Tag: Fitur Whatsapp

  • WhatsApp Kembangkan Fitur Unggah Rekaman Suara di Status

    WhatsApp Kembangkan Fitur Unggah Rekaman Suara di Status

    TIKTAK.ID – WhatsApp diketahui melakukan inovasi untuk memanjakan pengguna yang hobi memasang status. Kali ini WhatsApp dikabarkan tengah mengembangkan fitur untuk mengunggah voice note atau rekaman suara di Status.

    Keberadaan fitur baru tersebut dilaporkan oleh tipster WABetaInfo. Mereka mengaku telah menemukan fitur ini di update WhatsApp beta untuk Android versi 2.22.16.3, seperti dikutip detik.com dari WABetaInfo, Jumat (15/7/22).

    Menurut WABetaInfo, voice note yang dibagikan sebagai status mungkin bakal disebut dengan “voice status”. Kehadiran fitur tersebut nantinya akan melengkapi fitur WhatsApp Status yang saat ini dapat digunakan untuk membagikan status dalam bentuk teks, foto, GIF, dan video.

    Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan oleh WABetaInfo, pengguna dapat mengirimkan voice note sebagai status WhatsApp dengan cara masuk ke tab Status, kemudian mengetuk ikon mikrofon yang berada di sudut kanan bawah.

    Namun karena fitur itu masih dalam tahap pengembangan, maka masih belum dapat diketahui bagaimana cara kerja fitur tersebut. Mungkin pengguna akan dapat merekam suaranya seperti mengirimkan voice note biasa di dalam chat.

    Selain itu, pengguna juga disebut-sebut akan bisa mengirimkan file dalam bentuk audio sama seperti di chat. Akan tetapi, hal itu hanya sekadar spekulasi. Belum diketahui juga apakah bakal ada batas durasi untuk setiap voice note yang diunggah pada WhatsApp Status.

    Lebih lanjut, WABetaInfo menyatakan voice note di status hanya akan dibagikan ke kontak yang sudah dipilih di pengaturan privasi. Sama seperti foto dan video yang diunggah melalui status, WhatsApp juga bakal melindungi voice note yang dikirim lewat status dengan enkripsi end-to-end.

    Tidak hanya itu, karena diunggah ke WhatsApp Status yang sifatnya ephemeral, maka konten audio yang dikirim lewat fitur ini dapat hilang secara otomatis usai 24 jam. Hal itu sama seperti status biasa.

    Kini fitur voice note untuk WhatsApp Status masih dalam tahap pengembangan dan masih belum tersedia untuk beta tester. Belum diketahui pula kapan WhatsApp bakal meluncurkan fitur ini kepada semua pengguna.

  • Tingkatkan Privasi Pengguna, WhatsApp Kembangkan Fitur Disappearing Mode

    Tingkatkan Privasi Pengguna, WhatsApp Kembangkan Fitur Disappearing Mode

    TIKTAK.ID – Aplikasi WhatsApp disebut sedang mengembangkan mode fitur baru, yakni Disappearing Mode atau menghilang. Fitur tersebut merupakan upaya dari WhatsApp untuk meningkatkan privasi pengguna di iOS dan Android.

    Seperti dilansir detiKINET pada Senin (17/5/21), dalam tangkapan gambar yang ditunjukkan oleh WABEtaInfo, ketika pengguna mengaktifkan Disappearing Mode, maka riwayat obrolan ataupun grup di WhatsApp akan menghilang secara otomatis, usai si penerima membaca pesan tersebut.

    “Saat pengguna sudah mengaktifkan Mode Menghilang, maka obrolan baru akan dimulai dengan pesan menghilang,” terang WABetaInfo.

    Fitur baru ini membuat pengguna tak perlu lagi direpotkan dengan mengaktifkan fitur Disappearing Message secara manual dan satu persatu di setiap pesan pribadi atau grup WhatsApp.

    Jika pengguna ingin mengaktifkan fitur ini, maka cukup membuka pengaturan, kemudian pilih Privasi dan pilih Disappearing Mode. Saat diaktifkan, pengguna akan mendapatkan petunjuk yang menyatakan ketika opsi ini diaktifkan pesan baru akan menggunakan Disappearing Messages.

