Tag: Koalisi Semut Merah

  • Begini Kata PKB Soal ‘Main Dua Kaki’ di Koalisi Semut Merah dan Kebangkitan Indonesia Raya

    Begini Kata PKB Soal ‘Main Dua Kaki’ di Koalisi Semut Merah dan Kebangkitan Indonesia Raya

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid mengungkapkan bahwa komunikasi politik partainya dengan Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih tetap berjalan. Dia mengatakan pembedanya yakni Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto telah bertemu pada 18 Juni 2022 lalu.

    Jazilul menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, Cak Imin dan Prabowo telah sepakat untuk bekerja sama. Dia pun menyebut kedua pihak juga sepakat untuk membuka komunikasi dengan partai yang lain. Koalisi besutan PKB dan Gerindra itu disebut dengan nama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.

    Jazilul menyatakan hal serupa juga terjadi pada Koalisi Semut Merah yang terdiri dari PKB dan PKS. Akan tetapi, dia mengklaim pada koalisi ini masih belum sampai pada level Ketua Umum.

    Baca juga : Apa Saja Kewenangan Ma’ruf Amin Saat Ditinggal Jokowi ke Ukraina-Rusia?

    “Bila nanti Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya bertemu dengan Semut Merah, wah jadi barang tuh,” ucap Jazilul melalui siaran program Newscast di CNNIndonesia TV, Selasa (28/6/22) malam.

    Kemudian soal nama penggabungan dua koalisi tersebut, Jazilul menegaskan bahwa itu urusan mudah, karena yang esensial yakni keyakinan untuk menang.

    “Apa pun namanya, tentu kalau mengenai nama itu gampang. Yang penting dari koalisi itu bukan nama, melainkan keyakinan untuk menang,” tutur Jazilul.

    Baca juga : Relawan Akan Undang Jokowi Tentukan Capres 2024 di Musyawarah Rakyat

    Untuk diketahui, Jazilul sempat menyampaikan PKB sadar diri kalau ada batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen yang menjadi syarat bagi partai politik mengusung calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres). Dia pun mengaku partainya belum melampaui angka tersebut.

    Untuk itu, kata Jazilul, PKB menjalin komunikasi dengan partai politik lain guna membangun koalisi dengan alasan untuk memenuhi syarat tersebut.

    “Jadi tanpa memiliki teman, maka tiketnya [mengusung Capres dan Cawapres] hangus. Ini yang bakal dihadapi oleh semua partai, kecuali PDIP. Dari situ PKB mencocok-cocokkan, kira-kira apa yang harus dibangun di dalam koalisi itu,” terangnya.

    Baca juga : PSI Sodorkan 9 Nama Penerus Jokowi usai Gelar Rembuk Rakyat, Siapa Saja?

    Sebagai informasi, Jazilul bersama Sekjen PKS, Aboe Bakar Alhabsyi pernah mewacanakan pembentukan Koalisi Semut Merah beberapa hari sebelum terjadi pertemuan antara Prabowo dan Cak Imin pada 18 Juni 2022 silam. PKB juga santer dikabarkan bakal mendeklarasikan pembentukan koalisi dengan PKS dan NasDem.

  • KIB Siap Tampung Koalisi Semut Merah

    KIB Siap Tampung Koalisi Semut Merah

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa mengatakan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih membuka pintu lebar untuk siapa saja partai politik (parpol) yang ingin bergabung. Termasuk, kata Suharso, dari parpol yang sedang berada dalam Koalisi Semut Merah.

    Suharso menyebut KIB tidak menutup pintu bagi siapa pun partai yang ingin ikut bergabung, termasuk dari koalisi Semut Merah yang berisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    “Ya kalau (Koalisi) Semut Merahnya ingin masuk ke KIB ya akan kita timbang, tapi kita enggak bicara soal itu. Saya tidak komentari mereka mau membuat Semut Merah atau tidak, namun kita KIB tuh terbuka,” ungkap Suharso kepada wartawan, Senin (13/6/22), seperti dilansir Sindonews.com.

    Baca juga : Sebut Wacana Jokowi 3 Periode Mulai Padam, Bendum Projo: 2,5 Periode Lebih Masuk Akal

    Bahkan Suharso mengibaratkan keterbukaan KIB seperti lagu Bruno Mars yang memberikan kesan membuka pintu untuk siapa pun.

    “Seperti lagunya Bruno Mars, Leave the Door Open,” ucap Suharso.

    Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sempat menyampaikan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersifat inklusif. Airlangga menilai baik Golkar, PAN, maupun PPP terbuka dengan partai mana pun yang ingin bergabung. Airlangga pun mengaku KIB membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh partai, termasuk partai non-parlemen.

    Baca juga : Sebut TGB Paket Lengkap, Rektor Unhas: Kalau Tidak RI 1 Ya RI 2 atau RI 3

    “Semua termasuk, jadi yang di parlemen maupun non-parlemen terbuka, karena sifatnya inklusif,” jelas Airlangga di Jakarta, Senin (13/6/22).

