri sebelumnya, Wishnutama Kusubandio.

    Sandiaga memaparkan, sebagai langkah awal, ia akan menjalin kerja sama dengan Asosiasi Toilet Indonesia (ATI). Dia pun menargetkan toilet memiliki desain dan fasilitas yang baik, sehingga dapat memengaruhi tingkat kunjungan wisata.

    Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari berharap ATI bisa membantu Kemenparekraf dalam merevitalisasi toilet agar nyaman digunakan turis. Ia menyatakan usai kelar di lima destinasi super prioritas, maka revitalisasi akan dilanjutkan ke destinasi yang lain.

    Baca juga : Anies Buka Pencanangan Vaksin Covid-19 di DKI, Kapolda dan Pangdam Jaya Tak Hadir

    “Yang sangat penting dan kritis saat ini yaitu di destinasi wisata yang publik seperti pantai dan gunung,” tutur Hari.

    Di sisi lain, Ketua ATI, Naning Adiwoso mengklaim pihaknya siap bekerja sama dengan Kementerian untuk merevitalisasi toilet di destinasi wisata. Ia menganggap pembenahan toilet merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan destinasi wisata yang sehat.

    “Saya berharap ke depannya toilet ini menjadi sangat penting. Apalagi menurut WHO, negara yang maju itu kalau warga negaranya sehat,” jelas Naning.

    Baca juga : Usai Arahan Jokowi, Investigasi Kasus Tewasnya Laskar Masuki Babak Baru

    Sebelumnya, pada Mei 2020, Wishnutama menyampaikan kebersihan toilet di destinasi tujuan turis ini sudah pernah disinggung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Ia menjelaskan, dalam sebuah rapat terbatas, Jokowi memintanya menyiapkan toilet-toilet umum sekelas bintang empat seperti yang sudah dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

  • Tiga Program Menparekraf Sandiaga Uno Tahun 2021: Gercep, Geber dan Gaspol

    Tiga Program Menparekraf Sandiaga Uno Tahun 2021: Gercep, Geber dan Gaspol

    TIKTAK.ID – Rapat kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno bersama Komisi X di samping sebagai rapat perkenalan termasuk menyampaikan program kerja selama tahun 2021, di Komplek Parlemen Jakarta, Kamis (14/1/21).

    Penyampaian program oleh Sandi tentang berbagai hal terkait yang akan dikerjakan selama tahun 2021 dengan menggunakan istilah “Gercep, Geber, dan Gaspol”.

    Bagi Sandi, Gercep berarti gerak cepat, Geber berarti gerak bersama dan Gaspol berarti garap semua lapangan kerja.

    Baca juga : Anies Buka Pencanangan Vaksin Covid-19 di DKI, Kapolda dan Pangdam Jaya Tak Hadir

    Tetapi, selama masa pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, perlu senantiasa dengan menjalankan protokol kesehatan.

    “Kesehatan, keamanan, dan pemulihan ekonomi itu setara,” jelasnya dalam pemaparan.

    Lantaran itulah, progam vaksinasi yang tengah berlangsung tujuannya agar perekonomian Indonesia pulih.

    Baca juga : Usai Arahan Jokowi, Investigasi Kasus Tewasnya Laskar Masuki Babak Baru

    “Pariwisata tidak mungkin bangkit kalau tidak menurunkan Covid-19. Ini cobaan luar biasa,” terangnya.

    Sandi menandaskan lagi bahwa penurunan angka positif Covid-19 tidak ada toleransi. Hal itu guna percepatan pemulihan kembali sektor ekonomi.

    Di samping itu, guna mempromosikan pariwisata, Sandi bakal memakai prioritas big data. Hal ini sekaitan pemetaan potensi dan infrastruktur terbaru yang sesuai dengan kondisi masa kini.

    Baca juga : Tak Peduli Kondisinya Disebut ‘Mengkhawatirkan’, Habib Rizieq Tetap Dipindah ke Rutan Bareskrim

    Satu contoh di antaranya yang bakal digalakkan dalam industri pariwisata merupakan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability).

    Sertifikasi CHSE sebagai proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya untuk memberikan jaminan kepada wisatawan dalam pelaksanaan: Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.

    Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga menyediakan dana hibah pariwisata bagi pengusaha hotel, restoran, serta Pemerintah Daerah (Pemda) senilai Rp3,3 triliun.

    Baca juga : Ternyata ini Alasan Kenapa Anies dan Wakilnya Tak Ikut Divaksin Bareng Jokowi

    Dana tersebut bisa didapatkan dengan syarat memenuhi lima kriteria penerima dana hibah pariwisata yang terangkum berdasarkan:
    1). Daerah dengan kriteria PHPR minimal 15 persen dari total PAD Tahun Anggaran 2019 .
    2). 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP).
    3). 5 Destinasi Super Prioritas (DSP).
    4). Destinasi branding.
    5). Bagian dari Calendar of Events (COE).

  • Filosofi Jaket Biru Pemberian Presiden Jokowi Menurut Sandiaga Uno

    Filosofi Jaket Biru Pemberian Presiden Jokowi Menurut Sandiaga Uno

    TIKTAK.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI), Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan filosofi jaket biru pemberian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sandiaga menyampaikan penjelasan tersebut melalui postingan video pada akun Instagram pribadinya @sandiuno, pada hari Sabtu (2/1/21).

    Sandiaga menilai ada beberapa simbol nilai-nilai filosofis tentang etos kerja yang direpresentasikan dalam jaket biru itu.

    “Saya ingin menyampaikan filosofi dari jaket biru yang diberikan oleh Bapak Presiden kepada enam menteri baru, salah satunya saya, dan ini merupakan simbol. Biru adalah simbol kerja keras, biru adalah simbol kerja cepat, dan biru adalah simbol integritas,” ujar Sandiaga, seperti dilansir Kompas.tv.

    Kemudian mantan Wakil Gubernur Jakarta itu menyebut jaket biru yang terbuat dari bahan anti air tersebut juga menggambarkan bahwa suatu pekerjaan harus tetap dilakukan dalam situasi apa pun.

    Baca juga: Tekad Sandiaga Soal Program Oke Oce Setelah Jadi Menteri Jokowi

    “Jaket ini bentuknya all weather, termasuk jaket hujan. Jadi bisa ditutup seperti ini, sehingga kita tetap bisa bekerja dalam situasi apa pun juga,” terang Sandiaga.

    Sebelumnya, Jokowi memperkenalkan enam menteri baru yang bergabung dengan Kabinetnya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/20). Keenam menteri tampak tampil kompak mengenakan setelan kemeja putih dan celana hitam seperti yang dikenakan Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

    Namun yang berbeda, para menteri mengenakan jaket berwarna biru. Mereka juga terlihat memakai masker dan face shield.

    Kemudian Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Setpres, Bey Machmudin menjelaskan makna penggunaan jaket yakni berbahan nyaman dan melindungi dari basah jika kehujanan. Ia mengatakan para menteri diharapkan bisa bekerja kapan saja.

    Baca juga: Sandiaga Uno Mau Gabung ke Jokowi karena Isyarat Langit

    Halaman selanjutnya…