Tag: masalah kulit

  • Kenali Bahan Skincare yang Boleh Dicampur Retinol

    Kenali Bahan Skincare yang Boleh Dicampur Retinol

    TIKTAK.ID – Terkadang sejumlah orang mencampur skincare retinol dengan bahan aktif lain untuk mengatasi permasalahan kulit. Padahal tak semua bahan skincare boleh dicampurkan dengan satu jenis turunan vitamin A tersebut.

    Retinol sendiri merupakan bahan skincare yang mampu menembus ke lapisan bagian dalam kulit.

    Mengutip Medical News Today, retinol dapat meratakan tekstur dan warna kulit, mengurangi penuaan, hingga membantu mengatasi jerawat. Namun jika retinol dicampurkan dengan bahan aktif skincare lain yang tidak tepat, maka bisa membuat kulit semakin kering, sensitif, dan skin barrier rusak.

    Hellosehat.com menjelaskan bahwa retinol dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan tingkat kekuatannya. Biasanya, produk yang dapat dibeli secara bebas mengandung retinyl palmitate, retinol, retinaldehyde, atau adapalene. Adapalene kerap ditemukan dalam produk untuk mengobati jerawat.

    Kemudian ada jenis retinol yang jauh lebih kuat, seperti tretinoin dan tazarotene. Keduanya perlu resep lantaran pengaruhnya sangat kuat terhadap kulit. Efeknya memang muncul lebih cepat, namun risiko terjadi iritasi juga lebih besar.

    Terdapat beberapa bahan skincare yang boleh dicampur dengan retinol, salah satunya dengan hyaluronic Acid.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Healthline, umumnya retinol tidak boleh dicampur dengan bahan aktif skincare yang sifatnya asam, seperti AHA/BHA.

    Retinol terkadang dapat meninggalkan efek samping kulit kering dan iritasi ringan. Penggunaan hyaluronic acid bisa menjadi tameng pelindung kulit yang menghidrasi kulit. Anda pun bisa memetik manfaat retinol tanpa harus mengalami efek samping negatif, lantaran kulit sudah terlindungi hyaluronic acid.

    Selain hyaluronic acid, mengutip dari Today, retinol juga boleh dicampur dengan skincare yang mengandung peptida. Saat retinol dan peptida digunakan bersamaan, maka campuran keduanya bisa membentuk kolagen. Dengan begitu kulit akan terlihat lebih kenyal dan kencang.

    Lebih lanjut, kombinasi bahan aktif skincare retinol dan peptida juga dapat meningkatkan penyerapan. Hal itu membuat Anda bisa semakin merasakan manfaat retinol dan peptida.

    Usai mengetahui penjelasan retinol boleh dicampur dengan apa saja di atas, jangan mencampurkan skincare ini dengan bahan aktif sembarangan. Pasalnya, kulit Anda bisa semakin kering, sensitif, dan jerawat akan bermunculan.

  • Ketahui Penyebab Flek Hitam pada Kulit

    Ketahui Penyebab Flek Hitam pada Kulit

    TIKTAK.ID – Flek hitam pada kulit atau hiperpigmentasi biasanya terjadi saat beberapa area kulit menghasilkan lebih banyak melanin daripada biasanya. Melanin sendiri merupakan pigmen pemberi warna pada mata, kulit, dan rambut.

    Flek hitam atau bintik hitam di kulit memang tidak perlu dikhawatirkan dan tidak memerlukan perawatan. Akan tetapi, sejumlah orang mungkin memilih untuk menghilangkannya karena dianggap menganggu penampilan, apalagi jika flek hitam muncul di area wajah.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Medical News Today, berikut ini sejumlah penyebab flek hitam:

    Kerusakan akibat terpapar sinar matahari
    Kondisi ini juga disebut sun spots, ketika orang-orang terdampak flek hitam pada kulit mereka setelah terkena sinar matahari atau penggunaan tanning bed. Area tubuh yang paling sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, tangan, atau lengan, kemungkinan besar akan mengalami sun spot.

    Perubahan hormonal
    Melasma merupakan kondisi yang menyebabkan bercak kecil perubahan warna kulit. Melasma lebih sering terjadi pada wanita, terutama saat hamil. American Academy of Dermatology menyebut hormon dapat memicu melasma.

    Efek samping obat
    Obat-obatan tertentu bisa meningkatkan pigmentasi kulit, sehingga menyebabkan bintik hitam. Penyebab paling umum yakni obat antiinflamasi non steroid (NSAID), tetrasiklin, serta obat psikotropika.

    Peradangan
    Flek hitam dapat berkembang usai mengalami serangan peradangan pada kulit. Peradangan tersebut pun bisa terjadi karena berbagai alasan. Di antaranya eksim, psoriasis, luka pada kulit, dan jerawat.

    Efek penyembuhan luka
    Jika kamu pernah mengalami gigitan serangga, luka bakar, atau luka sembuh, mungkin akan menyisakan bintik-bintik hitam. Meski begitu, flek hitam jenis ini bisa jadi akan memudar seiring waktu.

    Iritasi
    Produk kosmetik untuk kulit atau rambut bisa menyebabkan iritasi pada kulit, serta menimbulkan terbentuknya bercak hitam atau flek hitam.

