Tag: Aplikasi

  • Aplikasi PeduliLindungi Punya 15 Masalah yang Harus Diperbaiki

    Aplikasi PeduliLindungi Punya 15 Masalah yang Harus Diperbaiki

    TIKTAK.ID – Forum Tata Kelola Internet Indonesia (Indonesia Internet Governance Forum/ID-IGF) mengungkapkan, ada 15 masalah di aplikasi PeduliLindungi yang harus segera diperbaiki. Padahal, aplikasi ini dipakai Pemerintah sebagai pendukung penting dalam upaya meredam pandemi Covid-19 di Indonesia.

    Menurut Koordinator MAG ID-IGF Mariam F Barata, 15 masalah tersebut dirinci menjadi 10 masalah dari sisi teknis dan lima masalah dari sisi tata kelola.

    Seperti dilansir detik.com, berikut ini 15 masalah di aplikasi PeduliLindungi.

    Sisi Teknis

    1. PeduliLindungi mencantumkan “Syarat Penggunaan” yang tak menjamin layanannya selalu dapat diakses, serta tidak menjamin data yang akurat dan aman.
    2. Kebijakan Kerahasiaan PeduliLindungi tak menjamin keamanan data jika terjadi akses ilegal.
    3. PeduliLindungi di Play Store telah diunduh lebih dari 10 juta kali, dengan rating 3,8 dari 345 ribu reviewer. Sementara di App Store, aplikasi ini mempunyai rating 2,7 dari 17 ribu reviewer. Komentar paling relevan didominasi oleh bintang 1 dan 2.

    Keluhan umum dari pengguna di antaranya aplikasi sering hang akibat tingginya jumlah pengguna, aplikasi mensyaratkan Global Positioning System (GPS) aktif 24 jam sehingga baterai ponsel cepat habis, dan kesalahan data penerima vaksin.

    Terdapat pula keluhan penerbitan sertifikat vaksin terlalu lama, pengguna terus-menerus diminta login ulang dan memasukkan NIK, serta OTP sering gagal terkirim.

    1. Fitur vaksinasi di aplikasi ini susah dipahami, tidak menampilkan data dan lokasi akurat, serta tidak real time.
    2. Database PeduliLindungi dan berbagai fiturnya tidak terintegrasi antara aplikasi web dan mobile apps. Hal itu membuat duplikasi akun dan kerancuan penggunaan oleh pengguna.
    3. PeduliLindungi mengumpulkan data-data yang melebihi kebutuhannya, sehingga berpotensi terjadi pelanggaran data pribadi pengguna. Data tersebut adalah mengirimkan swa-foto dan KTP untuk kredensial permintaan bantuan, akses 24 jam GPS, serta mengumpulkan IP address yang mampu mengidentifikasi perangkat.
    4. Layanan call center PeduliLindungi lambat dalam merespons keluhan pengguna.
    5. Keamanan database di cloud (aspek Integrity) dan domain alamat PeduliLindungi serta ketahanan (resilience) akses Pusat Data Nasional terkait isu utama, yakni availability.
    6. Sistem input PeduliLindungi mempunyai celah keamanan karena dilakukan secara manual melalui PCare oleh ratusan ribu nakes.
    7. Security audit dan bug bounty perlu dilakukan secara periodic, sehingga menjamin keamanan sistem PeduliLindungi maupun data-data pengguna yang tersimpan.

