Tag: Ganda putra Indonesia

  • Fajar/Rian Masuk Daftar 40 Tokoh Berpengaruh Versi Fortune Indonesia

    Fajar/Rian Masuk Daftar 40 Tokoh Berpengaruh Versi Fortune Indonesia

    TIKTAK.ID – Ganda putra Indonesia nomor satu dunia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, diketahui berhasil masuk dalam daftar 40 tokoh di bawah 40 tahun berpengaruh versi Fortune Indonesia. Daftar tokoh berpengaruh itu dirilis oleh Fortune Indonesia pada Kamis (9/2/23). Dari 40 nama yang diumumkan, Fajar/Rian berada pada urutan ke-14.

    Ini menjadi kali kedua Fortune Indonesia meluncurkan daftar yang sama. Pemilihan 40 tokoh di bawah 40 tahun tersebut pun ditetapkan berdasarkan kiprah mereka selama dua tahun terakhir.

    “Daftar 40 Under 40 Fortune Indonesia memberikan sorotan khusus kepada individu-individu yang mampu dan berhasil menciptakan, serta memanfaatkan peluang yang ada”, tulis Fortune, seperti dilansir CNN Indonesia.

    “Mereka membuka dan berkontribusi terhadap terciptanya ratusan hingga ribuan lapangan kerja baru, berperan penting dalam laju bisnis yang mereka jalani, dan menghadirkan solusi,” sambungnya.

    Fajar/Rian sendiri kini adalah ganda putra nomor satu dunia. Gelar terakhir yang diraih oleh pemuda berusia 28 dan 27 tahun tersebut yakni Malaysia Open 2023 pada 15 Januari lalu. Mereka menjuarai pertandingan tersebut setelah mengalahkan ganda putra China, Liang Wei Keng/Wang Chang di partai final.

    Pada tahun sebelumnya, Fajar/Rian empat kali sukses meraih gelar juara turnamen BWF, yaitu Swiss Open 2022, Thomas Cup 2022, Malaysia Masters 2022, Denmark Open 2022, dan empat kali berhasil menjadi runner up.

    Selanjutnya, Fajar/Rian bersama tim nasional bulu tangkis Indonesia bakal mulai melakoni rangkaian tur BWF di Eropa pada Maret hingga akhir April 2023.

    Sekadar informasi, Fajar/Rian menjadi satu-satunya atlet yang masuk dalam daftar 40 tokoh di bawah 40 tahun berpengaruh versi Fortune Indonesia. Akan tetapi, ada tokoh olahraga lainnya yang masuk ke dalam daftar ini, yaitu Kaesang Pangarep. Kaesang yang menjadi pemilik 40 persen saham Persis Solo tersebut menempati urutan ke-23 berkat aksi-aksi bisnisnya.

    Sedangkan beberapa tokoh muda lainnya berasal dari sektor bisnis, entertainment, pemerintahan, dan sosial. Di antaranya adalah penyanyi Agnes Monica, Albert selaku Co-founder Traveloka, Akbar Buchari yang menjabat sebagai Ketua HIPMI, dan Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia.

  • Lolos ke Final Kejuaraan Dunia, Ahsan/Hendra Senang Sekaligus Sedih

    Lolos ke Final Kejuaraan Dunia, Ahsan/Hendra Senang Sekaligus Sedih

    TIKTAK.ID – Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengatakan ikut merasakan kesedihan, walaupun berhasil lolos ke final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022, pada Sabtu (27/8/22) pagi WIB.

    Untuk diketahui, Ahsan/Hendra sukses melangkah ke partai puncak setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, melalui permainan tiga gim dengan skor 23-21, 12-21, 21-16.

    “Kami mengucap syukur alhamdulillah karena sudah bisa menang ke final. Rasanya senang sekaligus sedih ya, lantaran kami mengalahkan teman sendiri, teman dekat juga,” ungkap Ahsan usai pertandingan dalam rilis Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Lantas Ahsan memaparkan kunci kemenangan atas Fajar/Rian. Pebulutangkis berusia 35 tersebut mengaku permainan pantang menyerah merupakan kunci dalam memenangi pertandingan.

    Ahsan/Hendra memang tampak terus tertinggal dalam perolehan poin di dua gim awal. Kemudian di gim ketiga, Ahsan/Hendra mulai mengubah strategi. Hal itu pun membuat mereka dapat terus unggul dalam perolehan poin, sampai akhirnya mampu memenangi gim ketiga.

    “Di gim pertama saya rasa kami tertinggal cukup jauh. Namun kami berusaha untuk tidak menyerah dan berusaha mengubah strategi,” tutur Ahsan.

    “Kemarin saya bilang bisa masuk semifinal saja sudah tidak menyangka. Tapi ini bisa masuk final rasanya makin tidak menyangka,” imbuh Ahsan.

    Adapun Hendra mengklaim lebih fokus kepada permainan bersama Ahsan, terlepas dari siapa pun yang menjadi lawan di final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022. Ahsan/Hendra bakal menghadapi pemenang pertandingan semifinal lainnya, yaitu antara Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) vs Satwisairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India).

    “Besok siapa pun lawannya harus bisa siap diri sendiri dulu dan tetap fokus,” ungkap Hendra.

    Sekadar informasi, dari 10 pertemuan, Ahsan/Hendra lebih unggul daripada Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Pasangan yang memiliki julukan “The Daddies” itu sudah menang tujuh kali dari wakil negeri Jiran tersebut.

    Mengutip Okezone.com, Ahsan/Hendra juga memiliki catatan mentereng di BWF World Championship. “The Daddies” telah empat kali mencapai partai final BWF World Championship, termasuk tahun ini (2013, 2015, 2019, dan 2022).

