Tag: Logitech

  • Logitech Luncurkan Konsol G Cloud Gaming Handheld, Saingi Nintendo Switch

    Logitech Luncurkan Konsol G Cloud Gaming Handheld, Saingi Nintendo Switch

    TIKTAK.ID – Logitech diketahui akan segera meluncurkan konsol G Cloud Gaming Handheld, usai sempat dibocorkan pada bulan lalu. Konsol cloud gaming tersebut bakal bersaing dengan Nintendo Switch dan Valve Steam Deck.

    Logotech G Cloud Gaming Handheld sendiri dikembangkan bersama raksasa teknologi China Tencent. Logitech turut menggandeng Microsoft dan Nvidia, guna menghadirkan layanan Xbox Cloud Gaming dan GeForce Now.

    Seperti dilansir detik.com, G Cloud Gaming Handheld memiliki layar sentuh IPS berukuran 7 inch, dengan resolusi 1080p, rasio aspek 16:9 dan refresh rate 60Hz. Konsol tersebut dilengkapi dua tombol analog, tombol D-pad, dan tombol A, B, X, dan Y.

    Kemudian terdapat empat tombol tambahan di bagian depan, yakni tombol Logitech G, home, menu dan menu konteks. Ada juga dua tombol bumper dan dua tombol trigger pada bagian pundaknya.

    Logitech mengotaki konsol tersebut menggunakan chipset Snapdragon 720G, yang dipadukan dengan RAM 4GB dan memori internal 64GB yang dapat diperluas dengan microSD. Konsol itu menjalankan sistem operasi Android, sehingga mampu mengakses Google Play Store dan memainkan game mobile.

    Perangkat ini dibekali baterai berkapasitas 6.000 mAh. Logitech mengklaim perangkat tersebut mampu bertahan sampai lebih dari 12 jam. Terdapat pula Port USB-C 3.1 untuk mengisi ulang baterai yang membutuhkan waktu 2,5 jam, mengutip dari The Verge, Kamis (22/9/22).

    Karena G Cloud difokuskan untuk cloud gaming, sehingga dilengkapi dengan Wi-Fi 5. Namun sayangnya tanpa dukungan untuk jaringan seluler. Konsol tersebut pun dapat dihubungkan dengan headphone atau speaker memakai Bluetooth 5.1 atau headphone jack 3,5mm. Selain itu, ada mikrofon built in yang mendukung echo canceling dan noise suppression.

    Logitech disebut-sebut bekerja sama dengan Microsoft dan Nvidia, demi mengintegrasikan layanan Xbox Cloud Gaming dan GeForce Now. Akses terhadap Google Play Store juga memungkinkan pengguna untuk mengunduh aplikasi seperti Steam Link, Google Stadia, Amazon Luna, dan aplikasi hiburan seperti Netflix, Disney+, sampai emulator.

    G Cloud dijadwalkan dirilis di Amerika dan Kanada pada 17 Oktober mendatang. Konsol itu dijual dengan harga USD 349 (Rp5,2 jutaan), tepat di tengah harga Nintendo Switch (USD 299) dan Steam Deck (USD 399).

  • Logitech Luncurkan Mouse Bentuk Vertikal, Harga Rp1,2 Juta

    Logitech Luncurkan Mouse Bentuk Vertikal, Harga Rp1,2 Juta

    TIKTAK.ID – Logitech telah meluncurkan produk mouse baru yang unik, Logitech Lift Vertical Ergonomic Mouse, yakni mouse dari lini produk Ergo yang berbentuk vertikal. Perangkat ini berbeda dengan mouse pada umumnya, yang tangan pengguna berada pada posisi horizontal.

    Telapak tangan saat menggunakan Lift berada pada posisi vertikal, mirip ketika sedang menulis menggunakan pulpen, atau mirip dengan posisi tangan saat berjabatan dengan tangan orang lain. Logitech mendesain Lift secara vertikal, tepatnya 57 derajat. Logitech mengklaim mouse ini lebih nyaman untuk penggunaan dalam waktu lama.

    Seperti dilansir detik.com, Lift dibanderol dengan harga Rp1,2 jutaan. Harga mouse ini berdekatan dengan seri MX, baik MX Master maupun MX Anywhere.