    Sisi Tata Kelola

    1. Aplikasi bersifat mandatory bagi masyarakat, namun tidak ada dalam daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) resmi yang terdaftar di Kemenkominfo.
    2. Pewajiban PeduliLindungi untuk seluruh penduduk Indonesia dapat menimbulkan diskriminasi pada hak masyarakat Indonesia mendapatkan layanan publik.
    3. Data NIK telah tersebar di sebanyak 1.300 instansi, sehingga harus diakhiri, disanitasi, dan diganti dengan format serta akses terenkripsi.
    4. Kredensial untuk mengakses PeduliLindungi hanya menggunakan NIK dan nama lengkap, padahal data tersebut sangat mudah diakses publik.
    5. Single Sign On Nasional berbasis Digital ID untuk menggantikan NIK yang telah bocor dan tersebar luas dengan kode National Identification Number (NIN).
  • Sambut Ramadan, Aplikasi Muslim Pro Tambah Fitur Baru

    Sambut Ramadan, Aplikasi Muslim Pro Tambah Fitur Baru

    TIKTAK.ID – Muslim Pro diketahui telah menambah fitur baru, yang diharapkan bisa membantu pengguna untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan 2021 yang akan datang tak lama lagi. Muslim Pro menyuguhkan dua fitur baru, yaitu pelacakan zikir dan Audio terjemahaan Alquran.

    Pihak pengembang mengatakan bahwa kedua fitur tersebut sudah banyak diminta oleh penggunanya.

    Dengan adanya fitur baru, kini pengguna bisa menentukan target zikir dan melacaknya dengan fitur Tasbih yang ada di aplikasi. Kemudian ditambah rekaman audio yang menyertainya, maka pengguna pun dapat mendengarkan bagaimana zikir dibacakan dan mengikutinya.

    Tidak hanya itu, Muslim Pro juga berupaya meningkatkan aksesibilitas aplikasi bagi pengguna dengan mengintegrasikan teknologi text-to-speech di bagian Quran. Hal itu memungkinkan pengguna untuk dapat mendengarkan audio terjemahan Alquran dalam berbagai bahasa.

    Audio terjemahan Alquran tersebut akan diputar tepat setelah pelafalan bahasa Arab di setiap ayat.

    Hingga kini, aplikasi Muslim Pro telah memiliki sekitar 70 terjemahan, dengan setiap bahasa memiliki beberapa versi terjemahan.

    Lebih lanjut, teknologi text-to-speech sendiri dapat ditemukan di bagian terjemahan Alquran. Akan ada tanda “bacaan audio tersedia” pada bagian bawah terjemahan.

    “Kami menginginkan fitur baru ini semakin memudahkan dan memfasilitasi pengguna untuk meningkatkan keimanan mereka. Pasalnya, Audio Terjemahan Alquran akan memungkinkan individu untuk mendengar tafsiran Alquran dengan bahasa yang tersedia di aplikasi,” ujar Zahariah Jupary, Muslim Pro’s Head of Community, seperti dilansir detik.com.

    “Sedangkan pelacakan zikir bisa mendorong umat untuk meningkatkan mengingat Allah di mana pun mereka berada,” imbuh Zahariah.

    Untuk diketahui, Muslim Pro sendiri merupakan aplikasi yang mengkhususkan pada konten Islami.

    Muslim Pro telah digunakan oleh jutaan Muslim di seluruh dunia sebagai aplikasi mobile pengingat waktu salat dan azan. Selain itu, Muslim Pro dilengkapi dengan fitur Alquran lengkap dengan naskah Arab, terjemahan, serta bacaan audio.

    Kemudian Muslim Pro juga memiliki fitur penunjuk lokasi kiblat, kalender hijriyah, peta lokasi tempat makan halal dan masjid terdekat di sekitar Anda, dan banyak lainnya.

  • Simak Cara Menghapus Aplikasi yang Tidak Bisa Dihapus di Smartphone, Dijamin Berhasil

    Simak Cara Menghapus Aplikasi yang Tidak Bisa Dihapus di Smartphone, Dijamin Berhasil

    TIKTAK.ID – Bagaimana cara menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus? Bukan hal yang asing lagi jika sebuah aplikasi di smartphone tidak bisa dihapus. Hal ini seringkali terjadi pada pengguna smartphone Android ataupun iPhone.

