Tag: Kecelakaan

  • Kim Moo Yul Kecelakaan Saat Syuting ‘Grid’ Tanpa Pemeran Pengganti

    Kim Moo Yul Kecelakaan Saat Syuting ‘Grid’ Tanpa Pemeran Pengganti

    TIKTAK.ID – “Grid” adalah drama Korea yang memiliki alur tidak terduga. Para penonton pun bakal dihibur dengan banyaknya adegan-adegan yang menegangkan.

    Melalui wawancara dengan aktor Kim Moo Yul dan aktris Kim A Joong belum lama ini, mereka mengungkapkan adegan-adegan berbahaya yang harus dilakukan selama menjalani syuting “Grid”. Mereka mengaku tidak menjalani pelatihan aksi untuk waktu lama. Meski begitu, Kim A Joong mengatakan telah berusaha keras demi menunjukkan penampilan yang mengagumkan.

    “Aku harus jujur, sebetulnya aku tidak mengikuti pelatihan untuk waktu yang lama. Namun bukan berarti aku tidak melakukan persiapan apa pun untuk memainkan karakterku,” terang Kim A Joong, seperti dilansir detik.com.

    “Karena akan aneh jika karakterku, sebagai salah satu detektif kepolisian, dapat melakukan banyak adegan aksi seperti agen CIA. Untuk itu, aku membuat karakterku persis seperti realita detektif kepolisian Korea. Aku mendapatkan pelatihan untuk menembak, sehingga kalian bisa menonton aksiku dalam drama ini,” sambung Kim A Joong.

    Sementara itu, Kim Moo Yul menceritakan adegan berbahaya yang harus mereka lakukan ketika menjalani syuting. Sambil memuji performa Kim A Joong, pria berusia 39 tahun ini mengklaim sempat mengalami kecelakaan saking seriusnya menjalani sebuah adegan.

    “Dalam salah satu episode, ada cerita yang aku ingat. Saat itu kami tengah menjalani syuting kejar-kejaran dengan mobil, dan semua aktor menyetir sendiri tanpa menggunakan pemeran pengganti,” ungkap Kim Moo Yul.

    “Lalu ada kecelakaan kecil yang terjadi karena mobilnya bergerak sangat cepat. Untungnya tidak ada yang cedera, namun hal ini menggambarkan betapa seriusnya kami memastikan adegan aksi di drama ini, supaya bisa seautentik mungkin. Kim A Joong juga telah memberikan semua energinya untuk adegan tersebut, demi membuat adegan itu terlihat sesempurna mungkin,” imbuh pemeran drama “Juvenile Justice” tersebut.

    Selain dibintangi oleh Kim A Joong dan Kim Moo Yul, drama “Grid” turut diperankan oleh Seo Kang Joon hingga Lee Si Young.

    Drama ini pun dapat disaksikan melalui layanan streaming Disney+ Hotstar.

  • Kecelakaan Bus di Bulgaria Tewaskan 46 Orang

    Kecelakaan Bus di Bulgaria Tewaskan 46 Orang

    TIKTAK.ID – Sedikitnya 46 orang, termasuk 12 anak-anak, tewas dalam sebuah kecelakaan bus yang terbakar di Bulgaria barat, kata para pejabat setempat.

    Kecelakaan itu terjadi di jalan raya barat daya Ibu Kota Sofia pukul 2 dini hari waktu setempat, seperti yang dilansir BBC, Selasa (23/11/21).

    Bus yang terdaftar di Makedonia Utara itu sebagian besar membawa turis, yang kembali dari perjalanan ke Istanbul di Turki. Tujuh orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar untuk mendapat perawatan.

    Menteri Dalam Negeri Bulgaria, Boyko Rashkov mengatakan para korban mengalami luka bakar parah, dan menggambarkannya sebagai “pemandangan yang mengerikan”.

    Penyebab kecelakaan itu masih belum jelas. Pejabat Bulgaria mengatakan bus itu membelok dari jalan tol dan menabrak penghalang sepanjang 50 meter, namun belum jelas apakah itu terjadi sebelum atau setelah bus terbakar.

