TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Demo Terkait Biaya Hidup di Paris Diwarnai Aksi Penjarahan Toko Brand Mewah

Demo Terkait Biaya Hidup di Paris Diwarnai Aksi Penjarahan Toko Brand Mewah

By Johan Arif
18 Oktober 2026
0
0
Demo Terkait Biaya Hidup di Paris Diwarnai Aksi Penjarahan Toko Brand Mewah

Contents

  • 1. Demo Terkait Biaya Hidup di Paris Diwarnai Aksi Penjarahan Toko Brand Mewah
    • 1.1. Penjarahan Berlangsung di Berbagai Kota
    • 1.2. Monumen Dicoret Grafiti, Bar Terbakar
    • 1.3. Marseille hingga Nice Jadi Sasaran
    • 1.4. CGT Klaim 800 Ribu Orang Berdemo
    • 1.5. Kemarahan Publik Memuncak Jelang Pemilu

Demo Terkait Biaya Hidup di Paris Diwarnai Aksi Penjarahan Toko Brand Mewah

Unjuk rasa menolak kenaikan biaya hidup di Paris, Prancis, berakhir ricuh. Sejumlah gerai brand mewah hingga toko runcit menjadi sasaran penjarahan massa yang turun ke jalan pada Sabtu.

Penjarahan Berlangsung di Berbagai Kota

Dilansir AFP, Minggu (18/10/2026), aksi pembobolan toko terjadi di sejumlah kota di Prancis. Sasarannya beragam, mulai dari gerai merek mewah kelas atas sampai toko roti. Seluruh kejadian berlangsung di sela-sela demonstrasi besar menentang mahalnya biaya hidup.

Di Paris, kaca depan sebuah toko produk perawatan kulit di dekat alun-alun Republique hancur. Para penjarah melemparkan produk kecantikan dari dalam toko kepada puluhan orang yang berkumpul di luar.

Mereka juga membobol sebuah toko telekomunikasi, lalu melemparkan ponsel dari dalam ke arah kerumunan.

Monumen Dicoret Grafiti, Bar Terbakar

Kawasan monumen utama di Republique ikut rusak. Monumen itu penuh coretan grafiti, sementara batu trotoar di sekitarnya dicongkel massa. Sebuah bar bernama La Barrique dilaporkan dilalapi api.

AFP juga mencatat sekelompok pemuda membobol supermarket di dekat lokasi. Mereka mengambil botol minuman beralkohol dan kaleng minuman untuk dilemparkan ke arah petugas kepolisian. Di titik lain, petugas pemadam kebakaran turun tangan memadamkan api yang menghanguskan sebuah toko sepatu.

Marseille hingga Nice Jadi Sasaran

Di Marseille, kota terbesar kedua Prancis, pengunjuk rasa yang marah merusak puluhan toko. Gerai merek mewah Hermes menjadi salah satu sasaran. Toko perhiasan, pakaian, kosmetik, peralatan rumah tangga, bahkan toko roti turut dirusak.

Kota Lille di wilayah utara juga mengalami kerusakan. Wali kota dari Partai Sosialis, Arnaud Deslandes, mengungkapkan para penjarah membobol sebuah Apple Store di pusat kota.

Sementara di Nice, wilayah selatan, sejumlah toko dijarah, termasuk gerai pakaian olahraga dan diler sepeda motor.

CGT Klaim 800 Ribu Orang Berdemo

Serikat pekerja utama Prancis, CGT, menyatakan sekitar 800.000 orang turun ke jalan pada hari Sabtu untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Jumlah itu naik dari perkiraan awal serikat yang menyebut lebih dari 500.000 orang.

“Pemerintah harus menghentikan penindasan dan segera menanggapi tuntutan sosial,” tulis CGT dalam pernyataan yang dikirimkan kepada AFP.

Untuk membubarkan massa, polisi menembakkan gas air mata dan mengerahkan meriam air. Pengunjuk rasa membalas dengan melemparkan berbagai benda serta menembakkan kembang api ke arah petugas.

Di kota Saint-Etienne, tangan kanan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun terputus akibat terkena granat pengendali massa.

Kemarahan Publik Memuncak Jelang Pemilu

Kerusuhan ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi Prancis. Daya beli masyarakat terus merosot sejak 2024, sementara harga bahan bakar melonjak tajam menyusul pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran awal tahun ini.

