Tag: Fathul Wahid

  • Tolak Wacana Izin Tambang untuk Perguruan Tinggi, Rektor UII: Integritas Akademik Jadi Taruhan

    Tolak Wacana Izin Tambang untuk Perguruan Tinggi, Rektor UII: Integritas Akademik Jadi Taruhan

    TIKTAK.ID – Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid menyatakan menolak wacana perguruan tinggi bakal diberikan izin usaha mengelola lahan tambang. Ia pun memaparkan beragam alasan mengenai penolakan tersebut.

    “Industri ekstraktif sudah terbukti mengakibatkan kerusakan lingkungan. Bila kampus ikut terlibat dalam sektor ini, maka integritas akademiknya akan menjadi taruhan. Tak jarang, masyarakat di sekitar wilayah pertambangan juga terdampak buruk,” ujar Fathul, seperti dilansir Tempo.co.

    Kemudian Fathul menegaskan, bila izin kelola tambang dianggap sebagai hadiah dari Pemerintah, sangat mungkin perguruan tinggi yang menjadi rumah intelektual akan semakin parau suaranya saat terjadi ketidakadilan atau penyalahgunaan kekuasaan. Selain itu, penolakan Fathul ini juga terjadi lantaran perguruan tinggi bisa terlenakan dari misi utamanya sebagai lembaga pendidikan.

    Baca juga : PBNU Bentuk Satgas Bantu Percepatan MBG untuk 5 Juta Santri 

    “Orang Jawa menyebutnya sebagai ‘milik nggendong lali’. Keinginan untuk menggapai sesuatu yang lain bisa melupakan misi awalnya,” tutur Fathul.

    Menurut Fathul, alasan lain dari penolakannya terhadap wacana perizinan tambang untuk perguruan tinggi adalah logika kampus yang sejatinya dijalankan dengan prinsip nirlaba, berpotensi dirusak dengan logika bisnis.

    Pasalnya, kata Fathul, logika bisnis tidak jarang mengejar keuntungan sebesar-besarnya dengan godaan pengabaian etika, termasuk tak mempertimbangkan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan.

    Baca juga :  Begini Reaksi Prabowo Saat Sidak Langsung Program MBG di Jaktim

    “Saya masih belum percaya dengan yang mengatakan, jika kampus mengelola usaha pertambangan, maka uang kuliah akan semakin murah. Jangan-jangan yang semakin kaya justru para elite dan pemilik perguruan tinggi,” ucap Fathul.

    Oleh sebab itu, Fathul menyarankan, jika memang Pemerintah ingin membantu perguruan tinggi dalam pendanaan, masih banyak cara lain yang bisa dipilih. Dia menilai salah satu cara yang bisa dilakukan Pemerintah yaitu meniadakan pajak lembaga dan mempermudah perguruan tinggi membuka usaha bersih lainnya.

    Sebelumnya, Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat atau Baleg DPR RI telah menyepakati hasil penyusunan Rancangan Undang-Undang Mineral dan Batubara (RUU Minerba) menjadi usulan inisiatif DPR. Adapun salah satu penyampaian usulan DPR yaitu pemberian izin usaha tambang secara prioritas pada perguruan tinggi.

  • Tinjau Pameran Lukisan, Rektor UII: Bangkitkan Kembali Kesadaran Kolektif atas Perjuangan Palestina

    Tinjau Pameran Lukisan, Rektor UII: Bangkitkan Kembali Kesadaran Kolektif atas Perjuangan Palestina

    TIKTAK.ID – Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid menekankan soal pentingnya membangkitkan kembali kesadaran kolektif terhadap situasi Palestina yang sampai saat ini terus mengalami penindasan.

    Fathul menyampaikan hal itu ketika meninjau pameran lukisan bertema “Dari Indonesia ke Palestina: Refleksi Setahun Tragedi Kemanusiaan” yang digelar di Gedung Moh Hatta UII, pada Senin (7/10/24).

    Fathul menjelaskan, walaupun perhatian dunia terhadap isu Palestina memang kerap muncul, namun kesadaran masyarakat dapat menurun seiring berjalannya waktu.

    “Ini ikhtiar untuk kembali melantangkan kesadaran kolektif bahwa saudara-saudara kita di Palestina masih memerlukan perhatian kita. Ini juga penting karena biasanya kalau waktu berlalu, kesadaran itu bisa menurun dan kita harus bangkitkan kembali,” ungkap Fathul Wahid, seperti dilansir Beritasatu.com.

    Baca juga : Sindir Menantu Jokowi, Hasto: Kalau Partai yang Membesarkan Ditinggalkan Apalagi Rakyat

    Adapun pameran dan seminar ini diselenggarakan oleh UII, bekerja sama dengan Embun Kalimasada Yayasan Badan Wakaf UII dan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Tidak hanya pameran lukisan, seminar yang berlangsung di Gedung Kuliah Umum Sardjito UII itu turut menghadirkan sejumlah pembicara, termasuk Ketua EMT MER-C Indonesia, dr Arief Rachman, dan Prof Dr Sefriani dari Fakultas Hukum UII.

    Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap situasi Palestina, serta mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas. Pasalnya, tragedi kemanusiaan yang terjadi sejak 75 tahun silam dan khususnya sejak 7 Oktober 2023 lalu itu sudah merenggut ribuan nyawa, termasuk perempuan dan anak-anak, yang terus menjadi perhatian dunia.

    Meski begitu, tindakan brutal yang dilakukan oleh Israel belum sepenuhnya memperoleh respons tegas dari kekuatan internasional. Padahal sudah banyak negara mengutuknya di forum-forum internasional.

    Baca juga : Sejumlah Komunitas di Bengkulu Gelar Titik Temu, Ajak Masyarakat Tunaikan Janji Konstitusi untuk Kemerdekaan Palestina

    Lebih lanjut, Fathul berharap melalui pameran dan seminar ini, masyarakat mampu lebih memahami tantangan yang dihadapi oleh Palestina serta peran yang dapat diambil dalam mendukung perjuangan mereka.

    “Kita perlu terus meningkatkan kesadaran dan solidaritas terhadap Palestina, supaya perjuangan mereka tidak terlupakan,” tegas Fathul.

    Sekadar informasi, pameran lukisan ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan dan menampilkan sebanyak 65 karya terpilih. Tiga di antara lukisan itu akan mendapatkan penghargaan sebagai karya terbaik.