Tag: Jajanan Tradisional

  • Resep Kue Rangi, Jajanan Tradisional Khas Betawi

    Resep Kue Rangi, Jajanan Tradisional Khas Betawi

    TIKTAK.ID – Kue Rangi merupakan salah satu jajanan tradisional khas Betawi. Camilan ini terbuat dari bahan utama tepung sagu dan parutan kelapa. Umumnya, Kue Rangi dihidangkan dengan siraman saus gula merah.

    Kue Rangi biasanya dicetak menggunakan cetakan kue pancong atau bandros, namun ukurannya lebih kecil. Ada pula pedagang kecil yang membuat Kue Rangi tanpa menggunakan cetakan kue.

    Bahan yang diperlukan untuk membuat Kue Rangi adalah kelapa tua, tepung kanji atau tapioka, serta sedikit garam dan air.

    Adonan bahan Kue Rangi tak bisa bertahan lama karena mudah basi, sehingga harus dihabiskan dalam waktu satu hari.

    Kamu pun bisa membuat Kue Rangi sendiri untuk teman minum teh saat sore hari. Apalagi cara membuat kue rangi ini terbilang sederhana, dan bahannya mudah ditemukan. Jika kamu tidak memiliki cetakannya, maka kamu bisa membuat kue rangi menggunakan teflon.

    Seperti dikutip Kompas.com dari buku “32 Resep Kue Tradisional Populer & Kreasinya” oleh Redaksi Sajisedap terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, berikut ini resep lengkap Kue Rangi dengan saus gula merah khas Betawi.

    Bahan Kue Rangi khas Betawi
    200 gram kelapa parut yang berasal dari setengah butir kelapa
    300 gram tepung sagu
    1/2 sdt garam
    100 ml air

    Bahan saus gula merah:
    150 gram gula merah, sisir
    100 ml air
    1 lembar daun pandan
    20 gram tepung sagu, larutkan menggunakan 2 sendok makan air

    Cara membuat Kue Rangi khas Betawi:

    1. Buat saus gula merah terlebih dahulu. Caranya, siapkan panci. Masukkan ke dalamnya air, gula merah, dan daun pandan, lalu masak di atas kompor hingga mendidih. Tambahkan tepung sagu yang sudah dilarutkan. Kemudian aduk hingga meletup-meletup dan agak mengental, lalu sisihkan.
    2. Selanjutnya campur kelapa parut, tepung sagu, dan garam. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni.
    3. Setelah itu, panaskan cetakan Kue Rangi atau teflon di atas api kecil. Tuang adonan, dan tutup cetakannya. Masak menggunakan api kecil sampai Kue Rangi matang.
    4. Pindahkan Kue Rangi ke atas piring saji. Tuang saus merah di atasnya, dan Kue Rangi pun siap disajikan.
  • Resep Kuih Puteri Mandi, Jajanan Tradisional Khas Malaysia

    Resep Kuih Puteri Mandi, Jajanan Tradisional Khas Malaysia

    TIKTAK.ID – Kuih Puteri Mandi merupakan kue tradisional negeri jiran. Jajanan ini memiliki tekstur yang kenyal dengan balutan kelapa parut dan gula Jawa. Kue ini berbentuk pipih cekung, dan bagian luarnya dibalut kelapa parut dan gula merah. Kue ini pun cocok buat teman ngopi pahit.

    Makanan ini sekilas mirip klepon, namun cara membuatnya tidak serepot bikin klepon, karena adonan hanya dibuat bulat pipih. Kue ini memiliki ciri khas aroma wangi daun pandan suji.

    Untuk membuat kue ini, setelah membentuk adonan, maka direbus hingga matang. Kemudian sebelum disajikan, diaduk menggunakan kelapa parut yang sudah dimasak dengan gula merah.

    Kuih Puteri Mandi mempunyai cita rasa kenyal lembut, renyah sekaligus legit.

