Tag: Pemain Lokal

  • Prediksi Pemain Lokal Liga 1 yang Bakal Jadi Andalan di Musim Baru

    Prediksi Pemain Lokal Liga 1 yang Bakal Jadi Andalan di Musim Baru

    TIKTAK.ID – Liga 1 2025/2026 dijadwalkan bergulir mulai pertengahan Agustus 2025 mendatang. Berikut ini prediksi lima pemain lokal yang berpotensi menjadi andalan klub.

    Untuk diketahui, pada musim lalu, daftar pencetak gol dan penyumbang assist tertinggi masih dikuasai oleh pemain asing. Dalam banyak hal, pemain asing memang tampak lebih menonjol.

    Meski begitu, bukan berarti pemain-pemain di dalam negeri tidak mampu bersaing. Terdapat beberapa nama yang memiliki potensi. Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini sejumlah potensi pemain lokal yang dinilai dapat bersaing.

    Baca juga : Labrak Wasit, Lionel Messi Nyaris Dapat Kartu Merah

    1. Egy Maulana Vikri

    Pada musim lalu, Egy didapuk sebagai pemain Indonesia tersubur di Liga 1. Pasalnya, pemain Dewa United ini mampu mengoleksi 12 gol semusim. Egy pun menempati urutan kedelapan pemain tersubur Liga 1 2024/2025.

    Pada musim depan, pemain yang sempat membela Lechia Gdansk tersebut berpotensi jadi pemain yang tajam lagi. Tak hanya karena usia yang semakin matang, rekan setimnya juga mendukung.

    2. Rizky Ridho

    Baca juga : Ketahui 3 Negara Asia Paling Sulit Lolos Langsung Piala Dunia 2026

    Bisa dibilang kalau bek terbaik Indonesia saat ini yaitu Ridho. Pemain asal Surabaya yang membela Persija Jakarta tersebut tampil impresif tidak hanya di Liga 1, namun juga di Timnas Indonesia.

    Dengan usia yang masih muda, Ridho memiliki potensi terus berkembang. Akan tetapi, ada tantangan yang juga harus diatasi, yakni tekanan dan beban yang semakin tinggi.

    3. Yakob Sayuri

    Salah satu faktor kunci Malut United berhasil menempati peringkat ketiga klasemen akhir Liga 1 musim lalu adalah Yakob Sayuri. Sebab, pergerakannya di sisi kanan mampu membuat lawan kewalahan. Yakob tak hanya bisa bermain sebagai sayap kanan, namun juga bek kanan, sehingga membuatnya menjadi pemain cukup subur pada musim lalu, yaitu 10 gol.

    Baca juga : Pelatih Australia Optimis Bungkam Indonesia di Sydney

    4. Toni Firmansyah

    Sempat menyita perhatian ketika membela Timnas Indonesia U-19, Toni Firmansyah mulai menunjukkan tajinya di Persebaya pada musim lalu. Ia tampil sebanyak 18 kali dan sukses menyumbang dua assist.

    Meski statistiknya belum menonjol, terdapat potensi menjadi makin matang pada musim depan. Dia perlu menjaga diri dan menjalankan instruksi dari pelatih.

    5. Saddil Ramdani

    Baca juga : PBSI Targetkan Ginting Pulih dari Cedera dan Kembali Main di Maret 2025

    Usai merantau cukup lama di Malaysia, Saddil Ramdani pulang kampung. Akan tetapi, bukan Malut United yang dibela, melainkan juara bertahan Persib Bandung. Potensi Saddil menjadi andalan Maung Bandung pada musim depan dianggap sangat besar. Tak hanya karena Persib ditinggal oleh banyak pemainnya, tapi juga karena kualitas yang dimiliki Saddil.

  • Pencetak Gol Piala Menpora 2021 Dikuasai Pemain Lokal

    Pencetak Gol Piala Menpora 2021 Dikuasai Pemain Lokal

    TIKTAK.ID – Performa pemain lokal pada ajang Piala Menpora 2021 tampaknya terbukti lebih ampuh. Pasalnya, daftar pencetak gol dalam pertandingan itu dikuasai oleh pemain lokal ketimbang pemain asing.

    Perlu diketahui, kini pemain Persiraja Banda Aceh, Assanur “Torres” Rijal menjadi top skor dengan koleksi empat gol. Kemudian disusul 12 pemain lokal lainnya yang masing-masing membubuhkan dua gol.

    Catatan itu pun kontradiktif jika dibandingkan ajang-ajang pramusim sebelumnya. Pada Piala Presiden 2015, 2016, 2018, 2019, dan turnamen pramusim lainnya, daftar pemain tersubur acap kali didominasi pemain asing.

