Tag: film horor

  • Acha Septriasa Bintangi Film Horor ‘Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Desa Bunuh Diri’

    Acha Septriasa Bintangi Film Horor ‘Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Desa Bunuh Diri’

    TIKTAK.ID – Aktris Acha Septriasa kali ini terlibat dalam film bergenre horor terbaru garapan sutradara Anggy Umbara, yang berjudul “Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Desa Bunuh Diri”.

    Acha sendiri mengaku merasa senang dapat terlibat di film ini. Sebab, dia menilai hal ini merupakan kesempatan yang paling ditunggu-tunggu.

    “Aku senang dan tertarik karena memang Mas Anggy Umbara ini memberikan kesempatan pertama aku, apalagi horor. Kesempatan yang sudah aku tunggu-tunggu banget gitu, adegannya mesti seru,” ungkap Acha Septriasa dalam jumpa pers di kawasan Senayan Park, Jakarta Pusat, pada Jumat (8/9/23), seperti dilansir Kapanlagi.com.

    Dalam film “Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Desa Bunuh Diri”, artis berusia 34 tahun tersebut memerankan sosok Naya yang merupakan seorang dosen psikologi di sebuah kampus. Demi mendalami peran Naya, Acha bahkan melakukan riset langsung dengan mendatangi psikolog.

    “Kalau psikolog memang termasuk salah satu peran yang aku nantikan juga. Untuk riset karakter ini aku sempat mendatangi psikolog beneran ya,” tutur Acha.

    Lebih lanjut, Acha menceritakan pertemuannya dengan seorang psikolog. Acha mengatakan bahwa dirinya sempat berbohong demi bertemu dengan psikolog.

    “Saya sempat bohong, karena untuk bertemu psikolog itu susah. Akhirnya saya mengaku butuh psikolog, dan kalau ditanya seberapa anxiety gitu aku jawab saja akhirnya bisa sampai ketemu,” ucap Acha.

    “Tapi ketika sudah ketemu dengan psikolognya aku nggak mungkin bohong lagi kan, akhirnya aku jujur dan lain-lain. Kata psikolognya, ternyata yang selama ini aku pikir sehat, ternyata aku masih butuh psikolog,” imbuh Acha seraya tertawa.

    Untuk diketahui, film “Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Desa Bunuh Diri” dijadwalkan tayang bioskop mulai 14 September 2023. Tak hanya Acha Septriasa, film tersebut turut dibintangi oleh Natasha Wilona, Marsha Aruan, Ratu Felisha, dan Giulio Parengkuan.

    Film “Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Desa Bunuh Diri” bercerita mengenai Siena (Natasha Wilona), seorang gadis yang punya kemampuan untuk melihat tanda-tanda kematian seseorang seperti yang terjadi pada film sebelumnya.

  • Dea Annisa Bintangi Film Horor ‘Asrama Putri’

    Dea Annisa Bintangi Film Horor ‘Asrama Putri’

    TIKTAK.ID – Aktris Dea Annisa kembali hadir dengan karya terbarunya. Wanita yang juga dikenal dengan nama kecil Dea Imut itu terlibat dalam sebuah project film horor berjudul “Asrama Putri” yang merupakan karya pertama dari Puras Production.

    Dalam film “Asrama Putri”, Dea memerankan sosok Gwen, seorang mahasiswi dari salah satu kampus dan tinggal di asrama putri. Dari situ perjalanan horor Gwen dimulai.

    Dea mengungkapkan bahwa Gwen punya karakter yang berbeda dengan dirinya di kehidupan nyata. Dia menjelaskan, salah satunya yaitu Gwen merupakan sosok wanita yang berani dengan cerita horor.

    “Saya mahasiswi yang mencoba membuka satu atau dua misteri yang ada di dalam asrama putri. Beda sekali karakter Gwen sama aku sehari-hari. Gwen itu pemberani, kalau aku sih penakut banget,” ujar Dea Annisa di sela-sela proses syuting di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/1/23), seperti dilansir Kapanlagi.com.

