Tag: smartwatch

  • Honor Rilis Watch GS 5, Punya Fitur Pemantauan Risiko Henti Jantung

    Honor Rilis Watch GS 5, Punya Fitur Pemantauan Risiko Henti Jantung

    TIKTAK.ID – Vendor smartphone asal China, Honor, telah memperkenalkan smartwatch terbarunya, Honor Watch GS 5, di China pada Minggu (18/1/26). Arloji pintar tersebut disebut-sebut memiliki fitur baru yang fokus pada kesehatan jantung.

    Dari sisi desain, Honor Watch GS 5 masih mempertahankan tampilan bulat khas seri GS, tapi kali ini bodinya lebih ramping. Honor mengatakan jam tangan ini punya ketebalan hanya 9,9 mm dengan bobot 26 gram.

    Honor menilai ketebalan dan bobot itu membuat pengguna akan lebih nyaman memakainya seharian, termasuk saat sedang tidur. Tak hanya itu, salah satu keunggulan yang menjadi nilai jual Honor Watch GS 5 yakni daya tahan baterai hingga 23 hari.

    Baca juga : Honor Bakal Rilis HP Android Mirip iPhone 17 Pro

    Seperti dilansir Kompas.com, fitur kesehatan di Honor Watch GS 5 kini lebih canggih. Honor membekali perangkat ini dengan fitur pemantauan risiko “henti jantung”, yang diklaim sebagai yang pertama di smartwatch.

    Fitur tersebut bekerja dengan menganalisis ritme jantung dan sinyal terkait untuk mendeteksi adanya potensi risiko henti jantung mendadak. Terdapat pula penilaian risiko melalui kardiovaskular yang memantau kesehatan jantung secara menyeluruh dan memberikan peringatan dini jika ditemukan indikasi masalah. Meski begitu, pihak Honor menyebut fitur-fitur ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan pengguna, bukan sebagai alat diagnosis medis.

    Selain fitur unggulan di atas, Honor Watch GS 5 juga membawa fiur pemantauan kesehatan harian standar seperti pemantauan detak jantung, pengukuran kadar oksigen darah (SpO2), pemantauan tingkat stres, sampai fitur analisis kualitas tidur.

    Baca juga : Lenovo Bawa Laptop Gaming 3D Legion 9i Gen 10 ke Indonesia, Harga Rp100 Juta

    Kemudian di luar fitur kesehatan, Honor Watch GS 5 dilengkapi berbagai fungsi pendukung aktivitas harian. Beberapa di antaranya yakni pengingat pintar untuk jadwal penerbangan, kereta, hingga taksi.

    Honor sendiri tidak memaparkan spesifikasi layar yang digunakan. Akan tetapi, Honor Watch GS 5diperkirakan masih memakai panel AMOLED 1,43 inci, yang serupa dengan seri GS terdahulu.

    Adapun harganya juga masih belum diungkap. Namun sebagai gambaran, Honor Watch GS 4 yang dirilis pada Maret 2024 lalu dibanderol dengan harga mulai 949 Yuan atau Rp2,3 jutaan.

  • WhatsApp Dapat Diakses Langsung Lewat Smartwatch

    WhatsApp Dapat Diakses Langsung Lewat Smartwatch

    TIKTAK.ID – Acara kumpul-kumpul tahunan Google bersama para developer (pengembang), Google I/O 2023 yang diselenggarakan pada Rabu (10/5/23) pukul 12.00 waktu AS turut menjadi ajang perkenalan sejumlah produk dan layanan baru dari Google.

    Dalam acara itu, Google menyampaikan bahwa aplikasi pesan instan WhatsApp telah resmi mendukung sistem operasi (OS) khusus smartwatch buatan Google, WearOS. Hal itu berarti WhatsApp dapat diakses langsung melalui smartwatch yang menjalankan WearOS.

    “Tetap terkoneksi bakal menjadi lebih mudah dengan WhatsApp di (sistem operasi) #WearOS yang akan hadir pada musim panas ini (sekitar Juni-September),” cuit Google lewat akun Twitter dengan handle @WearOSbyGoogle, pada Kamis (11/5/23), seperti dilansir Kompas.com.