    Bahkan untuk pengguna PC pun sering mengalami masalah yang sama yakni tidak bisa menghapus aplikasi yang ingin dihapus. Sebenarnya hal ini bukanlah masalah yang besar jika anda mengetahui solusi cara menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus.

    Setiap perangkat Android ataupun iPhone pastinya dibekali dengan aplikasi bawaan. Aplikasi bawaan tersebut tidak perlu diunduh karena sudah tersedia didalam sistem. Artinya aplikasi bawaan tidak bisa dihapus atau uninstall.

    Oleh karena itu, anda harus bisa membedakan aplikasi bawaan dengan aplikasi unduhan. Kemungkinan aplikasi bawaan tidak bisa dihapus, tetapi hanya bisa diberhentikan atau dinonaktifkan. Namun ada resiko yang nantinya berpengaruh pada kinerja smartphone anda.

    Ini Dia Cara Menghapus Aplikasi yang Tidak Bisa Dihapus Dengan Mudah

    Sebelumnya ada beberapa alasan yang mendasari mengapa sebuah aplikasi pada perangkat Android tidak bisa dihapus. Salah satunya adalah karena merupakan aplikasi bawaan. Kemudian aplikasi yang diinstall memiliki fitur advance.

    Apa itu fitur advance? Beberapa pengembang aplikasi menggunakan fitur ini pada aplikasinya. Hal ini terkadang belum tersedia di beberapa aplikasi lainnya. Sehingga membuat pengguna merasa bingung ketika tidak bisa menghapus aplikasinya.

    Keberadaan fitur advance membuat pengguna harus memberikan hak aksesnya terhadap Device Administrator. Hal inilah yang membuat pengguna merasa bingung ketika akan menghapus aplikasinya dari smartphone.

    Cara menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus, untuk menghapusnya tentu saja harus masuk ke Device Administrator dan menonaktifkan akses yang diberikan sebelumnya. Dengan begitu, aplikasi unduhan yang tidak bisa dihapus bisa di uninstall.

    Selain cara diatas, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus. Bagaimana? Simak caranya berikut ini.

    Menonaktifkan Aplikasi Tanpa Perlu Uninstall

    cara menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus

    Cara yang pertama adalah membuat aplikasi berhenti atau nonaktif. Cara ini sudah sering digunakan oleh para pengguna Android yang memiliki masalah pada penyimpanan. Dengan menonaktifkan aplikasi maka tidak ada data latar belakang yang berjalan.

    Sehingga penyimpanan tidak akan berkurang begitupun dengan RAMnya. Namun cara ini juga belum familiar bagi para pemula. Untuk menonaktifkan aplikasi, anda bisa masuk ke menu pengaturan kemudian masuk ke opsi aplikasi.

    Di dalam opsi tersebut terdapat beragam aplikasi bawaan dan unduhan. Setelah itu, anda bisa memilih aplikasi yang akan dinonaktifkan sesuai dengan kebutuhan. Meskipun tidak bisa dihapus namun anda bisa penggunaan aplikasi.

    Cara menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus menggunakan alternatif ini sangat direkomendasikan. Meskipun begitu penyimpanan RAM masih akan digunakan meski hanya sedikit.

    Untuk pengguna Android cara ini bisa menjadi solusi ketika ingin mengurangi aplikasi. Hal yang menarik dari cara ini adalah dapat digunakan untuk menghentikan aplikasi seperti WhatsApp. Kemudian pesan teks tidak akan masuk meski WhatsApp dibuka.

    Melakukan Factory Reset atau Reset Ulang

    Selanjutnya cara menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus dengan cara melakukan Factory Reset. Cara ini biasanya menjadi solusi jitu dan alternatif terakhir segala permasalahan smartphone. Tidak sedikit pengguna smartphone yang melakukan cara ini agar kondisi smartphone kembali ke setelan pabrik.

