Tag: Romelu Lukaku

  • Sulit Kembali ke Inter, Ini Hambatan Romelu Lukaku

    Sulit Kembali ke Inter, Ini Hambatan Romelu Lukaku

    TIKTAK.ID – Romelu Lukaku dikabarkan tengah berupaya keluar dari Chelsea. Inter Milan disebut-sebut bakal kembali menjadi klub alternatif persinggahan Lukaku berikutnya. Akan tetapi, terdapat beberapa hambatan untuk hal tersebut.

    Sebelumnya, Lukaku telah gagal tampil bagus di Chelsea pada musim ini. Lukaku tidak mampu mewujudkan harapan The Blues untuk punya striker tajam di lini depan. Saat itu, pria berusia 29 tahun ini hanya mencetak delapan gol di Liga Inggris dan menceploskan 15 gol dari 44 laga yang dia mainkan secara keseluruhan.

    Performa buruk Lukaku tersebut pun membuatnya dinilai akan mencari jalan keluar dari Chelsea. Kembali ke Italia disebut menjadi solusi terbaik dengan Inter jadi klub yang dituju.

    Akan tetapi, terdapat beberapa hambatan yang membuat Lukaku bakal sulit kembali ke Inter. Seperti dilansir CNN Indonesia, berikut ini rinciannya:

    1. Harga Mahal
      Inter diketahui melepas Lukaku ke Chelsea dengan harga sebesar 113 juta Euro. Untuk itu, The Blues tidak akan dengan mudah memberikan Lukaku ke Inter. Bahkan angka untuk meminjam Lukaku menyentuh 20 juta Euro. Jumlah tersebut pun akan menjadi pertimbangan Inter Milan yang sedang berusaha memperketat pengeluaran.
    2. Hubungan yang Buruk dengan Suporter
      Usai sempat terpuruk di Manchester United, Romelu Lukaku akhirnya dapat bangkit di Inter Milan. Lukaku juga bisa kembali menjelma jadi salah satu mesin gol terbaik di Eropa.

    Di sisi lain, kepergian Lukaku ke Chelsea menimbulkan kekecewaan mendalam di tubuh suporter Inter. Hal itulah yang akan menjadi salah satu penghambat yang bisa saja juga memengaruhi keputusan manajemen untuk merekrut Lukaku.

    1. Inter sudah Solid
      Meski tidak berhasil mempertahankan gelar juara Liga Italia, tapi Inter Milan tetap terbilang mampu tampil solid sepeninggal Romelu Lukaku. Edin Dzeko dan Lautaro Martinez juga dapat membuat lini depan Inter tetap garang.

    Selain itu, Inter juga telah memenangkan Coppa Italia, merebut trofi SuperCoppa, dan dapat terlibat dalam perburuan gelar Serie A hingga pekan terakhir, walaupun kalah dari AC Milan.

  • Tuchel: Lukaku Punya Kualitas ‘Kapten Masa Depan’ Chelsea

    Tuchel: Lukaku Punya Kualitas ‘Kapten Masa Depan’ Chelsea

    TIKTAK.ID – Pelatih Thomas Tuchel, diketahui memuji pengaruh penyerang Chelsea, Romelu Lukaku, saat berada di ruang ganti Chelsea. Tuchel mengatakan bahwa Lukaku memiliki kualitas untuk menjadi kapten Chelsea di masa depan.

    Romelu Lukaku sendiri kembali ke Chelsea pada bursa transfer musim panas 2021 dari Inter Milan. Chelsea memboyong striker internasional Belgia tersebut dari Inter Milan dengan biaya sebesar 115 juta Euro atau setara dengan Rp1,9 triliun. Lukaku pun sudah menandatangani kontrak di Chelsea selama lima tahun hingga 2026.

    Lukaku pun langsung tampil dengan tokcer. Striker berusia 28 tahun itu berhasil mencetak empat gol dalam empat pertandingan pertamanya bersama The Blues. Lukaku bahkan membantu Chelsea meraih posisi kedua klasemen sementara Liga Inggris dengan mengoleksi 10 poin dari empat laga.

    Kemudian Lukaku membantu Chelsea mengalahkan Zenit dalam matchday pertama Grup H Liga Champions 2021-2022, pada Rabu (15/9/21). Laga yang bergulir di Stadion Stamford Bridge tersebut pun berakhir dengan skor 1-0.

