Tag: Vaksin Sinovac

  • Jokowi Bicara Soal Vaksin Terbaik untuk Covid-19

    Jokowi Bicara Soal Vaksin Terbaik untuk Covid-19

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui terus mendorong masyarakat untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19. Jokowi pun menyatakan bahwa vaksin yang ada saat ini merupakan vaksin terbaik yang bisa didapatkan oleh masyarakat.

    “Vaksin apa yang paling baik untuk menghadapi Covid-19? Jawabannya sederhana, vaksin terbaik adalah vaksin yang telah tersedia dan paling cepat Anda dapatkan,” ujar Jokowi melalui unggahan di Instagram pribadinya, @jokowi, Senin (19/7/21), seperti dilansir Tempo.co.

    Untuk diketahui, kini terdapat empat jenis vaksin Covid-19 yang sudah tiba di Indonesia. Vaksin tersebut yakni Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan Moderna.

    Baca juga : LSI: Dinilai Tak Mampu Tangani Pandemi, Kepercayaan Publik pada Jokowi Anjlok di Bawah 50 Persen

    Indonesia sendiri direncanakan masih akan mendapatkan vaksin jenis lain, yaitu Pfizer dalam waktu dekat. Di antara vaksin Covid-19 itu, Sinovac dari China menjadi yang paling banyak keberadaannya di Indonesia. Tidak hanya vaksin jadi, Sinovac pun mengirimkan bahan baku yang kemudian diolah di Bio Farma.

    “Mari segera mendapatkan vaksinasi, seraya tetap mematuhi protokol kesehatan. Hanya dengan itulah kita bersama-sama bisa mengakhiri pandemi ini,” tutur Jokowi.

    Sebelumnya, Jokowi sempat menyampaikan bahwa saat ini ada dua provinsi yang memiliki tingkat vaksinasi tinggi, yaitu Bali dengan capaian 81 persen dan DKI Jakarta yang telah mencapai 72 persen. Jokowi mengaku optimistis pada Agustus mendatang, kekebalan kelompok alias herd immunity bisa tercipta di wilayah itu.
    Lebih lanjut, untuk bisa mencapai target tersebut, Jokowi lantas memerintahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin agar segera menghabiskan stok vaksin yang ada. Jokowi menegaskan, stok sisa yang ada saat ini, tidak perlu lagi disimpan-simpan di daerah.

    Baca juga : Foto Setnov Bikin Geger Gara-gara Bebas Bawa HP di Penjara

    “Artinya, kirim dan langsung habiskan, kirim langsung habiskan. Sebab, kita ingin mengejar vaksinasi ini secepat-cepatnya,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

    Menurut Jokowi, secara nasional telah tercapai vaksinasi Covid-19 sebesar 2,3 juta dosis dalam sehari. Jokowi mengklaim optimistis mampu mencapai target sebanyak 5 juta dosis vaksin Covid-19 dalam sehari.

    Jokowi memang sempat geram lantaran banyaknya stok vaksin yang masih menumpuk dan tidak kunjung disuntikkan ke masyarakat. Apalagi, jumlah vaksin yang sudah masuk ke RI masih sangat timpang dengan jumlah vaksin yang telah dipergunakan.

  • Fakta-fakta Vaksin Sinovac yang Disuntikkan ke Jokowi yang Masyarakat Perlu Tahu

    Fakta-fakta Vaksin Sinovac yang Disuntikkan ke Jokowi yang Masyarakat Perlu Tahu

    TIKTAK.ID – Nama Sinovac diketahui memang tidak setenar Sinopharm dalam tataran penelitian dan pengembangan vaksin yang menjadi solusi dalam mengatasi pandemi virus Corona (Covid-19). Kedua vaksin itu pun memakai metode yang sama, yakni melemahkan virus (inaktif). Setelah itu, partikelnya digunakan untuk membangkitkan imun tubuh agar bisa mengenali virus penyebab Covid-19 tanpa harus menghadapi risiko infeksi serius.

