Tag: Anies Rasyid Baswedan

  • Survei Teranyar: Prabowo-Anies Kalahkan Prabowo-Puan, PDIP Deg-degan?

    Survei Teranyar: Prabowo-Anies Kalahkan Prabowo-Puan, PDIP Deg-degan?

    TIKTAK.ID – Survei Y-Publica menyebutkan, elektabilitas PDI Perjuangan masih berada di atas dan mengalahkan partai-partai lainnya, namun peta pemilihan calon presiden tampaknya tidak linear dengan pemilihan legislatif. Inilah yang bisa membuat PDIP deg-degan, jika ke depan memang punya rencana mengusung Puan.

    “Meskipun PDI Perjuangan unggul, yakni mencapai 30,3 persen tetapi tokoh-tokoh yang berpeluang maju dalam Pilpres masih rendah elektabilitasnya,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (4/3/20).

    Menurut dia, stok kader PDI Perjuangan memang cukup berlimpah, di antaranya Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, dan Puan Maharani yang masuk dalam 10 besar pilihan masyarakat.

    Baca juga: Wakil Ketua MPR Prediksi Prabowo-Puan Diusung PDIP-Gerindra di Pilpres 2024

    Tetapi mereka masih jauh di bawah Prabowo Subianto (23,7 persen), Anies Baswedan (14,7 persen), dan Sandiaga Uno (10,3 persen). Elektabilitas kader PDI Perjuangan paling tinggi Ganjar (8,0 persen), Risma (3,6 persen), paling buncit Puan (1,1 persen).

    Selain itu masih ada Ridwan Kamil (4,9 persen), Erick Thohir (4,1 persen), Mahfud MD (2,9 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (1,6 persen).

    “Rata-rata mereka diuntungkan dengan posisi saat ini menjabat di kekuasaan, baik menteri maupun gubernur/walikota,” kata Hartono.

    Baca juga: Prabowo-Anies Calon Terkuat Pilpres 2024 Versi Survei, Sandiaga: Tahan Diri, Banyak Masalah Lebih Mendesak Diselesaikan

    Halaman selanjutnya…

  • DPRD DKI: Jangan Sampai Indonesia Jadi Titik Epidemi Virus Corona, Hanya Karena Anies Lalai Lindungi Warganya

    DPRD DKI: Jangan Sampai Indonesia Jadi Titik Epidemi Virus Corona, Hanya Karena Anies Lalai Lindungi Warganya

    TIKTAK.ID – Politikus PSI sekaligus Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, berani mengambil sikap untuk tidak mengeluarkan izin kegiatan yang melibatkan banyak orang. Hal itu termasuk ajang balapan Formula E yang dijadwalkan digelar pada Juni mendatang.

    “Jangan dipaksakan. Jangan sampai Indonesia menjadi titik epidemi virus Corona, hanya karena Pemprov DKI lalai melindungi warganya,” ujar anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu, dalam keterangan resmi, seperti dilansir MediaIndonesia.com, Rabu (4/3/20).

    Anggara atau yang akrab disapa Ara menyatakan, Pemprov DKI Jakarta tidak perlu gengsi atau malu membatalkan Formula E. Sebab, menurutnya negara lain juga membatalkan event-event besar.

    Baca juga: Menyoal Cacat Administrasi dan Motif Terselubung di Balik Pansus Banjir yang Getol Didorong PDIP Lewat Ketua DPRD DKI

    Ara menegaskan, 13 negara peserta Formula E 2020 memiliki kasus positif virus Corona (COVID-19), mulai dari Tiongkok, Prancis, Jerman, hingga Amerika Serikat (AS). Hal lain yang perlu diwaspadai, lanjut Ara, ialah kerumunan penonton yang diprediksi mencapai 30-50 ribu orang.

    Ara menilai sejumlah penyelenggaraan event berskala besar sudah dibatalkan akibat tingginya risiko penyebaran virus Corona. Sebut saja kegiatan olahraga internasional, yakni MotoGP Thailand, MotoGP Qatar, serta Grand Prix Formula 1 Tiongkok.

