Film ‘Tolong Saya! (Dowajuseyo)’ Angkat Mitos Horor Korea

TIKTAK.ID – Film “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” adalah film bergenre horor yang mengangkat mitos Korea. Proses syuting film ini pun dilakukan di Korea Selatan. Produser Eksekutif Heart Pictures, Herty Purba, mengungkapkan alasan di balik pemilihan mitos horor Korea sebagai dasar cerita film tersebut.
“Keputusan kami menggarap genre horor sebagai proyek debut rumah produksi ini didasari pada pertimbangan pasar, sekaligus tantangan besarnya biaya produksi film,” ucap Herty dalam acara diskusi yang digelar di FX Sudirman, beberapa waktu lalu, seperti dilansir Kumparan.com.
Herty mengatakan tak hanya biaya produksi film, perizinan dan akses juga menjadi tantangan. Terlebih, film ini mengambil latar di Korea Selatan.
Baca juga : IU Adu Akting dengan Byeon Woo Seok di Drakor ‘Perfect Crown’
Herty menyebut film “Tolong Saya! (Dowajuseyo)”, mengambil lokasi syuting di Busan. Dia mengaku pemilihan Busan sebagai lokasi syuting film ini turut didukung oleh berbagai institusi setempat. Herty menilai dukungan institusi setempat sangat membantu kelancaran proses syuting, terutama untuk penggunaan sejumlah lokasi yang biasanya sulit untuk diakses.
“Syuting di universitas, rumah sakit, atau tempat umum itu biasanya sulit dan mahal. Namun di Busan kami sangat dibantu,” tutur Herty.
“Banyak pihak yang mendukung, sehingga proses syuting bisa berjalan dengan lancar,” imbuh Herty.
Baca juga : Hyun Bin Naikkan Berat Badan Hingga 14 Kg Demi ‘Made in Korea’
Herty lantas memastikan film ini menghadirkan pendekatan yang berbeda. Dia mengatakan film tersebut masih ramah disaksikan oleh remaja 13 tahun ke atas.
“Ini horor yang ramah, bukan penuh darah. Sebagai seorang ibu, saya ingin film ini masih aman ditonton oleh remaja,” ujar Herty.
Herty menjelaskan, bukan hanya hiburan, film tersebut juga menyelipkan pesan edukatif, khususnya bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Baca juga : Stefan William Main Bareng Marshanda di Serial ‘Melindungimu Selamanya’
“Ada pesan supaya anak-anak yang sekolah atau kuliah di luar negeri tetap hati-hati, fokus pada pendidikan, dan tetap membawa nilai-nilai yang membanggakan orang tua,” jelas Herty.
Film yang disutradarai oleh Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca ini menceritakan Tania (Saskia Chadwick), seorang mahasiswa Indonesia di Korea Selatan, yang terjerat dalam dunia arwah penasaran bernama Min Yong (Kim Seoyoung).
Bersama dr. Park Min Jae (Kim Geba), seorang dokter yang jatuh cinta padanya, Tania berjuang untuk mengungkap kebenaran kelam di balik tragedi hidup Min Yong. Akan tetapi, kehadiran Dion (Cinta Brian), pria misterius dengan masa lalu kelam, justru semakin memperumit situasi.