    Seperti dilansir Jpnn.com, Sinovac Biotech Ltd masih berada di bawah bayang-bayang Sinopharm Group Co Ltd. Sinopharm yang berbadan hukum BUMN tersebut sudah mengantongi izin edar vaksin secara terbatas dari otoritas obat-obatan China per 30 Desember 2020, usai dinyatakan aman dengan tingkat efikasi mencapai 79,34 persen.

    Sejak saat itu, dominasi Sinopharm semakin meluas di wilayah daratan berpenduduk 1,4 miliar jiwa itu. Terlebih sebelum izin keluar, telah dilakukan simulasi distribusi ke sebanyak 31 provinsi di China.

    Baca juga : Listyo Sigit Sambangi AHY, Pengamat Sebut Lobi Politik yang Tidak Etis

    Sedangkan Sinovac sendiri masih belum mengantongi izin edar di China (setidaknya sampai tulisan ini diturunkan). Sebab, vaksin ini masih menunggu hasil uji klinis tahap ketiga di Brazil, Turki, dan Indonesia. Akan tetapi, Sinovac juga telah digunakan secara terbatas untuk keperluan darurat di tiga kota di Provinsi Zhejiang, yaitu Yiwu, Jiaxing, dan Shaoxing.

    Indonesia memilih Sinovac karena yang pertama dan paling rajin mengajukan penawaran. Alasan tidak kalah pentingnya yakni kesediaan Sinovac untuk mentransfer teknologi vaksin kepada Biofarma, mitranya di Indonesia.

    Maka tidak heran jika pengiriman tahap ketiganya dari Beijing menuju Indonesia pada Selasa (12/1/21) sebanyak 15 juta dosis dilakukan dalam bentuk curah. Dengan begitu, Biofarma bisa mengembangkan dan mengemas lebih lanjut.

    Baca juga : Fakta Utang RI yang Mencapai 6.074 Triliun dan Ketahanan Ekonomi Era Jokowi

    Kemudian dengan dikeluarkannya sertifikat halal oleh Majelis Ulama Indonesia dan keamanan penggunaan oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) RI terhadap vaksin CoronaVac membuat Sinovac lega. Tidak hanya itu, vaksin CoronaVac yang disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (13/1/21) makin menumbuhkan rasa percaya diri Sinovac.

    “Vaksin CoronaVac efektif dan aman digunakan,” jelas CEO Sinovac Biotech Yin Weidong melalui jumpa pers di Beijing usai menyaksikan siaran langsung penyuntikan vaksin kepada Presiden Jokowi.

  • Dokter Penyuntik Jokowi Gemetaran, Begini Reaksi Jokowi Setelah Divaksin

    Dokter Penyuntik Jokowi Gemetaran, Begini Reaksi Jokowi Setelah Divaksin

    TIKTAK.ID – Presiden Jokowi sudah mendapatkan vaksin Covid-19 Sinovac. Penyuntikan vaksin kepada RI 1 itu berlangsung di Istana, Rabu Wage (13/1/21) pagi.

    Sebelum disuntik di meja ketiga, Jokowi harus melalui dua meja.

    Pertama, suami Iriana itu didata. Kemudian di meja kedua diperiksa tensi dan suhu tubuh serta ditanya soal riwayat penyakit.

    Baca juga : Calon Kapolri Dipertanyakan, Anggota Dewas KPK: MUI Sekarang Ikut Ngurusi Calon Kapolri ya?

    Nah, di meja ketiga barulah Jokowi disuntik.

    Dokter yang menyuntik Jokowi seorang pria berambut putih bernama Prof. dr. Abdul Muthalib.

    Dalam tayangan live streaming Sekretariat Presiden, tampak tangan Abdul Muthalib gemetar.

    Setelah jarum suntik memasukkan cairan vaksin di lengan kiri Jokowi, si dokter bertanya, “Bagaimana, Pak?

    Baca juga : Habib Rizieq Bakal Ajukan Praperadilan Kasus Tes Swab

    Jokowi pun segera menjawab. “Hahaha enggak terasa sama sekali.”