Tag: Maradona

  • Selebrasi untuk Maradona dengan Lepas Jersey, Messi Didenda 10 Juta

    Selebrasi untuk Maradona dengan Lepas Jersey, Messi Didenda 10 Juta

    TIKTAK.ID – Kapten Barcelona, Lionel Messi dikenakan denda sebesar 600 Euro atau setara dengan Rp10,2 juta dari Komite Kompetisi Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF). Denda tersebut terkait selebrasi penghormatan kepada Diego Maradona.

    Seperti dikutip CNN Indonesia dari Sport, Komite Kompetisi menjatuhkan hukuman itu kepada La Pulga pada Rabu (2/12/20) waktu setempat. Sanksi terhadap Messi itu lantaran ia dinilai telah melanggar Pasal 91 tentang Kode Disiplin.

    “Di sisi lain, dan meskipun alasan terpuji untuk melepas jersey terbukti sebagai penghormatan atas kematian Diego Armando Maradona, namun kenyataannya pada pasal 91 dari Kode Disiplin saat ini tidak menetapkan alasan apa pun untuk pengecualian dari tanggung jawab karena melepas jersey,” begitu bunyi pernyataan Komite Kompetisi.

    “Justru sebaliknya, karena itu, maka tindakan tersebut harus kena sanksi,” lanjut Komite Kompetisi.

    Untuk diketahui, denda Rp10,2 juta tersebut tergolong ringan. Pasalnya, mengingat pasal itu memiliki hukuman denda maksimal mencapai 3 ribu Euro atau Rp50,5 juta.

    Meski begitu, tidak hanya berdampak pada Messi, namun Barcelona juga ikut merasakan hukuman. Barcelona disebut harus membayar denda sebesar 350 Euro, karena dianggap melanggar Pasal 52 tentang Kode Disiplin.

    Setelah itu, klub asal Catalunya tersebut pun tidak tinggal diam terhadap hukuman tersebut. Mereka berencana akan mengajukan banding. Barcelona mengambil langkah banding itu, mengingat Jose Callejon dan Cristiano Ronaldo sempat lolos dari sanksi semacam itu.

    Sebelumnya, Lionel Messi memberikan penghormatan kepada Diego Maradona. Messi melepas kaos Barcelona, lalu mengenakan jersey klub masa kecilnya Newell’s Old Boys usai membobol gawang Osasuna, pada akhir pekan lalu. Baik Messi maupun Maradona sendiri memang sama-sama pernah bermain untuk Newell’s Old Boys.

    Meski begitu, juru latih Blaugrana, Ronald Koeman, justru memuji Messi. Ia menganggap gestur Messi merayakan gol sembari mengenang legenda sepak bola Argentina itu merupakan perilaku yang terpuji.

    “Ini adalah hal yang dilakukan seorang pemain hebat. Pertama, karena permainan dan golnya, dan kedua karena sikap terhadap Maradona,” ucap mantan pemain dan pelatih timnas Belanda tersebut.

  • Messi Hampir Cetak ‘Gol Tangan Tuhan’ seperti Maradona di Liga Spanyol

    Messi Hampir Cetak ‘Gol Tangan Tuhan’ seperti Maradona di Liga Spanyol

    TIKTAK.ID – Lionel Messi diketahui hampir mencatatkan namanya ke dalam sejarah dengan mencetak “gol tangan Tuhan” seperti yang telah dilakukan mendiang Diego Maradona. Momen tersebut terjadi ketika pertandingan Barcelona melawan Osasuna di pekan ke-11 Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, pada Minggu (29/11/20).

    Messi nyaris membuat gol dengan tangan itu ketika Martin Braithwaite berhasil membobol gawang Sergio Herrera pada menit ke-29. Kemudian Jordi Alba memberikan umpan tarik kepada Philippe Coutinho. Setelah itu, dilanjutkan dengan tembakan ke gawang Osasuna. Namun tembakan tersebut masih bisa ditepis oleh kiper Herrera.

    Bola muntah pun disambar oleh Braithwaite yang tetap bisa diblok Herrera. Akan tetapi pada percobaan kedua, Braithwaite bisa mencetak gol dengan lututnya.

    Selanjutnya ketika hendak masuk ke gawang, bola dari Braithwaite itu bergerak melambung. Dalam situasi tersebut, Messi lantas bergerak dari belakang sembari melompat dan mengangkat tangannya seperti hendak menyentuh bola.

    Meski begitu, gol Messi itu diprotes oleh pemain Osasuna. Usai bola masuk ke dalam gawang, Messi sendiri sempat memberikan isyarat bahwa dirinya tidak menyentuh bola dengan tangan.

    Untuk memastikan gol dan insiden Messi itu, maka wasit Antonio Mateu menggunakan Video Assistant Referee (VAR) atau Asisten Wasit Video. Berdasarkan hasil pengecekan VAR, wasit pun mengesahkan gol Braithwaite dan tangan Messi tidak menyentuh bola.