    Kemudian Dea juga menceritakan ketertarikannya terlibat dalam film “Asrama Putri”. Dia menilai cerita dari film ini sangat berbeda dan menarik. Apalagi, kata Dea, “Asrama Putri” memberikan sensasi dan pengalaman yang berbeda bagi penonton dari beberapa film horor lainnya.

    “Kita enggak bergantung sama jump scare sih, tapi (tertarik karena) inti ceritanya. Kita juga enggak bergantung dengan set horor karena situasinya juga sudah horor dan mencekam,” ucap Dea.

    Film “Asrama Putri” sendiri secara garis besar bercerita mengenai seorang dosen baru di sebuah kampus. Dosen itu hadir bersamaan dengan kejadian kesurupan massal yang terjadi. Setelah itu, kejadian janggal kerap terjadi. Tak hanya hal-hal mistis yang ditampilkan, namun film garapan sutradara Wishnu Kuncoro tersebut juga mengangkat beberapa isu sosial yang terjadi.

    “Intinya film ini menceritakan soal kejadian aneh di dalam asrama dan terjadi di mahasiswi-mahasiswinya. Kita mengungkap hal-hal mistis yang ada, dan isu-isu sosial yang mau diangkat,” tutur Dea.

    Selain Dea Annisa, film “Asrama Putri” turut dibintangi oleh Samuel Rizal yang berperan sebagai Lazuardi. Terdapat pula aktor dan aktris berbakat lainnya seperti Mawar Butterfly, Monique Henry, Surya Rangga, dan lain-lain.

  • Dijuluki ‘Queen of Horror’, Ini Respons Shareefa Daanish

    Dijuluki ‘Queen of Horror’, Ini Respons Shareefa Daanish

    TIKTAK.ID – Aktris sekaligus model Shareefa Daanish diketahui menjadi salah satu pemain dalam film horor bertajuk “Rumah Kaliurang”. Aktris kelahiran 1982 tersebut memang sudah banyak membintangi sederet film horor Tanah Air. Hal itu pun membuat Shareefa digadang sebagai “Queen of Horror”.

    Akan tetapi, sosok yang dikenal lewat film “Rumah Dara” ini mengaku masih belum pantas jika dirinya mendapat julukan tersebut.

    “Sebenernya kalau dengan julukan Queen of Horror itu berat buat saya loh,” ungkap Shareefa dalam jumpa pers film “Rumah Kaliurang” di FX Sudirman, Jakarta, seperti dilansir Okezone.com.

    Shareefa menilai masih ada nama besar lain yang tidak akan pernah tergantikan, yaitu mendiang Suzanna. Shareefa pun menganggap legenda horor yang satu itu bakal tetap dikenang sebagai “Queen of Horror”.

    “Sejujurnya kalau bagi saya, saya selalu merasa Queen of Horror itu tetap Suzanna. Masih terngiang, dan masih menjadi legenda,” ucap Shareefa.

    Untuk diketahui, Shareefa telah berpengalaman berperan dalam film horor. Meski begitu, Wanita kelahiran London, 21 Juni 1982 ini menjanjikan sesuatu yang berbeda dari film “Rumah Kaliurang”.

    Shareefa menjelaskan, biasanya saat bermain dalam film horor, dia dibuat semenyeramkan mungkin supaya sukses menakuti penonton. Akan tetapi, Shareefa mengklaim kali ini penonton akan memperoleh sensasi horor dari situasi yang terjadi di film “Rumah Kaliurang”.

    “Saya merasa sebelumnya itu kebanyakan dari film saya, saya itu dibuat seram. Jadi saya yang menakut-nakuti penonton. Namun di film ini bukan saya yang menakut-nakuti penonton, melainkan situasinya itu yang membuat seram,” terang pemeran film “Asih” tersebut.

