
Duel Infinix GT 30 Pro vs POCO X7 Pro: Mana yang Layak Dibeli?
Infinix GT 30 Pro dan POCO X7 Pro sama-sama membidik gamer yang ingin performa tinggi tanpa merogoh kocek lebih dari Rp 4 juta. Keduanya mengandalkan chipset MediaTek Dimensity kelas menengah atas, tetapi membawanya dengan cara yang berbeda. Infinix tampil mencolok dengan identitas gaming yang kuat, sementara POCO memilih jalan performa kasar dan fitur harian yang lebih matang.
Artikel ini membedahkan keduanya aspek demi aspek, mulai dari desain, layar, performa, kamera, baterai, sampai harga. Tujuannya satu: supaya Anda gampang menentukan mana yang paling pas dengan kebutuhan dan budget. Ringkasan spesifikasinya bisa Anda lihat di tabel berikut (data dirangkum dari spesifikasi resmi dan basis data GSMArena).
Tabel Spesifikasi Singkat
| Aspek | Infinix GT 30 Pro | POCO X7 Pro |
|---|---|---|
| Layar | 6,78″ AMOLED 1,5K, 144 Hz | 6,67″ AMOLED 1,5K, 120 Hz |
| Chipset | MediaTek Dimensity 8350 Ultimate | MediaTek Dimensity 8400-Ultra |
| RAM/Storage | 12 GB / 256 GB (UFS 4.0) | 8/12 GB / 256/512 GB |
| Kamera belakang | 108 MP + 2 MP makro | 50 MP OIS + 8 MP ultrawide |
| Kamera depan | 32 MP | 20 MP |
| Baterai | 5.500 mAh, charging 45W | 6.000 mAh, HyperCharge 90W |
| OS | Android 15, XOS 15 | Android 15, HyperOS 2 |
| Bobot | ±209 gram | ±195 gram |
| Ketahanan air | Tidak ada rating resmi | IP68 / IP69 |
Desain dan Build
Begitu dipegang, karakter keduanya langsung terasa beda. Infinix GT 30 Pro tampil sebagai HP gaming sejati: ada strip lampu RGB bernama GT Vega di panel belakang yang efek cahayanya bisa dikustomisasi lewat aplikasi. Di bagian samping tersedia trigger gaming untuk main FPS. Bobotnya sekitar 209 gram dan tersedia ekosistem aksesori magnetik seperti case serta pendingin khusus.
Sementara itu, POCO X7 Pro tampil lebih netral dan elegan dengan bodi melengkung yang nyaman digenggam. Bobotnya hanya sekitar 195 gram, lebih ringan hampir 15 gram dibanding rivalnya. Untuk Anda yang tidak mau terlihat seperti membawa perangkat esports saat di kantor atau kampus, desain POCO tentu lebih aman.
Pemenang kategori ini subjektif. Kalau kriteria Anda adalah fitur gaming fisik dan tampilan ikonik, Infinix unggul. Namun untuk ergonomi dan kesan premium harian, POCO sedikit di depan.
Layar
Keduanya sama-sama memakai panel AMOLED datar resolusi 1,5K, tetapi ada dua perbedaan penting. Layar GT 30 Pro lebih luas di ukuran 6,78 inci dengan refresh rate 144 Hz. Kombinasi ini bikin gerakan di game racing dan FPS terasa lebih responsif. X7 Pro sedikit lebih kompak di 6,67 inci dengan refresh rate 120 Hz.
Di sisi lain, kecerahan milik POCO diklaim mencapai 3.200 nit pada titik tertinggi, sehingga tetap terbaca jelas di bawah sinar matahari. Panelnya juga dilindungi kaca Gorilla Glass Victus 2 yang tahan gores lebih baik. Kalau prioritas Anda refresh rate untuk gaming, pilih Infinix; kalau sering pakai HP di luar ruangan, layar POCO lebih meyakinkan.
