
TIKTAK.ID – Beberapa menteri di Kabinet Indonesia Maju acap kali mengeluarkan berbagai pernyataan yang kontroversial dan memantik perhatian publik. Sebagian pernyataan tersebut bahkan menuai kritik dan viral di media sosial.
Berikut pernyataan lima menteri yang menjadi viral:
Muhadjir Effendy: Fatwa Orang Kaya Menikahi Orang Miskin
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengusulkan kepada Kementerian Agama agar menerbitkan fatwa agar orang kaya menikahi orang miskin. Ia mengaku ide ini berangkat dari data yang menyebut ada 5 juta kepala keluarga yang masuk kategori rumah tangga miskin.
“Di Indonesia ini kan ada ajaran agama yang kadang-kadang disalahtafsirkan. Kalau mencari jodoh yang setara, orang miskin cari juga sesama miskin, akibatnya ya jadilah rumah tangga miskin baru,” ujar Muhadjir dalam sambutannya di acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, dilansir Tempo.co, Rabu (19/2/20).
Baca juga: Beda Pernyataan Jubir Jokowi dan Relawan Soal Reshuffle Menteri, Sengaja atau Kurang Koordinasi?
Mahfud MD: Data Sampah Veronica Koman
Awalnya, aktivis HAM Veronica Koman menyatakan telah menyerahkan surat berisi data tahanan politik dan korban tewas di Papua kepada Jokowi.
“Belum dibuka kali suratnya, karena ada banyak. Rakyat biasa juga kirim surat ke Presiden. Jadi itu kalau memang ada, ya, sampah sajalah,” ujar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/20).
Mahfud kemudian mengatakan ada salah tafsir dalam mengartikan ucapannya. Ia berdalih konteks sampah yang ia maksud adalah terkait ucapan Veronica yang menyebut telah menyerahkan data itu kepada Jokowi di Australia.
“Yang sampah itu adalah informasi bahwa Veronica Koman serahkan surat kepada Presiden. Itu sampah, ndak ada,” ucap Mahfud.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