    Gambar-gambar setelahnya menunjukkan bagian jalan di mana penghalang hancur. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan itu.

    Wali Kota dari desa terdekat Pernik mengatakan kepada media lokal bahwa jalan raya dalam kondisi buruk di bagian itu dan sering terjadi kecelakaan di daerah tersebut.

    Menteri Luar Negeri Makedonia, Bujar Osmani mengatakan kepada wartawan bahwa rombongan pelatih telah kembali ke Ibu Kota Skopje dari perjalanan liburan akhir pekan ke kota Istanbul, Turki.

    Laporan media Bulgaria mengatakan kendaraan itu, yang melakukan perjalanan sebagai bagian dari konvoi bus, berhenti di sebuah pompa bensin dekat Sofia sekitar satu jam sebelum kecelakaan.

    Nama-nama para korban belum diumumkan secara resmi, tetapi para pejabat mengatakan sejumlah korban termasuk anak-anak, dan anak muda berusia antara 20 dan 30 tahun.

    Saluran TV Makedonia, Alsat, merilis daftar nama yang dikatakan sebagai penumpang di bus tersebut. Menteri Luar Negeri Albania mengatakan bahwa sebagian besar, jika tidak semua, penumpang adalah etnis-Albania dari Makedonia Utara.

    Sebelumnya, Perdana Menteri Makedonia Zoran Zaev mengatakan dia berbicara dengan salah satu korban selamat, yang mengatakan kepadanya bahwa para penumpang sedang tidur ketika suara ledakan membangunkan mereka.

    “Dia dan enam korban selamat lainnya memecahkan kaca jendela bus dan berhasil keluar dan menyelamatkan diri,” kata Zaev kepada media Bulgaria.

    Area di sekitar lokasi kejadian Selasa di jalan tol Struma kini telah ditutup. Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan kendaraan yang hangus terbakar.

    Kepala Layanan Investigasi Borislav Sarafov mengatakan “kesalahan manusia oleh pengemudi atau kerusakan teknis adalah dua versi awal dari kecelakaan itu”.

  • Berikut ini Beragam Cara Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Saat di Rumah Saja

    Berikut ini Beragam Cara Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Saat di Rumah Saja

    TIKTAK.ID – Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenskes), angka kecelakaan rumah tangga atau domestik justru berada pada urutan kedua sesudah kecelakaan di jalan raya. Sejumlah kecelakaan yang biasa terjadi di dalam rumah ialah luka bakar, tersayat pisau, dan terkilir.

    Cedera memang dapat dialami kapan serta di mana saja, sehingga siapa pun butuh bersiap diri mengatasi situasi darurat dengan memahami dan mempraktikkan kemampuan pertolongan pertama (first aid).

    Pertolongan pertama sangat perlu dipelajari untuk panduan singkat menghadapi kecelakaan yang sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari.

    Luka Bakar
    1. Gunakan air sejuk (bukan air es) yang mengalir sekitar 10 menit guna mendinginkan bagian yang terbakar.

    2. Tutupi bagian luka menggunakan pembungkus, lebih baik daripada memecahkan luka yang melepuh.

    3. Kalau terluka parah, hubungi layanan darurat 112 atau 119 lalu sampaikan tempat lokasi, cedera, pertolongan pertama yang telah dijalani, atau alat yang sudah digunakan.

    Tersedak
    1. Segera telepon layanan darurat 112 atau 119 dan sebutkan tempat kejadiannya, cedera, pertolongan pertama yang dilakukan, dan alat yang digunakan, jika ada.

    2. Lakukan berulang dua hal berikut ini sampai pasien pulih atau bantuan datang:
    a. Tepukkan ke punggung: sandarkan pasien ke depan, tahan dadanya, berikan 5 kali sentakan secara cepat menggunakan telapak tangan.

    b. Berikan tekanan pada bagian perut: sandarkan pasien ke depan, lingkarkan lengan di sekeliling pinggang, kepalkan tangan dan pegang, berikan 5 tekanan ke dalam di bagian atas perut.