    Lebih lanjut, dalam urusan mencetak assist juga tidak jauh berbeda. Dari lima pemain pemberi umpan matang berbuah gol terbanyak, hanya terdapat satu nama pemain asing, yakni Wander Luiz dari Persib dengan dua assist. Ini merupakan jumlah assist yang sama dengan torehan Wawan Febriyanto (PS Tira Persikabo), Stefano Lilipaly (Bali United), Marc Klok (Persija Jakarta), serta Yakob Sayuri (PSM).

    Sementara dalam urusan tekel sukses saat menghalau serangan, pemain lokal pun lebih menonjol. Dari lima pemain dengan jumlah tekel sukses terbanyak, tidak ada satu pun nama pemain asing.

    Akan tetapi, untuk urusan melepas umpan akurat terbanyak, jumlah pemain lokal masih kalah. Pemain dengan umpan akurat terbanyak dimiliki Jaimerson Xavier da Silva (246 kali), lalu disusul Jacob Pepper (197), dan Willian Pacheco (142 kali).

    Pelatih Persela, Didik Ludiyanto mengatakan hal itu tak lepas dari keinginan pemain lokal untuk membuktikan kualitas. Ia menilai belum adanya kontrak resmi membuat pemain tampil penuh gairah, sehingga ketika diberi kesempatan, pemain tampil habis-habisan.

    “Saat diberi kesempatan, pemain lantas ingin membuktikan diri. Ini yang saya lihat di Persela dan tim lainnya, saya pikir karena sejumlah pemain belum dapat kontrak. Jika mereka dapat tampil baik, niscaya akan dapat kontrak,” ujar Didik, seperti dilansir CNNIndonesia pada Selasa (6/4/21).

    Didik menyebut salah satu pemain yang menjalani debut profesional bersama klub yakni Eka Febri Yogi Setiawan. Ia menyatakan dari tiga laga PSIS di Grup A Piala Menpora 2021, Eka Febri selalu menjadi pilihan pelatih Dragan Djukanovic.

  • Ini Alasan Pemain Lokal Ingin Tiru Pola Makan Sehat Mantan Rekan CR7, Paulo Sergio

    Ini Alasan Pemain Lokal Ingin Tiru Pola Makan Sehat Mantan Rekan CR7, Paulo Sergio

    TIKTAK.ID – Biasanya pemain asing di Indonesia cenderung lebih menjaga pola makan sehat, salah satunya Paulo Sergio, mantan rekan Cristiano Ronaldo. Pola makan Paulo itu diungkapkan eks dokter Bhayangkara FC, Alfan Nur Asyhar.

    Alfan mengatakan, umumnya pemain asing punya permintaan khusus kepada klub terkait makanan, seperti salad atau daging yang kerap menjadi favorit pemain-pemain asing. Alfan pun sempat memberikan perlakukan khusus semacam itu kepada Paulo Sergio asal Portugal ketika mereka masih di Bhayangkara.

    Hasilnya, terbukti bahwa pemain yang pernah setim dengan CR7 di akademi Sporting Lisbon, Portugal, itu bisa menjadi pemain kunci The Guardian dalam meraih gelar juara Liga 1 2018.

    “Tahu Paulo Sergio? Dia itu pemain bagus, nah dia paling rewel soal makanan. Memang paling susah menangani Paulo Sergio, tapi saya banyak belajar juga, karena makanannya harus standar atlet,” terang Alfan, seperti dilansir detikSport.

    “Terkadang pemain lain suka iri melihat Paulo Sergio makanannya berbeda. Ya dia maunya makan makanan sehat, jadi harganya lebih mahal. Tapi dia mainnya bagus, dan itu juga mandat dari manajemen soal makanan dia, maka hasilnya seperti itu,” imbuh Alfan.

    Alfan mencontohkan, Paulo tidak mau memakan ikan yang digoreng, melainkan hanya mau ikan yang dikukus. Selain itu, Paulo juga punya permintaan makanan dengan takaran karbohidrat dan protein dengan jumlah tertentu.

    Alfan menjelaskan, kadang pemain lokal mulai mengikuti pola makan sehat yang menjadi kebiasaan pemain asing. Ia menceritakan, beberapa pemain lokal pun bertanya-tanya ke tim dokter untuk mendapatkan hidangan makanan yang sama seperti pemain asing. Ia menilai kebiasaan pemain asing ini memberikan dampak positif buat pemain lokal.

    “Ada beberapa pemain yang kadang akhirnya kami edukasi karena tertarik. Efeknya, metabolism dan energinya kan kelihatan tuh Paulo Sergio. Akhirnya mereka mengikuti gaya Paulo Sergio dengan makan salad, kalau kita mungkin sayur-sayuran,” terang Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) tersebut.

    Menurut Alfan, dengan menjaga pola makan yang sehat, maka umur bermain atlet bisa panjang. Dengan begitu, lanjutnya, pemain juga bisa berprestasi.