    Film “Rumah Kaliurang” sendiri ditayangkan melalui platform bioskoponline dan sudah mulai bisa ditonton sejak Selasa (25/10/22). Tidak hanya Shareefa Daanish, film “Rumah Kaliurang” juga diperankan oleh Randy Pangalila, Erika Carlina, Khiva Iskak, dan Wafda Saifan Lubis.

    Kelimanya diceritakan menjadi sahabat dekat yang tengah dalam perjalanan, tapi harus terhenti di depan rumah dan mereka pun memasukinya. Rumah yang disambangi itu ternyata merupakan rumah yang menyimpan kengerian di dalamnya.

  • Titi Kamal Ungkap Pengalaman Syuting ‘Jailangkung: Sandekala’ di Tengah Hutan

    Titi Kamal Ungkap Pengalaman Syuting ‘Jailangkung: Sandekala’ di Tengah Hutan

    TIKTAK.ID – Aktris Titi Kamal diketahui kembali ke layar lebar. Kali ini, istri Christian Sugiono tersebut memerankan tokoh Sandra dalam film horor terbaru, “Jailangkung: Sandekala”, yang disutradarai oleh Kimo Stamboel.

    Kemudian melalui acara Gala Premier film “Jailangkung: Sandekala”, Titi mengungkapkan pengalamannya ketika menjalani syuting film horor di tengah hutan. Titi mengaku tidak hanya berhadapan dengan suasana yang menyeramkan, tapi juga menemui kesulitan lain yang harus ia hadapi.

    “Saya berperan menjadi ibu hamil. Lokasi syuting juga medannya licin dan hujan, emang agak-agak berat dan enggak boleh terlalu ringan jalannya,” terang Titi di Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Senin (19/9/22), seperti dilansir Okezone.com.

    Titi mengatakan bahwa dirinya dituntut untuk berperan secara totalitas sebagai sosok wanita hamil yang terpaksa berkeliaran di tengah hutan. Oleh sebab itu, Titi mengingat masa-masa dirinya saat sedang hamil tua, supaya mendapat kemistri yang kuat.

    “Aku harus mengingat masa-masa hamil dulu, (dan) harus hati-hati sekali. Iya seru sih, karena aku harus mendalami banget, inget perubahan hormon saat hamil, emosionalnya, psikisnya, segala macam,” terang Titi.

    “Aku harus pikirin banget semuanya, perasaan si Sandra ini ketika kehilangan anak kayak gimana. Sejujurnya kejadian buruk pas liburan itu enggak diinginkan oleh keluarga mana pun,” sambungnya.

    Meski menikmati peran sebagai Sandra, tapi Titi juga tak lepas dari beberapa adegan terberat saat syuting. Salah satunya, kata Titi, ketika dia harus berlari di hutan.

    “Lumayan berat, adegan lari-lari di hutan, sedang hamil gede, jadi harus pelan-pelan. Apalagi dengan kondisi hutan yang banyak ranting-ranting, hujan, licin, becek, jangan sampai berlebihan,“ ungkap Titi.

    Perlu diketahui, dalam film “Jailangkung: Sandekala”, Titi Kamal bakal beradu akting dengan sejumlah aktor dan aktris Tanah Air. Mulai dari Dwi Sasono, Syiga Hadju, sampai Muzaki Ramdhan.

    Titi pun berharap agar film ini dapat membawa pesan dan menghibur para penonton di bioskop pada 22 September 2022 mendatang.

    “Proyek ini kita buat dengan sepenuh hati. Semoga kalian suka sama hasilnya,” ujar Titi.

  • Tara Basro: Tempat Syuting ‘Pengabdi Setan 2’ Punya Hawa Mistis

    Tara Basro: Tempat Syuting ‘Pengabdi Setan 2’ Punya Hawa Mistis

    TIKTAK.ID – Aktris Tara Basro mengungkapkan pengalamannya saat menjalani syuting film “Pengabdi Setan 2: Communion”.

