Tag: messi

  • Labrak Wasit, Lionel Messi Nyaris Dapat Kartu Merah

    Labrak Wasit, Lionel Messi Nyaris Dapat Kartu Merah

    TIKTAK.ID – Lionel Messi diketahui nyaris memperoleh kartu merah lantaran melabrak wasit, setelah Inter Miami ditahan imbang San Jose Earthquakes di Stadion PayPal, San Jose, Californa, pada Rabu (14/5/25) malam waktu setempat.

    Sebelumnya, Inter Miami gagal bangkit dari kekalahan di MLS. Usai kalah telak dengan skor 1-4 dari Minnesota United, pada pekan lalu, tim asuhan Javier Mascherano itu hanya mampu bermain imbang dengan skor 3-3 ketika bertandang ke markas San Jose.

    Messi sendiri tampak frustrasi sepanjang pertandingan, akibat mendapat kawalan ketat pemain San Jose. Puncaknya setelah laga, pemain berusia 37 tahun ini menghampiri wasit Joe Dickerson guna melakukan protes.

    Baca juga : Ketahui 3 Negara Asia Paling Sulit Lolos Langsung Piala Dunia 2026

    Messi protes kepada wasit Dickerson karena merasa tidak mendapat tendangan bebas di depan kotak penalti San Jose saat injury time babak kedua.

    Melalui video yang beredar di media sosial, Messi terlihat melabrak wasit Dickerson. Tak senang dengan tindakan Messi, wasit berusia 37 tahun itu pun memberi kartu kuning kepada La Pulga.

    Setelah memperoleh kartu kuning, Messi yang awalnya berjalan ke pinggir lapangan, dengan sarkas memberi jempol dan tepuk tangan. Namun tak lama setelah itu, Messi justru kembali menghampiri wasit dan terus berbicara untuk melakukan protes.

    Baca juga : Pelatih Australia Optimis Bungkam Indonesia di Sydney

    Seperti dikutip CNN Indonesia dari USA Today, wasit Dickerson memberi peringatan kepada Messi agar segera menjauh.

    “Pergi sekarang juga,” tegas Dickerson kepada Messi.

    Kemudian Messi sempat terus melakukan protes, dan tangan wasit Dickerson tertangkap kamera sedang merogoh kartu merah. Beruntung bagi Messi, pelatih San Jose Bruce Arena yang Tengah berada di tengah insiden tersebut, berusaha untuk menenangkan wasit Dickerson dan menarik Messi untuk menjauh.

    Hasil imbang akhirnya membuat Inter Miami menempati peringkat kelima klasemen wilayah timur MLS dengan 22 poin, di belakang FC Cincinnati (28), Philadelphia (26), Columbus (26), dan Nashville (23).

    Baca juga : PBSI Targetkan Ginting Pulih dari Cedera dan Kembali Main di Maret 2025

    “Kami kebobolan banyak gol dan telah melakukan banyak kesalahan. Akan tetapi, kami harus tetap positif. Kami berjuang sampai akhir demi memenangkan pertandingan,” ungkap Mascherano usai pertandingan.

  • Lionel Scaloni Ungkap Rahasia Messi ‘Gacor’ di Inter Miami

    Lionel Scaloni Ungkap Rahasia Messi ‘Gacor’ di Inter Miami

    TIKTAK.ID – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni mengungkapkan rahasia Lionel Messi “gacor” bersama Inter Miami, setelah meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG).

    Untuk diketahui, kini Lionel Messi mengemas sebanyak delapan gol dalam lima pertandingan di Piala Liga. Dengan adanya torehan delapan gol itu, Messi turut membantu Miami lolos ke ajang semifinal Piala Liga.

    Adapun peran La Pulga dan pencapaian Miami tersebut menjadi sorotan publik. Hal itu karena sebelum kedatangan Messi, klub berjulukan The Herons tersebut tidak meraih kemenangan dalam beberapa pertandingan Major League Soccer.

    Lionel Scaloni sendiri menyempatkan diri bersama keluarga untuk menyaksikan aksi Messi bersama Miami ketika melawan Charlotte FC di Stadion DRV PNK, pada Sabtu (12/8/23). Jelang pertandingan tersebut, Scaloni membongkar rahasia Messi bisa begitu berperan melalui gol dan assist di Miami.