    3. Kalau pasien kehilangan kesadaran, segera lakukan resusitasi jantung paru (CPR)

    Pendarahan Berat
    1. Telepon layanan darurat 112 atau 119 dan informasikan tempat kejadiannya, cedera yang dialami, pertolongan pertama yang diberikan, juga alat yang digunakan.

    2. Berikan tekanan: lindungi tangan menggunakan sarung tangan, kemudian tekan pada bagian yang cedera, balut ketika pendarahan bisa teratasi.

    3. Kalau ada yang tertancap, jangan memindahkan objek, cukup berikan tekanan di sekitar area terluka.

    4. Angkat area cedera lebih tinggi dari posisi jantung untuk memperlambat aliran darah, juga bisa menjaga tubuh senantiasa hangat hingga bantuan datang.

    Stroke
    1. Perhatikan muka: minta pasien tersenyum supaya tampak perubahan pada wajah.

    2. Perhatikan lengan: minta pasien mengangkat kedua tangan untuk mengecek apakah mengalami kebas, kehilangan tenaga, atau kelumpuhan.

    3. Perhatikan suara ucapan: minta pasien mengulangi kata-kata, dengarkan jika terdapat ucapan yang tak jelas atau membingungkan.

    4. Perhatikan durasi: kalau melihat terjadi pada pasien perubahan di atas, segera hubungi layanan darurat.

    5. Baringkan pasien perlahan dan tunggui hingga bantuan tiba.

  • Tragis! Seorang Marinir AS Tewas dan Delapan Lainnya Hilang Akibat Kecelakaan Saat Latihan Perang

    Tragis! Seorang Marinir AS Tewas dan Delapan Lainnya Hilang Akibat Kecelakaan Saat Latihan Perang

    TIKTAK.ID – Seorang Marinir Amerika tewas, dua lainnya terluka dan delapan lainnya hilang setelah sebuah “insiden tragis” yang melibatkan kendaraan tempur amfibi di lepas pantai California Selatan pada Kamis (30/7/20), kata Korps Marinir Amerika saat dikonfirmasi pada Jumat (31/7/20) dini hari, tulis Aljazeera.

    Tim penyelamat segera melakukan pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung hingga kini dengan dukungan dari Angkatan Laut dan penjaga pantai, kata Pasukan Ekspedisi Marinir Pertama dalam sebuah tweetnya pada Jumat dini hari.

    Semua marinir yang terlibat dalam insiden itu ditugaskan pada Unit Ekspedisi Marinir ke-15, yang berbasis di Camp Pendleton, pangkalan Marinir Amerika terbesar di Pantai Barat Amerika Serikat, yang berlokasi antara wilayah Orange dan San Diego.

    Marinir kerap melaksanakan pelatihan serangan di pantai dengan menggunakan kendaraan angkut pasukan amfibi.

    “Kami sangat sedih dengan insiden tragis ini. Saya meminta Anda memasukkan para marinir, pelaut, dan keluarga mereka dalam doa Anda saat kami melanjutkan pencarian kami,” kata Komandan Unit Ekspedisi Marinir ke-15, Kolonel Christopher Bronzi di Twitter, tanpa memberikan perincian lebih lanjut tentang apa yang telah terjadi.

    Marinir dalam kendaraan melaporkan terjun ke air pada latihan Kamis malam itu, 7 televisi San Diego melaporkan, tanpa mengutip sumber berita.

    Seorang korban dilarikan ke Rumah Sakit Scripps Memorial di La Jolla, diduga marinir itu yang meninggal dunia, kata televisi 7 San Diego di situs webnya.

    Sementara itu, dua lainnya juga dilarikan ke rumah sakit di mana salah satu korban dalam kondisi kritis, kata laporan itu.

    Sebuah kapal perusak Angkatan Laut, tiga helikopter Angkatan Laut Amerika, dan beberapa kapal lainnya terlibat dalam pencarian bersama dengan kapal penjaga pantai dan helikopter, kata laporan itu.