    Menurut Ara, Pemprov DKI harus mulai menyisir dan menangguhkan kegiatan yang berisiko tinggi terhadap penyebaran virus Corona.

    Baca juga: Pansus Banjir DPRD DKI Akan Panggil Ahok

    Halaman selanjutnya…

  • Demokrat Sebut Anies Nikmati Hasil Kerja Ahok untuk Cegah Banjir

    Demokrat Sebut Anies Nikmati Hasil Kerja Ahok untuk Cegah Banjir

    TIKTAK.ID – Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menikmati hasil kinerja gubernur-gubernur sebelumnya dalam mencegah banjir di Ibu Kota. Di antaranya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Joko Widodo (Jokowi), Ali Sadikin, dan mantan Gubernur Jakarta lainnya.

    Ferdinand mengatakan keberhasilan penanggulangan banjir di Jakarta bukan diukur dari cepat atau lambatnya genangan surut dan luas wilayah genangan. Sebab, menurutnya pemerintah daerah harus memandang munculnya titik baru dan ketinggian banjir anyar sebagai upaya yang harus ditanggulangi.

    “Dalam mengukur kinerja gubernur terkait banjir, yang harus dinilai itu adalah frekuensi terjadinya banjir dan ketinggian banjir,” tulis Ferdinand melalui akun Twitter pribadinya, @FerdinandHaean2, seperti dilansir Tagar.id, Minggu (1/3/20).

    Baca juga: Anies Malah Larang Warganya yang Terpapar Corona ke RS, Kok Bisa?

    Ferdinand beranggapan gubernur terdahulu telah melakukan upaya untuk mencegah banjir dengan membangun sistem drainase atau kanal. Namun, kata Ferdinand, kinerja gubernur tersebut kini dinikmati Anies.

    Seperti diketahui, ketika era Jokowi memimpin Jakarta, ia telah mencanangkan Bendung Sukamahi dan Ciawi guna mengantisipasi banjir yang kerap melanda Ibu Kota. Perencanaan itu dilakukan bersama kepala daerah se-Jawa Barat ketika rapat di Bendung Katulampa, Bogor, 20 Januari 2014.

    Halaman selanjutnya…

  • Anies Malah Larang Warganya yang Terpapar Corona ke RS, Kok Bisa?

    Anies Malah Larang Warganya yang Terpapar Corona ke RS, Kok Bisa?

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan malah melarang warganya yang memiliki gejala terpapar virus Corona untuk datang sendiri ke Rumah Sakit atau Puskesmas. Anies menganjurkan agar mereka tinggal di rumah, menghubungi kemudian menunggu jemputan dari pihak tim tanggap Corona yang dibentuk Pemda DKI.

    “Bila masyarakat merasakan kondisi seperti gejala Covid-19, kami minta jangan langsung ke fasilitas kesehatan. Tinggal dulu di tempat Anda berada,” ujar Anies, seperti dilansir Minews.id, Senin (2/3/20).

    Anies menjelaskan alasannya melarang warga untuk tidak berangkat sendiri ke fasilitas kesehatan untuk mengurangi penularan yang lebih besar kepada warga lain yang kemungkinan terlibat kontak langsung dengannya.

    Baca juga: UAS ke Anies: Mohon Maaf Pak Gubernur, Saya Nggak Bisa Bela di Sosmed, Saya Babak Belur Juga

    Anies pun mengimbau masyarakat yang merasakan gejala Corona untuk menelepon ke nomor yang sudah tersedia, yakni 112 dan 119.

    “Kami yang akan jemput. Setelah melakukan diagnosis pertelepon dan terkonfirmasi, akan dijemput dan dibawa ke fasilitas kesehatan, SOP-nya begitu,” jelas Anies.