    Kemudian masih di twit yang sama, Google mengeklaim aplikasi WhatsApp di perangkat WearOS memungkinkan pengguna untuk membuat pesan baru, membalas pesan menggunakan suara, hingga melakukan panggilan.

    “Anda bisa memulai percakapan, membalas menggunakan suara, hingga melakukan panggilan. Semua itu dapat dilakukan tanpa perlu mengeluarkan ponsel Anda #GoogleIO,” terang Google.

    Google juga membagikan video singkat berdurasi 24 detik yang menunjukkan demonstrasi penggunaan fitur WhatsApp di smartwatch. Dalam video tersebut, pengguna tetap bisa mengakses ruang obrolan (chats) seperti di smartphone ataupun PC/komputer.

    Akan tetapi, mengingat layar smartwatch pada umumnya cukup kecil daripada smartphone, chat yang dimunculkan pun terbatas. Ruang obrolan pada WhatsApp versi WearOS hanya bisa menampilkan satu gelembung pesan (bubble chat).

    Lebih lanjut, WhatsApp menawarkan dua opsi untuk membalas pesan, yaitu menggunakan pesan suara atau teks dengan mengetik di papan ketik (keyboard). Pengguna dapat langsung mengeklik ikon mikrofon bila memilih membalas dengan suara, dan sistem bakal secara otomatis merekam suara. Namun Google tidak menampilkan demonstrasi cara membalas pesan memakai keyboard, sehingga masih belum diketahui bagaimana tampilan dan penggunaan fiturnya.

    Adapun kehadiran aplikasi WhatsApp di smartwatch WearOS tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, lewat channel Meta di Instagram. Pria yang akrab disapa Zuck itu menyebut smartwatch WearOS pertama yang dilengkapi dengan aplikasi WhatsApp akan hadir tahun ini.

  • Garmin Instinct Crossover, Smartwatch Berstandar Militer Amerika

    Garmin Instinct Crossover, Smartwatch Berstandar Militer Amerika

    TIKTAK.ID – Garmin diketahui telah meluncurkan jam tangan pintar terbarunya yang bernama Instinct Crossover Solar Tactical. Jam tangan tersebut memiliki beragam fitur yang menunjang aktivitas berolahraga penggunanya.

    Seperti dilansir detik.com, smartwatch hybrid ini diklaim berstandar militer Amerika. Perangkat ini punya daya tahan yang baik alias kokoh serta tangguh dari benturan, guncangan, dan lain sebagainya.

    Untuk desainnya, Garmin Instinct Crossover Solar Tactical berbentuk elegan dan tampak gagah. Bodi jamnya diselimuti oleh bezel dan case yang memakai material Fiber-reinforced polymer. Kemudian di bagian kaca jamnya memanfaatkan ketangguhan power glass, sehingga tidak mudah pecah atau retak seperti bahan plastik biasa.

    Kemudian salah satu yang menjadikan smartwatch ini menarik karena punya dual display. Pengguna bakal dihadapkan dua tangkapan layar, yakni analog dan digital. Penampakan analognya tidak jauh berbeda seperti jam klasik pada umumnya, ada satu jarum panjang dan pendek, serta beberapa angka yang berperan sebagai indikator waktu.

    Sementara tampilan digitalnya menyisipkan beragam informasi yang lebih beragam. Penggunanya dapat mengetahui hari, tanggal, cuaca, daya baterai, dan masih ada lagi lainnya dalam satu tempat.

    Fitur-fitur Garmin Instinct Crossover kurang lebih masih senada dengan para pendahulunya. Perangkat ini mampu memonitor kesehatan, memantau berbagai macam aktivitas kita, dan memberikan hasil pengamatannya terhadap olahraga yang penggunanya lakukan.

    Garmin menyediakan lebih dari 30 mode olahraga, mulai dari berlari, berenang, sepeda, gym, ski, snowboard, dan masih banyak lagi. Jika ingin memperoleh data yang lebih lengkap, pengguna dapat mengunduh aplikasinya dan menghubungkan antara jam dengan smartphone.