    Dalam pertandingan tersebut Messi mencetak satu gol. Hal itu membuat Barcelona menang dengan skor 4-0 atas Osasuna. Sedangkan dua gol yang lain datang dari Antoine Griezmann dan Coutinho.

    Seandainya saja Messi menyentuh bola dengan tangan dan gol itu disahkan, maka La Pulga bisa menyamai sejarah yang ditorehkan Diego Maradona.

    Perlu diketahui, Maradona sendiri terkenal dengan “gol tangan Tuhan” saat membobol gawang timnas Inggris di Piala Dunia 1986. Ketika itu, Maradona berhasil merobek gawang Inggris yang dikawal Shilton dengan menggunakan tangan. Handball tersebut luput dari pandangan wasit dan hingga kini dikenal sebagai “gol tangan tuhan.”

    Gol kontroversial itu juga yang berhasil menyingkirkan The Three Lions dari turnamen akbar tersebut.

  • Warga Argentina Ucapkan Selamat Tinggal kepada Sang Legendaris Maradona

    Warga Argentina Ucapkan Selamat Tinggal kepada Sang Legendaris Maradona

    TIKTAK.ID – Warga Argentina berbaris di jalan-jalan Buenos Aires pada Kamis (26/11/20). Mereka mengucapkan selamat tinggal kepada pemain sepak bola legendaris Diego Maradona, yang peti jenazahnya ditempatkan di negara bagian di Istana Kepresidenan Casa Rosada dan dibungkus dengan bendera Argentina dan jersey Argentina.

    Maradona, putra kesayangan Argentina yang di akhir hidupnya dihabiskan untuk berjuangan melawan kecanduan, meninggal pada usia 60 tahun karena serangan jantung di rumah pada Rabu, kemarin. Kerumunan besar itu berharap dapat memberikan penghormatan terakhir sebagai bagian dari tiga hari berkabung nasional.

    Dikutip dari Reuters, pada Kamis pagi, ribuan orang sudah membentuk garis mengular di jalan-jalan dekat pusat Plaza de Mayo setelah pada malamnya berkabung dan mengenang sang legendaris. Beberapa bentrokan terjadi karena para penggemar memaksa masuk ke Istana untuk melihat langsung sang pahlawan mereka.

    Tubuh Maradona dibaringkan di peti kayu dengan bendera nasional biru dan putih dan kaus sepak bola Argentina dengan nomor 10 yang merupakan bagian dari julukannya “D10S” -permainan, “dios”, bahasa Spanyol untuk Tuhan.

    Penggemar yang tertahan oleh penghalang melemparkan barang-barang ke arah peti mati, termasuk kaos sepak bola, ketika mereka mencoba mendekati jasad sang pemain, yang telah menjadi pahlawan di Argentina dan sekitarnya baik di dalam maupun di luar lapangan meskipun kadang bertindak kontroversial.

    “Dia adalah seseorang yang menyentuh langit dengan tangannya tetapi tidak pernah mengangkat kakinya dari tanah,” kata Presiden Alberto Fernandez pada Rabu.

    Atlet besar dan pemimpin dunia, termasuk Paus Fransiskus yang kelahiran Argentina, memberikan penghormatan kepada Maradona.

    Pada Rabu itu, puluhan ribu orang Argentina turun ke jalan untuk berduka cita, meletakkan bunga dan pesan di rumah masa kecilnya dan bekas klub sepak bolanya Boca Juniors.

    Diego, Pelusa, atau hanya Tuhan, begitu Maradona dikenal, memiliki karier yang panjang termasuk memimpin negara Amerika Selatan itu meraih kejayaan Piala Dunia 1986. Pelusa, yang berarti bulu halus dalam bahasa Spanyol, mengacu pada surai rambut Maradona yang menonjol di ujungnya ketika dia merumput di lapangan hijau.

    Turnamen Piala Dunia 1986 termasuk pertandingan perempat final yang tak terlupakan ketika melawan Inggris, ketika Maradona mencetak dua gol Piala Dunia paling terkenal yang pernah ada -gol terlarang “Tangan Tuhan” dan satu lagi yaitu gerakan menggiring bola yang luar biasa dengan melewati hampir enam pemain dan kemudian melesatkan bola ke gawang Inggris.

    Maradona berjuang melawan berbagai masalah kesehatan selama bertahun-tahun akibat kecanduannya.

    Awal bulan ini, dia dirawat di rumah sakit karena gejala anemia dan dehidrasi, lalu menjalani operasi darurat untuk hematoma subdural -gumpalan darah di otak.

    Sebuah klip televisi tahun 2005 beredar di media lokal ketika Maradona membagikan kata-kata yang akan dia sampaikan di pemakamannya sendiri.

    “Terima kasih telah bermain sepak bola, karena olahraga itulah yang paling memberi saya kegembiraan, kebebasan terbesar,” kata Maradona. “Ini seperti menyentuh langit dengan tangan saya. Berkat bolanya.”