    Sebagai bentuk antisipasi dan penanganan kasus Corona yang merebak akhir-akhir ini di dunia internasional, maka Pemprov DKI Jakarta membentuk tim tanggap Corona.

    Baca juga: Terbukti! Menkes dan Jokowi Kalah Cepat dari Anies Soal Deteksi Dini Virus Corona

    Halaman selanjutnya…

  • Untuk Kewaspadaan, Dinkes DKI Pantau 115 Orang Terkait Corona dan Dirikan Posko Pelaporan

    Untuk Kewaspadaan, Dinkes DKI Pantau 115 Orang Terkait Corona dan Dirikan Posko Pelaporan

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengaku pihaknya melakukan pemantauan terhadap 115 orang di DKI terkait virus Corona. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut telah melaporkan jumlah tersebut ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    “Kalau alur laporan itu, semua kasus kita laporkan ke Kementerian Kesehatan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia, dilansir Detik.com, Senin (2/3/20).

    Dwi menjelaskan, Kemenkes memiliki posko untuk mengelola atau mengoordinir laporan terkait virus Corona dari semua provinsi. Ia mengatakan hasil laporan ini juga akan diteruskan ke berbagai wilayah, bila ditemukan adanya dugaan atau pasien baru.

    Baca juga: Terbukti! Menkes dan Jokowi Kalah Cepat dari Anies Soal Deteksi Dini Virus Corona

    “Misalnya pasien di Jakarta ada pasien dalam pengawasan, tapi dia misalnya warga Surabaya, nah, dikasih tahu ke sana. Jalur komunikasi dan laporan antar wilayahnya itu dikoordinir di Kementerian Kesehatan,” ungkap Dwi.

    Menurut Dwi, berdasarkan alur tersebut, maka Kemenkes lah yang akan menyampaikan informasi terkait 115 orang yang dipantau ke Kantor Staf Presiden (KSP), atau pihak berkepentingan lain yang memang harus mengetahui informasinya. KSP sendiri diketahui menjadi Pusat Koordinasi terkait Corona di Indonesia.

    Halaman selanjutnya…

  • UAS ke Anies: Mohon Maaf Pak Gubernur, Saya Nggak Bisa Bela di Sosmed, Saya Babak Belur Juga

    UAS ke Anies: Mohon Maaf Pak Gubernur, Saya Nggak Bisa Bela di Sosmed, Saya Babak Belur Juga

    TIKTAK.ID – Ustaz Abdul Somad (UAS) menjadi penceramah dalam peresmian Masjid Cut Nyak Dien pasca direnovasi. Ketika membuka ceramah setelah salat magrib, UAS terlebih dahulu menyampaikan akan pamit pukul 19.20 WIB. Diketahui Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan juga hadir dalam acara ini.

    “Saya akan menyampaikan ceramah sampai tepat pukul tujuh dua puluh WIB. ‘Lho kok tidak sampai salat berjamaah? Apa tidak Salat Isya?’,” ujar UAS di Masjid Cut Nyak Dien, Jl Johar, Gondangdia, Jakarta Pusat, dilansir Detik.com, Minggu (1/3/20).

    Ustaz kondang itu pun menjelaskan bahwa dirinya sudah melaksanakan jamak takdim atau menggabungkan salat magrib dengan salat isya. Ia mengaku hal itu perlu dijelaskan di awal agar tidak mendapat perundungan karena tidak ikut salat isya berjemaah di Masjid Cut Nyak Dien.

    Baca juga: Pilpres 2024 Diprediksi Bakal Diikuti 3 Paslon, Siapa Saja?

    “Saya perlu jelaskan, jangan sampai nanti jadi fitnah. Ustaz Somad diajak Gubernur nggak salat isya berjamaah, entar Gubernur (Anies) lagi yang kena,” ucap UAS.

    Kemudian pria asal Pekanbaru Riau ini mengaku tidak bisa membela Anies ketika mendapat perundungan di media sosial. Pasalnya, UAS sendiri mengatakan dirinya juga sering mendapat perundungan.