    Di dalam aplikasi tersebut, pengguna bisa mengetahui denyut jantung secara real time, jumlah langkah kaki, bahkan mengatur target berapa jarak langkah kaki yang ingin dicapai.

    Tidak hanya itu, Garmin Instinct Crossover bisa memantau berapa kalori yang terbuang, tingkat stres, pernapasan, dan masih banyak lagi.

    Terdapat pula fitur menarik lain bertajuk Revodrive Technology, yang memungkinkan penggunanya mengatur jam lebih mudah.

    Untuk varian Garmin Instinct Crossover Solar Tactical dibanderol dengan harga Rp10.299.000.

  • Apple Watch Ultra untuk Olahraga Ekstrem, Harga 16 Juta

    Apple Watch Ultra untuk Olahraga Ekstrem, Harga 16 Juta

    TIKTAK.ID – Deretan Apple Watch terbaru saat ini sudah dijual resmi di Indonesia, usai diluncurkan pada September lalu. Bahkan ada seri yang harganya nyaris Rp16 juta.

    Deretan Apple Watch generasi terbaru itu yakni Apple Watch Ultra, Apple Watch Series 8, dan Apple Watch SE generasi kedua. Namun seri yang paling menarik dari jajaran Apple Watch anyar tersebut adalah Apple Watch Ultra, karena Apple baru pertama kali merilis versi Ultra untuk Apple Watch.

    Sama seperti namanya, fitur dan spesifikasi Apple Watch Ultra lebih mewah daripada seri lainnya. Jam tangan pintar ini memang dibuat untuk olahraga ekstrem, karena bodynya dibuat berbeda untuk menahan kondisi cuaca ekstrem. Casing Apple Watch Ultra pun terbuat dari titanium aerospace dan layar berukuran 49mm.

    Layar Apple Watch Ultra benar-benar datar dan terbuat dari kristal safir, yang mestinya meningkatkan kekokohannya. Perangkat ini masih punya crown yang sudah dikenal pengguna, namun ada tombol tambahan yang bisa mengakses berbagai fitur dengan cepat, termasuk Workouts, Compass Waypoints, Backtrack, dan banyak lagi.

    Seperti dilansir detik.com, Watch Ultra dibuat tahan air WR-100 – dan memiliki pengukur kedalaman bawaan otomatis. Jam tangan pintar ini sudah bersertifikat EN13319, yakni standar yang diakui secara internasional untuk aksesori selam, termasuk pengukur kedalaman yang diandalkan oleh penyelam rekreasi di seluruh dunia.

    Kemudian Apple Watch Ultra dirancang untuk membantu menjelajahi lokasi paling ekstrem dan terpencil. Mulai dari pegunungan yang dingin membekukan pada -4° F (-20° C), sampai panasnya gurun yang terik pada 131° F (55° C).

    Apple Watch Ultra juga telah tersertifikasi MIL-STD-810H. Pengujian meliputi Tekanan Rendah (Ketinggian), Suhu Tinggi, Suhu Rendah, Kejutan Suhu, Kontaminasi oleh Cairan, Hujan, Kelembapan, Perendaman, Pasir serta Debu, Beku/Mencair, Hujan Es/Beku, Guncangan, Getaran, dan lainnya.

    Di Amerika Serikat sendiri, Apple Watch Ultra dijual dengan harga USD 799 atau sekitar Rp11,9 juta. Sedangkan di Indonesia, jam tangan ini dijual dengan harga Rp15.999.999, atau nyaris Rp16 juta.

  • Google Luncurkan Smartwatch Pertama, Pixel Watch

    Google Luncurkan Smartwatch Pertama, Pixel Watch

    TIKTAK.ID – Google diketahui telah merilis jam tangan pintar pertamanya, Pixel Watch. Jam tangan pintar tersebut diperkenalkan melalui acara Made by Google bersama Pixel 7 dan Pixel 7 Pro.

    Pixel Watch sendiri hadir dengan watch face berbentuk bulat dan melengkung seperti kubah. Google hanya membuat satu ukuran, yaitu 41 mm, dengan dua varian konektivitas yakni Wi-Fi dan LTE.

