Tag: Anggota FPI

  • Anggota Teroris JAD Makassar Sebut Nama Munarman, Densus 88 Akan Tindaklanjuti

    Anggota Teroris JAD Makassar Sebut Nama Munarman, Densus 88 Akan Tindaklanjuti

    TIKTAK.ID – Markas Besar Polri diketahui membuka peluang memanggil mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, mengenai dugaan keterlibatannya dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

    “Jika kasus di Makassar ternyata melibatkan pemimpin FPI, tentu hal ini tidak menutup kemungkinan Densus 88 akan melakukan langkah-langkah penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono pada Sabtu (6/2/21), seperti dilansir Tempo.co.

    Rusdi pun menegaskan, siapa saja yang diduga memiliki keterlibatan dengan jaringan JAD, maka akan dihukum.

    Baca juga : Demokrat Ngotot Minta Jokowi Klarifikasi Kudeta Moeldoko

    “Siapapun dia, pasti nanti akan diminta pertanggungjawaban hukumnya,” imbuh Rusdi.

    Untuk diketahui, nama Munarman muncul berdasarkan pengakuan dari salah satu terduga teroris JAD asal Makassar. Terduga teroris tersebut menyatakan telah berbaiat bersama 100 orang lainnya kepada Abu Bakar Al Baghdadi di hadapan Munarman selaku perwakilan FPI Pusat. Kemudian dia mengklaim taklim rutin FPI juga diikutinya sebanyak tiga kali.

    Akan tetapi, Munarman membantah dirinya ikut terlibat dalam jaringan JAD.

    Baca juga : Moeldoko Berpeluang Jadi Kuda Hitam di Pilpres 2024

    “Saya tidak kenal,” sergah Munarman, Kamis (4/2/21).

    Sementara itu, Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP), Petrus Selestinus menyebut Munarman menampik telah mengisi kegiatan anggota FPI Makassar ke dalam jaringan teroris JAD.

    “Munarman membantah hadir dan ikut mengisi kegiatan anggota FPI Makassar ke dalam jaringan teroris JAD ketika dibaiat masuk ke dalam jaringan ISIS tahun 2015 yang lalu, meski banyak saksi mengungkap fakta kehadiran Munarman dalam acara baiat tersebut,” ucap Petrus melalui keterangan tertulis, mengutip Jpnn.com, Minggu (7/2/21) dini hari.

    Baca juga : Andi Mallarangeng Bandingkan Langkah Moeldoko Kudeta AHY Mirip Kudeta terhadap Presiden Myanmar

    Halaman selanjutnya…

  • Polri Tangkap 26 Orang Teroris Afiliasi JAD-ISIS, Sebagian Besar Anggota FPI

    Polri Tangkap 26 Orang Teroris Afiliasi JAD-ISIS, Sebagian Besar Anggota FPI

    TIKTAK.ID – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri diketahui menerbangkan sebanyak 26 tersangka teroris yang ditangkap di Makassar dan Gorontalo ke Jakarta, pada Kamis (4/2/21). Para tersangka pun telah sampai pada Kamis siang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

    Menurut Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, para tersangka teroris yang sebagian besar merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) tersebut langsung dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) khusus tindak pidana terorisme di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

    “Mereka nantinya akan ditahan di Rutan khusus Teroris di Cikeas,” ujar Rusdi Hartono kepada wartawan, Kamis, seperti dilansir Jpnn.com.

    Baca juga : Pilkada Serentak 2024, Masa Jabatan Anies Baswedan Bisa Diperpanjang

    Rusdi mengatakan kelompok yang bernama Ihwal Pakuato ini adalah kelompok teroris yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan ISIS. Ia menjelaskan, kelompok Ihwal Pakuato bahkan telah mempersiapkan diri melakukan tindak pidana terorisme, salah satunya dengan melakukan latihan fisik bela diri.

    Rusdi menyebut kelompok Ihwal Pakuato mempelajari cara memanah, melempar pisau, dan menembak dengan senapan angin.