    Penyakit diabetes
    Diabetes berpotensi menyebabkan area kulit menjadi lebih gelap. Kondisi yang terkait dengan diabetes termasuk acanthosis nigricans, bisa membuat kulit menjadi gelap, khususnya di bagian lipatan tubuh, seperti leher. Flek hitam tersebut akibat resistensi insulin atau insulin yang diproduksi tubuh tidak dapat bekerja akibat adanya diabetes.

  • Begini Cara Atasi Masalah Kulit Wajah Akibat Pakai Masker

    Begini Cara Atasi Masalah Kulit Wajah Akibat Pakai Masker

    TIKTAK.ID – Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), semua orang yang beraktivitas di luar ruangan diwajibkan mengenakan masker. Namun, hal itu bisa berdampak negatif pada kondisi kulit wajah.

    Dokter estetika dari IDS CLinic, YX Lum, membenarkan bahwa pemakaian masker akan memberi dampak negatif untuk kulit wajah.

    “Orang dengan kulit wajah berminyak akan rentan berjerawat saat memakai masker. Begitu pula dengan pemilik kulit sensitif atau eksim, bisa menimbulkan ruam dan kering saat memakai masker,” terangnya, seperti dilansir Kompas.com.

    Ia melanjutkan, penderita rosacea juga berisiko mengalami pembengkakan yang lebih parah saat memakai masker. Rosacea sendiri merupakan gangguan kulit wajah yang ditandai dengan kulit kemerahan dan bintik yang menyerupai jerawat.

    Meski begitu, ada cara mudah yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini.

    Berikut ini sejumlah tips menjaga kesehatan kulit agar tehindar dari efek samping pemakaian masker:

    1. Lakukan persiapan
    Kulit yang tipis dapat mudah teriritasi ketika terkena kotoran atau minyak di wajah. Risiko iritasi ini pun semakin tinggi saat kulit terkena kotoran yang terperangkap di masker.

    Pasalnya, udara yang kita hirup akan terperangkap di bawah masker dan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Kemudian hal itu memicu iritasi dan jerawat.

    Oleh karena itu, Dr Lum menyarankan sebelum memakai masker untuk membersihkan kulit menggunakan pembersih yang lembut. Kemudian Anda dapat menggunakan toner, antioksidan tropikal, dan pelembab yang sesuai dengan jenis kulit.

    Anda juga bisa menggunakan produk-produk yang dapat melindungi kulit dari polutan dan partikel berbahaya lainnya.

    2. Gunakan tabir surya
    Setelah memakai pembersih, toner, antioksidan dan pelembab, langkah terakhir adalah mengenakan tabir surya. Sebab, meski memakai masker, efek radiasi sinar ultraviolet tetap bisa mengenai kulit wajah kita.

    3. Pemakaian makeup
    Pilihlah riasan yang tidak menutup pori-pori kulit. Dr Lum menyatakan beberapa alas bedak biasanya mengandung bahan yang menyumbat pori-pori. Ia menilai hal itu berbahaya karena kondisi kelembaban kulit juga meningkat saat memakai masker. Apalagi masker biasanya menutupi lebih dari setengah bagian wajah.

    “Akan lebih baik jika kita hanya menggunakan riasan mata supaya meminimalisir penyumbatan pori-pori,” tuturnya.

    4. Perawatan usai memakai masker
    Dr Lum menyarankan kita untuk membersihkan wajah secara menyeluruh setelah melepas masker. Hal itu untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan bakteri di wajah. Kemudian tambahkan pelembab untuk menghindari kulit kering.

  • Kenali Perbedaan yang Tampak antara Kulit Kering dan Dehidrasi

    Kenali Perbedaan yang Tampak antara Kulit Kering dan Dehidrasi

    TIKTAK.ID – Kebanyakan orang terkadang bingung dengan kondisi kulit yang tengah dialami. Mereka tak bisa membedakan dengan jelas apakah sedang mengalami kulit kering atau dehidrasi. Akibatnya, masih banyak yang mengatakan bahwa kedua hal tersebut adalah sama. Padahal faktanya, kedual hal tersebut sangat berbeda.

    Bila Anda tahu persis kondisi kulit yang Anda alami, maka Anda akan mengatasinya dengan cukup mudah. Apalagi, sebenarnya gejala pada kedua masalah kulit ini juga berbeda. Sehingga, kedua hal ini membutuhkan jalan keluar dan perawatan yang berbeda pula.

    Baca juga: Kenali 5 Jenis Gangguan Pendengaran yang Mungkin Kamu Alami

    Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan dari kedua masalah kulit ini.

    Seperti dilansir mindbodygreen, ada beberapa hal yang membedakan antara kulit kering dan dehidrasi.

    Sebenarnya, kulit kering lebih tepat disebut jenis kulit ketimbang kondisi kulit. Masalah seperti ini ditandai dengan kondisi kult yang kencang dan kasar. Hal ini karena kurangnya minyak pada kulit.

    Baca juga: Catat! Buah, Sayur dan Kacang-Kacangan ini Bisa Kurangi Stres dan Depresi

    Halaman selanjutnya…