    Kemudian ketika ditanya mengenai calon presiden yang ingin diusung oleh KIB, Airlangga menyatakan masih belum ingin membahas hal itu. Dia melanjutkan, pada waktunya nanti, KIB pasti bakal mengumumkan pasangan calon yang akan diperjuangkannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    “Itu belum dibahas (pengusungan calon Presiden), nanti akan dibahas pada waktunya,” tutur Airlangga.

    Di sisi lain, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eddy Soeparno mengklaim PAN akan tetap setia bersama KIB. Dia pun menegaskan bahwa PAN menolak untuk bergabung dengan koalisi lain, termasuk Koalisi Semut Merah.

    Baca juga : Polisi Tangkap Sosok Pemberi Doktrin Khilafah di Khilafatul Muslimin

    “Saya tegaskan, kami telah tanda tangan nota kesepahaman dengan KIB. Bahkan, kami mengundang teman-teman yang belum bergabung ke KIB, ayo bergabung untuk menguatkan KIB,” terang Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/22).

  • Belum Penuhi Ambang Batas, Cak Imin Ajak Demokrat dan NasDem Gabung Koalisi Semut Merah

    Belum Penuhi Ambang Batas, Cak Imin Ajak Demokrat dan NasDem Gabung Koalisi Semut Merah

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid mengungkapkan bahwa koalisi untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024 masih sangat cair dan terbuka. Kemudian Jazilul mengajak partai lain untuk bergabung dalam porosnya, termasuk bagi Partai Nasdem dan Partai Demokrat.

    “Nasdem dan Demokrat bisa, masih cair semua. PAN juga bisa,” terang Jazilul di Alun-Alun Kota Tangerang, Tangerang, Minggu (12/6/22), seperti dilansir Republika.id.

    Jazilul pun mengakui Koalisi Semut Merah yang diwacanakan bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih belum memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen. Meski begitu, dia menyebut PKB yakin bahwa wacana itu bisa menjadi magnet bagi partai politik lain dan masyarakat.

    Baca juga : Bukan Anies Baswedan, Cak Imin Lirik Tokoh ini Jadi Cawapres

    “Itu (Koalisi Semut Merah) adalah magnet baru. Saya yakin terjadi bila dukungan masyarakat semakin kuat dan ingin yang baru makin kuat,” ucap Jazilul.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar mengklaim koalisi untuk pemilihan umum (Pemilu) dan Pilpres 2024 masih sangat terbuka. Dia melanjutkan, termasuk koalisi dengan PKS yang belum final.

    “Semua koalisi masih dalam proses penjajakan, jadi semua yang dilakukan belum ada yang final. Semua partai juga seperti itu,” jelas Muhaimin.

    Baca juga : 6 Mahasiswa Gugat UU IKN Soal Kepala Otorita: Nodai Demokrasi dan Rawan Disalahgunakan

    Muhaimin menegaskan, semua hal yang berkaitan dengan Pilpres 2024 masih sangat cair dan terbuka. Bahkan dia mengatakan PKB siap masuk ke dalam Koalisi Indonesia Bersatu bersama Partai Golkar, PAN, dan PPP, jika dirinya yang diusung sebagai Capres.

    “Kalau Capresnya kita, maka kita siap,” tutur Muhaimin.

    Seperti diketahui, Muhaimin memang terus berupaya untuk menjadi Capres pada 2024 mendatang. Kini dia menyatakan tengah melirik Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menjadi calon wakil presidennya (Cawapres) untuk Pilpres 2024.

    Baca juga : Cak Imin Bidik Sri Mulyani Cawapres 2024, Pengamat: Hanya Sensasi Politik

    “Salah satu yang saya lirik untuk menjadi calon wakil presiden saya yakni Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan. Minta dukungan dari seluruh masyarakat,” ungkap Muhaimin.

    “Beliau memiliki pengalaman yang dahsyat terkait ekonomi. Ekonomi kita sedang sulit, krisis akan menjadi resesi, resesi ini harus diantisipasi. Ini memerlukan wakil presiden yang kuat dan mengerti ekonomi,” imbuhnya.

  • Koalisi Semut Merah Godok Nama Anies, Sandiaga dan Andika Jadi Pendamping Cak Imin

    Koalisi Semut Merah Godok Nama Anies, Sandiaga dan Andika Jadi Pendamping Cak Imin

    TIKTAK.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diketahui telah sepakat untuk membentuk poros ketiga koalisi Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Tidak hanya mendorong Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon presiden (Capres), PKB turut melirik beberapa nama sebagai calon wakil presiden (Cawapres), mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Jenderal TNI Andika Perkasa.

    “Ya tentu kami melihat ada banyak nama, ada Pak Anies, Pak Andika, ada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, ada juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, serta Menteri BUMN Erick Thohir,” terang Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, seperti dilansir Sindonews.com, Jumat (10/6/22).

    Kemudian Jazilul menyebut PKB cukup tertarik dengan nama-nama tersebut. Dia mengatakan, meski belum berkomunikasi, namun saat ini pihaknya sedang mencari kecocokan di antara tokoh-tokoh tersebut, terutama Tito Karnavian. Sebab, dia menilai Tito adalah tokoh asal Sumatera, sukses di Polri, dan pernah menjaat sebagai Kapolri. Untuk itu, dia menganggap Tito cocok disandingkan dengan Cak Imin.

