Tag: Jawa Timur

  • Survei Kinerja Jokowi: Warga Desa Tidak Puas 23 Persen, Kota 34 Persen

    Survei Kinerja Jokowi: Warga Desa Tidak Puas 23 Persen, Kota 34 Persen

    TIKTAK.ID – Parameter Politik Indonesia (PPI) melakukan survei nasional atas kinerja Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden selama satu setengah tahun periode kedua. Hasilnya, Jokowi memperoleh tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari warga desa daripada kota.

    Berdasarkan survei terbaru yang dirilis pada Minggu (21/2/21), PPI menyampaikan sebanyak 70 persen warga desa merasa puas atas kinerja Jokowi pada kepresidenan periode kedua selama satu setengah tahun berjalan ini. Sedangkan warga desa yang tidak puas 23,6 persen, dan yang tak menjawab 6,4 persen.

    Lebih lanjut, warga kota yang mengaku puas pada kinerja Jokowi yakni 60,8 persen. Sementara yang merasa tak puas ada 34,5 persen dan tak menjawab 4,7 persen.

    Baca juga : Gara-gara 5 Mobil Mewahnya Tenggelam Saat Banjir, ‘Wanita Emas’ Baca Puisi dan Kirimi Anies Karangan Bunga Dukacita

    “[Tujuan survei] melihat bagaimana tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang sudah hampir genap 1,5 tahun. Terutama mengenai sejumlah kebijakan yang dinilai strategis,” ujar Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno saat mengantar rilis survei lembaganya tersebut, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Secara keseluruhan, maka total terdapat 65,4 persen yang puas dengan kinerja Jokowi selaku Presiden RI periode kedua, dan total 29,1 persen tidak puas, serta 5,5 persen tidak menjawab. Kemudian jika membandingkan demografi, tingkat kepuasan lebih banyak di Jawa (66,5 persen) dibandingkan luar Jawa (64,0 persen).

    Sementara itu, untuk responden di Jawa sebanyak 28,5 persen yang tidak puas dan 5,0 persen tidak menjawab. Untuk responden luar Jawa ada 29,9 persen yang merasa tidak puas dan 6,0 persen tidak menjawab.

    Baca juga : Survei Capres Terbaru, Prabowo Teratas, Ridwan Kamil Ke-2, Anies Urutan Berapa?

    Jika merujuk demografi luar Jawa, maka tingkat kepuasan tertinggi terhadap Jokowi ada di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra) yakni 87,2 persen. Di wilayah tersebut, 7,4 persen responden tidak puas dan 5,4 persen tidak menjawab.

    Kemudian daerah yang terendah ada di Sumatra, yaitu 55,1 persen yang puas pada kinerja Jokowi, 37,5 persen tidak puas, dan 7,4 persen tidak menjawab.

    Di daerah Jawa sendiri, PPI membagi dua wilayah besar, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Banjabar) dan Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur (Jatejaya).

    Baca juga : Analis Sospol UNJ: Ingatan Publik tentang Omong Besar Jokowi yang Tak Terbukti, Muncul Kembali Saat Jakarta Banjir Lagi

    Di Banjabar, yang puas ada 51,7 persen, tidak puas 42,4 persen, dan 5,9 persen tidak menjawab. Di Jatejaya, yang puas ada 78 persen, tidak puas 17,4 persen, dan tidak menjawab ada 4,6 persen.

  • BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter di Sejumlah Perairan Wilayah Indonesia

    BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter di Sejumlah Perairan Wilayah Indonesia

    TIKTAK.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada tanggal 2 sampai 3 Januari 2021.
    Terdapat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut-Timur Laut dengan kecepatan 5-30 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan 4-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna utara, Perairan Kep. Anambas – Kep. Natuna, Laut Natuna, dan Samudera Hindia selatan Jawa Tengah. Kondisi ini mengakibatkan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

    Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Selat Malaka, perairan Banda Acehm-Lhokseumawe, perairan barat Aceh-Kep. Mentawai, perairan P. Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, Samudra Hindia barat Kep. Nias-Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat, perairan selatan Bali hingga P. Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat dan Selat Ombai, Laut Sewu, perairan P. Sewu-P. Rotte-Kupang, Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT, perairan timur Kep. Lingga, perairan Kep. Bangka-Belitung, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Barat, perairan selatan Kalimantan-Kotabaru, Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, perairan Kep. Sitaro-Kep. Sangihe, perairan Bitung-Likupang, Laut Maluku, perairan barat Halmahera, perairan utara Jayapura-Sarmi, Laut Banda bagian timur, perairan Kep. Kei-Kep. Aru, perairan Kep. Tanimbar, Laut Arafuru, perairan selatan P. Yos Sudarso.

