Tag: Sakti Wahyu Trenggono

  • Total Ada 108 Calon Menteri dan Kepala Badan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Daftar Lengkapnya…

    Total Ada 108 Calon Menteri dan Kepala Badan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Daftar Lengkapnya…

    TIKTAK.ID – Presiden terpilih Prabowo Subianto selama dua hari terakhir, pada Senin (14/10/24) dan Selasa (15/10/24), diketahui telah memanggil lebih dari 100 orang kandidat calon anggota Kabinet Pemerintahan mendatang ke rumahnya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, total ada sebanyak 108 tokoh yang sudah menghadap Prabowo di kediaman pribadinya tersebut selama dua hari terakhir.

    Adapun mereka yang dipanggil memiliki latar belakang beragam. Mulai dari petinggi partai politik, profesional, menteri aktif di Kabinet Presiden Jokowi, Purnawirawan TNI-Polri, artis, atlet, tokoh agama, sampai relawan.

    Baca juga : Prabowo Tunjuk 3 Pendamping Menkeu Sri Mulyani, Siapa Saja?

    Prabowo sendiri mengeklaim proses seleksi untuk pengisian Kabinet sudah berjalan lama. Ia mengaku telah mempelajari nama-nama yang bakal bergabung di Kabinet jauh hari sebelum memanggil mereka ke Kertanegara.

    Berikut ini daftar tokoh calon Menteri-Kepala Badan yang dipanggil oleh Prabowo ke Kertanegara:

    Hari Pertama, pada Senin (14/10/24):

    1. Prasetio Hadi (Gerindra)
    2. Sugiono (Gerindra)
    3. Widiyanti Putri Wardhana (Profesional)
    4. Natalius Pigai (eks Komisioner Komnas HAM)

    Baca juga : Susunan Kabinet ‘Gemuk’ Prabowo-Gibran Terungkap, Ini Daftarnya… 
    5. Yandri Susanto (PAN)
    6. Fadli Zon (Gerindra)
    7. Nusron Wahid (Golkar)
    8. Gus Ipul/ Saefullah Yusuf (PKB, Sekjen PBNU)
    9. Maruarar Sirait (Gerindra)
    10. Abdul Kadir Karding (PKB)
    11. Wihaji (Golkar)
    12. Teuku Riefky Harsya (Demokrat)
    13. Arifatul Khoiri (Profesional)
    14. Prof Yassierli (Profesional, utusan PKS)
    15. Satrio Brodjonegoro (Profesional)

    Baca juga : Jokowi Tegaskan Bakal Rutin Sambangi IKN Usai Lengser, Ngapain?
    16. Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat, Menteri ATR/Kepala BPN)
    17. Zulkifli Hasan (PAN, Menteri Perdagangan)
    18. Bahlil Lahadalia(Golkar, Menteri ESDM)
    19. Yusril Ihza Mahendra (PBB)
    20. Abdul Mu’ti (Sekum Muhammadiyah)
    21. Iftitah Sulaiman (Demokrat)
    22. Muhaimin Iskandar (PKB)

  • Beri Ucapan Selamat Ultah, Hubungan AHY-Anies Kian Mesra

    Beri Ucapan Selamat Ultah, Hubungan AHY-Anies Kian Mesra

    TIKTAK.ID – Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan pada Kamis (6/5/21) sore, memunculkan kelanjutan. Kedua tokoh itu pun terlihat semakin mesra setelah pertemuan. Hal itu terlihat dari ucapan selamat ulang tahun yang disampaikan AHY kepada Anies.

    Melalui akun Twitternya, AHY mengucapkan selamat ulang tahun kepada Anies Baswedan yang jatuh pada Jumat (7/5/21).

    “Selamat ulang tahun ke-52, Mas @Aniesbaswedan. Semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, keberkahan dan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jakarta,” tulis AHY melalui akun Twitter pribadinya @AgusYudhoyono, seperti dilansir Okezone.com.

    Perlu diketahui, AHY sempat menyambangi Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis. Pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup.

    Ketika itu, AHY mengklaim pertemuan itu diselenggarakan dalam rangka silaturahmi. Ia juga mengatakan pertemuan itu sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari.

    “Saya bersilaturahmi dengan Pak Anies Baswedan yang sudah lama sebetulnya saya niatkan dan rencanakan. Namun baru kali ini terlaksana,” ucap AHY seusai bertemu kadernya di Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta.

    Sementara itu, pengamat politik Yunarto Wijaya menilai pertemuan Anies dan AHY sebagai bagian dari penjajakan menuju Pemilihan Presiden 2024.

    “Bisa saja dilihat sebagai bagian dari penjajakan menuju (Pilpres) 2024,” terang Yunarto melalui pesan singkat, Jumat (7/5/21), mengutip Kompas.com.