    Smartphone dengan masalah internal bisa diatasi dengan cara factory reset. Maka dari itu, cara menghapus aplikasi yang susah dihapus bisa menggunakan reset ulang.

    Factory reset atau setel ulang pabrik tidak terlalu direkomendasikan dan menjadi alternatif terakhir. Hal ini karena ada beberapa resiko dari cara yang satu ini. Salah satunya adalah hilangnya semua data di smartphone.

    Mulai dari aplikasi, akun, kontak, dan semuanya yang tersimpan di smartphone. Apabila beberapa cara belum berhasil maka reset ulang bisa anda lakukan. Dengan begitu, keadaan smartphone akan kembali ke setelan pabrik.

    Untuk mengatasi hilangnya semua data, anda bisa memindahkan data yang tersimpan ke harddisk. Bisa juga dengan mencadangkan atau backup di cloud agar bisa dipulihkan kembali.

    Menggunakan Aplikasi Pihak Ketiga

    Menghapus aplikasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi lainnya. Artinya anda perlu mengunduh aplikasi pihak ketiga terlebih dahulu. Kini aplikasi yang berfungsi untuk menghapus aplikasi lainnya sudah tersedia banyak.

    Tidak sedikit pengguna yang telah menggunakan cara ini untuk menghapus aplikasi di smartphonenya. Beberapa aplikasi yang bisa anda gunakan adalah Easy Uninstaller App Uninstall.

    Setelah mengunduh aplikasi ini, anda bisa langsung menggunakannya untuk menghapus aplikasi yang ingin dihapus. Namun pastikan bahwa anda memiliki ruang penyimpanan yang tersisa.

    Terkadang cara ini tidak berhasil karena penyimpanan yang sudah penuh. Alhasil, tidak ada ruang tersisa untuk aplikasi lainnya. Meskipun begitu, anda bisa menghapus beberapa file sampah yang tidak digunakan.

    Mematikan Fitur Administrator Perangkat

    Cara lainnya yang bisa digunakan adalah dengan mematikan fitur administrator perangkat. Cara ini juga menjadi alternatif yang banyak digunakan. Langkah ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus.

    Mematikan fitur administrator pada perangkat bisa digunakan untuk menghapus aplikasi unduhan dan bukan bawaan. Cara ini juga tidak memerlukan root ataupun izin yang sulit.

    Fitur administrator perangkat merupakan fitur yang digunakan pengguna untuk mengelola aplikasi. Apabila pengguna memiliki hak untuk mengelola aplikasi maka pengguna bisa menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus.

    Langkah untuk mematikan fitur administrator adalah dengan masuk ke menu pengaturan kemudian pilih opsi keamanan dan privasi. Lalu pilih opsi Administrator Perangkat kemudian didalamnya terdapat beragam aplikasi yang bisa dinonaktifkan.

    Anda bisa memilih salah satu aplikasi dengan mudah lalu dinonaktifkan. Dengan begitu, aplikasi yang tidak bisa dihapus bisa dinonaktifkan dengan mudah. Memang tidak sepenuhnya hilang namun bisa mengurangi pemakaian RAM.

    Cara Menghapus Aplikasi yang Tidak Bisa Dihapus pada Perangkat iPhone

    Permasalahan aplikasi yang tidak bisa dihapus biasanya juga terjadi pada perangkat iPhone. Lalu bagaimana caranya menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus pada perangkat iPhone?

    Caranya terbilang hampir sama dan tidak terlalu sulit, namun ada beberapa hal yang berbeda. Alternatif terakhir yang juga bisa dilakukan adalah reset iOS. Cara ini memang paling diandalkan dan menjadi solusi terakhir. Selain itu, ada beberapa cara lainnya yang bisa anda gunakan seperti dibawah ini.

    Download Ulang Lalu Hapus Kembali

    Bagi pengguna perangkat iOS tidak perlu khawatir atau merasa sulit jika tidak bisa menghapus aplikasi. Cara yang bisa anda gunakan adalah dengan mengunduh ulang aplikasi tersebut lalu menghapus aplikasi tersebut.

