Tag: PDP Corona

  • Cerita Tak Terlupakan Andrea Dian Soal Perawat Jadi PDP Setelah Digigit Pasien Covid-19

    Cerita Tak Terlupakan Andrea Dian Soal Perawat Jadi PDP Setelah Digigit Pasien Covid-19

    TIKTAK.ID – Andrea Dian berbagi cerita tentang pengalamannya saat menjalani perawatan Covid-19. Pengalaman yang tak terlupakan itu dialaminya ketika berada di Wisma Atlet Kemayoran.

    Istri dari Ganindra Bimo tersebut menyaksikan kejadian yang sungguh aneh dan menggemparkan. Ia melihat pasien terjangkit virus Corona lainnya, yang tiba-tiba menggigit seorang perawat.

    “Gue bisa tahu kejadian itu, sebab gue baru saja rontgen. Jadi gue bisa melihat dengan mata kepala gue sendiri. Si perawat itu sampai duduk di lantai, sebab tangannya digigit,” cerita Andrea Dian di channel YouTube Robert Harianto.

    Dia tidak tahu pasti apa yang membuat si pasien menggigit perawatnya. Namun menurut dugaannya, si pasien kesal karena tidak diizinkan pulang, meski kondisinya sudah sehat.

    “Aku tidak ngerti dengan si pasien ini. Mungkin dia merasa sudah sehat, ‘Gue enggak merasa apa-apa, kok belum boleh pulang?’,” imbuh Andrea Dian.

    “Kemudian perawatnya sudah ngejelasin segala macam. Mungkin dia tidak terima atau bagaimana, sampai pada akhirnya mungkin ya, si pasien geregetan dan menggigit si perawat itu.”

    Hal tersebut yang kemudian membuat si perawat harus menjalani karantina selama 14 hari, sebab dia menjadi PDP. Karantina dilakukan karena khawatir perawat tersebut terinfeksi virus Corona setelah digigit pasien.

    “Akhirnya, dia jadi PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Dia harus dikarantina selama 14 hari,” jelas Andrea Dian.

    Sementara itu, menurutnya rumah sakit yang menjadi rujukan isolasi, perawat dan para dokter terlihat sangat kelelahan ketika harus menghadapi banyak pasien. Dirinya merasa sangat beruntung bisa mendapatkan tempat tidur. Sebab, masih banyak pasien yang tidak mendapat tempat istirahat yang layak.

    “Beberapa pasien bilang, ada yang tidur di bangsal. Bahkan ada juga yang tidur di kontainer,” kata Andrea Dian beberapa waktu lalu.

    “Saya berharap agar para tenaga medis ini lebih diperhatikan lagi. Seperti, fasilitas dalam menangani pasien masih sangat kurang. Misalnya hal-hal dasar, tissue, sanitizer, air minum, dan sabun, semua serba kekurangan,” jelas Andrea Dian.

  • Sempat Live FB Keluhkan Fasilitas RS, PDP Corona Hamil 6 Bulan ini Akhirnya Meninggal

    Sempat Live FB Keluhkan Fasilitas RS, PDP Corona Hamil 6 Bulan ini Akhirnya Meninggal

    TIKTAK.ID – Seorang wanita Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona berusia 32 tahun asal Padang Sidempuan, Sumatera Utara, sempat membuat curhatan lewat unggahan dan live streaming di Facebook. Namun, wanita yang tengah hamil 6 bulan itu kini telah meninggal dunia.

    Dalam unggahan di akun Facebook-nya, Jumat (3/4/20), wanita tersebut sempat meminta Wali Kota Padang Sidempuan, Irsan Effendi Nasution, agar dirinya dirujuk ke Medan. Ia juga mengaku khawatir dengan kondisi kandungannya.

    Baca juga: Ajudan Pribadi Prabowo Bocorkan Rencana Bosnya Tangani Covid-19

    “Untuk Bapak Wali Kota Padang Sidempuan tercinta, Bapak Irsan, tolong lah Pak kasih kesempatan saya dirujuk ke Medan di rumah sakit yang lebih layak lagi, daripada rumah sakit umum kota Padang Sidempuan ini,” tulis wanita itu, seperti dilansir Suara.com.

    “Kasian kandungan saya. Fasilitas di sini juga kurang memadai, kalau saya tahankan lama-lama di sini yang ada saya cepat-cepat mati konyol,” lanjutnya.

    Wanita itu mengatakan ia hanya ingin yang terbaik untuk kesehatan dan kandungannya. Ia menyebut di rumah sakit tempatnya kini dirawat, ia merasa sesaknya semakin parah. Ia pun meminta bantuan Irsan agar mendapat rujukan pindah rumah sakit.

    Halaman selanjutnya…