Tag: Pesan Suara

  • WhatsApp Bikin Fitur Baru Dengarkan Kembali Pesan Suara sebelum Dikirim

    WhatsApp Bikin Fitur Baru Dengarkan Kembali Pesan Suara sebelum Dikirim

    TIKTAK.ID – Aplikasi pesan WhatsApp tampaknya tengah menyiapkan banyak fitur baru untuk pesan suara. Kali ini mereka sedang mengembangkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk melakukan review atau mendengarkan kembali pesan suara tersebut.

    Sesuai namanya, saat fitur ini sudah tersedia, maka pengguna dapat mendengarkan kembali pesan suara yang direkam sebelum dikirimkan. Namun saat ini fitur tersebut masih dikembangkan oleh WhatsApp, sehingga belum tersedia untuk penguji beta, apalagi publik.

    Sejauh ini, sebetulnya pengguna WhatsApp dapat mendengarkan kembali pesan suara mereka sebelum dikirimkan. Akan tetapi, caranya agak sedikit rumit. Contohnya, pengguna harus membuka aplikasi lain dulu saat merekam pesan suara di WhatsApp.

    Seperti dilansir detik.com dari 9to5Mac, Senin (3/5/21), berdasarkan video demonstrasi singkat yang diunggah oleh WABetaInfo, WhatsApp berencana menambahkan tombol Review yang dapat ditekan untuk mendengarkan kembali pesan suara yang telah direkam.

    Kemudian setelah menekan tombol Review, maka pengguna dapat mendengarkan pesan suara dan memutuskan untuk menghapus atau langsung mengirimkan pesan.

    Fitur review pesan audio tersebut sedang dalam tahap pengembangan, dan WhatsApp berencana akan merilisnya dalam update untuk Android dan iOS di masa depan. Meski begitu, masih belum diketahui kapan fitur ini akan dirilis untuk semua pengguna WhatsApp.

    Sekadar informasi, ini bukan satu-satunya fitur untuk pesan suara yang dikembangkan oleh WhatsApp. Apalagi pesan suara belakangan ini menjadi populer di kalangan audiens yang terkadang lebih suka mengirimkan pesan suara daripada teks.

    Sejak beberapa bulan silam, aplikasi messaging milik Facebook ini sempat menguji coba fitur untuk mengubah kecepatan pesan suara ketika diputar. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk memilih dari tiga kecepatan pemutaran berbeda untuk pesan suara, yakni 1.0x, 1.5x, dan 2.0x.

    Mengutip CNBC Indonesia, pengguna hanya perlu menekan tombol untuk mengubah kecepatan ke opsi berikutnya. Fitur itu pun akan sangat berguna saat pengguna membutuhkan rekap dan hanya ingin membaca sepintas pesan suara, atau saat grup melakukan spam pada pesan suara dan Anda hanya ingin memeriksa apakah Anda melewatkan sesuatu yang penting.

  • Twitter Akan Uji Coba Fitur Pesan Suara

    Twitter Akan Uji Coba Fitur Pesan Suara

    TIKTAK.ID – Twitter mengumumkan akan menguji coba fitur yang memungkinkan pengguna merekam dan mengirim pesan suara melalui pesan langsung (DM) tanpa perlu mengetik pesan. Fitur baru tersebut dirilis setelah Twitter meluncurkan fitur suara untuk tweet khusus bagi pengguna iOS pada Juni 2020.

    Mirip seperti cuitan menggunakan suara, pengiriman pesan suara melalui DM akan memberi kesempatan kepada pengguna untuk mengirim pesan suara selama beberapa detik ke pengguna lain di DM.

    Manajer produk untuk pesan langsung Twitter, Alex Ackerman-Greenberg menjelaskan, Brazil akan menjadi negara pertama yang diikutsertakan dalam tes tersebut. Ia mengatakan fitur itu akan memungkinkan pengguna mengirim pesan suara selama 20 detik di DM.

    “Kami tahu bahwa pengguna menginginkan lebih banyak pilihan untuk bagaimana mereka mengekspresikan diri dalam percakapan di Twitter, baik dilakukan secara publik maupun secara pribadi,” ujar Greenberg, seperti dikutip CNN Indonesia dari The Verge.

    Meski begitu, masih belum ada penjelasan rinci mengenai fitur tersebut. Namun, berdasarkan tangkapan gambar, menunjukkan bahwa pengguna dapat memutar pesan suara yang dikirim pengguna lain di dalam DM dengan menekan tombol putar atau jeda. Tidak hanya itu, Twitter juga menyediakan opsi “laporkan pesan” jika seseorang menyalahgunakan DM suara, contohnya mengirimkan rekaman audio yang melanggar privasi.

    Mengutip iMore, fitur pesan suara di DM nantinya akan memiliki tampilan yang sederhana.

    Sebelumnya, fitur tersebut pertama kali tercatat sedang dalam pengujian oleh pemerhati media sosial Matt Navarra beberapa minggu lalu dan telah dikabarkan sejak Agustus setelah ditemukan oleh developer Alessandro Paluzzi.

    Kemudian tim produk Twitter mengatakan telah merancang “pengalaman perekaman in-line” untuk membuat pengiriman pesan suara menjadi bagian percakapan Twitter yang lebih alami.

    Seperti diketahui, Twitter sempat meluncurkan tweet audio, dan fitur itu telah mendapat sorotan karena mengabaikan aksesibilitas pada platformnya. Kepala desain Twitter, Dantley Davis mengaku bahwa Twitter telah memiliki tim aksesibilitas khusus dan telah mengubah proses pengembangan produknya agar aksesibilitas selalu dipertimbangkan, bahkan dalam tahap konsep.