Tag: Pradikta Wicaksono

  • Bintangi Film ‘Aku Jati, Aku Asperger’, Dikta Akui Dekat dengan Anak Berkebutuhan Khusus

    Bintangi Film ‘Aku Jati, Aku Asperger’, Dikta Akui Dekat dengan Anak Berkebutuhan Khusus

    TIKTAK.ID – Penyanyi dan pemeran Pradikta Wicaksono, atau yang akrab disapa Dikta, menceritakan pengalamannya memerankan Daru dalam film “Aku Jati, Aku Asperger”. Karakter Daru merupakan kakak dari Jati, yaitu seorang remaja dengan sindrom Asperger. Dikta mengakui kalau peran ini punya kedekatan terhadap dirinya di dunia nyata dengan Anak Berkebutuhan Khusus atau ABK.

    “Kakak saya tuli, jadi saya sering mengantar dia ke sekolah,” ungkap Dikta, seperti dilansir Tempo.co, di kawasan M.H. Thamrin, Jakarta, pada Kamis malam (17/10/24).

    Kemudian mantan vokalis Yovie & Nuno itu mengatakan plivilese tersebut membuatnya sering berinteraksi dengan teman-teman yang memiliki berbagai kelebihan—termasuk asperger, autisme, tuli, tunanetra, tunarungu, sampai tunagrahita.

    Baca juga : Jackie Chan Comeback Lewat Film Laga Komedi ‘Panda Plan’

    Menurut Dikta, pengalaman hidupnya itu memberinya perspektif yang lebih luas soal tantangan dan keunikan yang dihadapi oleh mereka yang memiliki kebutuhan khusus, sekaligus memperkuat bekal empatinya untuk menggambarkan karakter Daru dalam film “Aku Jati, Aku Asperger”.

    “Saya hanya perlu recall (mengingat kembali), karena kebetulan di perjalanan hidup saya, beberapa kali ketemu dengan teman-teman yang punya kelebihan Asperger ini,” tutur Dikta.

    Dia menilai kedekatannya dengan dunia orang-orang berkebutuhan khusus memberikan kemudahan ketika memerankan Daru.

    Baca juga : Lee Je Hoon, Pyo Ye Jin dan Kim Eun Seung Bakal Reuni di Drakor ‘Taxi Driver 3’

    Lebih lanjut, Dikta menyatakan kagum dengan orang-orang dengan sindrom Asperger, lantaran mereka punya keunikan tersendiri. Perasaan kagum tersebut pun semakin diperkuat begitu ia menyaksikan akting Jefri Nichol yang memerankan Jati.

    “Mereka memiliki sesuatu yang kita tidak punya sebenarnya,” kata Dikta.

    Untuk diketahui, film “Aku Jati, Aku Asperger” karya sutradara Fajar Bustomi mengangkat perjuangan seorang remaja pengidap sindrom Asperger dalam menemukan jati diri. Tantangan sosial harus dihadapi oleh Jati dalam kehidupan sehari-harinya.

    Baca juga : Film ‘Sang Pengadil’, Angkat Karut Marut Dunia Peradilan Indonesia

    Tak hanya Dikta dan Jefri Nichol, film ini juga dibintangi oleh Hanggini, Carissa Perusset, Livy Renata, Eka Nusa Pertiwi, Keisya Levronka, Ziva Magnolya, Gabriel Prince, Kathrina JKT48, Nopek Novian, Mamat Alkatiri, Willem Bevers, dan Vonny Anggraini.

    Dijadwalkan tayang pada 31 Oktober 2024 mendatang di bioskop, film ini diharapkan mampu memberikan gambaran lebih luas mengenai dunia orang-orang dengan sindrom Asperger, serta menginspirasi penonton agar lebih memahami dan menerima perbedaan.

  • Dikta Ungkap Awal Mula Gabung Yovie & Nuno

    Dikta Ungkap Awal Mula Gabung Yovie & Nuno

    TIKTAK.ID – Musisi Dikta mengungkapkan masa-masa pertama kali dirinya bergabung dengan grup musik Yovie & Nuno. Melalui perbincangan dengan presenter Vincent dan Desta, pemilik nama asli Pradikta Wicaksono tersebut mengaku mengetahui informasi audisi Yovie Widianto dari salah seorang tetangganya.