    Baca juga : Pengamat Politik LIPI: Aksi Blusukan Risma di DKI Pencitraan Usang dan Bikin Warga Jakarta Sebal

    Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 sampai 4,0 meter berpeluang terjadi di beberapa perairan Indonesia lainnya, di antaranya adalah perairan utara P. Sabang, Samudra Hindia barat Aceh, perairan timur Kep. Bintan, Laut Natuna, perairan utara Singkawang, perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah-Jawa Timur, perairan Kep. Talaud, perairan utara dan timur Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Biak, Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua .

    Halaman selanjutnya…

  • Gawat, 135 Tenaga Medis di Jatim Positif Terinfeksi Covid-19

    Gawat, 135 Tenaga Medis di Jatim Positif Terinfeksi Covid-19

    TIKTAK.ID – Diketahui sebanyak 135 tenaga medis di Provinsi Jawa Timur terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona (Covid-19). Hal itu disampaikan Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso.

    Kohar mengatakan ratusan tenaga kesehatan yang terinfeksi tersebut, tersebar di berbagai rumah sakit di Jatim. Seluruh tenaga medis tersebut yakni perawat dan dokter.

    “Perawat yang positif berjumlah 62 orang, dan dua di antaranya meninggal dunia. Sedangkan yang masih menjalani perawatan ada 28 orang,” ujar Kohar, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, seperti dilansir CNN Indonesia, Kamis (28/5/20) malam.

    Baca juga: Update Corona Saat Idulfitri, Wilayah Anies Terbanyak Kasus Positif Baru

    Kohar melanjutkan, setidaknya terdapat 47 dokter yang terinfeksi Covid-19. Menurutnya, tiga di antara dokter yang terinfeksi itu dinyatakan meninggal dunia, sedangkan yang masih menjalani perawatan ada 23 dokter. Kemudian lainnya merupakan apoteker dan staf di rumah sakit.

    Namun ketika ditanya tentang tenaga medis di RS Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang dinyatakan positif Covid-19, Kohar enggan memberikan komentar.

    “Silakan bertanya langsung saja ke pihak RS Unair,” sergah Kohar.

    Halaman selanjutnya…

  • Siapkan Skema New Normal, Ini Arahan Terbaru Jokowi

    Siapkan Skema New Normal, Ini Arahan Terbaru Jokowi

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sejumlah instruksi ketika rapat membahas pelaksanaan protokol tatanan normal baru atau new normal.

    Jokowi meminta seluruh jajarannya mempelajari kondisi di lapangan, serta memerintahkan agar protokol kesehatan nantinya disesuaikan dengan tatanan normal baru.

    “Saya minta protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru yang sudah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan ini disosialisasikan secara massif kepada masyarakat,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas “Persiapan Pelaksanaan Protokol Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19” di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/20), seperti dilansir Detik.com.

    Baca juga : Update Corona Saat Idulfitri, Wilayah Anies Terbanyak Kasus Positif Baru

    Berikut poin-poin instruksi terbaru Jokowi dalam mempersiapkan tatanan normal baru:

    Memberikan Sosialisasi Tatanan Normal Baru Secara Massif

    Jokowi mewajibkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan dalam normal baru tersebut. Di antaranya menjaga jarak, menggunakan masker dalam kegiatan sehari-hari, mencuci tangan, dan tidak berkerumun dalam jumlah banyak.

    Pria asal Solo itu meyakini sosialisasi yang massif bisa menurunkan kurva angka reproduksi/tingkat penularan awal virus Corona atau R0. Dia mengaku rendahnya R0 juga sudah terjadi di beberapa provinsi di Indonesia.

    Baca juga : Fadli Zon Juluki Jokowi ‘Duta Mal Indonesia’, Ternyata Gara-gara Ini…

    Mengecek Kesiapan Daerah dalam Mengendalikan Corona

    Pria asal Solo itu juga meminta jajarannya mengecek kesiapan semua daerah dalam mengendalikan virus Corona. Pada daerah yang masih tinggi angka kasus positif Corona, Jokowi meminta agar pengujian spesimen terkait Corona kian dimassifkan. Termasuk pelacakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), serta melakukan isolasi yang ketat.

    Jokowi mengatakan telah meminta jajaran TNI dan Polri menyiapkan pasukan di daerah-daerah yang kurva kasus positif Corona-nya masih tinggi, salah satunya di Jawa Timur.

    Baca juga : PDIP Tuduh Anies Tak Tegas Terapkan PSBB karena Tak Pernah Tinjau Langsung Lapangan

    Memperluas Pelaksanaan New Normal Jika Efektif

    “Apabila pelaksanaan new normal ini nanti efektif, kita akan memperluas lagi ke provinsi, kabupaten, dan kota yang lain,” kata Jokowi.

    “Kemarin sudah kita mulai, dengan menerjunkan TNI dan Polri ke lapangan, yakni titik-titik keramaian di 4 provinsi dan 25 kabupaten dan kota dalam rangka persiapan pelaksanaan tatanan normal baru yang akan kita lihat dari angka-angka dan fakta di lapangan yang kaitannya dengan R0 dan Rt,” imbuhnya.

