Tag: Mesir Kuno

  • Ternyata Ada Benua Hilang di Bumi Kita, Benua Lemuria

    Ternyata Ada Benua Hilang di Bumi Kita, Benua Lemuria

    TIKTAK.ID – Banyak yang tidak tahu bahwa di masa lalu, ada sebuah benua Atlantis yang konon berperadaban tinggi, namun saat ini sudah menjadi Samudra Atlantis. Bahkan kemungkinan besar banyak juga yang masih asing dengan kisah benua hilang di bumi kita, yaitu Benua Lemuria.

    Lemuria sendiri adalah sebuah peradaban kuno sebelum adanya peradaban Atlantis, yakni sekitar periode 75000 SM hingga 11000 SM. Mencermati periode tersebut, seharusnya bangsa Atlantis dan Lemuria pernah hidup bersama selama puluhan abad.

    Bahkan, ada pendapat yang menyebutkan bahwa Benua Lemuria eksis terlebih dahulu dibandingkan dengan peradaban Atlantis dan Mesir Kuno. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian dari Augustus le Plogeon pada abad ke-19 terhadap situs-situs purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan.

    Baca juga: Wow, Desa Viganella di Italia Punya Matahari Sendiri

    Ia mendapatkan banyak informasi tersebut setelah menerjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Hasilnya pun cukup mengejutkan, bahwa Bangsa Lemuria memang memiliki usia lebih tua dibandingkan dengan peradaban Atlantis.

    TIKTAK.ID - Ternyata Ada Benua Hilang di Bumi Kita, Benua Lemuria
    TIKTAK.ID – Peta posisi Benua Lemuria saat belum tenggelam

    Selain itu, keduanya juga pernah hidup dalam periode yang sama. Namun setelah bencana gempa bumi dan air bah yang sangat dahsyat, membuat kedua peradaban tersebut luluh lantak tak tersisa.

    Hal ini yang membuat Benua Lemuria masih menjadi kontroversial. Bahkan berdasar bukti arkeologis, kemungkinan besar peradaban tersebut berada di Samudera Pasifik atau di sekitar Indonesia.

    Baca juga: Gerhana Bulan Penumbra, Gerhana Pembuka dari Enam Gerhana Sepanjang Tahun 2020

    Sementara itu, banyak arkeolog percaya bahwa patung Moai yang sangat misterius pun merupakan bagian dari Benua Lemuria. Ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada artefak ini dinilai mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju masa silam.

    Keadaan Lemuria sendiri juga sempat digambarkan mirip dengan peradaban Atlantis yang memiliki tanah subur, warga yang makmur, dan memiliki pengetahuan yang luas tentang cabang-cabang ilmu. Hal-hal tersebut menjadi bukti pokok bahwa Bangsa Lemuria berkembang pesat membentuk sebuah peradaban yang maju. Bahkan mereka memiliki banyak ilmuwan yang melahirkan banyak ide dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pada masanya.

    Baca juga: Tahukah Anda, Singkatan YKK di Resleting Ternyata Menyimpan Prinsip Rahasia Pembuatnya?

  • Benarkah Masyarakat Kuno India Sudah Mengenal Mesin Terbang Semacam Pesawat?

    Benarkah Masyarakat Kuno India Sudah Mengenal Mesin Terbang Semacam Pesawat?

    TIKTAK.ID – Kemungkinan besar banyak orang yang tidak tahu bahwa orang India kuno terbang dengan menggunakan semacam pesawat bernama Vinama. Bahkan, mereka bisa terbang hingga ke seluruh Asia, Atlantis, dan Amerika Serikat. Menurut teks kuno India, pesawat anti gravitasi tersebut dibuat oleh Raja Ashoka.

    Selain itu, beberapa referensi mesin terbang kuno juga terukir pada kuil Mesir yang bertuliskan skrip kuno. Bahkan gambar tersebut telah ditemukan sekitar 3000 tahun lalu pada langit-langit kuil. Kuil tersebut diketahui terletak di beberapa ratus mil sebelah selatan Kairo dan Dataran Tinggi Giza.

    Lalu apakah ada teks sejarah yang menjelaskan cara pembuatan pesawat anti gravitasi seperti Vinama?

    Sebenarnya ada, namun sayangnya proyek tersebut terpaksa dihentikan dikarenakan adanya tekanan dari pemerintah. Bahkan hal tersebut juga sudah dibuktikan oleh ilmuwan asal India.

    Baca juga: Beberapa Rahasia yang Sengaja Disimpan Maskapai Penerbangan ke Penumpang, Apa Saja?

    Kendaraan Anti Gravitasi Atlantis dan India Kuno

    Kendaraan terbang era India kuno tersebut tertulis dalam teks yang disusun dengan rapi dan sebagian besar teks cukup otentik. Tulisan yang disusun sejak ribuan tahun lalu tersebut sebagian besar teks belum diterjemahkan dan juga menceritakan epos terkenal serta masih dalam bahasa Sansekerta lama.

    Halaman selanjutnya…