    “Saya di sini untuk menonton Leo bersama dengan keluarga saya. Saya melihat dia sangat bahagia di sini, dan ketika dia bahagia, dia mampu melakukan hal-hal yang berbeda dari semua orang,” ungkap Scaloni, seperti dikutip CNN Indonesia dari Sportskeeda.

    Sekadar informasi, sudah lima pertandingan berlalu bersama Inter Miami, Messi berhasil melesakkan delapan gol. Karier barunya di Amerika Serikat pun tampak mulus.

    Selain satu gol ke gawang Cruz Azul, La Pulga telah mencatatkan dua gol dan satu assist dalam kemenangan 4-0 atas Atlanta United dan dua gol dalam kemenangan 3-1 atas Orlando City.

    Mereka maju ke tahap 16 besar Leagues Cup, lalu main imbang melawan tim yang menyulitkan, FC Dallas, dengan skor setelah 90 menit berakhir 4-4. Messi lantas mencetak dua gol sebelum pemain 36 tahun itu memimpin rekan-rekan satu timnya untuk menang adu penalti 5-3.

    Teranyar, pada Sabtu siang (12/8/23), mereka menang dengan skor 4-0 kontra Charlotte dengan Messi memberi kesempatan pada Jozef Martinez mengambil alih satu sepakan penalti menit 12, sebelum menambahkan satu gol dari open play pada empat menit jelang akhir. Skor akhir pun menjadi 4-0.

    Adapun kegemilangan Lionel Messi di Inter Miami membuat penampilan pemain berusia 36 tahun itu kerap dibanding-bandingkan dengan ketika masih di PSG. Mantan Kapten Barcelona tersebut pun dinilai tidak bahagia bersama Les Parisiens.

    Padahal performa Messi di PSG, khususnya pada musim terakhir, tidak buruk. Messi telah mencetak 29 gol dan memberikan 21 assist dalam 46 pertandingan.

    Meski begitu, akibat kegagalan PSG meraih Liga Champions, membuat Messi yang dianggap salah satu pemain terbaik dunia dituding sebagai kambing hitam. Messi tak memperoleh apresiasi yang semestinya. Karena itu juga akhirnya dia memutuskan untuk pindah klub dan tidak memperpanjang kontrakknya di PSG.

  • Presiden Liga Spanyol Pastikan Barcelona Tak Bisa Daftarkan Messi

    Presiden Liga Spanyol Pastikan Barcelona Tak Bisa Daftarkan Messi

    TIKTAK.ID – Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas menyatakan bahwa Barcelona tidak bisa mendaftarkan nama Lionel Messi dalam skuad musim ini, bila tidak mengurangi beban gaji pemain.

    Seperti diketahui, Barcelona hingga saat ini masih belum juga mampu mengatasi masa pelik beban gaji pemain. Klub asal Catalunya tersebut pun disebut harus mengurangi beban gaji hingga sebesar 187 juta euro atau setara Rp3,2 triliun agar bisa mendapatkan pemain baru, termasuk Messi yang kini berstatus pemain tanpa klub.

    Menurut Tebas, saat ini Barcelona tidak bisa mendaftarkan Messi atau pemain baru lainnya seperti Sergio Aguero, Memphis Depay dan Eric Garcia.

    “Saya tidak tahu [apa Messi tetap di Barcelona], tapi peraturan adalah peraturan dan semua klub harus menjalani, dari Alcorcon hingga Barcelona. Jika Barcelona memang tidak mampu menjual pemain, maka itu mustahil,” ujar Tebas, seperti dikutip CNN Indonesia dari AS.

    Kemudian Tebas mengaku yakin Barcelona mampu mempertahankan Messi musim depan. Namun, kata Tebas, dengan satu syarat pemain asal Argentina tersebut harus mau menerima tawaran gaji yang lebih kecil di Barcelona.

    “Saya pikir Barcelona akan dapat mengatasi masalah mereka. Sulit untuk dibayangkan kalau dia [Messi] mendapatkan kontrak yang sama di Barcelona, dan itu berlaku juga untuk klub lain yang menginginkan Messi,” tutur Tebas, mengutip Daily Mail.

