Tag: Augmented Reality

  • Kreator TikTok Bocorkan Proses Pembuatan Filter Sambo

    Kreator TikTok Bocorkan Proses Pembuatan Filter Sambo

    TIKTAK.ID – Kreator filter Augmented Reality (AR) Ferdy Sambo yang viral di TikTok, Rizalduhhh mengungkap pengalaman cara membuat filter tersebut di platform TikTok. Rizal mengatakan filter AR berkeliaran di Instagram dan TikTok, dan masing-masing memiliki platform serta cara pembuatan yang berbeda.

    Rizal yang sudah mulai menekuni bidang augmented reality sejak 2020 itu mengklaim perlu keahlian khusus untuk membuat filter AR, yaitu skill desain dan programming dasar. Dia menyebut skill desain yang dimiliki tergantung pada kebutuhan masing-masing kreator.

    Rizal mencontohkan, skill desain 2D diperlukan untuk kreator yang ingin membuat filter-filter dengan aset dua dimensi. Sedangkan skill ilustrasi 3D diperlukan oleh kreator yang ingin membuat filter dengan aset tiga dimensi.

    Rizal menyatakan semakin tinggi dan rumit aset yang diinginkan, maka bakal semakin tinggi pula skill yang diperlukan. Misalnya bila kreator ingin membuat aset gambar tiga dimensi yang bergerak di filter tersebut, maka perlu skill animasi.

    Sementara skill dasar programming akan dibutuhkan dalam pengoperasian filter. Rizal menjelaskan, saat sudah selesai membuat aset gambar baik 2D maupun 3D, maka kreator perlu menyematkan aset ke dalam filter dan menyesuaikannya dengan perintah-perintah tertentu.

    “Nanti ada logic-logicnya, dan perlu disesuaikan. Contohnya ada head tracker, ada face tracker, jadi nanti kalo mukanya muncul aset gambarnya muncul,” terang Rizal, seperti dilansir CNNIndonesia.com, pada Senin (29/8/22).

    Lebih lanjut, pria asal Garut yang berdomisili di Bandung ini menyebut kreator tinggal masuk ke platform Effect House TikTok untuk membuat filter TikTok. Akan tetapi, dia mengaku platform yang diluncurkan pada April 2022 tersebut kini masih dalam tahap Beta dan masih terbatas untuk pengguna MacOS.

    Bila Anda ingin mengunduh aplikasi Effect House, maka bisa mengunjungi laman https://effecthouse.tiktok.com/download/

    Namun Anda perlu memastikan untuk mengunduh aplikasi yang sesuai dengan perangkat MacOS Anda. Hal itu karena aplikasi ini dibedakan untuk MacOS yang memakai chip Intel dan chip M1 keluaran Apple.

    Pada platform Effect House, terdapat sejumlah template yang sudah disiapkan dan bisa diikuti kreator. Tetapi platform ini juga menyediakan panduan jika kreator memang ingin melakukan eksplorasi pada karya filternya.

  • Sarinah Terapkan Belanja Pakai Metaverse

    Sarinah Terapkan Belanja Pakai Metaverse

    TIKTAK.ID – Belakangan ini penggunaan metaverse atau media sosial masa depan semakin banyak diterapkan di keseharian masyarakat untuk belanja. Salah satunya, pusat perbelanjaan di Sarinah, Jakarta Pusat, ikut memakai teknologi metaverse, lewat fitur Augmented Reality (AR) untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

    Chief of Merchandising and Marketing Officer PT Supra Boga Lestari, Maria Suwarni mengungkapkan bahwa adaptasi metaverse menjadi penunjang belanja di toko luring.

    “Di Pasarina, masyarakat bisa merasakan pengalaman baru yang menyenangkan lewat interaksi digital menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) dengan Computer Vision,” ujar Maria, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (22/6/22).

    Pasarina Ranch Market sendiri adalah salah satu toko perbelanjaan yang berada di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat.

    Pengunjung yang ingin merasakan pengalaman belanja dengan metaverse, dapat memindai barcode di depan toko, dan mendownload aplikasi supaya bisa terhubung dengan platform.