    Bahan Kuih Puteri Mandi:
    150 g tepung ketan
    1 sdm tepung terigu
    1/2 sdt garam
    100 ml air daun suji pandan
    Air secukupnya
    100 g kelapa muda kupas, parut memanjang
    50 g gula merah
    1 sdm gula pasir
    1 lembar pandan, potong-potong

    Cara membuat Kuih Puteri Mandi:
    Masukkan tepung ketan, tepung terigu, dan garam ke dalam mangkuk, lalu aduk hingga tercampur rata.
    Tambahkan air daun suji pandan, aduk rata sambil tuang air hingga menjadi adonan yang kalis dan lembut.
    Kemudian bentuk adonan menjadi bola-bola sedang. Pipihkan dan tekan bagian tengahnya hingga membentuk cekungan.
    Didihkan air secukupnya di dalam panci, lalu tambahkan 1 lembar daun pandan.
    Rebus adonan yang pipih cekung dalam air mendidih. Biarkan hingga adonan mengapung, lalu angkat dan tiriskan.
    Setelah itu, masak kelapa parut dengan gula merah, gula pasir, dan pandan hingga gula lumer dan menyatu dengan kelapa parut.
    Selanjutnya aduk adonan dengan campuran kelapa hingga terbalut rata, lalu sajikan.

    Tips membuat Kuih Puteri Mandi:
    1. Agar mendapatkan aroma Kuih Puteri Mandi yang harum, sebaiknya menggunakan air daun suji pandan asli. Blender 20 helai daun suji dan 5 lembar daun pandan dengan sedikit air, kemudian peras dan saring.
    2. Alternatif lain, Anda dapat menggunakan pasta pandan yang bagus kualitasnya.
    3. Kelapa parut sebaiknya diparut memanjang agar terasa renyah gurih, dan kukus dahulu agar tidak cepat basi.

  • Resep Serabi Solo, Jajanan Tradisional Bertekstur Lembut

    Resep Serabi Solo, Jajanan Tradisional Bertekstur Lembut

    TIKTAK.ID – Serabi Solo merupakan jajanan tradisional khas Solo, Jawa Tengah. Camilan ini memiliki tekstur yang lembut dan tidak terlalu padat pada bagian tengahnya.

    Serabi Solo terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan, kemudian dipanggang di atas arang mirip pannekoek atau pannenkoek. Serabi Solo berbahan dasar santan kelapa yang dicampur dengan sedikit tepung, sehingga menjadikannya bercitarasa gurih.

    Ada pula Serabi Solo yang diberi taburan berupa potongan pisang, nangka atau bahkan meses dan keju. Di Solo sendiri, serabi yang terkenal berasal dari daerah Notokusuman, atau yang sering disingkat menjadi Notosuman (Srabi Notosuman).

    Kamu pun dapat mencoba membuat sendiri camilan tradisional ini. Kamu bisa menggunakan teflon anti lengket sebagai pengganti arang, sehingga proses membuat serabi menjadi lebih mudah.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Sajian Sedap, berikut ini resep Serabi Solo.

    Bahan Serabi Solo:
    225 gram tepung beras
    1/2 sendok teh ragi instan
    50 gram gula pasir
    1/2 sendok teh garam
    1 butir telur 600 ml santan, dari 1 butir kelapa
    1 lembar daun pandan, disimpulkan
    1/2 sendok teh garam
    150 gram keju cheedar untuk taburan

    Bahan Isian serabi:
    4 buah nangka, potong kotak 1/2 cm

    Bahan areh (santan kental):
    100 ml santan dari 1 butir kelapa
    1/4 sendok teh garam
    4 lembar daun pandan