Kemarahan publik meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terlebih Prancis tengah bersiap menghadapi pemilihan umum untuk menggantikan Presiden Emmanuel Macron tahun depan. Ketegangan dipicu dugaan tindakan brutal aparat terhadap aksi protes yang dilakukan para siswa sekolah menengah.

Baca juga: dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap daya beli masyarakat dan protes menolak kenaikan biaya hidup di berbagai negara.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Kecam Serangan Israel di Gaza, IDAI Desak Lindungi Hak Anak-anak
    Nasional

    Kecam Serangan Israel di Gaza, IDAI Desak Lindungi Hak Anak-anak

    21 Oktober 2023
    By Joni Sitohang
  • Singgung Asing Niat Pecah Belah Indonesia, Prabowo Ajak Bersatu Seluruh Elemen Bangsa
    Nasional

    Singgung Asing Niat Pecah Belah Indonesia, Prabowo Ajak Bersatu Seluruh Elemen Bangsa

    20 Desember 2019
    By Johan Arif
  • Belum Lama Jabat Wali Kota, Gibran Sudah Ngamuk Saat Sidak para Guru di Wilayahnya
    Nasional

    Belum Lama Jabat Wali Kota, Gibran Sudah Ngamuk Saat Sidak para Guru di Wilayahnya

    3 April 2021
    By Johan Arif
  • Indra Jegel Stres Dapat Peran Serius di Film ‘Until Tomorrow'
    Nasional

    Indra Jegel Stres Dapat Peran Serius di Film ‘Until Tomorrow’

    30 September 2022
    By
  • PA 212 Ancam Tinggalkan Anies Baswedan Jika Tak Batalkan Sponsor Bir di Ajang Formula E
    Nasional

    PA 212 Ancam Tinggalkan Anies Baswedan Jika Tak Batalkan Sponsor Bir di Ajang Formula E

    30 Mei 2022
    By Joni Sitohang
  • Berkaca dari Negara Lain, Jokowi Tak Mau Ada Gelombang Kedua Corona di Indonesia
    Nasional

    Berkaca dari Negara Lain, Jokowi Tak Mau Ada Gelombang Kedua Corona di Indonesia

    5 Mei 2020
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • Golkar-PAN Beri Kode Partai Parlemen 'Biru' Bakal Gabung Koalisi Prabowo, Demokrat?
    Nasional

    Golkar-PAN Beri Kode Partai Parlemen ‘Biru’ Bakal Gabung Koalisi Prabowo, Demokrat?

  • HP Spectre X360, Laptop Tipis Premium dengan Performa Super
    Teknologi

    HP Spectre X360, Laptop Tipis Premium dengan Performa Super

  • Pola Makan Sehat, Ini Nutrisi yang Diperlukan Tubuh
    Tips & Tutorial

    Pola Makan Sehat, Ini Nutrisi yang Diperlukan Tubuh

  • Pengamat: Dukungan Jokowi di Pilpres 2024 Tak Mengarah ke Ganjar Tapi Prabowo
    Nasional

    Pengamat: Dukungan Jokowi di Pilpres 2024 Tak Mengarah ke Ganjar Tapi Prabowo

  • Usai 'The Penthouse', Lee Tae Vin Main Drama 'Delivery'
    Selebriti

    Usai ‘The Penthouse’, Lee Tae Vin Main Drama ‘Delivery’

Artikel Terbaru

  • Cara Mengatasi Diare di Rumah: Gejala dan Penanganannya 19 Oktober 2026
  • Tindak Lanjut Arahan Kapolri, Polda Riau Bongkar Peredaran 47 Kg Sabu 19 Oktober 2026
  • Cara Mengganti Wallpaper HP dengan Foto Sendiri, Mudah & Cepat 19 Oktober 2026
  • Polisi Ditahan atas Dugaan Bunuh Sesama Anggota Polisi 19 Oktober 2026
  • Profil Mohammad Ahsan: Biodata dan Karier Bulu Tangkis 18 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (79)
  • Keuangan (18)
  • Kuliner (1,064)
  • Nasional (7,995)
  • Olahraga (1,142)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,262)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.