TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Demo Ribuan Petani India Protes UU Pertanian yang Lebih Memihak Perusahaan Besar

Demo Ribuan Petani India Protes UU Pertanian yang Lebih Memihak Perusahaan Besar

By William Putra Wijaya
28 November 2020
1226
0
Demo Ribuan Petani India Protes UU Pertanian yang Lebih Memihak Perusahaan Besar

TIKTAK.ID – Ribuan petani memasuki Ibu Kota India, New Delhi untuk melakukan protes atas rencana penerapan undang-undang pertanian yang baru, beberapa jam setelah polisi menembakkan beberapa gas air mata dan menggunakan meriam air untuk menghentikan pawai “Dilli Chalo” atau ‘Pergi ke Delhi’.

Para petani India sebelumnya bentrok dengan polisi pada Jumat (27/11/20), selama pawai para demonstran ke Ibu Kota, untuk menentang undang-undang baru, yang akan membuat petani bisa langsung menjual produk mereka ke pembeli swasta dan menandatangani kontrak dengan perusahaan swasta.

Tetapi para petani menuntut RUU, yang disahkan oleh parlemen India pada bulan September itu, dibatalkan karena khawatir undang-undang tersebut akan membuat mereka rentan terhadap dominasi perusahaan besar.

Seorang Juru Bicara Kepolisian Delhi mengonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa para petani telah diberi izin untuk memasuki Ibu Kota negara dan mengadakan protes damai di Lapangan Nirankari Samagam di daerah Burari.

“Para petani telah diberikan izin untuk masuk ke Delhi. Mereka dapat berdemonstrasi dengan damai di daerah Burari,” kata polisi Delhi, Anil Mittal kepada Al Jazeera.

Namun, petani dari beberapa Negara Bagian dan serikat pekerja, yang ingin menggelar protes di lapangan Ramlila di jantung kota, belum memberikan tanggapan apakah mereka akan setuju dengan tempat baru tersebut.

Rekaman televisi menunjukkan gumpalan asap dan beberapa orang melemparkan batu ke arah polisi ketika ribuan orang menekan barikade, mengibarkan bendera dan tongkat. Beberapa mengendarai traktor di dekat pembatas.

“Kami akan mencapai Delhi apa pun yang terjadi”, seru para demonstran.

Sebelumnya, pemimpin petani Sukhdev Singh mengatakan kepada Al Jazeera melalui telepon dari Narwana, Haryana, bahwa mereka akan terus berbaris menuju Ibu Kota negara apa pun risikonya.

“Jika Pemerintah mengira akan menghentikan kami dengan menggunakan kekerasan atau memblokir jalan, itu tidak akan terjadi. Kami akan mencapai Delhi tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan,” katanya.

“Pemerintah ini tidak peduli dengan petani. Mereka mencoba menghancurkan kita dan membantu perusahaan besar.”

“Kami tidak ingin jalanan jadi macet. Kami hanya ingin berbaris ke Delhi, tetapi Pemerintahlah yang melakukan kekerasan dan memblokir jalan serta menyebabkan ketidaknyamanan bagi orang-orang.”

Petani lain yang memprotes, Sukrampal Dhayana mengatakan polisi mencoba menghentikan mereka dengan kekerasan, barikade dan meriam air, tetapi para petani telah “memutuskan untuk tetap berada di jalan untuk memastikan Pemerintah mendengarkan suara jutaan petani”.

Layanan kereta pinggiran kota ke New Delhi dihentikan, kata Metro Delhi dalam sebuah posting di Twitter. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menghentikan para pengunjuk rasa naik kereta.

Jurnalis senior, P Sainath mengecam keputusan Pemerintah untuk menggunakan pasukan keamanan terhadap petani.

“Itu barbarisme. Menggunakan pasukan keamanan perbatasan untuk melawan rakyat Anda sendiri,” kata Sainath, Editor pendiri People’s Archive of Rural India, sebuah portal online yang berfokus pada masalah pedesaan.