    Layar Pixel Watch memiliki ukuran 1,2 inch dengan tingkat kecerahan mencapai 1.000 nits dan dilengkapi mode always-on. Perangkat ini punya satu tombol dan satu crown di bagian kanan untuk mengontrol jam.

    Rangka Pixel Watch terbuat dari stainless steel, sementara jamnya dilindungi oleh Gorilla Glass 5. Pixel Watch dapat dibawa berenang karena mempunyai rating water resistance 5 ATM.

    Seperti dilansir detik.com, Pixel Watch menjalankan sistem operasi Wear OS 3.5 murni dan integrasi penuh dengan aplikasi Google, termasuk Google Maps dan Gmail.

    Jam tangan pintar tersebut pun meminjam fitur tracking kesehatan dan fitness dari Fitbit. Hal itu masuk akal, lantaran Google merupakan pemilik Fitbit.

    Kemudian fitur monitor kesehatan yang tersedia adalah pengukuran detak jantung, elektrokardiogram (EKG), dan sleep tracking.

    Selain itu, Pixel Watch dibekali sederet laporan kesehatan secara reguler, termasuk skor olahraga harian, metrik kesehatan, dan skor tidur.

    Demi mendukung fitur-fitur tersebut, Pixel Watch dilengkapi sederet sensor. Di antaranya kompas, built-in GPS, altimeter, sensor SpO2, sensor detak jantung, sensor elektrik multipurpose, akselerometer, dan gyroscope.

    Perangkat ini juga punya beragam fitur keselamatan seperti SOS darurat, panggilan darurat, dan fall detection yang bakal tersedia pada akhir tahun ini.

    Pixel Watch diotaki oleh chipset Exynos 9110 dan RAM 2GB. Kapasitas baterai perangkat ini 294 mAh, yang diklaim Google mampu bertahan sampai 24 jam dalam sekali pengisian.

    Tidak hanya LTE dan Wi-Fi, konektivitas Google Pixel Watch juga dilengkapi Bluetooth 5.0, NFC, dan Google Pay.

    Anda dapat membeli Google Pixel Watch Wi-Fi dengan harga USD 350 (Rp5,3 juta) dan Pixel Watch LTE dibanderol USD 400 (Rp6 jutaan).

  • Samsung Galaxy Watch 5, Lebih Optimal dari Galaxy Watch 4

    Samsung Galaxy Watch 5, Lebih Optimal dari Galaxy Watch 4

    TIKTAK.ID – Samsung Galaxy Watch 5 diketahui telah diluncurkan di Indonesia bersama dengan duo ponsel layar lipat Samsung belum lama ini.

    Secara kasat mata, jam tangan pintar tersebut memang tampak sama persis seperti pendahulunya, namun diam-diam peningkatan yang dibawa ternyata cukup signifikan.

    Pengguna Galaxy Watch 4 mungkin bakal merasa deja vu ketika tengah menjajal Galaxy Watch 5. Sebab, kesamaan antara kedua perangkat tersebut memang sangat kentara, mulai dari fitur, software, dimensi, sampai eksteriornya.

    Akan tetapi, terdapat sederet peningkatan yang membuat pengalaman mengenakan smartwatch ini menjadi lebih optimal.

    Seperti dilansir detik.com, desain Samsung Galaxy Watch 5 masih sama seperti pendahulunya, namun sejumlah aspeknya disempurnakan untuk membuat jam terasa lebih nyaman ketika dipakai.

    Seperti Galaxy Watch 4, Galaxy Watch 5 menyediakan dua ukuran, yakni 40 mm dan 44 mm.

    Varian 40 mm memiliki tiga pilihan warna case, yaitu Graphite, Silver, dan Pink Gold, sementara varian 44 mm hadir dalam warna Graphite, Sapphire, dan Silver.

    Kemudian Samsung menyediakan layanan Bespoke Studio yang memungkinkan calon pembeli untuk merancang Galaxy Watch 5 sesuai keinginannya. Mulai dari ukuran jam, warna case, hingga jenis dan warna tali.

    Strap bawaan Galaxy Watch 5 memakai material silikon dengan finish matte yang terlihat selaras dengan bingkai aluminiumnya.