    Cara membuat Serabi Solo:
    1. Siapkan panci, masukkan santan, daun pandan, dan garam. Panaskan sambil diaduk hingga santan mendidih, lalu dinginkan.
    2. Kemudian tuang 150 ml rebusan santan ke dalam campuran tepung beras, ragi instan, dan gula pasir, lalu uleni.
    3. Keplok (tepuk kencang) adonan, kemudian tambahkan sisa santan sedikit-sedikit. Keplok-keplok 20 menit setelah santan habis, lalu diamkan satu jam.
    4. Selanjutnya membuat areh. Caranya: rebus santan, garam, dan daun pandan sambil diaduk sampai kental, dan sisihkan.
    5. Panaskan wajan besi atau teflon, tuang adonan lalu tekan bagian tengahnya dengan bagian bawah sendok sayur sambil digerakkan ke arah pinggir wajan agar adonan melebar. Biarkan berlubang, kemudian taburkan bahan isi.
    6. Tutup wajan, dan biarkan sampai matang. Oleskan areh, lalu tutup lagi sebentar agar meresap. Angkat.
    7. Setelah itu, letakkan serabi di atas daun pisang bentuk bulat sesuai besar Serabi Solo. Letakkan keju parut di tengah, dan gulung bersama daunnya.

  • Cenil: Jajanan Tradisional Tepung Sagu, Sudah Ada Sejak 2 Abad Lalu

    Cenil: Jajanan Tradisional Tepung Sagu, Sudah Ada Sejak 2 Abad Lalu

    TIKTAK.ID – Di daerah Jawa, cenil biasanya dapat dengan mudah ditemui di pasar tradisional. Cenil merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari tepung sagu yang direbus dan dibalut dengan parutan kelapa.

    Cenil memiliki bentuk memanjang kecil. Makanan ini memiliki warna terang, sehingga membuat orang tertarik untuk mencobanya.

    Umumnya, Cenil dijual dan disajikan di atas daun pisang bersama getuk, lupis, jenang dan jajanan manis lainnya, lalu disiram dengan gula merah cair. Rasa manis dan legit pada Cenil bisa membuat kangen pencinta jajanan tradisional.

    Sejarahwan sekaligus pengajar progam studi sejarah Universitas Sanata Dharma, Heri Priyatmoko mengatakan Cenil adalah produk lokal yang sederhana tetapi cukup digemari. Ia menjelaskan, Cenil sudah ada sejak masa lampau jika merujuk pada Serat Centini (1814).

    “Artinya dari dua abad silam, panganan ini sudah akrab dengan lidah masyarakat Jawa. Bisa diyakini pula pada era Mataram Kuno abad VIII makanan tersebut sudah muncul,” terang Heri, mengutip Kompas.com.

    “Makanan ini sering dikaitkan dengan makanan orang miskin, padahal makanan ini justru bentuk ketahanan pangan yang menyumbang kekayaan bahan makanan di Nusantara,” imbuh Heri.

    Nah, jika Anda ingin menyantap Cenil namun kesulitas menemukan penjual jajanan tersebut, Anda dapat mencoba membuatnya sendiri.

    Berikut ini resep Cenil dari SajianSedap yang dibagikan melalui KompasTV.

    Bahan Cenil:
    25 gram tepung sagu
    6 sendok makan air
    Daun Pisang secukupnya
    125 gram tepung sagu
    150 gram kelapa, parut kasar
    1/8 sendok teh garam
    5 sendok teh gula pasir
    Pewarna hijau 1 tetes
    Pewarna merah 1 tetes
    Daun pandan 1 lembar

    Cara membuat Cenil:
    1. Terlebih dahulu buat kelapa sebagai pelapis, dengan cara campur kelapa parut, garam, dan daun pandan. Kukus selama 15 menit, lalu angkat dan sisihkan.
    2. Berikutnya, buatlah Cenil. Masukkan 25 gram tepung sagu dan air ke dalam panci. Masak sampai menjadi adonan, dan angkat.
    3. Kemudian masukkan 125 gram tepung sagu ke dalam mangkuk, lalu tambahkan adonan sagu yang sudah direbus. Uleni adonan hingga tercampur rata.
    4. Setelah itu, bagi adonan menjadi tiga, dan beri pewarna masing-masingnya. Masukkan dalam mangkuk, lalu sisihkan.
    5. Selanjutnya ambil sedikit adonan dari tiap warna, lalu pilin-pilin kecil dan satukan. Rebus cenil sampai matang dan terlihat mengapung di air. Angkat, lalu gulingkan di atas kelapa pelapis.
    6. Sajikan Cenil di atas daun pisang, dan tambahkan gula merah cair.