    Mengutip Mobile Syrup, pengguna sebelumnya sudah dapat menikmati fitur aplikasi pesan Disappearing Message untuk 7 hari. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, pesan yang terkirim pun akan terhapus secara otomatis usai tujuh hari.

    Tidak hanya itu, WhatsApp juga berencana membuat fitur Disappearing Message dengan menghadirkan opsi hapus pesan secara otomatis setelah 24 jam. Akan tetapi, masih belum jelas kapan fitur tersebut akan segera dirilis untuk publik.

    Sekadar informasi, pada Sabtu (15/5/21) WhatsApp mulai memberlakukan kebijakan aturan privasi terbarunya. Bagi pengguna yang belum menyetujui aturan itu, maka perlahan akan kehilangan akses ke beberapa fitur WhatsApp hingga mereka menerima persyaratan baru.

    Pertama-tama, pengguna akan kehilangan kemampuan untuk mengakses daftar obrolan. Setelah itu, panggilan audio dan video akan berhenti berfungsi dan pengguna tidak akan lagi menerima pemberitahuan pesan baru di WhatsApp.

    Lebih lanjut, akun yang dianggap tidak aktif karena tidak menerima aturan privasi baru pada akhirnya akan dihapus usai 120 hari. Oleh sebab itu, cepat atau lambat pengguna yang ingin terus memakai WhatsApp harus menerima persetujuan tersebut.

  • WhatsApp Akan Luncurkan Panggilan Audio dan Video Via PC

    WhatsApp Akan Luncurkan Panggilan Audio dan Video Via PC

    TIKTAK.ID – WhatsApp disebut akan segera meluncurkan fitur panggilan audio dan video WhatsApp versi desktop atau Personal Computer (PC). Fitur tersebut pun melengkapi fitur sebelumnya, yakni fitur panggilan audio dan video WhatsApp versi ponsel dan tablet.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, dikabarkan penggunaan kedua fitur itu baru dapat digunakan oleh sejumlah pengguna WhatsApp di komputer. Mengutip pemberitaan situs WABetaInfo, fitur-fitur itu masih dalam tahap uji coba.

    Fitur itu menjadi kabar baik bagi pengguna PC dalam keseharian. Pasalnya, fitur panggilan audio dan video juga bisa digunakan untuk keperluan rapat jarak jauh yang dalam beberapa bulan terakhir populer di Indonesia.

    Gizmo China menyebut pengguna yang telah memperoleh kedua fitur itu dapat melihat tombol khusus tepat di sebelah ikon pencarian. Berdasarkan potongan gambar yang dipublikasikan oleh WABetaInfo, tampak ada ikon ponsel dan kamera.

    Sama seperti ketika menggunakan WhasApp di PC, pada fitur ini juga masih mengharuskan pengguna untuk menghubungkan smartphone mereka ke aplikasi desktop. Meski pada akhirnya setiap pengguna dapat melakukan panggilan audio atau video melalui komputer, masih belum diketahui apakah aplikasi desktop akan mendukung mikrofon atau kamera pihak ketiga.

    Untuk diketahui, fitur panggilan audio dan video WhatsApp untuk PC telah dikembangkan selama lebih dari dua tahun. Kemudian perusahaan berencana secara bertahap meluncurkan fitur itu kepada penggunanya dalam beberapa pekan ke depan.

    Selain itu, WhatsApp disebut secara acak akan mengaktifkan panggilan untuk pengguna tertentu. Mereka pun meminta pengguna yang tidak menerima fitur itu untuk bersabar.

    Sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir ini WhatsApp memang cukup gencar dalam memperbarui aplikasinya.

    Fitur terbaru yang telah diluncurkan yakni Whatsapp Business yang kini menyodorkan sejumlah fitur belanja. Di dalam aplikasi tersebut, tersedia sejumlah katalog belanja untuk kebutuhan pria dan wanita.

    Tidak hanya itu, WhatsApp juga berinovasi dari segi visual. Seperti peningkatan dari fitur wallpaper, peluncuran fitur pencarian stiker, serta paket stiker animasi terbaru.

  • Tak Perlu Khawatir ‘Kirim Pesan Salah Grup’ dengan Fitur Teranyar WhatsApp ini

    Tak Perlu Khawatir ‘Kirim Pesan Salah Grup’ dengan Fitur Teranyar WhatsApp ini

    TIKTAK.ID – WhatsApp diberitakan akan merilis fitur anyar yang bakal membantu penggunanya terhindar dari rasa malu disebabkan tak menyengaja berkirim pesan ke grup yang keliru.