    Cara ini juga disebut dengan refresh pada aplikasi. Sebelumnya anda bisa menghapus semua cache aplikasi yang terdapat pada sistem perangkat. Kemudian unduh kembali dan langsung di uninstall.

    Menghapus Dari Menu Homescreen

    Cara selanjutnya adalah menghapus dari menu homescreen. Cara ini juga bisa digunakan untuk menghapus aplikasi bawaan. Dengan begitu, anda tidak perlu merasa kesulitan untuk menghapus aplikasi.

    Beberapa cara menghapus aplikasi yang tidak bisa dihapus diatas dapat anda lakukan dengan mudah. Tidak hanya untuk Android saja, tetapi juga bisa untuk perangkat iPhone.

  • Pakai Gojek di Singapura, Thailand, dan Vietnam Tak Perlu Ganti Aplikasi

    Pakai Gojek di Singapura, Thailand, dan Vietnam Tak Perlu Ganti Aplikasi

    TIKTAK.ID – Gojek telah melebarkan sayap ke beberapa negara di Asia Tenggara, dengan nama yang berbeda, yakni GoViet di Vietnam dan GET di Thailand. Namun mulai 17 Agustus 2020, nama-nama itu akan berubah menjadi satu, yakni Gojek sebagaimana di Indonesia.

    Artinya, semua negara operasional Gojek di Asia Tenggara selain Indonesia, yakni Singapura, Vietnam, dan Thailand, resmi menggunakan nama Gojek. Setelah terintegrasi, hanya dibutuhkan satu aplikasi Gojek yang dapat diakses di negara-negara tersebut.

    Sebelumnya, pengguna Gojek harus mengunduh aplikasi yang berbeda sesuai domisili negara. Namun ke depan masyarakat Indonesia yang melancong ke Vietnam, Thailand, atau Singapura pun bisa langsung menggunakan aplikasi Gojek yang biasa digunakan di Indonesia.

    “Berkibarnya nama Gojek di empat negara bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia. Hal itu semakin menjadi validasi daya saing karya anak bangsa di kancah internasional,” ujar Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dalam keterangan resmi, seperti dilansir Kompas.com.

    Menurutnya, seperti di Indonesia, Gojek juga berupaya menciptakan dampak sosial positif melalui pembangunan sumber daya masyarakat, penciptaan kesempatan untuk memperoleh pendapatan tambahan, serta pemberdayaan UMKM di negara-negara lain.

    “Ketiga elemen ini adalah fondasi kami dalam berinovasi menciptakan solusi terhadap permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari,” terangnya.

    Di Vietnam sendiri, Gojek mengklaim layanan GoFood tumbuh pesat. Bahkan pada 2019, GoViet masuk dalam daftar 100 produk layanan yang paling diandalkan di Vietnam versi Vietnam Economic Times.

    Begitu juga di Thailand, GET disebut menjadi platform pesan antar makanan yang tumbuh paling pesat. Sedangkan di Singapura, Gojek baru menghadirkan GoCar dan sesumbar bahwa pertumbuhannya juga semakin meningkat.

    “Adanya integrasi platform Gojek di empat negara ini sekaligus mewakili semangat dan dedikasi jutaan mitra yang membawa harum nama bangsa hingga kancah internasional,” kata Co-CEO Gojek Kevin Aluwi.

    Ia menerangkan, tidak hanya dari sisi pengguna, aplikasi bagi para mitra driver juga terintegrasi menjadi GoPartner. Aplikasi tersebut memudahkan aktivitas mitra driver dalam bekerja dengan beberapa pembaruan fitur yang akan tersedia.

  • Seberapa Seram Dampak Persoalan ‘Kirim Data dan Jeroan Pengguna TikTok’ ke China?

