Tag: Juara Liga

  • Saran Gary Neville Agar MU Raih Juara Liga Tahun Depan

    Saran Gary Neville Agar MU Raih Juara Liga Tahun Depan

    TIKTAK.ID – Manchester United (MU) memperlihatkan grafik performa yang membaik secara signifikan sejak Januari tahun ini. Tim berjuluk “Setan Merah” itu memperoleh saran untuk meraih gelar juara Liga Inggris.

    Sejak Januari tahun ini, MU tampil ciamik. Tim di bawah asuhan Ole Gunnar Solksjaer itu tidak menderita hasil negatif dalam 19 pertandingan usai kalah beruntun saat bersua dengan Liverpool dan Burnley.

    Dalam 19 laga tersebut menghasilkan 14 kemenangan dan hanya lima kali seri dicatatkan MU. Delapan hasil menang di Liga Inggris, serta empat hasil imbang.

    Perolehan tersebut, menjaga asa MU untuk meraih peringkat empat besar. Sedangkan 62 poin yang diraih Bruno Fernandes dkk, membawa MU di urutan kelima klasemen sementara dengan selisih gol dari Leicester City di urutan keempat dan tertinggal satu poin dari Chelsea di posisi ketiga.

    Demi gelar juara musim depan, sudah siapkah MU bersaing dengan Liverpool dan Manchester City?

    Mantan Kapten MU, Gary Neville memandang Solskjaer masih memerlukan pemain tambahan guna melengkapi beberapa lini permainan, antara lain penyerang tengah, sayap kanan, bek tengah, dan kiper.

    “Pastinya seorang bek tengah, seorang penantang untuk David de Gea, seorang sayap kanan, dan seorang penyerang tengah, menurut saya. Bukan sekadar menggantikan (Anthony) Martial, melainkan agar menantangnya. Itu juga berarti (Mason) Greenwood tak perlu terus-terusan bermain di sayap kanan,” ujar Neville sebagaimana dilansir Detik mengutip dari Metro.

    “Menurut saya pribadi klub memang perlu seorang sayap yang dapat bermain di kedua sisi. Saya rasa mereka perlu penyerang tengah. Pada 1999, saat kami memiliki (Teddy) Sheringham, (Andy) Cole, dan Solskjaer di klub, Sir Alex Ferguson merekrut Dwight Yorke agar menantang mereka, melengkapi, agar bermain dengan mereka.”

    “Jadi bukan sebagai pengganti mereka. Anda dapat merekrut seorang pemain di posisi yang sama dengan lainnya tanpa melecehkan pemain itu andai dia memiliki sikap yang tepat. Jadi bagi saya, ide perekrutan seorang sayap kanan tak berarti Mason Greenwood lantas duduk di bangku cadangan.”

    “Ini demi memiliki skuad yang mampu memenangi Premier League dan Liga Champions. Anda tidak dapat melakukannya dengan 11 atau 13 pemain top. Anda memerlukan 15, 16, 17 pemain berkualitas tertinggi. Betul Anda tidak dapat memiliki terlalu banyak, di mana ada potensi gangguan dengan sikap. Tapi Anda tetap memerlukan daya saing, butuh persaingan di setiap posisi,” jelas mantan bek kanan tersebut.

  • Villarreal dan Leganes Potensial Hambat Langkah Madrid Raih Juara Liga Spanyol Musim ini

    Villarreal dan Leganes Potensial Hambat Langkah Madrid Raih Juara Liga Spanyol Musim ini

    TIKTAK.ID – Dua dari empat pertandingan yang tersisa dapat menjadi sandungan bagi Real Madrid meraih juara Liga Spanyol musim 2019/2020. Seperti diketahui, Madrid di atas angin juara La Liga musim ini, setelah berhasil unggul empat poin atas Barcelona.

    Meski begitu, Madrid tetap perlu waspada agar tidak tersandung di empat laga ke depan. Di atas kertas, tim asuhan Zinedine Zidane tersebut memang mempunyai kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan Deportivo Alaves, Granada, Villarreal, dan Leganes yang akan menjadi lawan dalam empat laga terakhir.