    “Gue tuh ditawarin tetangga gue, waktu lagi cuci mobil,” ucap Dikta, seperti dikutip Okezone.com dari YouTube Vindes, pada Sabtu (3/11/22).

    Dikta menjelaskan bahwa tetangganya memang tahu kalau dirinya gemar bermusik dan punya band. Untuk itu, Dikta diberikan informasi soal audisi yang digelar oleh Yovie Widianto. Kebetulan, tetangga Dikta saat itu bekerja di label musik.

    “Tiba-tiba tetangga gue tanya, mau audisi Yovie Widianto enggak? Bapak-bapak, dulu kerja di Musica,” terang Dikta.

    Dikta pun melihat hal ini sebagai peluang. Dia lantas menerima informasi audisi tersebut dengan senang hati.

    Dikta berniat memberikan CD musiknya sendiri kepada Yovie. Dia tidak terpikir sama sekali kalau audisi yang dimaksud adalah mencari vokalis.

    “Ya udah deh, lumayan bisa ketemu Mas Yovie sekalian gue ngasih demo. Enggak ada kepikiran mau nyanyi (di grup musik),” tutur Dikta.

    Ternyata begitu sampai di sana, Dikta kebingungan saat diminta bernyanyi. Apalagi Yovie memintanya menyanyikan lagu pop. Padahal, Dikta tidak banyak hafal dengan lagu genre tersebut.

    Dikta pun menyanyikan lagu yang dia ketahui. Tak disangka, usai audisi berlangsung, Dikta kembali dipanggil oleh Yovie dan diminta bernyanyi sekali lagi.

    “Di situ mas Yovie mengatakan, ‘Dikta ini kalau kamu oke, cocok, kamu mau buat project Yovie & Nuno’,” terang Dikta.

    Awalnya Dikta ragu, karena Yovie & Nuno bergenre pop, sedangkan dirinya terbiasa dengan genre blues. Tapi akhirnya Dikta berani mencoba genre baru usai mendapat nasihat dari sang ayah, yang sebelumnya sempat menentang putranya untuk terjun ke dunia musik.

    “Jika kamu main di tempat yang aman terus, enggak maju-maju kamu. Coba, tantang diri sendiri,” kata Dikta mengulangi perkataan ayahnya.

    Dikta menilai masuk ke dalam Yovie & Nuno merupakan sebuah pencapaian baru karena dirinya merasa tak bisa bernyanyi. Meski sempat heran bisa sampai diterima, Dikta sukses bersama grup band tersebut.

    Namun saat ini Dikta lebih memilih jalan kariernya sendiri. Sejak Juni 2022 lalu, Dikta sudah memutuskan hengkang dari grup musik yang membesarkan namanya itu.

  • Dikta Debut Main Film Thriller ‘Vidkill’

    Dikta Debut Main Film Thriller ‘Vidkill’

    TIKTAK.ID – Penyanyi Pradikta Wicaksono atau yang akrab disapa Dikta, saat ini melebarkan sayap ke dunia akting. Dikta pun mencoba mengeksplorasi kemampuan beraktingnya dengan bermain dalam film genre thriller berjudul “Vidkill”.

    “Ini merupakan film bergenre thriller pertama saya. Sebuah kesempatan yang luar biasa, karena dapat mencoba bermain film genre yang bukan drama. Film ini adalah satu tantangan baru buat saya, karena konsepnya juga berbeda, dan saya sih sangat senang,” ungkap Dikta, seperti dilansir Okezone.com.

    Selain Dikta, film “Vidkill” juga diperankan oleh Estelle Linden, Gesya Shandy, dan Shindy Huang.

    Dikta sendiri akan memerankan sosok Theo, yang berusaha menyelamatkan tunangannya (Estelle Linden) beserta dua sahabatnya (Gesya Shandy dan Shindy Huang) yang diteror oleh orang asing, ketika mereka sedang berlibur di sebuah Villa. Theo lantas berusaha menyelamatkan tunangan beserta kawannya, melalui sebuah panggilan video call.

    Sutradara film “Vidkill”, Dyan Sunu Prastowo berharap, film ini dapat memberikan pengalaman baru bagi penggemar film Indonesia.