    Namun tidak hanya tajam di depan gawang, pria kelahiran Belgia, 13 Mei 1993 itu juga membuat Tuchel terkesan atas sikapnya di luar lapangan.

    “Dia seorang yang demokratis. Dia bisa memperlakukan semuanya dengan respek dan sikap yang sama,” ujar Tuchel, seperti dikutip detik.com dari Sky Sports.

    “Dia merupakan kompetitor level tinggi, dia suka berlatih, dia selalu senyum, dan dia ingin memenangi setiap kompetisi. Ini bagus, karena dia memimpin dengan memberi contoh,” imbuh Tuchel.

    Lebih lanjut, Tuchel menganggap Romelu Lukaku mempunyai potensi untuk menjadi kapten Chelsea. Kapten Chelsea saat ini yaitu Cesar Azpilicueta, telah memasuki tahun terakhir dalam kontraknya di Stamford Bridge.

    “Saya kira dia bisa (jadi kapten). Sebab, dia punya banyak potensi untuk jadi kapten,” tutur Tuchel ketika ditanya apakah Lukaku bisa jadi kapten.

    “Namun saat ini kami memiliki kapten-kapten fantastis, sehingga tidak perlu memikirkan itu sekarang. Dia bersikap seperti kapten dan ini lebih penting ketimbang punya ban kapten,” sambung Tuchel soal Lukaku.

  • Inter Milan Gagal di Liga Champions, Ini Dua Dosa Besar Lukaku

    Inter Milan Gagal di Liga Champions, Ini Dua Dosa Besar Lukaku

    TIKTAK.ID – Striker Inter Milan, Romelu Lukaku memiliki dua dosa besar kepada pelatih Antonio Conte dan klubnya, usai Nerazzurri tersingkir dari Liga Champions. Sebelumnya, Inter Milan telah gagal di Liga Champions musim ini, setelah bertanding melawan Shakhtar Donetsk dengan skor imbang 0-0 di laga terakhir Grup B di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (10/12/20) dini hari waktu Indonesia.

    Dengan adanya tambahan satu poin tersebut, maka Inter hanya mampu mengoleksi 6 poin dan menempati posisi juru kunci di klasemen grup. Bahkan Inter tidak saja kandas di Liga Champions, melainkan juga tidak bisa tampil di Liga Europa lantaran posisi peringkat ketiga grup menjadi milik Shakhtar.

    Sedangkan dua tim dari Grup B yang berhasil lolos ke babak 16 besar Liga Champions adalah Real Madrid dan Borussia Monchengladbach.

    Perlu diketahui, hasil buruk Inter itu tidak terlepas dari performa Romelu Lukaku. Ia memiliki dua kesalahan besar bagi Conte dan Inter dalam dua musim terakhir. Seperti dilansir CNN Indonesia, berikut ini dua dosa besar Lukaku usai Inter gagal di Liga Champions:
    1. Melakukan Gol Bunuh Diri
    Lukaku merupakan penyebab kegagalan Inter Milan juara Liga Europa 2019/2020. Sebenarnya Inter sempat sukses menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-36 lewat gol Diego Godin di laga final melawan Sevilla.

    Namun pada menit ke-74, Lukaku malah mencetak gol bunuh diri. Tendangan salto Diego Carlos salah diantisipasi Lukaku, sehingga masuk ke gawang sendiri. Sevilla pun menang dengan skor 3-2.

    2. Menghalangi Peluang Sanchez
    Inter menjalani laga krusial di pertandingan terakhir Grup B Liga Champions. Pasalnya, Inter membutuhkan kemenangan untuk lolos melaju ke 16 besar.

    Pada menit ke-88, Nerazzurri sempat mempunyai peluang emas untuk mencetak gol lewat sundulan Alexis Sanchez. Akan tetapi, Lukaku malah menghalangi laju bola yang disundul Sanchez.

    Bola sundulan Sanchez yang sebenarnya berpotensi masuk ke gawang Shakhtar, mengenai Lukaku. Pemain asal Belgia tersebut pun dianggap dalam posisi offside. Imbasnya, pertandingan berakhir imbang 0-0.