Tag: Kapolresta Solo

  • Akhirnya Terungkap, Dalang Kasus Penyerangan Acara Midodareni Solo Terkait Jaringan Teroris Jamaah Islamiyah

    Akhirnya Terungkap, Dalang Kasus Penyerangan Acara Midodareni Solo Terkait Jaringan Teroris Jamaah Islamiyah

    TIKTAK.ID – Kasus penyerangan acara doa jelang pernikahan (Midodareni) putri Habib Umar Assegaf di Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo menjadi sorotan di tahun 2020. Ada jaringan Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Para Wijayanto di Jepara saat penangkapan otak penyerangan pada 8 Agustus 2020 lalu.

    Peristiwa bermula saat sejumlah tersangka menganggap kegiatan rangkaian acara pernikahan itu sebagai kegiatan aliran keagamaan lain. Polisi menyebut otak pelaku menghasut massa melalui grup WhatsApp.

    Massa lalu datang dan menyerang acara doa menjelang pernikahan anak Habib Umar Assegaf pada waktu magrib. Tiga orang terluka dan sejumlah kendaraan rusak dalam kejadian ini.

    Baca juga : MUI Ingatkan Pemerintah yang Bubarkan FPI: Bina dengan Merangkul, Bukan Memukul

    Salah seorang korban di antaranya ialah Habib Umar Assegaf. Dia sempat dirawat di rumah sakit sehingga batal menjadi wali nikah putrinya yang digelar pada Minggu (9/8/20).

    Hingga hampir dua bulan, polisi terus mengejar para pelaku hingga mendapatkan 12 tersangka. Peran mereka antara lain menghasut hingga melakukan penyerangan.

    “Hingga saat ini ada 12 orang yang sudah kita tangkap dan kita tetapkan sebagai tersangka. Masih ada beberapa orang yang masih dalam pengejaran,” kata Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak saat dijumpai di Mapolresta Solo, Kamis (31/12/20).

    Baca juga : Beberapa Jam FPI HRS Dibubarkan, FPI KH Wawan Muncul di Ciamis

    Menurutnya, berkas kasus sudah dilimpahkan kepada Kejaksaan. Bahkan para pelaku sudah masuk tahap persidangan.

    “Berkas sudah P21, tersangka dan barang bukti sudah kita serahkan ke Jaksa Penuntut Umum. Saat ini sudah proses persidangan di PN Semarang,” ujar dia.

    Adapun barang bukti yang disita Kepolisian antara lain dua bambu, batu dengan beberapa ukuran, tiang bendera besi, sepeda motor, ponsel, mobil hingga sebo.

    Baca juga : Polri Ungkap Peredaran Sabu 50 Kg Jaringan Aceh, Medan dan Jakarta

    Halaman selanjutnya…

  • Coba Kelabui Petugas dengan Cara ini, Dua Buron Pelaku Penyerang Acara Midodareni Solo Ditangkap di Klaten

    Coba Kelabui Petugas dengan Cara ini, Dua Buron Pelaku Penyerang Acara Midodareni Solo Ditangkap di Klaten

    TIKTAK.ID – Dua pelaku kasus penyerangan acara Midodareni di Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, tertangkap aparat Polresta Solo di wilayah Klaten pada Kamis (20/8/20) dini hari.

    Penangkapan kedua pelaku di salah satu rumah indekos wilayah Desa Sobayan, Pedan, Klaten, tersebut sempat membuat geger warga setempat. Warga awalnya menduga saat itu polisi tengah menangkap terduga teroris.

    Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan dua pelaku itu berinisial S alias J dan AN alias H. Keduanya warga Kota Solo.

    Baca juga : Otak alias Dalang Aksi Penyerangan Acara Midodareni Solo Akhirnya Terungkap

    Kedua pelaku menjadi buruan petugas seusai terlibat dalam upaya penghasutan hingga berujung aksi brutal di Mertodranan tersebut.

