Tag: Jaringan 5G

  • Samsung Rilis Galaxy S21 di Indonesia, Dukung Jaringan 5G

    Samsung Rilis Galaxy S21 di Indonesia, Dukung Jaringan 5G

    TIKTAK.ID – Samsung diketahui telah secara resmi merilis seri ponsel terbaru Galaxy S21. Ponsel ini menjadi debut Samsung yang mendukung jaringan 5G di Indonesia. Ponsel ini juga menggunakan chipset Exynoss 2100 yang dilengkapi dengan cip modem 5G.

    Galaxy S21 sendiri dibanderol mulai Rp12.999.000 dan S21+ mulai dari Rp15.999.000, serta Samsung S21 Ultra Rp18.999.000. Harga tersebut tidak beda dengan seri Samsung Galaxy S21 yang meluncur sebelumnya.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, Galaxy S21 dan S21+ dilengkapi Triple Camera Ultra-Wide 12MP, Wide-Angle 12MP dan Telephoto 64MP dengan 30 kali Space Zoom.

    Gawai tersebut mampu menghasilkan kualitas video hingga 8K yang dilengkapi dengan fitur Super Steady dengan kualitas 60 fps.

    Kemudian Galaxy S21 Ultra menggunakan Quad Camera yang terdiri dari Ultra-Wide 12MP, Wide-Angle 108MP dan Dual Tele-Lens 10MP dengan 3X dan 10X Optical Zoom serta tambahan Laser Auto Focus. Hal itu memungkinkan pengguna untuk mengambil foto atau snapshot berkualitas tinggi dari video yang direkam.

    Lebih lanjut, layar S21 dibekali dengan 6,2 inchi flat FHD Dynamic AMOLED 2x dan pada S21+ memiliki dimensi layar 6,7 inchi. Sementara seri Ultra menggunakan layar AMOLED 2X 6,8 inci.

    Terdapat pula fitur Single Take 2.0 yang diperbarui dengan penambahan Dynamic Slo-Mo serta Hilight Video yang ditenagai peningkatan AI.

    Dengan adanya jaringan 5G, maka pengguna dapat mengakses internet dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan 4G.

    Galaxy S21 yang telah diluncurkan di Indonesia mendukung frekuensi 700 MHz, 800 MHz, 850 MHz, 900 MHz, 1,8GHz, 2,1GHz, 2,3 GHz, 2,5 GHz, 2,6 GHz, 3,5 GHz dan 3,7 GHz.

    Namun Galaxy S21 Series 5G di Indonesia hanya mendukung pita frekuensi Sub-6 GHz. Pita frekuensi itu disebut mirip 4G, yang frekuensinya dipancarkan dari menara telepon seluler di bawah 6GHz.

    Samsung menawarkan dua pilihan penyimpanan, yakni 8GB RAM, dengan pilihan kapasitas penyimpanan internal 128GB dan 256GB.

    Pada bagian bodi, S21 mempunyai berat 171 g dan pada S21+ memiliki berat 202 g.

    Ponsel ini pun dilengkapi baterai S21 berkapasitas 4000 mAH dan S21+ memiliki baterai 4800mAH.

  • Saingi Dominasi Huawei dan ZTE, Nokia dan Ericsson Disebut Bakal Merger

    Saingi Dominasi Huawei dan ZTE, Nokia dan Ericsson Disebut Bakal Merger

    TIKTAK.ID – Setelah sekian lama tidak ada kabar, perusahaan jaringan asal Jerman, Ericsson dikabarkan akan melakukan merger dengan Nokia sebagai perusahaan yang dikenal sebagai Raja Symbian. Hal tersebut mereka lakukan agar bisa membendung laju perusahaan Huawei dan ZTE.

    Seperti diketahui, Huawei dan ZTE sendiri saat ini tengah menguasai pasar ponsel dengan bergerak di bidang infrastruktur jaringan selular dan komunikasi. Terutama pada jaringan 5G. Namun karena dicurigai dapat memata-matai jaringan Amerika Serikat, akhirnya kedua perusahaan tersebut dilarang beroperasi oleh AS.

    Kemunculan kabar rencana merger antara Ericsson dan Nokia, disebut bisa menjadi salah satu merger terbesar jika benar-benar menjadi kenyataan. Ada linformasi yang menyatakan alasan merger ini karena ketatnya kompetisi dalam industri telekomunikasi yang berdampak menekan pendapatan kedua perusahaan ini.

    Baca juga: Rekomendasi 5 Ponsel Tahan Banting Buat Main Game Berat Harga Rp 1 Jutaan

    Kedua perusahaan Eropa tersebut sempat mengumpulkan para penasihat untuk dimintai solusi. Solusi paling masuk akal selain menjual aset adalah penggabungan aset. Kemudian solusi lain yang tengah dipertimbangkan adalah pergeseran investasi di industri lain dan penyesuaian neraca.