    “Sangat sulit bagi klub di Eropa untuk bisa memenuhi gaji Messi [71 juta euro per tahun]. Bila Manchester City rugi 270 juta euro dan PSG 240 juta euro akibat terdampak pandemi, maka mereka tidak bisa membayar kontrak Messi. Jika bisa, maka itu menjadi contoh doping finansial,” imbuh Tebas.

    Lebih lanjut, Tebas memaparkan peraturan Financial Fair Play versi La Liga Spanyol yang dibuat dan diterapkan untuk mencegah klub bangkrut di masa pandemi Covid-19.

    “Terdapat dua hal berbeda, satu adalah melebihi batas gaji dan satu lagi untuk memperbaharui kontrak pemain atau membawa pemain di bawah peraturan satu-untuk-empat. Untuk setiap empat euro yang saya simpan, maka saya bisa menghabiskan satu euro,” terang Tebas.

  • Siap Hengkang dari Barcelona, Berikut Sederet Pemantik Kemarahan Messi

    Siap Hengkang dari Barcelona, Berikut Sederet Pemantik Kemarahan Messi

    TIKTAK.ID – Lionel Messi dikabarkan enggan melanjutkan negosiasi kontrak baru di Barcelona. Pasalnya, Messi marah terhadap Barcelona.

    Kontrak Messi di Barcelona bakal selesai saat musim panas 2021. Pembahasan kontrak baru telah dimulai, namun saat ini mencuat kabar pihak Messi menghentikan proses negosiasi.

    Berdasar laporan radio Spanyol Cadena Ser, Kapten Barcelona tersebut saat ini telah siap hengkang meninggalkan Barcelona ketika kontraknya berakhir pada 2021 nantinya.

    Kini Messi sedang menjalani kontraknya yang disepakati pada 2017 silam. Ia dan ayahnya, Jorge, sempat memulai membahas kontrak yang baru dengan Barcelona namun di kesempatan kali ini mereka tak mau memperpanjangnya.

    Di samping itu, beberapa sumber juga telah mengonfirmasi ke Moises Llorens-nya ESPN bahwa Lionel Messi marah pada beberapa sosok di pihak Barcelona tentang laporan yang bocor ke media. Akibatnya, Messi terkesan harus bertanggung jawab terhadap beberapa peristiwa yang terjadi di Barcelona. Termasuk laporan pemberhentian pelatih Ernesto Valverde. Juga laporan yang menyebutkan ia frustrasi terhadap kurangnya kualitas pada skuad El Barca.

    ESPNFC menyebutkan bahwa perwakilan di pihak Lionel Messi dan FC Barcelona tak serta merta memberikan respons saat dimintai komentar seputar kabar tersebut.

    Soal performa saat berlaga di lapangan hijau, Lionel Messi sesungguhnya sangat identik dengan perolehan istimewa. Misalnya yang terkini, Messi tercatat menorehkan gol ke-700 sepanjang kariernya.

    Selain itu, Messi juga sempat dikabarkan tak lagi harmonis dengan sejumlah rekan satu timnya sendiri, serta tidak puas terhadap performa skuad Barcelona di bawah kepelatihan Quique Setién yang menggantikan Ernesto Valverde dalam pertengahan Januari lalu.

    Dalam beberapa saat terakhir ini, Messi yang tadinya pendiam, kini sangat vokal kepada Barcelona.

    Januari 2020 lalu, Messi mengkritik Direktur Olahraga Eric Abidal, yang Messi pandang terindikasi menimpakan kesalahan kepada pemain Barca yang mengakibatkan Valverde diberhentikan.

    Surat kabar Mundo Deportivo pada Februari lalu mengadakan wawancara dan mendapati bahwa Messi menyatakan skuad El Barca tak cukup mampu dalam bersaing merengkuh gelar juara pada Liga Champions di musim ini.

    April lalu, jajaran direksi Barca dikritik Lionel Messi karena pihak klub yang menyiratkan para pemain enggan terhadap kebijakan pemotongan gaji demi meringankan kesulitan finansial klub akibat pandemi virus Corona.