Tag: timnas indonesia U-22

  • Rebut Medali Emas SEA Games, Timnas Indonesia U-22 Minta ‘Hadiah’ Nasi Padang

    Rebut Medali Emas SEA Games, Timnas Indonesia U-22 Minta ‘Hadiah’ Nasi Padang

    TIKTAK.ID – Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, diketahui telah memberikan “hadiah” makan nasi Padang untuk Rizky Ridho dan kawan-kawan sebagai makan siang, pada Rabu (17/5/23). Hal itu usai mereka berhasil merebut medali emas SEA Games 2023 dengan mengalahkan Thailand 5-2.

    Setelah meraih kemenangan itu, Indra Sjafri juga tidak memberi program khusus bagi para pemain Timnas Indonesia U-22. Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Teknik Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut mengaku ingin sedikit memberi kebebasan kepada para pemain.

    “Belum ada perayaan, jadi kita hari ini masih pemulihan, istirahat, dan menunggu kepulangan ke Jakarta. Besok kalau tidak salah. Hari ini kita juga memberikan anak-anak sedikit enjoy, dan apakah mereka mau jalan, silakan,” ungkap Indra Sjafri di Phnom Penh, Hotel, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Kemudian Indra Sjafri mengatakan mengabulkan permintaan para pemain Timnas Indonesia U-22 untuk makan nasi Padang sebagai menu makan siang.

    “Dan juga dari makanan kita, tadi saya sudah berkonsultasi dengan dokter, apakah boleh makanan dari luar hotel. Ternyata kalau sekali-sekali tidak apa-apa,” tutur Indra Sjafri.

    “Ini ada nasi Padang dari [Kamboja] sini, enak sekali. Alasan nasi Padang? Ya karena permintaan dari anak-anak,” imbuh pelatih 60 tahun tersebut.

    Perlu diketahui, medali emas yang diraih tim Garuda Muda tersebut mampu menggenapi perolehan medali emas Indonesia di SEA Games 2023 menjadi 87 keping. Tidak hanya itu, Pratama Arhan dan kawan-kawan juga sukses mengakhiri penantian selama 32 tahun Timnas Indonesia merebut medali emas dalam ajang SEA Games 2023.

    Kesuksesan yang sudah dinanti-nantikan sejak lama itu tentu membuat para penggawa Timnas Indonesia U-22 merasakan euforia luar biasa. Bahkan mereka sampai membawa euforia ini saat berbaring di tempat tidur.

    Mengutip Bola.net, dalam unggahan di media sosial resmi PSSI pada Rabu (17/5/23) pagi, para pemain Timnas Indonesia U-22 tampak masih mengalungkan medali emas pada lehernya ketika tidur nyenyak. Rizky Ridho dkk. juga terlihat tidur di hotel tim sambil membawa boneka maskot SEA Games 2023 dalam dekapan mereka.

  • Bantai Myanmar, Ini Pemain Timnas U-22 yang Bersinar

    Bantai Myanmar, Ini Pemain Timnas U-22 yang Bersinar

    TIKTAK.ID – Timnas Indonesia U-22 berhasil menang telak dengan skor 5-0 atas Myanmar di laga kedua fase grup A SEA Games 2023. Tim asuhan Indra Sjafri tersebut menang melalui dua gol Ramadhan Sananta, dan masing-masing satu gol dari Marselino Ferdinan, Fajar Fathur Rahman, serta Titan Agung.

    Marselino dan Sananta merupakan dua pemain Timnas Indonesia U-22 yang performanya paling menonjol. Bahkan Marselino menjadi pembeda bagi Garuda Muda di babak pertama. Beberapa pemain lainnya juga memperlihatkan performa yang bagus.

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini lima pemain Timnas Indonesia U-22 yang bersinar ketika membantai Myanmar di laga kedua fase grup SEA Games 2023:

    Marselino Ferdinan

    Pemain KMSK Deinze ini adalah aktor penting di balik kemenangan telak Timnas U-22, karena mampu melesatkan dua gol pertama ke gawang Myanmar. Marselino membuka pesta gol tim berkat gol ciamik ke gawang Myanmar dan membobol gawang melalui tembakan keras dari luar kotak penalti.

    Selain itu, Marselino menyebabkan Timnas U-22 mendapatkan hadiah penalti. Hadiah penalti tersebut pun bisa dikonversi menjadi gol oleh Sananta.