Chipset dan Performa
Ini kategori paling menentukan. POCO X7 Pro ditenagai Dimensity 8400-Ultra yang fabrikasi 4nm dengan arsitektur all-big-core, sementara GT 30 Pro memakai Dimensity 8350 Ultimate. Berdasarkan sejumlah hasil uji AnTuTu yang beredar, skor Dimensity 8400-Ultra menyentuh kisaran 1,6–1,7 juta poin. Angka itu sedikit di atas Dimensity 8350 yang berkutat di kisaran 1,3–1,4 juta.
Dalam pemakaian nyata, keduanya lancar menjalankan Mobile Legends dan PUBG Mobile di pengaturan tinggi. Untuk game semakin berat seperti Genshin Impact, POCO memberikan headroom lebih besar sehingga frame rate lebih stabil dalam sesi panjang. Penyimpanan keduanya sama-sama cepat berkat UFS 4.0.
Meski kalah dalam angka benchmark, GT 30 Pro punya senjata pendukung yang praktis: trigger samping untuk aiming, plus mode bypass charging yang membuat HP tetap dingin saat dicharging sambil main. Performa mentah tetap milik POCO, tapi pengalaman gaming Infinix terasa lebih “lengkap”.
Kamera
Bagian ini jadi pembeda paling jelas. POCO X7 Pro membawa kamera utama 50 MP dengan OIS plus lensa ultrawide 8 MP. Kombinasi OIS membuat foto low-light lebih bersih dan rekaman video lebih stabil. Infinix GT 30 Pro mengandalkan sensor utama 108 MP beresolusi tinggi yang menghasilkan detail tajam di siang hari, didampingi lensa makro 2 MP. Sayangnya, tidak ada ultrawide maupun OIS.
Untuk selfie, angka di atas kertas memihak Infinix lewat kamera depan 32 MP versus 20 MP milik POCO. Hasilnya memang lebih cerah dan detail untuk konten video call atau story. Meski begitu, fleksibilitas dan konsistensi hasil tetap milik POCO karena stabilisasi optiknya. Keduanya sama-sama mampu merekam video hingga resolusi 4K.
Pemenang kategori kamera: X7 Pro, kecuali Anda sangat sering selfie dan jarang memotret pemandangan.
Baterai dan Pengisian Daya
X7 Pro unggul telak di sini. Kapasitasnya 6.000 mAh dengan fast charging HyperCharge 90W sanggup mengisi penuh dalam waktu kurang lebih satu jam. GT 30 Pro membawa baterai 5.500 mAh dengan charging 45W—cukup untuk sehari pemakaian normal, tapi daya isiannya setengah lebih lambat.
Sebagai kompensasi, Infinix menyematkan mode bypass charging yang menyuplai listrik langsung ke motherboard saat gaming, sehingga panas tidak menumpuk di baterai. Ada juga dukungan pengisian nirkabel magnetik melalui aksesori khusus. Tetap saja, untuk mayoritas pengguna, kombinasi kapasitas dan kecepatan isi ulang milik POCO lebih relevan dipakai sehari-hari.
Fitur Pendukung
Dari sisi kelengkapan, X7 Pro membawa sertifikasi ketahanan air IP68/IP69 yang langka di kelasnya, NFC, blaster inframerah, dan speaker stereo. Paket seperti ini bikin HP lebih tenang dipakai lintas situasi, mulai dari hujan gerimis sampai jatuh di dekat kolam.
GT 30 Pro juga punya NFC dan speaker stereo, lalu menambahkan bonus yang tidak dimiliki POCO. Ada lampu RGB yang bisa sinkron dengan notifikasi dan musik, serta aksesori magnetik ala flagship. Namun soal ketahanan dari air, POCO jelas lebih percaya diri.
Soal pembaruan perangkat lunak, keduanya sudah berjalan di Android 15—POCO lewat HyperOS 2 dan Infinix lewat XOS 15. POCO punya rekam jejak distribusi update yang lebih panjang di kelas menengah. Dukungan purnajual Infinix sendiri masih bergantung pada kebijakan resmi distributornya di Indonesia, jadi pastikan Anda cek cakupan service center di kota masing-masing sebelum checkout. Kategori ini jatuh ke POCO.