    Baca juga : Jawab Isu Keretakan dengan Megawati, Jokowi Sebut Hubungan Batin Ibu dan Anak

    “Kan kira-kira basis ya, basis di orang-orang Sumatera perlu sosok juga. Sosok yang sukses dari kepolisian, saya pikir perlu kepolisian juga belum banyak yang ini. Saya pikir Pak Tito ini bisa mewakili polisi juga, artinya yang sudah sampai tingkat jenderal kan, mengapa tidak? Bareng Muhaimin juga cocok,” ucap Jazilul.

    Menurut Jazilul, selama ini yang muncul hanya sosok pengusaha, politisi, dan jenderal TNI. Dia menyatakan masih belum ada sosok dari Polri yang muncul sebagai Capres atau Cawapres.

    “Jenderal, ada Jenderal Andika, dan Jenderal Tito Karnavian. Nanti yang lain pengusaha kan, ada politisi, paling itu saja yang bergerak di politik Indonesia. Jadi ada tokoh politik, pengusaha, ada para jenderal kan itu aja, tapi jenderal polisi belum ada, Pak Tito boleh,” tutur Wakil Ketua MPR tersebut.

    Baca juga : Survei: Jelang Pilpres Elektabilitas Ganjar Lebih Tinggi dari Jokowi

    Sebelumnya, koalisi antara PKB dan PKS disebut dengan istilah Koalisi Semut Merah. Jazilul menerangkan, sebutan itu tercetus dalam diskusi virtual dengan Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsyi pada Senin, (6/6/22).

    “Saya bilang Koalisi Semut Merah, supaya gigitnya terasa. Walaupun kecil, tapi kita bisa mengusung ke mana-mana. Semut juga simbol rakyat, simbol masyarakat,” ungkap Jazilul di Kompleks Parlemen, Kamis (9/6/22), mengutip Tempo.co.

  • Koalisi Semut Merah Buka Pintu Buat Demokrat dan NasDem

    Koalisi Semut Merah Buka Pintu Buat Demokrat dan NasDem

    TIKTAK.ID – Koalisi Semut Merah yang saat ini sedang dijajaki oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengumumkan membuka pintu untuk Demokrat dan NasDem bila ingin bergabung.

    “Selamat datang. Kita siap dengan NasDem, kita siap dengan Demokrat, kita siap dengan yang lain,” ungkap Sekjen PKS, Aboe Bakar Alhabsyi di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis (9/6/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Menurut Aboe, Koalisi Semut Merah hanya perlu satu partai lagi agar dapat mengusung Capres-Cawapres sesuai dengan syarat kepemilikan 20 persen kursi DPR. Dia menjelaskan, supaya bisa memenuhi syarat mengusung Capres-Cawapres, maka Koalisi Semut Merah juga membuka pintu pada partai yang sudah membentuk koalisi. Dia mencontohkan Golkar, PPP, dan PAN yang sudah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

    Baca juga : Wamenag Tegaskan Khilafatul Muslimin Tak Terdaftar di Kemenag dan Minta Polisi Usut Tuntas

    “Kalau yang di KIB mau datang ke kami, kami enggak nolak. Misalnya ketemu lagi PAN atau Golkar, wah cocok nih barang nih. [PDIP] enggak masalah, hanya saja mau enggak PDIP? Pokoknya sebelum janur kuning melengkung, berarti itu belum selesai,” ucap Aboe.

    Untuk diketahui, PKB memiliki 58 kursi di parlemen, sementara PKS mempunyai 50 kursi. Hal itu berarti mereka masih memerlukan tujuh kursi lagi jika ingin mencalonkan presiden. Hal itu sesuai dengan ketentuan ambang batas pencalonan presiden, yaitu 20 persen kursi parlemen atau 115 kursi.

    PKS dan PKB sendiri telah menjajaki pembentukan koalisi. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid mengklaim bahwa koalisi yang dibentuk dengan PKS bisa memiliki gaung yang besar.

    Baca juga : KPU Ungkap Skenario Tahapan Pilpres 2024

    Jazilul menerangkan, penggunaan kosakata “semut” berdasarkan pada basis konstituen mereka yang juga berasal dari masyarakat kecil.

    “Ya, saya bilang Koalisi Semut merah supaya gigitnya, ya, walaupun kecil tapi kita bisa menyusup ke mana-mana,” jelas Jazilul, mengutip Suara.com.

    Kemudian Jazilul berharap Koalisi Semut Merah yang dibentuk PKB dan PKS itu mampu mengalahkan koalisi raksasa atau Koalisi Gajah.

    Baca juga : Projo Tegaskan Bukan Sayap Parpol tapi Siap Jembatani Kehendak Rakyat

    “Kami kan orang kecil, makanya kemarin saya bilang gini, kami Koalisi Semut. Kalau suit, itu menang dibanding gajah, dan Koalisi Semut Merah supaya gigitannya terasa,” tutur Jazilul.