    Secara fisik memang tak ada perubahan antara desain Galaxy Watch 4 dan Galaxy Watch 5. Namun desain Galaxy Watch 5 sedikit lebih tebal, sehingga lebih nyaman digunakan selama berjam-jam, karena posisinya terasa lebih pas di pergelangan tangan.

    Lebih lanjut, smartwatch kelas flagship ini dilengkapi dengan sederet sensor yang mampu memonitor kondisi tubuh pengguna. Samsung membekali perangkat ini dengan sensor detak jatung, saturasi oksigen, EKG, dan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA).

    Sensor BIA sendiri adalah fitur turunan yang sebelumnya debut di Galaxy Watch 4. Sensor tersebut dapat mengukur berbagai metrik, seperti persentase body fat, body mass index, muscle mass, bone mass, dan lainnya. Pengukurannya dilakukan dengan cara menyentuh dua tombol fisik memakai jari tengah dan jari manis selama beberapa detik.

  • Amazfit Bip 3, ‘Paksa’ Pengguna Penuhi Target Minimal Jalan Kaki

    Amazfit Bip 3, ‘Paksa’ Pengguna Penuhi Target Minimal Jalan Kaki

    TIKTAK.ID – Kini masyarakat semakin peduli dengan gaya hidup sehat. Apalagi setelah bekerja dengan duduk seharian di depan komputer, mau tidak mau harus memaksakan diri untuk berolahraga supaya badan tetap bugar. Untuk itu, sejumlah orang memilih untuk menggunakan jam tangan pintar, yang dapat membantu supaya tidak malas gerak.

    Amazfit diketahui kembali meluncurkan jam tangan pintar dari seri Bip, yaitu Amazfit Bip 3. Uniknya, arloji pintar ini bisa “memaksa” pengguna untuk memenuhi target minimal jalan kaki dan tidak dapat lama-lama duduk.

    Seperti dilansir detik.com, jam tangan pintar Amazfit Bip 3 menyajikan satu layar pengingat jumlah langkah kaki dan standing. Fitur tersebut akan membuat orang yang mengenakan jam tangan pintar untuk aktif bergerak. Pengguna pun dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan masing-masing, karena goal bisa diatur.

    Sama seperti seri sebelumnya, Amazfit Bip 3 juga memakai teknologi layar sentuh. Teknologi ini akan memudahkan pengguna untuk mengatur atau memilih menu.

    Desain Amazfit Bip 3 memang tidak terlalu jauh berbeda dengan Amazfit Bip U, yakni sama-sama persegi dengan tombol utama di sisi kanan.

    Jam tangan pintar ini pas untuk digunakan sehari-hari dan berolahraga, karena cukup banyak menu olahraga dan bobotnya yang ringan.

    Tidak hanya itu, jam tangan pintar ini juga cocok dipakai di acara resmi.

    Meski begitu, ada sedikit catatan untuk beraktivitas di siang hari yang terik, seperti bersepeda. Layar 2.5D dengan ukuran 1,69 inci dengan memakai panel TFT tersebut masih relatif gelap, walaupun sudah diatur pada tingkat kecerahan layar di batas maksimal.

    Kemudian bagi pengguna aktif, khususnya yang membutuhkan GPS, ketahanan baterai Amazfit Bip 3 juga lebih baik daripada Bip U. Pengisian daya tidak sulit dan tidak memerlukan waktu yang lama. Pengisian daya untuk Amazfit Bip 3 dilakukan menggunakan kabel dengan mode magnetik di bagian belakang jam tangan pintar.

    Lebih lanjut, jika ingin mengoptimalkan menu di Amazfit Bip 3, pengguna hanya perlu menyambungkan jam tangan pintar dengan aplikasi aplikasi Zepp. Aplikasi tersebut bisa diunduh secara gratis lewat App Store atau Google Play Store.

  • Huawei Watch GT 3 Pro, Desain Klasik dan Premium

    Huawei Watch GT 3 Pro, Desain Klasik dan Premium

    TIKTAK.ID – Usai diperkenalkan secara global pertengahan Mei lalu, Huawei Watch GT 3 bakal segera resmi diluncurkan di Indonesia.