    Selain itu, kata Rusdi, kelompok ini memiliki keahlian untuk merakit bom. Ia mengklaim kelompok Ihwal Pakuato juga sudah mempersiapkan “pengantin” -sebutan bagi pelaku bom bunuh diri.

    Baca juga : 26 Terduga Teroris yang Diterbangkan dari Makassar Ditahan di Cikeas

    “Kelompok ini tengah merencanakan kegiatan penyerangan Mako Polri, rumah dinas Polri, dan rumah pejabat di Gorontalo. Mereka pun berencana melakukan aksi perampokan pada beberapa toko di sekitar Gorontalo,” terang Rusdi.

    Kemudian Rusdi memaparkan, ada 19 dari 26 tersangka teroris itu yang juga merupakan anggota FPI di Makassar.

    “Dari 26 tersangka, 19 orang di antaranya merupakan bagian atau menjadi anggota FPI di Makassar. Mereka sangat aktif mengikuti kegiatan FPI di Makassar,” ucap Rusdi.

    Baca juga : Respons Dingin Moeldoko Saat Ditanya Soal Surat AHY ke Jokowi

    Merespons pernyataan polisi, mantan kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar menilai seharusnya polisi tak lagi menghubung-hubungkan terduga teroris tersebut dengan FPI karena sudah dibubarkan Pemerintah. Oleh sebab itu, ia mengaku heran akibat nama FPI terus dikaitkan dengan berbagai hal.

    “Tidak tahu (ya mau menanggapi seperti apa), karena kan sudah tidak ada FPI lagi. Jadi kita bingung, padahal sudah bubar tapi masih saja dibawa repot dan ribet,” tegas Aziz, mengutip Kompas.com dari Tribunnews.com, Kamis (4/2/21).

  • Di Mana Habib Rizieq Saat Polisi Tembak Mati Anggota FPI?

    Di Mana Habib Rizieq Saat Polisi Tembak Mati Anggota FPI?

    TIKTAK.ID – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab diketahui meninggalkan rumah anaknya yang terletak di Sentul, Bogor, Jawa Barat, menuju ke tempat pengajian keluarga pada Minggu (6/12/20) sekitar pukul 22.30 WIB.

    Rizieq memang beristirahat di daerah selatan Jakarta setidaknya sejak awal Desember, usai meninggalkan RS UMMI Bogor secara kontroversial. Tidak diketahui di mana lokasi pengajian tersebut, yang jelas acara itu merupakan acara internal khusus keluarga inti.

    Meski datang ke acara keluarga, namun Rizieq tidak berangkat sendiri atau bersama keluarga saja. Rizieq bersama istri, anak, menantu, dua bayi, dan tiga balita dijaga oleh anggota Laskar FPI dalam perjalanan. Rizieq dan keluarga menaiki empat mobil, sedangkan para pengawalnya menumpangi empat mobil.

    Baca juga : Bareskrim Polri Musnahkan 5 Hektare Ladang Ganja di Sumut

    Sekretaris Umum FPI, Munarman, mengklaim rombongan Rizieq itu diikuti “orang-orang tidak berseragam” sejak keluar dari Sentul.

    Seperti dilansir Tirto.id, Senin (7/12/20), Munarman mengatakan kelompok tak dikenal ini berusaha memotong rombongan dan menyetop kendaraan.

    Menurutnya, peristiwa ini terjadi di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50, di dekat pintu Tol Karawang Timur, sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah itu, kata Munarman, para pengawal Rizieq bereaksi untuk melindungi Rizieq.

    Baca juga : JK Blak-Blakan Tak Sejalan dengan Jokowi, Lebih Dukung Anies Jadi Gubernur DKI Ketimbang Ahok

    “Hal itu merupakan reaksi normal karena memang bertugas untuk mengawal,” ucapnya.

    Ia melanjutkan, yang berupaya menghalau laju “orang-orang tidak berseragam” sebanyak dua mobil, sementara dua mobil lain yang tak menghalau, melaju terus melanjutkan mengawal Rizieq ke tempat tujuan, meninggalkan dua mobil pengawal lain.

    Halaman selanjutnya…