Bentrokan terjadi sehari setelah polisi di Negara Bagian tetangga New Delhi, Haryana, yang diperintah oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) Perdana Menteri Narendra Modi, menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para petani yang mencoba berjalan menuju Ibu Kota.

Para petani, kebanyakan dari Negara Bagian utara Punjab, berhasil menembus blokade polisi dan berbaris ke perbatasan New Delhi pada Kamis pagi, tetapi mereka ditahan di perbatasan Delhi.

Dalam undang-undang pertanian baru yang diprotes para petani, yang disebut Modi sebagai “daerah aliran sungai untuk pertanian”, petani bebas menjual prod…

TagsBerita Dunia Hari IniDemonstrasiIndiaPetaniUU Pertanian

Related articles More from author

  • Beijing Protes Pesawat Pengintai AS yang Masuki Wilayah China
    Internasional

    Beijing Protes Pesawat Pengintai AS yang Masuki Wilayah China

    27 Agustus 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Langgar Gencatan Senjata tapi Berdalih Respons Serangan Balon Api, Israel Kembali Gempur Gaza
    Internasional

    Langgar Gencatan Senjata tapi Berdalih Respons Serangan Balon Api, Israel Kembali Gempur Gaza

    19 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Tunangan Khashoggi Gugat Saudi di Pengadilan AS
    Internasional

    Tunangan Khashoggi Gugat Saudi di Pengadilan AS

    23 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • 6 Fakta Di Balik Pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani yang Tidak Diungkap Media
    Internasional

    6 Fakta Di Balik Pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani yang Tidak Diungkap Media

    11 Januari 2020
    By William Putra Wijaya
  • Ukraina Buka Kemungkinan Batal Menjadi Anggota NATO
    Internasional

    Ukraina Buka Kemungkinan Batal Menjadi Anggota NATO

    20 Februari 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Kecewa Normalisasi Negara Arab dengan Israel, Palestina Keluar dari Liga Arab
    Internasional

    Kecewa Normalisasi Negara Arab dengan Israel, Palestina Keluar dari Liga Arab

    25 September 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Mahasiswa UBK Terima Rp20 Juta Usai Bertemu Gibran, Ini Respons PDIP
    Nasional

    Mahasiswa UBK Terima Rp20 Juta Usai Bertemu Gibran, Ini Respons PDIP

  • iPhone 12 mini, dijual dengan harga Rp13-16 jutaan. Sedangkan iPhone 12 Pro dan iPhone 12 Pro Max
    Teknologi

    Ketahui Empat Hal ini Sebelum Beli iPhone 12 di Indonesia

  • Haji Lulung Buka Suara Soal Alasan Kembali dari PAN ke PPP
    Nasional

    Haji Lulung Buka Suara Soal Alasan Kembali dari PAN ke PPP

  • Drone Emprit: Anies Paling Populer Dibandingkan Ganjar dan Ridwan Kamil di Medsos, tapi Sekaligus Paling Tak Disukai
    Nasional

    Drone Emprit: Anies Paling Populer Dibandingkan Ganjar dan Ridwan Kamil di Medsos, tapi Sekaligus Paling Tak Disukai

  • Puan Singgung Soal 'Pemimpin yang Cuma Eksis di Medsos', Sindir Ganjar?
    Nasional

    Hasil Survei Berbanding Jauh, Ganjar Raih Dukungan Tiga Kali Lipat dari Puan

Artikel Terbaru

  • Profil Windy Cantika Aisah: Biodata, Karier, dan Prestasi Atlet 4 November 2026
  • Demokrat Curiga Jadi Korban Penyadapan Ilegal Listyo Sigit, Ini Alasannya 4 November 2026
  • Apa Itu PayLater? Cara Kerja, Biaya, dan Risikonya bagi Pengguna 4 November 2026
  • Istana Sebut Prabowo Prihatin Luar Biasa terkait Kasus Penyadapan, Ini Penjelasannya 4 November 2026
  • Cara Kompres Ukuran File PDF di HP Agar Kecil dan Mudah Dikirim 4 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (101)
  • Keuangan (25)
  • Kuliner (1,070)
  • Nasional (8,042)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,311)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.