    Ini merupakan insiden kedua yang menimpa militer Amerika dalam satu bulan ini. Sebelumnya pada pertengahan bulan ini kapal perang USS Bonhomme Richard meledak dan terbakar pada Minggu 12 Juli 2020. Akibat kebakaran itu, 21 orang menderita luka ringan.

  • Mengapa Sandiaga Ngaku Shock Dengar Kabar Wakil Jaksa Agung Tewas Kecelakaan di Tol Jagorawi?

    Mengapa Sandiaga Ngaku Shock Dengar Kabar Wakil Jaksa Agung Tewas Kecelakaan di Tol Jagorawi?

    TIKTAK.ID – Pengusaha sukses sekaligus mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengaku shock mengetahui kabar Wakil Jaksa Agung RI, Arminsyah tewas dalam kecelakaan di tol Jagorawi KM 13 pada Sabtu (4/4/20).

    “Innalillahi wainnallilahi raji’un. Saya shock mendengar kabar adanya kecelakaan di tol jagorawi hingga mobil terbakar,” kata Sandiaga lewat akun Instagramnya, Minggu (5/4/20).

    Baca juga: Soal Penanganan Corona, Sandiaga: Saya Siap Ikuti Apapun Keputusan Presiden Jokowi

    Sandiaga sempat terkejut bahwa korban kecelakaan adalah Arminsyah. Dia mengungkapkan, bahwa orang nomor dua di Kejaksaan Agung itu adalah kawan baiknya.

    “Ternyata korban di dalamnya adalah kawan baik saya, salah seorang jaksa terbaik yang sekarang menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung, yakni Doktor Arminsyah,” ungkap dia.

    Sandiaga mendoakan supaya Arminsyah meninggal dengan husnul khotimah.

    Baca juga: Sempat Live FB Keluhkan Fasilitas RS, PDP Corona Hamil 6 Bulan ini Akhirnya Meninggal

    “Semoga almarhum husnul khotimah, dilapangkan kuburnya, diterima segala amalannya, aamiin ya Rabbal alamin,” ucap politisi Gerindra itu.

    Sebelumnya, jenazah Arminsyah dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Arminsyah meninggal setelah mengalami kecelakaan hingga mobil yang dikendarainya hsngus terbakar di Tol Jagorawi, Sabtu (4/4/20) siang.

  • Kontainer Meledak dan Terbakar di Tanjung Perak, Sejumlah Orang Luka Parah

    Kontainer Meledak dan Terbakar di Tanjung Perak, Sejumlah Orang Luka Parah

    TIKTAK.ID – Sebuah truk kontainer bernopol L 9795 NN berisi meubel meledak dan terbakar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (20/12/19). Dalam kejadian tersebut, tujuh orang dilaporkan terluka.

    Ledakan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di kawasan PT Pelindo Regional Jawa Timur. Sejumlah korban dikabarkan terpental saat ledakan. Tidak lama setelah ledakan, kontainer pun terbakar. Penanganan kebakaran membutuhkan waktu setengah jam.

    Hingga saat ini petugas kepolisian masih melakukan identifikasi terkait ledakan tersebut. Polisi juga tengah menyelidiki pemicu ledakan kontainer tersebut.

    Baca juga: Edan! Akibat Sepelekan Kesalahan Kecil, Rugi 140 Miliar

    Kapolsek Krembangan Surabaya, Kompol Esti menjelaskan, saat ini insiden ledakan kontainer tersebut sudah ditangani oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

    “Sudah diambil alih dan ditangani Polres. Kita hanya membantu,” ujar Esti, dilansir Beritajatim.com.

    Korban diduga merupakan pekerja di Area Pelabuhan Tanjung Perak, yang saat kejadian berada tak jauh dari truk peti kemas yang meledak dan terbakar. Dua orang korban ledakan terluka parah di bagian kepala, empat lainnya terluka di tangan serta memar di dada, dan satu orang mengalami luka bakar. Tujuh korban itu dirawat di Rumah Sakit Pelindo Husada Citra.

    Halaman selanjutnya…