    “Saya mohon maaf Pak Gubernur. Saya nggak bisa bela di sosmed, karena saya pun babak belur juga,” jelas UAS.

    Baca juga: Wow, Anies Temukan Terobosan Baru Atasi Banjir Jakarta, Bahkan di Era Jokowi-Ahok Tidak Dilakukan

    Halaman selanjutnya…

  • Resmikan Masjid Cut Nyak Dien, Anies: Air Harus Kembali ke Tanah

    Resmikan Masjid Cut Nyak Dien, Anies: Air Harus Kembali ke Tanah

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyinggung soal masjid ramah lingkungan. Ia mengatakan masjid yang ramah lingkungan itu yang mampu mengalirkan air bekas pakainya kembali ke dalam tanah.

    Hal itu dingkapkan Anies saat memberi sambutan dalam peresmian Masjid Cut Nyak Dien, Jalan Johar, Gondangdia, Jakarta Pusat, yang baru selesai direnovasi.

    “Jakarta sedang musim hujan. Artinya, curah hujan intensif kalau kemarau curah hujan tidak intensif,” ujar Anies, dilansir Detik.com, Minggu (1/3/20).

    Baca juga: Wow, Anies Temukan Terobosan Baru Atasi Banjir Jakarta, Bahkan di Era Jokowi-Ahok Tidak Dilakukan

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan masjid merupakan tempat yang paling banyak menggunakan air. Untuk itu, ia mengajak masyarakat menjadikan masjid-masjid menjadi ramah lingkungan.

    Anies pun berpesan kepada pengurus masjid agar memiliki sistem pembuangan air ramah lingkungan. Dengan begitu, lanjut Anies, air wudu yang sudah dipakai jemaah bisa kembali lagi ke dalam tanah dengan benar.

    “Air diambil dari tanah. Setelah wudu, dikembalikan ke tanah,” ucap Anies.

    Baca juga: Program Unggulan Rumah DP 0 Rupiah Tidak Laku, Anies Pecat Anak Buahnya

    Halaman selanjutnya…

  • Wow, Anies Temukan Terobosan Baru Atasi Banjir Jakarta, Bahkan di Era Jokowi-Ahok Tidak Dilakukan

    Wow, Anies Temukan Terobosan Baru Atasi Banjir Jakarta, Bahkan di Era Jokowi-Ahok Tidak Dilakukan

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengklaim menemukan terobosan baru untuk mengatasi banjir Jakarta. Anies berencana merangkul, bekerja sama, dan meminta solusi langsung dari Warga DKI untuk mengatasi banjir.

    “Hampir di semua tempat, ini sudah diinstruksikan juga kepada seluruh jajaran, dan berbicara dengan Ketua RW, LMK, tentang sebab dan solusi menurut warga sekitar,” ujar Anies, dilansir Tribunnews.com.

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan solusi ini baru dilakukan pada era kepemimpinannya.

    Baca juga: Anies Baswedan Pastikan Pemprov Tak Cari Laba dari Revitalisasi TIM, Ketua DPRD DKI: Dusta!

    “Sebelumnya kita tidak melakukan itu. Sebelumnya selalu dari Pemerintah,” kata Anies.

    Menurut Anies, alasan dirinya melakukan hal tersebut lantaran warga dianggap paham dan mengerti tentang lingkungan sekitar mereka dibandingkan Pemerintah. Untuk itu, Anies mengatakan program penanggulangan banjir yang dirumuskan oleh Pemerintah harus selaras dengan saran dari warga sekitar.

    “Warga itu tahu air datang dari mana, tahu air mengalir ke mana, tahu hambatannya di mana. Maka program dari Pemerintah itu harus sesuai situasi tiap tempat,” ucap Anies.

    Sementara untuk penyebab banjir dari hulu, Anies mengatakan masalah tersebut sudah bisa teratasi dengan adanya early warning system (sistem peringatan dini).