    Huawei Watch GT 3 Pro sendiri memiliki desain premium dengan spesifikasi powerful. Tampilan jam tangan pintar ini dibuat klasik sehingga dapat digunakan di berbagai situasi.

    Bodi Huawei Watch GT 3 berbahan titanium, sehingga memberikan ketahanan yang kuat. Layar perangkat ini dilindungi sapphire glass yang tidak kalah kokoh.

    “Bagian penutup belakang berbahan keramik dari nanokristalin, jadi tidak membuat alergi pada kulit pengguna, walaupun digunakan dalam durasi lama. Selain itu mampu mendeteksi perubahan denyut nadi secara langsung,” ungkap Training Director of Huawei CBG Indonesia, Edy Supartono, saat sesi media round table online, seperti dilansir detik.com.

    Layar Huawei Watch GT 3 memakai panel AMOLED berukuran 1,32 inch dengan resolusi 336×480 piksel dan 226 PPI. Huawei menjanjikan pengalaman visual yang baik dari generasi sebelumnya. Terlebih perangkat ini memiliki rasio screen-to-body 72,2%.

    Kemudian Huawei membawa fitur pemantau kesehatan pengguna. Huawei Watch GT 3 Pro dilengkapi electrocardiogram (ECG), yang memungkinkan rekaman data presisi atas detak jantung serta aktivitas kelistrikan di dalam tubuh. Fitur tersebut bisa mendukung manajemen kesehatan pembuluh darah yang lebih baik bagi pengguna.

    Selain itu, penerus Watch GT 2 Pro ini membawa 100 mode workout ketika terhubung dengan AI Running Coach. Fitur tersebut menampilkan personal running planning berdasarkan kemampuan fisik, riwayat berlari, dan tujuan dari masing-masing penggunanya.

    Yang paling spesial yakni terdapat mode Golf untuk pengukuran performa swing golf yang lebih baik dan presisi. Ada pula mode Free Diving yang didukung oleh ketahanan terhadap air laut bersama dengan Apnea test and training.

    “Huawei Watch GT 2 Pro bisa digunakan untuk menyelam di laut sampai kedalaman 30 meter selama 30 menit,” jelas Edy.

    Lebih lanjut, Huawei Watch GT 3 menjalankan HarmonyOS 2.0 yang membuat pengingat otomatis bagi pengguna untuk olahraga dan kebiasaan baik yang disesuaikan dengan kebutuhan, seperti minum air putih.

    Sedangkan baterainya memiliki ketahanan hingga 14 hari penggunaan.

  • Ini Bocoran Google Pixel Watch

    Ini Bocoran Google Pixel Watch

    TIKTAK.ID – Belakangan ini rumor mengenai kehadiran smartwatch pertama Google semakin berembus kencang. Wujudnya pun terungkap dengan cara yang cukup aneh, yakni prototipe Google Pixel Watch ditemukan usai ketinggalan di restoran.

    Seseorang yang menemukan prototipe tersebut lantas mengirimkan foto-fotonya kepada Android Central. Foto-foto perangkat itu disebut-sebut sesuai dengan bocoran render Google Pixel Watch yang telah beredar, termasuk bentuknya yang bulat dan crown di salah satu sisinya.

    Foto itu memperlihatkan crown jam tangan terletak di antara dua tombol fisik. Dua tombol itu mungkin berfungsi mengaktifkan atau mematikan jam, kembali ke halaman utama, atau jalan pintas untuk membuka aplikasi. Sedangkan lubang kecil yang ada di samping crown mungkin merupakan mikrofon atau sensor altimeter.

    Kemudian pada bagian bawah jam tangan dilengkapi sensor health-tracking berbentuk oval di bagian tengah.

    Sumber Android Central yang menyediakan foto itu menyebut bagian bawah jam terasa halus dan tampak metalik, namun terasa seperti dilapisi kaca.