    Namun dua dari empat tim tersebut memiliki rapor yang bisa menyulitkan Madrid, apabila klub Ibu Kota Spanyol itu tidak waspada. Dua tim yang berpotensi menjadi hambatan bagi Madrid menjadi juara yakni Villarreal dan Leganes. Tim tersebut akan menjadi lawan bagi Sergio Ramos dan kawan-kawan pada dua pertandingan terakhir.

    Mengutip CNN Indonesia, Madrid sendiri akan melawan Villarreal pada pekan ke-37, dan Leganes di pekan terakhir. Villarreal yang saat ini menempati peringkat kelima, nantinya akan menjadi lawan terkuat Madrid di empat laga tersisa.

    Sementara itu, Los Merengues perlu hati-hati dalan melawan Villarreal. Sebab, selama lima pertemuan terakhir, Madrid hanya menang sekali dan tiga kali imbang.

    Lebih lanjut, meski Leganes berada di dalam zona degradasi, klub berjuluk Los Pepineros itu punya rapor menyulitkan Madrid. Seperti pada musim lalu, Madrid kalah 0-1 di Copa del Rey dan sekali ditahan imbang Leganes di Liga Spanyol.

    Jika Madrid sampai lengah dan kehilangan tiga poin dalam beberapa laga ke depan, maka Barcelona bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kembali berada di puncak dan menjadi juara pada akhir musim.

    Untuk memuluskan langkah juara Liga Spanyol musim ini, Madrid pun bisa berharap Barcelona kembali terpeleset dalam dua laga berikutnya. Kegagalan Blaugrana dalam meraih kemenangan dalam dua laga ke depan bisa membuat Madrid juara lebih cepat, dan tidak perlu menghadapi Villarreal serta Leganes sebagai laga krusial.

  • Beredar Kabar Liverpool Dipastikan Juara karena Musim Sudah 75%, Apa Benar?

    Beredar Kabar Liverpool Dipastikan Juara karena Musim Sudah 75%, Apa Benar?

    TIKTAK.ID – Belakangan ini, media sosial tengah digemparkan munculnya argumen liar terkait Premier League. Yakni, ketika musim sudah berjalan selama 75%, maka juara sudah dapat ditentukan dengan menggunakan tangga klasemen.

    Seperti diketahui, munculnya isu ini karena adanya virus Corona yang menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan laga sepak bola ditunda, termasuk juga Premier League. Singkatnya, argumen liar tersebut menyatakan bahwa Liverpool akan menjadi juara Premier League pada musim ini.

    Baca juga: Liverpool Diminta Relakan Transfer Sadio Mane Jika Ditawar 140 Juta Pounds

    Daily Star menjelaskan, tidak ada peraturan resmi yang mengatakan bahwa juara Premier League bisa didapat ketika musim mencapai 75%. Sehingga dapat dipastikan, argumen tersebut sama sekali tidak benar.

    Sebelumnya dikabarkan kompetisi ditunda hingga awal April bahkan penundaan tersebut bisa jadi lebih lama.

    Penghentian sementara tersebut sempat menimbulkan keresahan. Hal ini karena pasukan Jurgen Klopp tengah berada di puncak klasemen dengan jarak rivalnya adalah 25 poin dan hampir pasti menjadi juara.

    Sementara sebagian besar tim sudah memainkan 29 pertandingan atau masih lebih sedikit dari isu 75%. Hanya ada beberapa tim yang masih bertanding sebanyak 28 pertandingan atau 73%. Di antaranya adalah Manchester City, Arsenal, Sheffield United, dan Aston Villa.

    Baca juga: Segini Harga Aubameyang yang Dipatok Arsenal, Barcelona Siap Boyong?

    Bagaiamanapun, perselisihan dan perdebatan di tengah media sosial tersebut dipastikan tidak kunjung berakhir. Namun keputusan final tetap akan dibuat pada sebuah pertemuan darurat, Kamis (19/3/20).

    Selain itu, ada beberapa opsi yang tengah dipertimbangkan oleh kompetisi tertinggi Inggris, EFL, FA, dan perwakilan dari sejumlah klub. Di antaranya adalah:
    1. Membatalkan musim sepenuhnya,
    2. Mengesahkan Liverpool jadi juara dan menghapus degradasi,
    3. Menganggap klasemen sementara ini sebagai klasemen akhir,
    4. Menutup musim ini dan Liverpool menjadi juara, tanpa ada degradasi, serta pada musim depan jadi 22 klub (plus Leeds dan West Brom)