    “Alhamdulillah tak ada kendala selama proses produksi. Saya berharap film ini mampu memberikan sebuah hiburan yang menegangkan untuk penonton film Vidkill. Sebab, selain tidak terduga dan tegang, film ini hampir 90% PoV dari webcam atau video call,” ujar Dyan.

    Sementara itu, Estelle Linden, yang menjadi lawan main Dikta mengaku walaupun harus menjalankan protokol kesehatan, tapi dia tidak menemui kesulitan selama syuting.

    “Aku berperan sebagai Stella, tunangan Theo. Aku senang sekali begitu mendengar konsep filmnya seperti itu, karena di Indonesia aku belum pernah nonton film dengan treatment seperti ini,” kata Estelle.

    Kemudian Sandy Huang juga mengatakan bahwa film “Vidkill” mempunyai tantangan tersendiri bagi dirinya.

    “Menyenangkan sekaligus menantang. Meski semua project buatku punya tantangan sendiri, tapi karena ini film thriller pertamaku (sebelumnya ada genre serupa tapi lebih ke misteri fokusnya), sehingga ada adrenalin baru tersendiri yang aku rasain. Selain itu, format penyajiannya sangat menarik, ada kombinasi digital layout yang bisa dibilang baru pertama kali disajikan di layar lebar Indonesia,” ungkapnya.

    Film “Vidkill” dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 9 Desember 2021 mendatang.

  • Hobi Menyelam Bebas, Dikta Sebut 6 Daerah di Indonesia ini ‘Surga para Penyelam’

    Hobi Menyelam Bebas, Dikta Sebut 6 Daerah di Indonesia ini ‘Surga para Penyelam’

    TIKTAK.ID – Penyanyi Pradikta Wicaksono atau yang akrab disapa Dikta, ternyata memiliki hobi menyelam maupun menyelam bebas. Dikta pun memaparkan makna menyelam bebas dan alasan hobi itu bisa memberinya kesenangan.

    “Menyelam bebas itu murni badan kita, tidak menggunakan alat apa-apa, dan murni menahan napas tanpa bantuan alat apa pun. Terdalam itu kalau enggak salah 200 meter. Orang lain bahkan ada yang sampai 135 meter, tapi kalau saya baru mencapai 35 meter,” ujar Dikta, Rabu (16/6/21), seperti dilansir Liputan6.com.

    Menurut Dikta, untuk bisa menyelam bebas sedalam itu, maka dibutuhkan kursus atau pelatihan. Ia menyebut sejumlah orang beranggapan menyelam bebas hanya bisa dilakukan oleh superhuman. Akan tetapi, vokalis Yovie and Nuno itu tidak sependapat dengan asumsi tersebut.

    “Mereka ada yang berpikir, kok bisa sih menahan napas selama lima menit? Kemudian banyak yang tanya ke saya, kok bisa sih Dikta tahan napas sampai 4,5 menit? Tapi itu sebenarnya ada tekniknya,” terang Dikta.

    Pelantun lagu “Dia Milikku” itu menjelaskan, teknik pernapasan dalam menyelam bebas dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan diterapkan di cabang olahraga lain. Ia menilai fungsinya pun beragam, salah satunya untuk menenangkan detak jantung.

    Dikta mengatakan tidak perlu keluar negeri untuk menyelam bebas. Sebab, kata Dikta, Indonesia kaya akan perairan seindah surga. Oleh sebab itu, ada banyak penyelam luar negeri yang memilih bertandang ke Nusantara.

    “Laut Indonesia itu tidak ada yang mengalahkan jika dibandingkan dengan luar negeri. Di sini tuh surga banget, makanya banyak turis luar negeri yang ke sini. Saya suka di Banda Naira, Labuan Bajo, Menjangan Bali, Derawan, Wakatobi, dan Manado,” ucapnya.

    Dikta melanjutkan, hobinya ini berawal dari pandemi yang membuatnya menjadi “pengangguran”. Kemudian ia merasa tertantang untuk mengeksplor olahraga baru yang aman dilakukan selama pandemi.

    “Akhirnya gue mikir olahraga apa ya yang kira-kira aman, lalu gue pikir kayaknya nyelam,” jelasnya, mengutip Kompas.com dalam kanal YouTube Kuy Entertainment.

    Demi menekuni olahraga ini, pria berusia 35 tahun ini mengaku rela merogoh kocek yang tidak sedikit utuk membeli peralatan menyelam.