    Walaupun platform tersebut masih dalam tahap APK dan belum tersedia di toko aplikasi AppStore dan Google Playstore resmi, tapi pengguna Android sudah bisa merasakan pengalaman belanja dengan metaverse.

    Jika pengguna sudah memindai barcode, platform bakal menampilkan beberapa fitur. Di antaranya fitur AR, Guidebot atau pemandu robot virtual, dan Gamification atau permainan yang disisipkan promosi toko.

    Ketika menjajal fitur AR untuk berbelanja di toko tersebut, pengguna harus terhubung dengan kamera, supaya muncul sejumlah informasi produk hingga hiasan animasi di sejumlah titik. Akan tetapi, tampilan tersebut tak ubahnya seperti pemanis visual di area toko.

    Selain itu, terdapat fitur Guidebot yang akan memandu pengunjung jika memerlukan informasi letak belanjaan yang diperlukan. Contohnya bila ingin mengetahui lokasi rak kecap, maka fitur Guidebot bakal memandu ke lokasi kecap, dengan panduan robot yang memberi informasi arah rak kecap.

    Fitur Guidebot saat ini baru tersedia dalam bahasa Inggris. Namun Maria menyebut ke depannya juga akan tersedia dalam berbagai bahasa.

    “Kini baru ada bahasa Inggris karena masih tahap uji coba, tapi nanti akan tersedia dalam banyak bahasa,” ucap Maria.

    Tidak hanya itu, ada fitur Gamification yang memberikan proses belanja dalam dunia digital dengan games maupun aktivitas lain. Dengan begitu, pembeli tidak bosan saat berbelanja.

  • Facebook Pamerkan Gelang Pintar yang Bisa Baca Pikiran

    Facebook Pamerkan Gelang Pintar yang Bisa Baca Pikiran

    TIKTAK.ID – Facebook diketahui memamerkan sejumlah inovasi terbarunya di dunia Augmented Reality (AR). Salah satunya adalah gelang pintar yang bisa membaca pikiran dan keyboard virtual.

    Divisi Facebook Reality Labs yang mengembangkan inovasi tersebut, menggunakan teknologi dari CTRL-Labs, yakni startup yang mereka akuisisi pada 2019.

    Melalui video demonstrasinya, perangkat itu dapat melakukan beberapa aktivitas seperti mengetik atau memainkan game secara virtual.

    Perangkat gelang pintar itu bisa membaca sinyal neurologis yang dikirim dari otak pengguna ke tangan mereka. Kemudian sinyal ini dibaca dan digunakan untuk memperkirakan apa yang ingin dilakukan pengguna dan menirunya di lingkungan virtual.

    “Anda sebetulnya mempunyai lebih banyak otak yang didedikasikan untuk mengontrol pergelangan tangan Anda daripada bagian lain di tubuh Anda,” ujar Director of Research Science Facebook Reality Labs, TR Reardon, seperti dilansir detik.com dari CNBC, Jumat (19/3/21).

    “Mungkin dua kali lebih banyak neuron yang mengontrol pergelangan tangan dan pergerakan tangan Anda, ketimbang yang didedikasikan untuk mulut saat makan dan berbicara,” imbuhnya.

    Setelah itu, Reardon mendemonstrasikan gerakan “force” yang pengguna bisa menggunakan jari mereka di dunia nyata untuk mengontrol objek virtual di AR. Nama gerakan tersebut mengikuti istilah dari Star Wars, ketika beberapa karakter bisa mengontrol orang atau objek dari jarak jauh.

    Lantas mereka juga menunjukkan gelang dengan elektromiografi (EMG) yang memungkinkan pengguna mengetik di permukaan mana pun dengan keyboard virtual. Gelang tersebut pun bekerja dengan mengenali niatan gerakan jari pengguna dan menampilkan huruf dan angka yang ingin diketik.

    Nantinya, teknologi gelang pintar akan disandingkan dengan kacamata pintar buatan Facebook yang dijadwalkan akan diluncurkan tahun ini. Kacamata AR yang berbentuk seperti kacamata hitam dari Ray-Ban itu dikembangkan dengan Luxxotica.

    Akan tetapi, kacamata pintar ini tidak memiliki mekanisme input tersendiri. Hal itu berbeda dengan headset VR Oculus yang telah memiliki kontroler. Oleh sebab itu, Facebook memutuskan mengembangkan gelang pintar ini, sehingga pengguna bisa mengontrol kacamata pintar tersebut dengan lebih mudah.