    Baca juga: Program Unggulan Rumah DP 0 Rupiah Tidak Laku, Anies Pecat Anak Buahnya

    Halaman selanjutnya…

  • Pilpres 2024 Diprediksi Bakal Diikuti 3 Paslon, Siapa Saja?

    Pilpres 2024 Diprediksi Bakal Diikuti 3 Paslon, Siapa Saja?

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad memprediksi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan diikuti tiga pasangan calon (paslon). Fadel mengatakan kontestasi Pilpres 2024 akan lebih seru dibanding Pilpres 2019.

    Mantan politikus Partai Golkar ini juga menyatakan saat ini partai-partai politik tengah menjajaki koalisi untuk mengusung calon presiden-wakil presiden.

    “PDIP akan koalisi dengan Gerindra, Prabowo Subianto akan dipasangkan dengan Puan Maharani,” ujar Fadel saat menggelar pertemuan dengan masyarakat Gorontalo di warung kopi Dino, Kota Gorontalo, seperti dilansir Wartaekonomi.co.id, Sabtu (29/2/20) pagi.

    Baca juga: PSI Ajak Partai Politik dan Masyarakat Jegal Anies Maju Pilpres 2024

    Selain koalisi PDIP dengan Gerindra yang akan memasangkan Ketua Umum Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Ketua DPR, Puan Maharani, Fadel menyebut akan muncul nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

    Fadel mengaku Anies akan diusung oleh Partai Nasdem. Menurutnya, Anies yang tidak memiliki partai harus dipasangkan dengan tokoh partai. Hal itulah, kata Fadel, yang membuat Anies kemungkinan akan dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

    Fadel mengklaim di internal Partai Golkar sendiri saat ini masih menggodok Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto untuk diajukan menjadi capres. Tokoh masyarakat Gorontalo itu juga mengakui terdapat aspirasi dari masyarakat Gorontalo untuk mendorong Wakil Ketua DPR Rahmat Gobel menjadi salah satu capres-cawapres.

    Baca juga: Prabowo-Anies Calon Terkuat Pilpres 2024 Versi Survei, Sandiaga: Tahan Diri, Banyak Masalah Lebih Mendesak Diselesaikan

    Halaman selanjutnya…

  • Soal Banjir, Ferdinand Hutahaean Sebut Anies Baswedan Sesat Pikir

    Soal Banjir, Ferdinand Hutahaean Sebut Anies Baswedan Sesat Pikir

    TIKTAK.ID – Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengkritik tajam pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan yang menyebut air hujan disalurkan ke bumi, bukan dimasukkan ke laut. Ia menilai pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Anies memilki sesat logika soal air hujan.

    Hal itu diungkapkannya dalam program DUA SISI yang diunggah dari YouTube tvOneNews, Jumat (28/2/20).

    Ferdinand mencontohkan, Hendrik van Breen sudah merencanakan Banjir Kanal Barat sejak zaman Belanda dulu, dan Sutiyoso membangun Banjir Kanal Timur.

    “Nah kenapa Anies bisa berpikir bahwa ini semua sesat, salah, dan tidak boleh dialirkan ke laut? Cara berpikirnya sesat juga terkait itu,” kata Ferdinand, dilansir Tribunnews.com.

    Baca juga: Demokrat Nilai Cara Jokowi ‘Manjakan’ Influencer dan ‘Beri Makan’ Buzzer Tidak Tepat

    Ferdinand mengakui bahwa tidak ada yang bisa menghentikan banjir di Jakarta untuk selamanya, sehingga banjir hanya bisa diminimalisir dengan upaya-upaya penanggulangan banjir yang tepat.

    Ia berpendapat hal yang harus dilakukan pertama adalah membereskan saluran air, menormalisasi kali, bahkan kalau perlu mengambil wilayah tertentu untuk dijadikan waduk. Ia menyarankan Anies untuk membebaskan lahan dan membangun pemukiman flat ke atas untuk warga-warga yang ada di situ.

    Halaman selanjutnya…