Tag: PSS Sleman

  • Lawan Mantan Klub dalam Laga Persib Vs PSS Sleman, Kim Kurniawan Justru Termotivasi

    Lawan Mantan Klub dalam Laga Persib Vs PSS Sleman, Kim Kurniawan Justru Termotivasi

    TIKTAK.ID – Persib Bandung berhasil memenangkan pertandingan melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Jumat (16/4/21) malam WIB. PSS Sleman sendiri sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Saddam Gaffar, namun Persib berhasil menyamakan kedudukan lewat Victor Igbonefo. Setelah itu, Frets Butuan menjadi pahlawan bagi Persib usai mencetak gol kemenangan timnya ke gawang PSS Sleman di menit akhir.

    Perlu diketahui, pertandingan antara Persib melawan PSS Sleman menghadirkan momen tersendiri bagi salah satu pemain PSS Sleman, Kim Kurniawan. Dalam laga leg pertama semifinal Piala Menpora 2021 tersebut, Kim berhadapan dengan mantan klubnya, di kandang barunya.

    Stadion tersebut sejatinya merupakan markas PSS Sleman, yang saat ini dibela oleh Kim Kurniawan. Sebelumnya, Kim sempat membela Persib Bandung.

    “Pasti ini menjadi laga yang cukup spesial bagi saya, karena kemarin di grup Piala Menpora main di Bandung, kandang lama saya. Tapi sekarang saya main di kandang baru saya melawan mantan tim saya, luar biasa bagi saya,” ujar Kim Kurniawan kepada wartawan, seperti dilansir detik.com, Jumat (16/4/21).

    Kim lantas mengakui melawan Maung Bandung dapat menambah memotivasi dirinya. “Justru malah bisa meningkatkan semangat atau motivasi saya. Meski melelahkan perjalanan kemarin, kita pastinya siap melawan Persib di semifinal,” imbuhnya.

    Perlu diketahui, sebelum pindah ke PSS Sleman di awal tahun ini, Kim Kurniawan menjadi penggawa Maung Bandung sejak 2016. Hal itulah yang membuat dirinya cukup memahami gaya Persib.

    “Saya kenal dengan semua pemain Persib, dan semua pemain harus diwaspadai. Dari musim ke musim pemain Persib kualitasnya hampir merata, dan tentunya penyerang-penyerang mereka perlu diwaspadai, terutama sayap-sayap mereka yang luar biasa cepat,” ungkap Kim Kurniawan.

    Pernyataan Kim itu memang tercermin dalam beberapa laga Piala Menpora. Pasalnya, Persib menjadi salah satu tim yang paling produktif di Piala Menpora.

    Sekadar informasi, pemain cepat seperti Frets Butuan dan Febri Hariyadi menjadi momok pertahanan lawan. Kemudian Persib juga memiliki barisan penyerang kelas wahid. Walaupun pada pertandingan melawan PSS Sleman tidak akan diperkuat oleh Wander Luiz karena kartu merah dan Ezra Walian karena cedera, namun Persib masih memiliki Ferdinand Sinaga.

  • Musim ini PS Sleman Jor-joran Datangkan Pemain Bintang

    Musim ini PS Sleman Jor-joran Datangkan Pemain Bintang

    TIKTAK.ID – Perserikatan Sepakbola Sleman (PSS) tampaknya jor-joran dalam mendatangkan pemain baru untuk musim ini. Pasalnya, banyak pemain bintang yang didatangkan, mulai dari Kim Kurniawan, Irfan Jaya, hingga Fabiano Beltrame.

    Total terdapat sebanyak delapan pemain baru yang berhasil didaratkan oleh PSS untuk Piala Menpora 2021.

    Selain tiga nama di atas, PSS turut mendatangkan Wawan Febriyanto, Fandry Imbiri, Miswar Saputra, M Adi Satryo, dan M Dwi Rafi Angga.

    Kepastian tersebut diketahui usai akun media sosial resmi PSS mengunggah video yang memperlihatkan status delapan pemain itu telah resmi menjadi bagian dari PSS, pada Minggu (28/2/21) malam.

    “Sleman Fans, mohon maaf, jawaban dari tebak-tebakan kemarin masih belum ada yang tepat 100%. Silakan kalian cek video ini untuk mengetahui siapa penggawa baru kita!” begitu bunyi unggahan Instagram resmi PSS, seperti dilansir detikcom.