    Seberapa Seram Dampak Persoalan ‘Kirim Data dan Jeroan Pengguna TikTok’ ke China?

    TIKTAK.ID – Media sosial akhir-akhir ini riuh membahas aplikasi TikTok yang dianggap mengumpulkan data pengguna dan mengirimkannya ke China.

    Walaupun pengumpulan data pengguna hal yang lumrah dilakukan oleh platform media sosial. Bahkan tertuang pada syarat dan ketentuan aplikasinya.

    Tetapi yang menjadi persoalan dari applikasi TikTok akhir-akhir ini berupa ragam data yang dihimpun melampaui jumlah yang biasa dilakukan aplikasi media sosial yang lain.

    Kumpulan data pengguna tersebut dicurigai bakal dikirimkan ke China, entah berujung ke pihak Pemerintah negara tersebut atau pihak lain. Kabar ini antara lain dilontarkan ke publik dalam sebuah utas (thread) pengguna media sosial Twitter dengan akun @SoundOfYogi.

    Dalam utasnya, Yogi memberikan saran agar pengguna menghilangkan (uninstall) aplikasi TikTok, sebab terdapat hal yang mencurigakan di dalamnya.

    “Ada snippets code (kode program) yang memuat aplikasi dapat mengunduh file Zip, (kemudian) unzip kemudian execute binary apapun yang sudah di-download,” tulisnya.

    Betulkah demikian?
    Informasi soal data yang dikumpulkan pada rangkaian twit tersebut menyerupai laporan dari perusahaan keamanan siber, Penetrum yang dirilis April 2020. Kala itu, Penetrum membedah aplikasi TikTok versi 10.0.8 sampai 15.2.3.

    Dari hasil uji coba, Penetrum mendapati sebesar 37,7 persen alamat IP dari layanan yang terhubung dengan TikTok bertitik lokasi di luar Amerika Serikat, terbanyak di-host oleh ISP atas nama Alibaba dari China.

    Server Alibaba pada 2019 lalu, mengalami peretasan dan mengakibatkan lebih dari 899 GB datanya bocor.

    Detektif Kepala Riset dan Keamanan, Anurag Sen yang memimpin investigasi kasus tersebut mendapati bahwa database yang dibobol mengandung informasi yang dihimpun oleh lebih dari 100 aplikasi pinjaman online yang berada di China.

    Tim investigasi juga mendapati 4,6 juta entri unik dari data perangkat, yang menunjukkan titik lokasi GPS, daftar kontak lengkap, log SMS, nomor IMSI, nomor IMEI, model perangkat termasuk versinya, data tersimpan dari aplikasi yang digunakan sebelumnya, bahkan data memori.

    Di samping itu terdapat entri dari laporan operator, keseluruhan transaksi, invoice tagihan (berisi nama lengkap, nomor HP, detail tagihan bulanan, kartu kredit, kartu debit, dan log panggilan), alamat IP, juga durasi sesi online pengguna.

  • Wajib Ngerti, Ini Dia 5 Fitur Tersembunyi di Insta Story

    Wajib Ngerti, Ini Dia 5 Fitur Tersembunyi di Insta Story

    TIKTAK.ID – Meski fitur Instastory di aplikasi Instagram cukup diminati banyak orang, boleh jadi belum banyak yang tahu bahwa ternyata masih tersedia beragam fasilitas yang bisa dinikmati namun keberadaannya tersembunyi.

    Bagi penggemar aplikasi Instastory, berikut 5 fitur tersembunyi yang harus diketahui, setidaknya agar membuat tampilan Instastory makin unik dan menarik.

    Baca juga: Teknologi Pemberi Pakan Ikan Lewat Smartphone dari eFishery

    Apa saja? Berikut di antaranya:

    1. Banyak Foto Bisa Jadi Satu
    Bagi kalian yang ingin menggunakan fitur ini, terdapat perbedaan dari sektor pengguna. Dari Android, kalian perlu menggunakan Swift Key Keyboard. Kemudian untuk pengguna iOS, kalian bisa melakukan copy foto dari galeri dan paste foto tersebut di Instastory.