    “Dua tersangka baru ini sempat melarikan diri ke Jogja, Karanganyar, dan di Klaten berhasil kami tangkap. Dua pelaku ini sempat mengaburkan ciri-ciri identitasnya dengan cukur rambut,” ujar Kapolresta saat konferensi pers di Mapolresta Solo, Kamis.

    Menurut Kapolres, kedua pelaku itu semula melakukan pelarian sendiri-sendiri sehari seusai membuat ricuh di Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo. Lalu, hari berikutnya mereka bertemu setelah berpindah-pindah tempat.

    Baca juga : Amien Rais Dikabarkan Siap Merapat ke KAMI

    Hingga akhirnya, keduanya ditangkap bersamaan di Pedan, Klaten, pada Kamis dini hari. Kapolresta menambahkan, dua tersangka baru telah ditahan di Polresta Solo.

    Dengan tambahan dua pelaku ini, saat ini total sudah ada delapan tersangka. Berkas lima tersangka yang ditetapkan sebelumnya saat ini sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Solo.

    Sebelumnya diberitakan, penyidik Polresta Solo akhirnya bisa mengungkap otak di balik peristiwa ricuh di Mertodranan. Hal itu berdasarkan Whatsapp Group di mana para tersangka menjadi anggotanya.

    Baca juga : PDIP Minta Jokowi Buka Dialog dengan KAMI, Bukan Hanya Kelompok yang ‘Satu Suara’ dengan Dirinya Saja

    Berdasarkan hasil penyidikan, para tersangka berkoordinasi melalui WhatsApp Group sebelum berangkat ke Mertodranan.

    “Sudah berhasil mengerucut ke salah seorang tersangka yakni BD alias BA sebagai seseorang yang memulai menghasut di grup WhatsApp. Penghasutan BD membuat anggota grup datang ke lokasi TKP, tidak bersamaan tapi bertemu di lokasi,” ujar Kapolresta.

  • Kapolresta Solo yang Baru Ketiban Tugas Tangkap Otak dan Pelaku Aksi Brutal ‘Sabtu Malam Kelabu’

    Kapolresta Solo yang Baru Ketiban Tugas Tangkap Otak dan Pelaku Aksi Brutal ‘Sabtu Malam Kelabu’

    TIKTAK.ID – Selang dua hari pasca aksi brutal yang dilakukan sekelompok orang -sebut saja Laskar Intoleran, yang menyerang keluarga Habib Segaf saat sedang menggelar acara doa bersama menjelang prosesi pernikahan (Midodareni), Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai dimutasi. Penggantinya adalah Kombes Ade Safri Simanjuntak.

    Serah terima jabatan dipimpin oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (11/8/20).

    Serah terima jabatan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2248/VIII/KEP./2020 tanggal 8 Agustus 2020 tentang pemberitahuan pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

    Baca juga: Dari Ormas Hingga Anggota DPR Desak Kepolisian Usut Tuntas Kasus Penyerangan Acara Keluarga di Rumah Habib di Solo

    Setelah dimutasi dari jabatan Kapolresta Solo, Kombes Andy Rifai akan menempati jabatan baru sebagai Kabid TIK Korps Brimob Polri. Sementara penggantinya, Kombes Ade Safri Simanjuntak sebelumnya menjabat Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung.

    Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi mengucapkan selamat datang kepada pejabat baru. Dia berharap agar pejabat baru dapat menciptakan terobosan untuk mendukung tugas kepolisian.

    “Saya berharap agar Saudara menyesuaikan diri dengan jabatan dan lingkungan tugas yang baru, lakukan identifikasi masalah di Satker, ciptakanlah terobosan-terobosan kreatif dalam mendukung tugas dan pekerjaan, serta tingkatkan kesiapsiagaan kesatuan, personel dan operasional”, terang Ahmad Luthfi dalam rilisnya, Selasa (11/8/20).

    Baca juga: Tanggapi ‘Tragedi Sabtu Malam Kelabu’, Banyak Pihak Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku dan Otak Penggerak Aksi Barbar ‘Laskar Intoleran Solo’

    Halaman selanjutnya…