    Ramadhan Sananta

    Sananta telah memberi bukti ketajaman, usai gagal mencetak gol ke gawang Filipina. Dia sukses mencetak dua gol ke gawang Myanmar, yakni melalui tendangan penalti pada menit ke-31 dan gol keduanya setelah melakukan aksi individu apik pada menit ke-59.

    Ernando Ari Sutaryadi

    Peran Ernando termasuk krusial, walaupun Timnas U-22 tampak bisa menang dengan mudah karena menang 5-0. Kiper berusia 21 tersebut telah melakukan beberapa penyelamatan penting yang membuat gawang Timnas U-22 tidak jadi kebobolan.

    Alfeandra Dewangga

    Usai sempat bermain sebagai bek tengah di laga kontra Filipina, Dewangga diplot sebagai gelandang bertahan. Bermain sebagai gelandang bertahan rupanya bukan hal baru buat Dewangga, karena pemain PSIS Semarang itu terbukti cukup fasih bermain di posisi ini melawan Myanmar. Dewangga mampu mendistribusikan bola dengan baik, bahkan bermain berani untuk memutus aliran bola lawan yang coba masuk ke pertahanan Timnas U-22.

    Pratama Arhan

    Arhan telah kalah bersinar dari Rio Fahmi pada laga pertama yang menyumbang dua assist. Akan tetapi, performa lebih baik dapat ditunjukkan oleh Arhan di laga melawan Myanmar. Arhan kerap naik untuk membantu serangan dan melakukan aksi individu yang merepotkan pertahanan tim lawan. Selain itu, umpan-umpan silangnya menimbulkan bahaya di pertahanan Myanmar.

  • Pengamat Ungkap 2 Penyakit Timnas Indonesia U-22

    Pengamat Ungkap 2 Penyakit Timnas Indonesia U-22

    TIKTAK.ID – Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni menyoroti aspek penyelesaian atau finishing yang menjadi penyakit fatal dari Timnas Indonesia U-22. Kusnaeni juga mengkritik fokus para pemain.

    Hingga kini Timnas Indonesia U-22 telah menjalani dua laga ujicoba dan sama sekali belum meraih kemenangan. Laga pertama melawan Bhayangkara FC berakhir imbang dengan skor 1-1, dan pertandingan kedua menghadapi Lebanon kalah 1-2.

    Kusnaeni mengungkapkan bahwa terdapat PR besar soal ketajaman skuad Garuda Muda asuhan Indra Sjafri. Dia pun menilai hal itu perlu segera diperbaiki jelang SEA Games 2023.

    “Ini penyakit secara keseluruhan. Di tim senior juga seperti itu, karena 15 menit pertama menyerang, lalu hilang fokus,” ujar Kusnaeni, seperti dilansir CNNIndonesia.com, pada Sabtu (15/4/23).

    Menurut Kusnaeni, anjloknya agresivitas pemain Timnas Indonesia U-22 akibat hilang fokus saat bertanding. Dia menjelaskan, hal itu dibuktikan dari kebobolan dua gol sekaligus di masa injury time.

    “Ini menyangkut mental karena yang namanya main bola harus fokus, bahkan satu kesalahan bisa fatal. Ini dapat dilihat ketika kalah di menit injury time,” tutur Kusnaeni.

    Kemudian Kusnaeni mengingatkan kalau laga-laga di SEA Games perlu diwaspadai karena akan lebih intens.

    “Tim seperti Vietnam dan Thailand itu sangat intens sampai menit akhir. Jadi jangan sampai kecolongan dan kurang fokus,” tegas Kusnaeni.

    Kusnaeni berharap Ramadhan Sananta dan kawan-kawan mampu membawa kualitas yang setara saat bermain untuk klub dan ketika membela Timnas Indonesia. Pasalnya, kata Kusnaeni, hal itu akan berdampak pada performa Merah Putih di SEA Games 2023.

    “Sejumlah pemain kita tidak bermain sebagus di klubnya, jadi nampak belum beradaptasi. Mungkin karena baru bergabung dalam waktu dekat ini. Seperti Ramadhan Sananta itu dua kali memiliki peluang emas, kalau di PSM itu setiap peluang bisa jadi gol dia,” jelas Kusnaeni.

    “Membawa kualitas di level klub ke Timnas itu merupakan salah satu masalah. Bagaimanapun pemain di Timnas diambil karena bagus di klub, karena itu, tugas Indra Sjafri harus bisa menyamakan kualitas pemain di klub dengan di Timnas,” imbuh Kusnaeni.