Tag: Cover Lagu

  • Azhardi Athariq Cover ‘I Just Couldn’t Save You Tonight’ Bareng Bunga Delia

    Azhardi Athariq Cover ‘I Just Couldn’t Save You Tonight’ Bareng Bunga Delia

    TIKTAK.ID – Azhardi Athariq adalah penyanyi jebolan Indonesian Idol Special Season yang berhasil lolos hingga masuk ke babak Top 6. Pria kelahiran 2002 tersebut pun sempat mencuri banyak perhatian ketika mengikuti audisi Indonesian Idol, lantaran memiliki suara yang berkarakter.

    Azhardi Athariq sendiri baru lulus dari bangku SMA saat mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol.

    Sukses dengan penampilan-penampilan hebatnya, Azhardi lantas menghibur penggemar dengan konten-konten seru seperti vlog dan cover lagu, yang diunggah di YouTube channel miliknya, AthariqOfficial.

    Salah satu cover lagu Azhardi yang paling berkesan yakni ketika ia menyanyikan lagu “I Just Couldn’t Save You Tonight” yang dipopulerkan oleh Ardhito Pramono dan Aurelie Moeremans. Lagu “I Just Couldn’t Save You Tonight” itu adalah salah satu soundtrack dalam film “Story of Kale: When Someone’s in Love” yang dirilis pada 2020 silam.

    Dalam cover tersebut, Azhardi tidak sendirian, melainkan ditemani oleh penyanyi Bunga Delia. Perpaduan antara suara Azhardi Athariq dan Bunga Delia pun terdengar sangat merdu waktu menyanyikan lagu tersebut. Bahkan penggemar langsung membanjiri kolom komentar dengan dukungan dan pujian kepada idolanya.

    Untuk diketahui, pria asal Depok ini sebenarnya sempat berencana melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi setelah lulus dari SMA, namun dia terhalang oleh pandemi. Azhardi lantas memutuskan untuk fokus dengan kariernya di dunia tarik suara.

    Ternyata Azhardi sudah sejak lama kerap mengolah vokalnya. Saat masih SMA, Azhardi memang telah memulai kariernya di bidang musik bersama band bernama Rainyfea. Band itu meluncurkan single sendiri berjudul “Suffer”—yang telah didengarkan 3,4 ribu kali di YouTube.

    Mengutip Tribunnews.com dari akun Instagramnya (@rainyfea), band tersebut juga sudah pernah manggung di berbagai sekolah dan gig musik lokal.

    Kemudian selain bernyanyi, Azhardi juga memiliki hobi bermain bola. Dia sempat mengunggah foto di akun Instagramnya yang memperlihatkan dirinya tengah bermain bola sendirian di lapangan tempat tinggalnya.

    “Weekend routine! Siapa yang kangen olahraga bareng teman? SAYAAA”, tulis Azhardi dalam caption foto.

  • Vokalis Kahitna Soroti Masalah Cover Lagu di Media Sosial

    Vokalis Kahitna Soroti Masalah Cover Lagu di Media Sosial

    TIKTAK.ID – Vokalis Kahitna, Mario Ginanjar, ikut menyoroti sejumlah permasalahan yang muncul dari maraknya penyanyi yang meng-cover lagu dan diunggah di media sosial. Untuk diketahui, dalam praktiknya tak gampang bagi kreator untuk menghubungi dan mengurus lisensi sinkronisasi dengan penerbit lagu.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, maka YouTube menyediakan sistem yang disebut Content ID atau sidik jari digital. Sistem itu akan menganalisis setiap video yang diunggah melalui YouTube untuk menentukan apakah video tersebut mengandung material dengan hak cipta. Mulai dari rekaman audio, komposisi, hingga video.

    YouTube kemudian akan secara otomatis mengklaim sebuah video atas nama sang pemegang hak cipta. Dengan Content ID, bila seseorang mengunggah lagu cover, YouTube akan tahu kalau yang bersangkutan bukan pemegang hak cipta lagu tersebut. Penerbit lagu selaku pemegang hak cipta pun bisa mengklaim lagu itu, sehingga semua hasil dari video akan menjadi milik penerbit lagu, bukan kreator.