  • Pasangan Malaysia Sulit Percaya Mampu Kalahkan Kevin/Marcus

    Pasangan Malaysia Sulit Percaya Mampu Kalahkan Kevin/Marcus

    TIKTAK.ID – Pasangan bulutangkis ganda putra asal Malaysia Aaron Chia dan Soh Woii Yik berhasil mengalahkan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon dalam laga babak perempatfinal bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Mereka sulit percaya mampu mencapai hasil tersebut.

    Pada laga nomor ganda putra di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo (Jepang) Kamis (29/7/21) pagi WIB, Kevin yang berpasangan dengan Marcus tumbang dengan skor 14-21 dan 17-21 dari unggulan asal Malaysia tersebut. Akhirnya, pasangan yang terkenal berjuluk Minions ini perlu angkat koper serta pulang lebih awal dari perkiraan dalam gelaran Olimpiade Tokyo 2020.

    Tumbangnya Kevin/Marcus tentu saja merupakan hal yang tak terduga, apalagi mereka merupakan pasangan ganda putra yang menempati peringkat nomor satu dunia. Bahkan dalam tujuh laga sebelumnya, pasangan Kevin/Marcus berhasil memperoleh kemenangan berturut tanpa kalah terhadap pasangan Aaron Chia/Soh Woii Yik!

    Sebagaimana dilansir DetikSport mengutip dari laman resmi BWF, Soh Woii Yik menyatakan bahwa keberhasilan mengalahkan pasangan Kevin/Marcus merupakan pencapaian yang luar biasa. Semakin istimewa lagi lantaran diraih dalam laga sebesar Olimpiade.

    “Saya sungguh-sungguh tak percaya jika kami menang atas mereka, terutama di Olimpiade. Sebelumnya, kami kesulitan mengalahkan mereka,” ujar Soh.

    “Ini merupakan pertandingan terbaik dalam karier saya,” lanjutnya.

    Aaron Chia menyatakan hal senada, sebagai pasangan yang dipandang bakal mengalami kekalahan lantaran tidak diunggulkan.

    “Tak ada yang berpikir bakal seperti ini hasilnya. Kami puas dengan kinerja sejauh ini. Kami bakal gunakan semangat yang sama pada babak selanjutnya,” terangnya.

    Aaron Chia/Soh Woii Yik sukses melanjutkan ke babak semifinal Olimpiade Tokyo 2020. Berikutnya, mereka akan berhadapan dengan pasangan ganda putra asal China Li Junhui/Liu Yuchen pada Jumat (30/7/21).

    Bagi Indonesia, di nomor ganda putra masih terdapat pasangan Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan yang sukses mengalahkan pasangan ganda putra asal Jepang K. Sonada/T. Kamura dengan skor 21-14, 16-21, dan 21-9 sehingga sukses melaju ke babak semifinal.

  • Ganda Putra Leo/Daniel Tak Keberatan Dijuluki ‘The Babies’

    Ganda Putra Leo/Daniel Tak Keberatan Dijuluki ‘The Babies’

    TIKTAK.ID – Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengatakan bahwa mereka tidak keberatan dengan julukan “The Babies” yang diberikan kepada pasangan peringkat 42 dunia tersebut. Leo sendiri mengaku tidak mengetahui soal julukan “The Babies”, karena julukan itu adalah pemberian dari penggemar badminton di Tanah Air.

    “Selama membawa keberuntungan, maka oke-oke saja [dijuluki The Babies]. Kami sudah tua juga, tapi tidak apalah, kalau nama itu memang membawa keberuntungan, kami terima saja,” ujar Leo saat Ngobrol Bareng media bersama PBSI secara virtual, Rabu (17/2/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Perlu diketahui, sebelum fokus di ganda putra, Leo sempat menjadi pemain ganda campuran bersama Indah Cahya Sari Jamil, ketika masih berstatus pemain junior. Selain itu, Leo juga sering main rangkap di ganda putra saat masih level junior.

    Pada 2018, Leo/Indah menjadi juara dunia di Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis di Kanada. Kemudian pada 2019, giliran Leo/Daniel yang meraih gelar juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis di Kazan, Rusia, setelah mengalahkan unggulan pertama asal China, Di Zi Jian/Wang Chang.

    “Sebetulnya siap saja [main rangkap di level senior]. Namun tenaganya tidak tahu, karena sudah lama tidak main [rangkap],” ucap Leo.

    “Kalau main di senior, permainannya beda. Di junior masih bisa diakali, masih bisa lawannya beda dua tahun, tapi sekarang lawannya di atas semua. Jadi kemungkinan besar tidak bisa main dua nomor sekaligus,” imbuhnya.

    Kemudian Leo menyatakan tidak sengaja memilih fokus di ganda putra. Ia melanjutkan, ketika terpilih masuk Pelatnas PBSI, Leo lolos melalui nomor ganda putra bersama Daniel, sehingga sejak itu ia memutuskan fokus ke ganda putra.

    “Di ganda putra auranya lebih dapat, dan kalau dari feel buat pertandingan, lebih enak buat ditonton, lebih cepat, serta lebih kuat. Sedangkan kalau di campuran, agak kurang dapat saja. Senang saja main di ganda putra, cowok sama cowok lebih tahu sifatnya, kalau cewek moodnya suka berubah,” terang Leo.

    Lebih lanjut, sebagai ganda pelapis, maka Leo/Daniel masih diharapkan untuk terus meningkatkan performa dan kualitasnya, baik ketika masih latihan maupun bertanding. Akan tetapi, raihan sebagai semifinalis di Yonex Thailand Open 2021 merupakan pintu bagi pasangan ini untuk terus berprestasi ke depan.