  • Terobosan Teranyar Mojo Vision: Lensa Kontak Berteknologi AR

    Terobosan Teranyar Mojo Vision: Lensa Kontak Berteknologi AR

    TIKTAK.ID – Perusahaan teknologi yang berbasis di California, Amerika Serikat (AS), Mojo Vision menghadirkan terobosan baru. Selangkah lebih maju dari perusahaan lain, Mojo memberanikan diri menjadi pionir untuk mengembangkan lensa kontak berteknologi Augmented Reality (AR).

    Seperti dilansir TechCrunch (21/1/20), meskipun masih jauh dari lensa kontak in-eye dan hanya sebatas meletakkan lensa di dekat mata, dalam sebuah demo Mojo berhasil membuat tampilan head-up yang menarik dengan teks monokrom yang menyerupai jam digital dilapis gambar dan detik yang berjalan di atas sebuah video yang diputar.

    Baca juga: ‘Reinkarnasi’ Situs Nonton Film Gratis ala IndoXXI Kembali Bermunculan, Menkominfo Kewalahan?

    Mojo mengatakan bahwa perangkat yang sedang mereka kembangkan sangat hemat energi meskipun dari sisi tampilan juga sangat baik. Tidak hanya itu, Mojo juga menjamin nantinya para pengguna akan mendapatkan kenyamanan ketika menggunakan meskipun komponen elektronik nantinya akan disematkan di sekeliling layar, yang terdiri dari baterai, chip, radio 5GHz, dan komponen lain.

    Mojo mengungkapkan tujuan pengembangan lensa kontak AR ini untuk menjadi perangkat medis di masa depan. Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan perangkat tersebut akan mendapat prioritas khusus dari Pemerintah AS ditambah dengan kemitraan bersama Vista Center yang berbasis di Bay Area untuk gangguan pengelihatan dan tunanetra.

    Baca juga: Montir Tak Lulus SD Asal Pinrang Sukses Bikin Pesawat Terbang

    Di masa depan, Mojo berharap versi resmi perangkat tersebut memiliki kemampuan micro-resolusi tinggi, transfer data nirkabel cepat, baterai, serta pelacakan mata, dan computer vision dapat berjalan dengan lancar.

  • Teknologi Canggih yang Bakal Jadi Tren Pada Tahun 2020

    Teknologi Canggih yang Bakal Jadi Tren Pada Tahun 2020

    TIKTAK.ID – Hingga kini, teknologi terus berkembangan dengan cepat. Bahkan lebih cepat daripada yang diperkirakan. Tahun ini pun diprediksi akan muncul sejumlah teknologi yang menjadi tren. Salah satunya adalah jaringan 5G dan dompet digital.

    Lalu ada smartphone lipat dan teknologi Augmented Reality (AR) yang juga masuk dalam tren tahun 2020, seperti dilansir Edge App berikut ini:

    1. Dompet Digital
    Pada tahun 2019 lalu, mungkin pertumbuhan dompet digital dan payment gateway dinilai terlewatkan. Namun pada tahun ini, dengan adanya smartphone yang semakin meningkat secara global, adopsi dompet digital akan berkembang dengan mantap.

    Baca juga: Atasi Kemacetan, Uber dan Hyundai Motor Kolaborasi Kembangkan Taksi Terbang

    Apalagi tercatat, terdapat lebih dari 36 persen pengguna iPhone yang membuat akun Apple Pay sejak tahun 2014. Kini, teknologi tersebut menjadi salah satu sistem pembayaran yang paling populer dan digunakan lebih dari 87 juta orang.

    2. Perangkat Lipat
    Pada tahun 2018, Samsung memulai perlombaan untuk membuat perangkat lipat dengan meluncurkan Galaxy Fold. Setelah itu, muncul Huawei dan Motorola yang ikut bersaing membuat perangkat lipat. Namun, pada perangkat lipat generasi pertama ini masih jauh dari harapan. Sehingga, 2020 menjadi tahun untuk bersaing dalam meluncurkan perangkat lipat.

    Halaman selanjutnya…