    2. Ganti Background dengan Warna Solid
    Tampilan Instastory kamu akan terasa sangat monoton jika hanya itu-itu saja background-nya. Namun, kini kamu bisa menggantinya dengan warna solid di fitur tersebut.

    Baca Juga: Penguasa Pasar Ponsel Indonesia Ternyata Samsung, Bukan Pabrikan Asal China

    Caranya adalah dengan membagikan unggahan ke Instastory, masuk ke fasilitas “draw”. Kemudian kamu pilih warna yang diinginkan untuk dijadikan background. Setelah itu, tap lama pada bagian background tersebut dan secara otomatis background akan berubah.

    Halaman selanjutnya…

  • Kormo: Aplikasi Bursa Kerja Millenial Besutan Google Indonesia

    Kormo: Aplikasi Bursa Kerja Millenial Besutan Google Indonesia

    TIKTAK.ID – Dalam mendukung pengembangan karier dan penyediaan lapangan kerja, Google meluncurkan aplikasi baru serupa bursa lowongan kerja bernama Kormo dengan tujuan menghubungkan pencari dan pemberi pekerjaan.

    Bickey Rusell selaku Project Lead Kormo mengungkapkan bahwa algoritma pencocokan lowongan kerja dari aplikasinya sudah menggunakan machine learning. Sehingga, setiap pelamar bisa mencocokkan pekerjaan yang dicarinya sesuai dengan keterampilannya, pengalaman, kompensasi, serta lokasi mereka berada.

    Baca juga: Misteri Harga Renault Triber, Low MPV Terbaru Eropa ini Akhirnya Terungkap

    Namun perlu dicatat bahwa segmen aplikasi ini khusus menyasar mereka yang disebut angkatan baru mulai bekerja, pada rentang usia 18-25 tahun dan lebih sering memakai smartphone dalam kesehariannya.

    “Berdasar data kami, terdapat sekitar 42% populasi di Indonesia yang berada di bawah usia 25 tahun dan sering memakai smartphone dalam mendukung keseharian mereka. Sehingga, merekalah yang akan menjadi segmen kami,” buka Bickey Rusell di Kantor Google Indonesia.

    Baca juga: Realme X2 Pro: Spesifikasi, Kelebihan dan Jadwal Rilis di Indonesia

    Halaman selanjutnya…

  • Sebelum Bikin Bangkrut, Cepat Hapus Aplikasi Produk Israel Ini dari Ponselmu

    Sebelum Bikin Bangkrut, Cepat Hapus Aplikasi Produk Israel Ini dari Ponselmu

    TIKTAK.ID – Diunduh lebih dari 40 juta kali dari Google Play Store, aplikasi ai.type buatan Israel ternyata melakukan pembelian konten digital premium tanpa izin pemilik ponsel, memuat iklan yang dapat menghasilkan pendapatan ilegal, bahkan mengirim data ke jaringan iklan.

    Untuk mengelabui calon penggunanya, aplikasi yang dikembangkan perusahaan Israel itu menyebut dirinya sebagai papan ketik emotikon gratis.

    Perusahaan keamanan Upstream juga menyebut ai.type telah menyebabkan masalah di 13 negara, dengan pengguna di Mesir dan Brasil yang paling rentan menjadi korban. Sialnya, aplikasi berbahaya ini tak bisa dihapus meski ponsel sudah disetel ulang. Bahkan, meski telah dihapus dari toko aplikasi Google pada Juni, aplikasi itu masih terdapat di jutaan ponsel Android, terbukti dengan adanya 400 ribu transaksi ilegal pada Agustus lalu.

    Ai.Type - Aplikasi Android Berbahaya Buatan Israel