    Sebenarnya, merger ini masih dalam tahap opsi. Sehingga, kemungkinan Nokia tidak jadi mengambilnya. Akan tetapi, baik Nokia maupun Ericsson sama-sama mendapatkan ancaman yang serius dari Huawei dan ZTE. Sebab kedua perusahaan asal China tersebut menawarkan instrumen telekomunikasi yang lebih murah.

    Ketika perlombaan dalam cakupan 5G di setiap negara membuat persaingan semakin memanas, nilai saham Nokia justru menurun hingga sepertiga dari tahun lalu. Namun, munculnya berita merger ini membuat sahamnya kembali naik. Sudah jelas bahwa hal tersebut membuktikan investor tertarik agar merger ini segera terjadi.

    Baca juga: UPDATE Harga HP Oppo A31, Oppo A5 2020, Oppo Reno 10x dan Oppo F15 Terbaru 3 Maret 2020

    Sementara itu, hingga saat ini baik pihak Nokia maupun Ericsson masih enggan membuka mulut terkait kabar merger tersebut. Namun jika Nokia dan Ericsson menjadi satu perusahaan, maka persaingan panas pada jaringan 5G berhadapan dengan Huawei dan ZTE diprediksi bakal berlangsung seru.

  • Dukung Fitur iPhone Masa Depan, Apple Bakal Bikin Antena 5G Sendiri

    Dukung Fitur iPhone Masa Depan, Apple Bakal Bikin Antena 5G Sendiri

    TIKTAK.ID – Selalu percaya diri, mungkin itulah kata yang tepat untuk Apple. Baru-baru ini dikabarkan bahwa Apple bakal mengembangkan jaringan antena internet 5G sendiri untuk mendukung fitur iPhone di masa depan.

    Meskipun sebelumnya iPhone telah menggunakan antena Qualcomm, tetapi untuk menyambut generasi baru di era mendatang yakni 5G, produsen gadget ini lebih memilih untuk mandiri.

    Untuk menangkap sinyal dari jaringan internet 5G tersebut, iPhone yang berfitur 5G akan mengkolaborasikan Modem Qualcomm X55 dengan jaringan antena Apple.

    Baca juga: Xiaomi Mi 10 Raup Rp 391 Miliar Lebih Hanya dalam Hitungan Menit Sejak Pre-order Dibuka

    Meski begitu, hal yang mengganjal tentang penggunaan antena sendiri ini yakni, pertama, hasil dari implementasi penggunaan antena sendiri menghadirkan desain iPhone menjadi lebih tebal daripada yang Apple inginkan. Sedangkan yang kedua adalah royalti yang harus dibayarkan Apple kepada Qualcomm lebih banyak.

    Hal ini bukanlah rencana yang pertama kali dilakukan oleh pihak Apple. Sebelumnya Apple juga pernah membuat keputusan untuk menggunkan jaringan antena buatan sendiri. Namun keputusan tersebut hasilnya malah berakhir buruk.

    Halaman selanjutnya…

  • Teknologi Canggih yang Bakal Jadi Tren Pada Tahun 2020

    Teknologi Canggih yang Bakal Jadi Tren Pada Tahun 2020

    TIKTAK.ID – Hingga kini, teknologi terus berkembangan dengan cepat. Bahkan lebih cepat daripada yang diperkirakan. Tahun ini pun diprediksi akan muncul sejumlah teknologi yang menjadi tren. Salah satunya adalah jaringan 5G dan dompet digital.

    Lalu ada smartphone lipat dan teknologi Augmented Reality (AR) yang juga masuk dalam tren tahun 2020, seperti dilansir Edge App berikut ini:

    1. Dompet Digital
    Pada tahun 2019 lalu, mungkin pertumbuhan dompet digital dan payment gateway dinilai terlewatkan. Namun pada tahun ini, dengan adanya smartphone yang semakin meningkat secara global, adopsi dompet digital akan berkembang dengan mantap.

    Baca juga: Atasi Kemacetan, Uber dan Hyundai Motor Kolaborasi Kembangkan Taksi Terbang

    Apalagi tercatat, terdapat lebih dari 36 persen pengguna iPhone yang membuat akun Apple Pay sejak tahun 2014. Kini, teknologi tersebut menjadi salah satu sistem pembayaran yang paling populer dan digunakan lebih dari 87 juta orang.

    2. Perangkat Lipat
    Pada tahun 2018, Samsung memulai perlombaan untuk membuat perangkat lipat dengan meluncurkan Galaxy Fold. Setelah itu, muncul Huawei dan Motorola yang ikut bersaing membuat perangkat lipat. Namun, pada perangkat lipat generasi pertama ini masih jauh dari harapan. Sehingga, 2020 menjadi tahun untuk bersaing dalam meluncurkan perangkat lipat.

    Halaman selanjutnya…