  • Meski Terapkan PSBB, Angka Covid-19 di Surabaya Tetap Naik, Jokowi Kirim 3 Jenderal Bantu Risma

    Meski Terapkan PSBB, Angka Covid-19 di Surabaya Tetap Naik, Jokowi Kirim 3 Jenderal Bantu Risma

    TIKTAK.ID – Memasuki hari ke-10 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Surabaya belum mampu menekan kasus pandemi virus Corona (Covid-19). Tiga daerah yang memberlakukan PSBB di Jawa Timur, yakni Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, masih menjadi penyumbang kasus virus Corona terbanyak pada Kamis (7/5/20).

    Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi ) mengirimkan tim khusus, yaitu tiga Jenderal TNI dan polisi yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat. Jokowi mengirim tim khusus tersebut untuk membantu penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

    Tim khusus tersebut menemui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (7/5/20). Pemimpin Gugus Tugas, LO BNPB Mayjend TNI (P) Eko Budi S, didampingi Mayjend (R) Gatot Triswanto, dan Brigjend (P) Pol Drs JB Gebana PMM, menyerahkan sejumlah bantuan yang dibutuhkan Pemprov Jawa Timur.

    Baca juga : Mantan Jenderal Kopassus ini Siap Bantu Said Didu Hadapi Luhut

    Bantuan yang dibawa Gugus Tugas terdiri dari reagen 20.000 pcs, 3 unit ventilator, 300 set APD lengkap, 3 set tenda isolasi, 20 set tenda pengungsi, 100 unit velbed, 1.000 pasang hand scoon panjang, 1.000 pcs swab kit, dan 10.000 pcs rapid test.

    “Presiden meminta kami membantu di Jatim, dengan harapan kasus Covid-19 di Jawa Timur semakin hari harus semakin menurun,” ujar Eko, seperti dilansir Tribunnews.com.

    Eko mengatakan Jawa Timur masih menjadi perhatian Pusat. Pasalnya, tren kasus COvid-19 semakin hari masih semakin naik, terutama di Surabaya. Hal itu, lanjutnya, berbeda dengan perkembangan penyebaran kasus di Jakarta yang sudah mulai melandai.

    Baca juga : Temui Kejanggalan Soal Bansos Anies di DKI, Mensos: Pembagiannya Tak Sesuai Kesepakatan Awal Pemerintah Pusat dan Pemprov

    Eko menyebut Tim dari Gugus Tugas Pusat juga akan melakukan pemantauan dan menginventarisir permasalahan di Jatim yang mungkin membutuhkan bantuan dari Pusat. Dengan begitu, bisa dilakukan penanganan yang komprehensif.

    Selain itu, Tim Gugus Tugas Pusat akan melakukan peninjauan ke sejumlah klaster besar di Jawa Timur yang menyebabkan banyak kasus penularan Covid-19. Kemudian masalah yang perlu ditindaklanjuti akan dibawa oleh Gugus Tugas ke Pusat dan untuk didiskusikan dengan beberapa pejabat di Jakarta.

    Eko juga menyampaikan analisa dari Gugus Tugas Pusat bahwa pertambahan kasus Covid-19 di Jawa Timur meningkat pesat akibat adanya mobilitas penduduk yang mudik dari Jakarta. Warga yang mudik itu secara tidak sadar menyebarkan virus ke kampung halaman di daerah Jatim.

  • Khofifah Janji, Jatim Punya MRT dan LRT Seperti Jakarta Tak Lama Lagi

    Khofifah Janji, Jatim Punya MRT dan LRT Seperti Jakarta Tak Lama Lagi

    TIKTAK.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berjanji dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi masyarakat di daerahnya akan dapat menikmati dua moda transportasi massal berbasis rel, yakni Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

    Jika nantinya terwujud, maka Jawa Timur akan tercatat sebagai daerah kedua setelah Jakarta yang memiliki dua moda transportasi massal tersebut.

    Pembangunan kedua transportasi publik tersebut, kata Khofifah, tak akan menunggu waktu terlalu lama, karena rancangan desain kedua transportasi publik di Jatim itu juga sudah rampung.

    “Kalau kemarin ada yang nanya, kapan Jawa Timur punya MRT dan LRT, maka beginilah kira-kira penampakan desain transportasi publik Jatim yang akan datang,” kata Khofifah sembari menunjukan video desain MRT dan LRT seperti dilihat dari akun Instagram resminya, pertengahan Januari lalu.

    Baca juga: Luhut Ungkap Pengakuan Prabowo yang Senang Kerja Bantu Jokowi

    Moda transportasi ini, lanjut dia, nantinya akan sambung-menyambung antar daerah, kawasan perekonomian, dan kawasan industri. MRT dan LRT akan saling menghubungkan pusat perekonomian antara lain Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.

    Khofifah optimis realisasi pembangunan MRT dan LRT bisa dieksekusi dalam waktu dekat. Pasalnya, aturan berupa Peraturan Presiden (Perpres) MRT dan LRT Jatim telah terbit.

    Halaman selanjutnya…