    Fitur anyar ini yang sedang dikembangkan WhatsApp ialah mengganti latar belakang (wallpaper) bagi tiap orang atau grup WhatsApp. Supaya, pengguna bisa segera menilik grup atau kontak individu manakah yang tengah diajak chat (berbincang).

    Sebab, tidak jarang pengguna berkirim pesan melalui grup yang keliru akibat tidak sadar di grup manakah ia berkirim pesan. Dengan menjadikan latar belakang yang beragam bagi setiap grup dan personal, diharapkan dapat meminimalisasi kekeliruan tersebut.

    Sebagaimana dilansir CNN Indonesia dari TechRadar, Selasa (11/8/20), fitur anyar tersebut juga memberi kesempatan bagi pengguna menentukan latar belakang yang beragam guna dijadikan tema sistem yang lain. Dengan pilihan itu, pengguna bisa mempunyai satu desain berbeda agar digunakan dalam mode terang atau satu lagi sebagai mode gelap.

    Jika pilihan itu tak cukup, pengguna juga bisa menyesuaikan kecerahan wallpaper percakapan WhatsAppnya agar menjadi gampang dengan menurunkan warna pola atau gambar yang ditentukan sehingga memudar ke latar belakang serta tak mengganggu obrolan.

    Diterbitkan pula oleh WaBetaInfo, fitur ini bakal didapatkan sesudah WhatsApp mengirim pembaruan versi 2.20.90.21 via program beta yang kini telah diakhiri. Fitur ini dipandang sebagai tindakan besar dari WhatsApp yang tak pernah meluncurkan fitur bagi obrolan tertentu.

    Beberapa pihak juga berharap bisa mendapati lebih banyak fitur di waktu berikutnya, contohnya kemungkinan dalam menentukan pengaturan unduh otomatis aneka percakapan WhatsApp yang berbeda, baik di grup maupun personal.

    Ada juga kemungkinan berupa fitur anyar diluncurkan bersamaan dengan kebisaan dalam menggunakan sebuah akun WhatsApp pada sejumlah perangkat pengguna yang berbeda.

    WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan untuk gawai yang tersedia melalui sistem operasi Android di Google Playstore maupun IOS di iTunes. Aplikasi ini diluncurkan sejak Mei 2009 dan kini telah diakuisisi oleh Facebook.

  • Aturan Baru WhatsApp, Hanya Bisa Sekali Forward

    Aturan Baru WhatsApp, Hanya Bisa Sekali Forward

    TIKTAK.ID – Hingga kini, banyak orang ingin mencari tahu informasi terkait virus Corona. Namun, hal tersebut semakin membuat informasi hoaks meningkat. WhatsApp sebagai aplikasi pesan instan bakal menerapkan aturan baru. Salah satunya terkait pesan yang diteruskan atau forward.

    Menurut informasi dari Theverge, WhatsApp membuat sebuah batasan di pesan terusan. Pesan diteruskan tersebut telah diidentifikasi sebagai ‘highly forwarded’ yang dapat dikirim melalui rantai 5 orang dan kemudian hanya bisa diteruskan pada satu orang. Langkah tersebut dibuat untuk meminimalisir sejumlah informasi yang tidak benar melalui WhatsApp.

    Baca juga: Samsung S Voice Bakal Undur Diri dan Berhenti Beroperasi Mulai 1 Juni 2020

    “Kami tahu bahwasanya para pengguna lebih memilih memberikan informasi yang bermanfaat, video lucu, meme, refleksi, dan doa yang bermakna. Kemudian dalam beberapa hari terakhir, tidak sedikit dari mereka menggunakan WhatsApp dalam mengatur momen untuk mendukung para pekerja yang berada di garda terdepan itu, para tenaga medis,” tulis pernyataan resmi WhatsApp.

    “Kami juga melihat sebuah perkembangan yang signifikan dalam pesan penerusan yang isinya sangat luar biasa. Namun, tidak sedikit dari hal tersebut juga bisa diselipi dengan penyebaran informasi yang salah. Untuk memperlambat penyebaran pesan tersebut, WhatsApp kini hanya untuk percakapan pribadi.”

    Halaman selanjutnya…