    Tara Basro mengatakan bahwa syuting film kali ini lebih seram dari yang pertama. Sebab, dia menyatakan lokasi rumah susun yang menjadi tempat syuting “Pengabdi Setan 2” memang sudah selama 15 tahun tidak ditinggali.

    “Kalau syuting ini kayaknya lebih seram yang kedua, karena lokasinya juga lebih seram. Ceritanya juga seru. Memang dari awal Bang Joko Anwar sudah berkomitmen kalau Pengabdi Setan 2 semuanya harus lebih, baik dari segi teknikal, kamera, suara, dan akting, semuanya harus lebih baik,” terang Tara Basro di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (2/8/22), seperti dilansir Kapanlagi.com.

    Tara Basro menjelaskan, walaupun dirinya tidak mengalami kejadian aneh-aneh, tapi dia tetap merasakan hawa-hawa mistis selama syuting di rumah susun tersebut. Meski begitu, dia mengaku selalu berusaha fokus selama syuting berlangsung.

    “Enggak ada (kejadian aneh), kalau hawa-hawa iya pasti ada. Tapi balik lagi saat itu sedang bekerja jadi hal-hal kayak gitu enggak bisa diambil pusing begitu. Ada banyak hal-hal yang harus dikonsentrasiin karena itu bangunannya sudah lama enggak ditinggali jadi lumayan berbahaya,” ujar Tara Basro.

    “Kalau waktu syuting sih enggak takut ya karena ramai-ramai dan pas syuting memang lagi konsentrasi tinggi biasanya,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Tara Basro mengaku pada film “Pengabdi Setan 1” dia sempat kabur karena tak berani nonton. Namun untuk kali ini, Tara Basro justru lebih penasaran dengan hasilnya.

    “Karena takut (nonton Pengabdi Setan 1), tapi kalau yang kedua ini aku justru penasaran. Jadi meski takut aku harus memaksakan menonton karena nggak sabar melihat akting semuanya, gambarnya, semuanya,” tutur Tara Basro.

    “Sebab, dalam satu film dapat berbagi genre. Ada lucunya, ada seramnya, ada bahagianya, jadi film yang seru untuk dinikmati sama teman-teman dan keluarga,” sambungnya.

    Lantas ketika ditanya apakah ada kemungkinan film Pengabdi Setan 3, Tara Basro menyerahkan semuanya kepada sang sutradara, Joko Anwar.

    “Yang ini saja dulu dinikmati ya. Kalau misalkan oke, mungkin Bang Joko mau bikin yang ketiga,” ucap Tara Basro.

    “Pengabdi Setan 2: Communion” sendiri sudah tayang di bioskop seluruh Indonesia sejak 4 Agustus 2022. Selain Tara Basro, film tersebut juga dibintangi oleh Ayu Laksmi, Bront Palarae, Endy Arfian, Ratu Felisha, Jourdy Pranata, dan lainnya.

  • Waspadai Dampak Buruk Film Horor bagi Psikis Anak

    Waspadai Dampak Buruk Film Horor bagi Psikis Anak

    TIKTAK.ID – Kini tak sedikit cerita horor yang viral di sosial media, lalu diangkat menjadi buku dan film. Salah satunya kisah “KKN di Desa Penari” yang rilis di bioskop pada 30 April 2022. Banyak anak-anak kecil dan remaja yang mulai penasaran dengan hal-hal yang berbau mistis dan mencekam.

    Untuk itu, ada peringatan mengenai batas usia untuk pemirsa yang bisa menyaksikan film tersebut. Meski begitu, ajakan atau tantangan dari teman sebaya, konten acak yang muncul di internet, dan rasa ingin tahu bakal mengekspos anak pada konten horor yang menyeramkan.

    Padahal, film horor bisa menimbulkan sejumlah efek pada kejiwaan seseorang, terutama anak kecil dan remaja.

    Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Harrison dan Cantor dari University of Wisconsin pada 150 mahasiswa di Michigan dan Wisconsin, 90 persen dari responden melaporkan reaksi ketakutan yang mereka alami ketika masa kanak-kanak atau remaja.