    Akan tetapi, sumber Android Central tak dapat mengaktifkan jam tersebut untuk melihat antarmukanya. Ketika mencoba untuk mengaktifkannya, mereka mengklaim hanya melihat logo Google berwarna putih dan setelah itu tidak muncul apa-apa, seperti dilansir detik.com dari The Verge, Senin (25/4/22).

    Lebih lanjut, sosok yang mengaku sebagai pemilik prototipe Google Pixel Watch itu menjelaskan temuannya lewat Ask Me Anything (AMA) di Reddit. Akun bernama u/tagtech414 itu menerangkan, smartwatch tersebut ditemukan oleh temannya yang bekerja sebagai bartender di restoran.

    Temannya menyimpan perangkat itu selama beberapa minggu sambil menunggu pemilik aslinya untuk datang mengambil. Namun tidak kunjung ada orang yang mengklaim, sehingga dia memberikan jam tangan tersebut kepada u/tagtech414 karena menyebut dirinya sebagai “tech nerd”.

    Adapun jam tangan dan talinya terpisah karena temannya lupa memberikan, dan hanya bisa mengambil fotonya untuk dikirimkan.

    Akun u/tagtech414 juga mengungkap detail tambahan soal Google Pixel Watch, termasuk ukuran bezelnya yang ternyata cukup besar, serta watch face-nya punya diameter sekitar 1,5 inch dan tebalnya setengah inch.

  • Luna Rilis Jam Tangan Pintar Harga Rp400 Ribu

    Luna Rilis Jam Tangan Pintar Harga Rp400 Ribu

    TIKTAK.ID – Luna meluncurkan dua jam tangan pintar atau smartwatch baru di Indonesia, yakni Luna W7 dan W1. Walaupun bentuknya mirip jam tangan biasa, tapi perangkat ini memiliki spesifikasi dan fitur yang menarik.

    Marcomm Luna Indonesia, Aldiano menyebut jika ingin mengaktifkan smartwatch, pengguna harus terlebih dahulu men-download aplikasi untuk perangkat Luna W7 bernama “Da Fit” lewat Play Store dan Apple Store.

    “Setelah membuka aplikasi Da Fit dan melakukan setting profil, klik Add Device, dan pilih perangkat Luna W7. Smartwatch pun selesai terhubung dengan smartphone,” terang Aldiano, seperti dilansir detikINET.

    Menurut Aldiano, Luna W7 punya desain yang elegan, sehingga cocok digunakan untuk kegiatan sehari-hari, baik formal maupun nonformal. Selain itu, smartwatch ini memiliki sertifikasi IP68 yang cocok untuk menemani kegiatan berolahraga.

    Luna W7 bisa menerima beragam notifikasi, seperti pesan WhatsApp, Instagram, Facebook, dan dapat untuk melakukan telepon. Selain itu, perangkat ini mampu melakukan tes denyut jantung dan merekam statistik jantung pengguna sepanjang hari.

    Kemudian Luna W7 secara otomatis bakal menghitung statistik langkah Anda saat sedang berolahraga, yang akan ditampilkan melalui layar. Secara otomatis, statistik itu pun akan direset ke 0 pada tengah malam.

    “Luna W7 juga bisa menghitung lama waktu latihan saat Anda sedang berolahraga, seperti denyut jantung, mengukur kalori, dan langkah yang dilakukan selama latihan. Terdapat banyak cabang olahraga yang dapat dipilih, seperti jalan, lari, bersepeda, skipping, mendaki, dan treadmill. Bahkan pengguna juga bisa mendengarkan musik dari smartwatch ini,” ungkap Aldiano.

    Luna W7 dibanderol dengan harga Rp800 ribu, dan W1 hanya Rp400 ribu. Aldiano menilai walaupun murah, tapi W1 tetap punya fitur-fitur layaknya smartwatch.

    “Smartwatch W1 sangat menunjang untuk kegiatan sehari-hari dan berolahraga. Strapnya terbuat dari bahan karet yang flexibel nyaman untuk dipakai berolahraga, serta dilengkapi sertifikasi IP68 yang menghilangkan kekhawatiran akan terkena air atau keringat. Smartwatch W1 ini pun menyediakan puluhan watch face gratis yang bisa di-download sesuai kebutuhan,” jelas Aldiano.