Harga dan Varian
Harga menjadi alasan utama banyak orang memilih Infinix. GT 30 Pro dijual di Indonesia dalam varian 12 GB/256 GB dengan kisaran harga Rp 3,4–3,5 juta. Dengan budget segitu Anda sudah mendapat RAM terbesar, sesuatu yang di kelas ini jarang terjadi.
POCO merilis X7 Pro awal 2025 dengan harga kisaran Rp 4 jutaan untuk varian 8/256, dan tersedia opsi 12/512 di atasnya. Seiring waktu, harganya kerap turun mendekati Rp 3,5 juta di ajang diskon marketplace. Selisihnya tipis, tapi selama POCO masih sedikit lebih mahal, poin harga milik Infinix.
Hasil Perbandingan: Pemenang per Kategori
| Kategori | Pemenang | Alasan Singkat |
|---|---|---|
| Desain & fitur gaming | Infinix GT 30 Pro | RGB GT Vega + trigger samping |
| Layar | Infinix GT 30 Pro | 144 Hz & lebih luas |
| Performa | POCO X7 Pro | Dimensity 8400-Ultra lebih kencang |
| Kamera | POCO X7 Pro | OIS + ultrawide lebih serbaguna |
| Baterai & charging | POCO X7 Pro | 6.000 mAh + 90W |
| Fitur pendukung | POCO X7 Pro | IP68/IP69, Gorilla Glass Victus 2 |
| Harga | Infinix GT 30 Pro | RAM 12 GB di bawah Rp 3,5 juta |
Mana yang Lebih Unggul?
Kalau dihitung dari tujuh kategori di atas, POCO X7 Pro unggul di empat aspek dan layak disebut pemenang keseluruhan. Performa lebih cepat, baterai lebih besar, pengisian jauh lebih ngebut, kamera lebih serbaguna, plus sertifikasi IP68/IP69 yang menambah rasa aman. Ini pilihan paling seimbang untuk hampir semua tipe pengguna.
Meski begitu, Infinix GT 30 Pro bukan pilihan yang salah. Pilih HP ini jika Anda ingin:
- Budget di bawah Rp 3,5 juta tapi tetap dapat RAM 12 GB
- Estetika gaming mencolok dengan lampu RGB yang bisa dikustomisasi
- Trigger samping dan bypass charging untuk sesi main panjang
- Selfie resolusi tinggi untuk konten sosial media
Sementara POCO X7 Pro lebih tepat jika Anda mengutamakan beberapa hal: performa tercepat di kelasnya, daya tahan baterai jumbo, serta ketahanan air. Kamera yang andal dalam kondisi minim cahaya juga jadi nilai tambah. Kalau ingin memperluas referensi, baca perbandingan Samsung Galaxy A56 vs Redmi Note 14 Pro 5G untuk segmen menengah, atau daftar HP 2 jutaan dengan baterai awet jika budget lebih ketat.
Pertanyaan Umum
Apakah keduanya sudah mendukung 5G?
Ya. Baik GT 30 Pro maupun X7 Pro sama-sama merupakan HP 5G dan siap dipakai di jaringan 5G Indonesia.
HP mana yang lebih awet dipakai beberapa tahun?
POCO X7 Pro punya bekal lebih lengkap untuk pemakaian jangka panjang: baterai 6.000 mAh, kaca Victus 2, dan rating IP68/IP69. Sementara itu, GT 30 Pro mengandalkan UFS 4.0 yang menjaga kecepatan penyimpanannya tetap konsisten.
Bagaimana soal garansi dan purnajual?
Keduanya dibekali garansi resmi di Indonesia. POCO unggul dari sisi jumlah service center karena jaringan distribusinya lebih luas, sementara Infinix terus menambah titik servis di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Mana yang cocok untuk Genshin Impact?
Keduanya bisa, tapi POCO memberikan frame rate lebih stabil karena Dimensity 8400-Ultra punya tenaga cadangan lebih besar.
Sebelum checkout, pastikan Anda mencocokkan kebutuhan utama dengan keunggulan tiap HP di atas. Harga yang disebut dalam artikel ini merupakan kisaran saat peluncuran dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung toko serta promo yang berjalan.