    Menurut hasil studi tersebut, 52 persen mengaku mengalami kesulitan tidur dan gangguan makan serta meningkatnya kecemasan. Kemudian 26 persen turut mengatakan masih mengalami “kecemasan residual” hingga saat ini.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini sejumlah efek negatif pada psikologis anak yang dapat ditimbulkan dari menonton film bergenre horor, menurut penelitian Dr. Dhyan Singh pada anak-anak di kota Dharamsala, India.

    Perasaan ketika sedang menonton film seram:

    1. Menangis atau menjerit
    2. Gemetar
    3. Detak jantung meningkat
    4. Kedinginan dan perasaan melumpuhkan
    5. Berkeringat, menggigil, sesak napas, dan takut pada kematian

    Durasi akan mengingat adegan seram:

    1. Kurang dari seminggu
    2. Kurang dari 15 hari
    3. Sampai tiga bulan
    4. Kurang dari seminggu

    Dampak tontonan seram terhadap anak-anak:

    1. Tidak bisa tidur nyenyak selama beberapa malam
    2. Merasa seperti diikuti oleh seseorang
    3. Takut kegelapan
    4. Teringat wajah hantu yang ada di film
    5. Terbangun sepanjang malam
    6. Menghindari tempat, situasi, dan orang seperti yang digambarkan pada film horor
    7. Memengaruhi studi
    8. Muncul perilaku agresif dan membahayakan diri sendiri

    Oleh sebab itu, diperlukan peran orang tua dalam mencegah, mengurangi, dan memberikan hiburan bagi anak yang jauh dari hal-hal menyeramkan. Orang tua sebaiknya mengawasi tontonan anak-anak, serta mendampingi ketika anak menonton televisi atau bermain game online.

  • Wulan Guritno Bintangi Film Horor ‘Tumbal Musyrik’

    Wulan Guritno Bintangi Film Horor ‘Tumbal Musyrik’

    TIKTAK.ID – Artis Wulan Guritno diketahui ikut terlibat dalam film horor bertajuk “Tumbal Musyrik”. Berdasarkan foto yang baru saja dihadirkan, film garapan rumah produksi WD Pictures tersebut tampak menghadirkan aura seram.

    Film “Tumbal Musyrik” berada di bawah arahan duo sutradara Faozan Rizal dan Bambang Drias. Kemudian “Tumbal Musyrik” diproduseri oleh pengacara Rofiq Ashari yang berkolaborasi dengan Baiq Diana Susilawaty dan Rizal Biladina.

    Film “Tumbal Musyrik” bercerita mengenai orang yang ingin cepat kaya dengan cara pesugihan. Film ini pun diklaim kental dengan aura seram, gelap, dan kelam. Bahkan pemain dan kru mengaku merasakan aura seram di lokasi syuting.

    “Pada saat di lokasi syuting, sejumlah kru sempat mengalami kejadian-kejadian aneh dan diganggu oleh makhluk halus berkali-kali. Sebab, lokasi syuting film Tumbal Musyrik berada di tengah hutan yang dikenal sangat angker,” ungkap Rofiq Ashari, seperti dilansir Okezone.com.

    Tidak hanya Wulan Guritno, film “Tumbal Musyrik” juga dibintangi oleh Sahila Hisyam, Bhisma Mulia, Agla Artalidia, Mathias Muchus, Rizki Tama, Egli Fedli, Inggrid Wijanarko, dan Iqi Rabbani.

    Rofiq Ashari menyatakan film “Tumbal Musyrik” tidak hanya dipasarkan di Indonesia, melainkan dia juga berencana mencoba pasar Asia Tenggara.

    “Iya betul, rencananya kami akan menayangkan juga di negara Asean. Contohnya di Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, dan lainnya,” terang Rofiq Ashari dan Baiq Diana Susilawaty.

