Tag: fitur komunitas

  • WhatsApp Luncurkan Fitur Komunitas, Bisa Tampung 5.000 Anggota

    WhatsApp Luncurkan Fitur Komunitas, Bisa Tampung 5.000 Anggota

    TIKTAK.ID – Whatsapp diketahui telah meluncurkan fitur baru bernama komunitas yang mampu menampung sampai lima ribu anggota. Menurut manajer kebijakan publik Whatsapp Indonesia, Esther Samboh, fitur komunitas di Whatsapp itu adalah wadah untuk para pengguna grup supaya dapat saling terhubung dalam satu saluran komunitas.

    “Akhirnya Whatsapp bisa merilis fitur Komunitas tersedia di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” terang Esther, seperti dilansir CNNIndonesia.com, pada Kamis (3/11/22).

    Esther mengatakan bahwa fitur ini sama seperti kumpulan grup di Whatsapp. Bedanya, grup ini dapat terhubung dan disematkan dalam satu platform komunitas. Kalau dalam 100 sekolah punya baberapa grup kelas, makam grup kelas itu bisa terhubung dalam satu fitur komunitas.

    “Jadi kalo di sekolah ada istilah mading atau papan pengumuman. Di fitur ini admin akan dengan mudah memberikan pengumuman,” ucapnya.

    Artinya fitur komunitas dapat dipakai sebagai wadah pengumuman atau penyebaran informasi satu pintu dari kelompok atau komunitas tertentu. Akan tetapi yang bisa membunyikan pengumuman hanya admin. Pengumuman itu bisa berupa pesan, file foto, video, atau dokumen dengan kapasitas maksimal 2GB sekali kirim.

    Kemudian admin juga mendapat kuasa menghapus pesan yang dianggap keliru dalam saluran komunitas. Terdapat juga fitur panggilan video yang dapat diakses sampai 32 orang dan polling dalam chat.

    Esther mengingatkan kalau fitur ini diperuntukan sebagai wadah para anggota group. Jadi individu tidak dapat mengakses fitur tersebut.

    Untuk membuat fitur komunitas di Whatsapp, pengguna bisa mengklik ikon Komunitas yang ada di Whatsapp. Setelah itu masukkan nama komunitas, deskripsi, dan foto, lalu tekan lanjut. Pengguna dapat membuat grup atau tambah grup yang sudah ada. Grup pengumuman pun dibuat secara default.

    Esther menjelaskan, jika Komunitas diisi informasi yang tak relevan bagi komunitas, maka admin grup mampu menghapus pesan sampai mengeluarkan pengguna dari komunitas. Akan tetapi dia tidak menyampaikan berapa kapasitas group yang bisa terhubung dengan fitur tersebut.

    Esther menyebut pengguna tidak dapat mencari saluran Komunitas di kolom pencarian untuk tergabung dalam komunitas. Sebab, pangguna harus mendapat undangan dari admin komunitas atau masuk melalui tautan yang dibagikan admin.

  • WhatsApp Kembangkan Fitur Komunitas, Admin Grup Lebih Berkuasa

    WhatsApp Kembangkan Fitur Komunitas, Admin Grup Lebih Berkuasa

    TIKTAK.ID – WhatsApp disebut sedang merilis fitur baru bernama Komunitas. Dengan adanya fitur ini, admin akan lebih banyak kekuasaan atas grup.

    Mulanya, fitur ini ditemukan oleh XDA Developers pada Oktober lalu. Namun kini laman WABetaInfo sudah memastikan keberadaan fitur Komunitas itu.

    Seperti dilansir detik.com, WhatsApp dikabarkan masih mengembangkan fitur itu di Android dan iOS. WhatsApp juga telah melakukan pengujian di kalangan internal, sehingga masih belum ditemukan di versi Beta.

    Fitur Komunitas ini membuat admin mampu membuat grup dalam grup. Menurut informasi yang beredar, fitur Komunitas ini akan berguna jika sekelompok orang di dalam grup ingin membicarakan sebuah topik spesifik tanpa harus repot membuat grup baru.

    Contohnya, saat sebuah grup WhatsApp yang berisikan komunitas para gamer, ingin membicarakan topik berdasarkan judul game tertentu. Mereka pun dapat memakai fitur Communities tersebut, sehingga grup dipisahkan menjadi berbagai “kanal”.

    Fitur Komunitas ini pun dapat dibilang serupa dengan fitur kanal alias Channels di Discord. Jadi, sebuah grup WhatsApp bakal serupa dengan server Discord, sedangkan kanal-kanal yang sudah tersedia adalah fitur Communities WhatsApp.

    Kemudian seperti halnya grup WhatsApp, admin juga bisa memakai beragam fitur lainnya atau tools untuk mengelola percakapan yang berlangsung di dalam ruang percakapan itu. Salah satunya yaitu tools untuk mengundang calon “penghuni” ruang Communities lewat tautan atau kode QR, mengutip KompasTekno dari WABetaInfo, Selasa (9/11/21). Namun di luar fitur tersebut, masih belum jelas apa saja tools lainnya yang bisa digunakan oleh para admin Komunitas.

    Lebih lanjut, mengenai sistem keamanannya, WABetaInfo menyatakan bahwa percakapan telah dienkripsi end-to-end.

    Terkait tampilannya, tampak adanya sedikit perubahan dari obrolan grup biasa. Seperti yang ditunjukkan oleh WABetaInfo, ikon komunitas itu bakal berbentuk kotak dengan sudut membulat.

    Sebenarnya format fitur baru ini sudah sempat diaktifkan oleh WhatsApp, tapi kemudian dinonaktifkan lagi pada Oktober.

    Masih belum diketahui kapan WhatsApp bakal meluncurkan fitur barunya ini. Akan tetapi, keberadaan fitur Komunitas ini tentu akan makin memperpendek kesenjangan antara WhatsApp dengan kompetitornya, yaitu Telegram dan Signal, demikian dilansir The Verge, Senin (8/11/21).