    Lebih lanjut, melihat kondisi yang kurang memberi motivasi dan insentif bagi kreator untuk berkarya, V-Entertainment meluncurkan inisiatif VID (Virtual Indonesia Validation and Distribution). Mereka akan menjembatani kreator dengan penerbit lagu sehingga para kreator memperoleh ruang kebebasan dan perlindungan dalam memproduksi lagu cover.

    “Alasan saya bergabung yaitu sebagai penghormatan kepada para idola saya dari zaman dulu. Melalui VID saya dapat membuat cover lagu-lagunya secara resmi,” ujar Mario yang ikut bergabung sebagai kreator di program VID, seperti dilansir Okezone.com.

    Sementara itu, Manajer Bisnis V-Entertainment, Ivan Edbert menjelaskan VID bakal menjembatani kreator dan publisher dengan menyediakan katalog lagu-lagu yang sudah diurus lisensi sinkronisasinya. Ia mengatakan kreator hanya perlu menghubungi VID untuk mengetahui lagu-lagu mana yang bisa dibuat cover tanpa khawatir masalah hak cipta.

    “Kreator juga akan menerima bagi hasil dari monetisasi YouTube. Semuanya didasarkan pada kerja sama yang transparan. Dengan begitu, baik kreator dan publisher mendapatkan manfaat dari sebuah konten cover yang diunggah di YouTube,” terang Ivan dalam syukuran peluncuran program VID di kantor Eventori.

  • Rhoma Irama Tanggapi Aksi Cover Lagu Komersial di YouTube

    Rhoma Irama Tanggapi Aksi Cover Lagu Komersial di YouTube

    TIKTAK.ID – Saat ini semakin banyak penyanyi yang meng-cover lagu kemudian diunggah di YouTube untuk mencari pundi-pundi pemasukan atau komersial. Hal itu pun meresahkan sejumlah musisi, karena hal itu dinilai melanggar etika. Pasalnya, penyanyi yang meng-cover lagu tidak izin kepada pemilik lagu atau publishing yang menaungi.

    Menanggapi hal itu, penyanyi dangdut Rhoma Irama melihat perlu adanya aturan yang jelas. Meski begitu, ia mengatakan aturan tersebut tak boleh mengekang dan lantas mematikan kreativitas.

    “Saya rasa kita semua mendukung adanya aturan yang jelas, tapi dengan catatan jangan sampai masyarakat jadi ketakutan. Sebab, menampilkan karya seni jika harus berizin, ini sulit diimplementasikan,” ujar Rhoma, seperti dilansir Okezone.com.

    “Contohnya kemaren saat saya bawa temen-temen ke stasiun TV, mereka menuntut harus berizin, namun TV menjawab, menemui penciptanya susah. Misalnya live concert yang formal, atau pesta-pesta pernikahan, kalau itu harus berizin, maka akan sepi dari bermusik, barang kali hal ini yang harus ditinjau ulang,” lanjut Rhoma Irama dalam diskusi konferensi pers virtual Bela Hak Cipta bersama HP Music.

    Lebih lanjut, musisi kawakan lainnya, Candra Darusman menyebut pembuat undang-undang harus memahami industri musik. Dengan begitu, kata Candra, mereka bisa membuat aturan tanpa harus mengebiri kreativitas.

    “Musuh kita bersama yakni kekurangan pemahaman atas apa yang terjadi di dunia seni musik,” tutur Candra.

    Ia menyatakan aturan tersebut harus jelas, sehingga musisi tak dirugikan, dan instrumen hukum tak menghambat kreativitas.

    “Aturan itu bukan untuk mengecilkan pencipta lagu, saya bicara jangan sampai over use, istilahnya menggunakan senjata itu terlalu kuat, sehingga mematikan kreativitas. Jika salah maka tetap salah, tapi jangan sampai anggota masyarakat yang berkreasi malah jadi takut. Ini bisa mematikan dunia kreativitas,” ucap Candra.

    “Yang membuat cover, bisa mengomunikasikan ke publisher, apa yang boleh apa yang tidak. Karena pelanggaran moral itu luas sekali, jadi jangan sampai Anda membuat sedih pencipta lagu yang lagunya dipotong-potong. Jangan takut, tapi sebaiknya lihat rambu-rambu,” imbuh Candra.