    Sekadar informasi, film “Tumbal Musyrik” merupakan proyek terbaru Wulan Guritno, usai sebelumnya berperan dalam “Jakarta Vs Everybody”. Film itu menyuguhkan soal kerasnya sisi gelap kehidupan di Jakarta.

    Perempuan berusia 40 tahun ini pun mengatakan ada banyak fakta soal sisi gelap kehidupan Ibu Kota yang diangkat dalam film “Jakarta Vs Everybody”. Dia menganggap cerita tersebut dapat membuka mata penonton mengenai realitas sosial di Jakarta.

    “Jendela untuk teman-teman, supaya bisa melihat sisi lain dari kota Jakarta. Ini dark dealing (sisi gelap) paling bawah,” jelas lawan main Jefri Nichol itu, mengutip Jpnn.com.

    Tidak hanya itu, Wulan berpendapat film “Jakarta Vs Everybody” memiliki sisi positif yang dapat dijadikan pelajaran tentang kehidupan.

  • Titi Kamal Ungkap Pengalaman Syuting Kesurupan untuk Film ‘Makmum 2’

    Titi Kamal Ungkap Pengalaman Syuting Kesurupan untuk Film ‘Makmum 2’

    TIKTAK.ID – Aktris Titi Kamal diketahui terlibat dalam film horor “Makmum 2” yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto. Titi Kamal mengatakan jika dibandingkan dengan film pertama, dirinya melakukan lebih banyak hal menantang.

    Titi Kamal mencontohkan saat sedang menjalani pengambilan gambar di Gunung Papandayan. Dia menceritakan, pada jam empat pagi di tengah suasana dingin menyengat, ia harus beradegan kesurupan dengan memakai tali sling.

    “Aku syuting adegan itu (kesurupan) di Gunung Papandayan saat jam empat pagi. Badan aku digantung pakai sling, terus harus teriak-teriak sampai suara sampai habis,” ujar Titi Kamal di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (23/12/21) malam, seperti dilansir Kapanlagi.com.

    Titi Kamal juga mengaku selama syuting adegan kesurupan itu, dia harus memakai kostum berupa busana dengan kain tipis. Untuk itu, selama menunggu jalannya pengambilan gambar, Titi Kamal mengenakan jaket tebal supaya badannya tidak sampai sakit.

    “Jam empat pagi aku harus tetap on. Padahal suhu di sana dua belas derajat dan pakai baju tipis. Mana suasana habis hujan, jadi dinginnya sampai ke tulang. Sambil nunggu take, pakai jaket yang tebal banget. Tapi seru sih, karena jadi pengalaman,” ungkap istri Christian Sugiono tersebut.

    Titi Kamal mengklaim perlu berpikir panjang sebelum menerima tawaran terlibat “Makmum 2”. Dia menjelaskan, film pertama cukup sukses, bahkan diapresiasi di Malaysia, sehingga ia sedikit merasa terbebani.

    “Jujur saja saya selalu berpikir lebih dalam jika ditawari film horor. Walaupun sudah pernah membintangi film sebelumnya, saya meminta waktu untuk mendalami skenario, sebelum akhirnya saya menerima untuk tampil di film horor ini,” jelas Titi Kamal.

    “Mulanya terbebani, tapi saat aku baca ceritanya ternyata matang banget. Semua karakter dan pemainnya bener-bener bagus banget, sehingga aku jadi hilang semua kekhawatiran, dan sudah optimis sekarang,” ucap Titi Kamal.

    “Makmum 2” sendiri mengangkat kisah Rini yang tengah berduka karena suaminya meninggal. Lantas bersama anak semata wayangnya, Rini memutuskan untuk pulang ke kampung halaman.

    Namun ketika berada di kampung, anak Rini menghilang secara misterius. Hal itu pun membuat Rini kembali terikat dengan hantu makmum yang hampir membuat nyawanya melayang bertahun-tahun lalu. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 30 Desember mendatang.