    Menurut Yunarto, AHY dan Anies tengah getol melakukan safari politik, terutama AHY yang baru saja diterpa konflik kudeta Partai Demokrat oleh Moeldoko. Ia menyebut AHY rajin bergerak melakukan kunjungan ke berbagai media. Sama halnya dengan Anies yang mulai berkunjung ke berbagai daerah usai dipastikan gelaran Pilkada serentak ditetapkan di tahun 2024.

    “Anies sendiri sudah banyak melakukan kunjungan ke daerah pascamengetahui adanya kepastian bahwa Pilkada diundur ke 2024,” kata Yunarto.

    Ia menganggap AHY-Anies banyak dilihat sebagai simbol yang mewakili kekuatan oposisi setelah Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto melempem masuk Koalisi Pemerintahan. Oleh sebab itu, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan duet Anies-AHY akan muncul dalam Pilpres 2024 dengan modal elektoral yang mumpuni.

  • Wakil Menhan Beberkan Skenario Besar Jokowi-Prabowo Soal Lumbung Pangan

    Wakil Menhan Beberkan Skenario Besar Jokowi-Prabowo Soal Lumbung Pangan

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/20). Jokowi mengunjungi lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan di provinsi itu. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, ikut menemani Jokowi.

    Melalui keterangan pers di Kabupaten Pulang Pisau, Jokowi mengatakan pengembangan food estate sudah mulai dikerjakan dalam dua pekan ini, terutama untuk urusan irigasi.

    “Insya Allah tahun ini kita akan menyelesaikan kurang lebih 30.000 hektare terlebih dahulu. Berikutnya dalam satu setengah tahun sampai maksimal dua tahun akan ditambah lagi 148.000 hektare, baik itu di Kabupaten Pulang Pisau maupun di Kabupaten Kapuas,” ujar Jokowi, seperti dilansir CNBCIndonesia.com.

    Baca juga: Jokowi Perintahkan Prabowo, Erick Thohir dan Basuki Kerja Keroyokan, Bikin Apa?

    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan food estate disiapkan sejalan dengan prediksi Organisasi Pangan Dunia (FAO). Sebelumnya, FAO memperingatkan krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi Covid-19. Kemudian faktor lainnya adalah musim yang tidak bisa diatur dan diprediksi.

    “Sekarang kita menyiapkan cadangan logistik nasional yang nantinya kurang lebih akan dikelola oleh sebuah badan. Badan ini nanti SPV-nya bisa bekerja sama, baik dengan pola investasi baik nanti dikerjakan BUMN atau dengan skema yang lainnya,” tutur Jokowi.

    Tidak hanya di dua kabupaten itu, lumbung pangan juga akan dikembangkan di sejumlah daerah di Kalteng dan Kaltim. Selain itu, komoditasnya pun tidak hanya beras, melainkan juga singkong.

    Baca juga: Jokowi Kembali Ungkapkan Kejengkelannya Soal Kinerja Menteri, Kali ini Prabowo, Nadiem dan Kapolri Kena Sentil

    Halaman selanjutnya…

  • Lho, Kenapa Prabowo Sebut Pandemi Covid-19 Ancaman Nyata ke Pertahanan Negara?

    Lho, Kenapa Prabowo Sebut Pandemi Covid-19 Ancaman Nyata ke Pertahanan Negara?

    TIKTAK.ID – Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menyebut pandemi virus Corona (Covid-19) masih menjadi persoalan besar sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia. Ia mengatakan pandemi ini bisa menjadi ancaman dan berdampak terhadap pertahanan negara.

    “Pada akhirnya menjadi ancaman nyata dan berdampak terhadap pertahanan negara,” ujar Prabowo, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (17/6/20).

    Prabowo menilai pandemi virus Corona memberikan ancaman yang sangat berbahaya. Ia melanjutkan, virus Corona tidak hanya menjadi ancaman kepada bangsa dan negara, tetapi kepada seluruh umat manusia di dunia.

    Baca juga: Gandrung Komik Mahabarata, Prabowo ‘Capres Terkuat 2024’ ini Ternyata Punya Beberapa Julukan Lagi

    Prabowo pun mengaku masyarakat dunia sedang menghadapi perang melawan musuh yang tak terlihat dan juga tak memiliki ideologi di tengah pandemi virus Corona.

    “Semua masyarakat harus bersatu dan bahu-membahu untuk mengerahkan tenaga dan sumber daya pikiran, usaha untuk bersama-sama menghadapi ancaman pandemi tersebut,” ucap Ketua Umum Partai Gerindra itu.

    Hal senada juga disampaikan Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono. Menurut Wahyu, pandemi virus Corona saat ini masih menjadi persoalan di banyak negara. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa sudah seharusnya semua elemen bangsa ikut terlibat menangani wabah yang telah menelan banyak korban jiwa ini.

    Baca juga: Pengamat Politik: Prabowo Orang Baik, Gak Perlu Dukungan PKS dan 212

    Halaman selanjutnya…