Tag: Ekonomi Anjlok

  • Wabah Corona Bikin Ekonomi Anjlok, Benarkah Pengusaha Boleh Cicil atau Tunda THR Lebaran?

    Wabah Corona Bikin Ekonomi Anjlok, Benarkah Pengusaha Boleh Cicil atau Tunda THR Lebaran?

    TIKTAK.ID – Virus Corona memberi dampak besar pada ekonomi, termasuk kegiatan usaha. Bisnis yang terpukul membuat sejumlah pengusaha mengeluhkan sulit membayarkan Yunjangan Hari Raya (THR).

    Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, pembayaran THR diatur oleh regulasi, sehingga wajib bagi pengusaha untuk membayar THR.

    “Karena bersifat wajib, menurut saya tentu harus dikasih,” ujar Tauhid, seperti dilansir detikcom, Minggu (5/4/20).

    Meski begitu, Tauhid mengaku memahami kondisi saat ini yang serba sulit. Dia pun menyebut setidaknya ada beberapa opsi agar pengusaha tetap membayar THR.

    Baca juga: Strategi Hambat Corona, Ma’ruf Amin Minta MUI Terbitkan Fatwa Haram Mudik

    Ia menyatakan, pertama, pengusaha dapat membayar THR dengan mencicil. Kedua, pengusaha dapat menunda membayar THR sampai kondisi normal.

    “Ada dua hal mungkin karena situasi, apakah ini dicicil berdasarkan kemampuan perusahaan, atau ditunda sampai memang kembali normal. Artinya kewajiban itu yang ditangguh,” jelas Tauhid.

    Tauhid juga memaparkan, opsi lain ialah Pemerintah memberikan bantuan dengan bunga yang sangat ringan. Langkah ini, kata Tauhid, sebagai upaya untuk mencegah perusahaan melakukan PHK besar-besaran.

    Halaman selanjutnya…

  • Himpunan Pengusaha Pribumi: WNI Eks Kombatan ISIS Pulang, Ekonomi RI Terancam Tumbang

    Himpunan Pengusaha Pribumi: WNI Eks Kombatan ISIS Pulang, Ekonomi RI Terancam Tumbang

    TIKTAK.ID – Pro-kontra terkait wacana pemulangan eks penganut ideologi Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) masih ramai diperbincangkan karena diprediksi bakal memberikan dampak relatif signifikan di Indonesia.

    Fatalnya, bukan hanya dampak terhadap keamanan yang ditengarai bakal terancam akibat kebijakan ini jika benar-benar jadi diterapkan, melainkan juga dampak terhadap ekonomi pun juga ikut terancam.

    Begitulah prediksi Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Sarman Simanjorang dalam siaran persnya, Minggu (9/1/20) seperti dilansir laman RMOL.

    “Wacana pemulangan eks ISIS kembali ke Tanah Air secara psikologis akan mengganggu iklim usaha dan investasi,” kata Sarman Simanjorang.

    Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) ini kemudian menyarankan kepada Pemerintah agar memikirkan secara matang sebelum memutuskan membawa 600 kombatan ISIS dari Timur Tengah.

    Sebab, pelaku usaha tidak hanya memastikan kemudahan regulasi saat ingin menanam modal di Indonesia. Akan tetapi, aspek keamanan dan kenyamanan juga menjadi indikator yang mereka perhitungkan.

    “Untuk menarik investor masuk ke Indonesia, di samping memberikan kemudahan melalui regulasi dan insentif, tidak kalah penting adalah kita juga harus mampu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan,” terang Sarman.

    “Akan sia-sia semua program Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja jika wacana pemulangan eks ISIS ini terus bergulir,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj juga menolak rencana pemulangan WNI eks ISIS ini oleh Pemerintah.

    Salah satu alasannya, karena penolakan serupa juga dilakukan oleh negara-negara lain terhadap warga negaranya yang bergabung menjadi simpatisan ISIS. Itulah sebabnya, Said menilai seharusnya Indonesia juga melakukan hal yang sama.

    Sementara Presiden Jokowi sendiri, meski mengakui secara pribadi lebih cenderung menolak wacana pemulangan tersebut, namun berjanji bahwa keputusan akhir Pemerintah baru akan diambil setelah melakukan rapat terbatas dengan beberapa kementerian terkait.