    “Bagaimana? Siapakah calon pemain idola kalian?” lanjut unggahan PSS.

    Dengan adanya tambahan pemain tersebut, maka kini skuad Super Elang Jawa memiliki total 27 pemain. Semua pilar baru PSS itu adalah pemain lokal, termasuk Fabiano Beltrame yang saat ini berstatus sebagai pemain naturalisasi.

    Meski begitu, hingga saat ini manajemen juga masih belum mengumumkan status 3 legiun asing yang sebelumnya sempat membela Laskar Sembada.

    Asisten manajer PSS, Muhammad Eksan mengatakan bahwa manajemen klub tidak mengalami kendala berarti, saat harus melakukan negosiasi dengan para pemainnya.

    Ia menjelaskan, meski pihaknya kini tengah dikejar waktu untuk masa persiapan, akan tetapi tidak ada masalah yang serius.

    “Alhamdulillah, saya diberikan waktu selama dua hari untuk melakukan negosiasi. Bisa lancar semua dan juga sepakat,” terang Eksan, pda Sabtu (27/2/21).

    Kemudian Eksan menyampaikan apresiasi kepada para pemain yang bisa mengerti keadaan klub-klub Indonesia, termasuk PSS. Sebab, ia menilai mayoritas klub di Indonesia memang masih dilanda kesulitan akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

    “Pada intinya, para pemain memahami kondisi klub saat ini, karena memang masih dalam masa pandemi. Ada beberapa yang menanyakan DP (down payment) dan jadwal latihan,” kata Eksan.

  • Dapat Subsidi 800 Juta, PSS Sleman Minta PT LIB Lebih Cermat Berhitung

    Dapat Subsidi 800 Juta, PSS Sleman Minta PT LIB Lebih Cermat Berhitung

    TIKTAK.ID – Perserikatan Sepakbola Sleman (PSS Sleman) mengaku menyambut baik rencana subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). Meski begitu, PSS meminta PT LIB lebih cermat dalam berhitung.

    Diketahui PT LIB menjanjikan setiap kontestan Shopee Liga 1 2020 bakal mendapat subsidi Rp800 juta. Subsidi tersebut akan dibayarkan mulai September 2020 hingga Februari 2021.

    Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PSS), Marco Gracia Paulo mengatakan menyambut baik subsidi yang dijanjikan operator kompetisi tersebut. Ia pun bersyukur nominal subsidi yang diberikan PT LIB cukup besar. Namun Marco meminta PT LIB agar lebih cermat dalam berhitung.

    “Kami tentu bersyukur dan mendukung segala keputusan dari PSSI dan PT LIB, namun apakah jumlah itu relevan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang ada saat ini? Bukan masalah uang itu cukup atau tidak, tetapi harus benar-benar dicermati dan dihitung,” ujar Marco, seperti dilansir Detik.com, Sabtu (1/8/20).

    Sebelum ada pandemi virus Corona (Covid-19), nominal subsidi yang didapat klub sebesar Rp5 miliar. Subsidi itu dibayarkan selama 10 bulan, yakni mulai Maret hingga Desember. Tetapi ternyata pembayarannya belum tuntas sampai saat ini. Klub baru mendapat dua kali pencairan subsidi sekitar Rp1 miliar.

    Lebih lanjut, eks CEO Badak Lampung FC tersebut meminta agar semua pihak melihat gambaran besar kebutuhan tim PSS Sleman. Ia menilai kompetisi yang berjalan saat pandemi Corona nanti akan berjalan dengan risiko yang sangat tinggi. Marco juga memaparkan bahwa subsidi Rp800 juta secara hitungan bisnis tentu tidak menguntungkan, apalagi bagi tim yang berasal dari pulau Jawa.

    “Klub seperti kami (di Sleman), tak mendapat kemudahan seperti tim-tim lain dari luar Jawa yang mendapat diskon hotel sebesar 50 persen. Jika bicara segi bisnis, maka Rp800 juta tidak masuk,” terangnya.

    Akan tetapi, Marco tetap memberikan apresiasi dan menyatakan siap melanjutkan kompetisi yang sempat berhenti pada pekan ketiga.

    “Namun apapun itu, PSS tetap memberikan apresiasi, serta siap melanjutkan kompetisi. Kami tetap mendukung agar sepak bola kita bisa berkembang setiap musimnya,” jelas Marco.