    Tapi harga yang relatif tinggi ini pun terbayar dari desainnya yang cukup premium. Meski tidak semewah seri MX Master, tapi desain Lift ini masih terbilang premium. Terdapat tekstur garis horizontal di bagian palm rest-nya yang terasa seperti karet, dengan tema warna two tone.

    Kemudian penempatan tombol pada Lift terbagi menjadi dua, kiri dan kanan. Pada bagian kiri, yang diakses memakai ibu jari, ada dua tombol. Kemudian di bagian kanan ada empat tombol, klik kiri dan kanan, tombol scroll, serta satu tombol di bawah scroll. Semua tombol itu dapat dikustomisasi penggunaannya melalui software Logi Option+.

    Lebih lanjut, di bagian bawah mouse, ada bentuk yang mirip dengan telur. Terdapat pula tombol power, tombol pilihan koneksi, dan sebuah panel dengan magnet sebagai tempat baterai AA dan slot untuk menyimpan dongle Logi Bolt.

    Berbeda dengan seri MX yang menggunakan baterai tanam dan bisa diisi ulang, Lift masih memakai baterai AA. Logitech menyatakan baterai AA di Lift mampu bertahan selama 24 bulan untuk penggunaan normal.

    Tidak hanya terhubung memakai Logi Bolt, Lift juga dapat terhubung menggunakan Bluetooth. Perangkat ini dilengkapi satu slot koneksi yang bisa dipakai untuk koneksi Bluetooth dari tiga slot yang tersedia. Lift juga mendukung fitur Logitech Flow, sehingga pengguna bisa berpindah antara satu perangkat ke perangkat lain dengan mudah, juga memindahkan file antara satu dan lainnya.

  • Logitech Rilis Duo Mouse dan Keyboard Premium di Indonesia

    Logitech Rilis Duo Mouse dan Keyboard Premium di Indonesia

    TIKTAK.ID – Usai sempat tertunda sangat lama dari perilisannya secara global, akhirnya Logitech telah merilis duo mouse dan keyboard premiumnya di Indonesia, yakni MX Master 3 dan MX Keys.

    Sama seperti seri-seri MX sebelumnya, mouse dan keyboard itu merupakan produk premium Logitech yang bertujuan mendukung produktivitas. Misalnya MX Master 3, memiliki scrolling cepat dan presisi dengan Scroll Wheel MagSpeed yang menggunakan elektromagnet.

    Kemudian MX Keys dilengkapi dengan teknologi Perfect Stroke untuk pengalaman mengetik low-profile tactile yang menyenangkan.

    “Logitech MX Master 3 dan MX Keys ini akan bergabung dengan MX Anywhere 3, yang sebelumnya lebih dahulu hadir di Indonesia, dalam kumpulan Master Series, yaitu seri premium dari periferal Logitech,” ujar Cluster Category Manager Personal Workspace Logitech Indonesia, Hermanto Sung, seperti dilansir detikINET.

    “Kedua produk ini dirancang bagi pengguna tingkat lanjut, seperti software developer, engineer, atau designer, yang ingin lebih produktif, cepat, serta efisien dalam bekerja,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Wireless Mouse dirancang secara presisi, dengan bentuk yang dipahat menyesuaikan lekukan tangan penggunanya. Hal itu akan membuat pengguna cukup nyaman bekerja dalam waktu yang lama. Mouse tersebut pun diklaim mampu menopang tangan dan pergelangan tangan penguna dengan baik.

    Kemudian terdapat Logitech Option, sehingga pengguna bisa menyesuaikan fungsi tombol-tombol yang ada sesuai kebutuhan pengguna.

    Sensor Signature Darkfield-nya mempunyai akurasi 4000 dpi, yang bisa dipakai di berbagai permukaan termasuk kaca. Baterainya pun disebut sanggup bertahan hingga 70 hari dalam sekali pengisian.

    Sementara Logitech MX Keys Advanced Wireless Keyboard akan memberi pengguna pengalaman mengetik premium dengan penekanan tombol yang lancar dan respons tactile yang akurat ketika tombol ditekan.

    Keyboard tersebut dibekali pencahayaan cerdas, yang lampu latar nantinya akan mendeteksi tangan pengguna dan menyesuaikan pencahayaan keyboard secara otomatis, tergantung kondisi pencahayaan ruangan. Fitur itu akan mati saat tidak digunakan, sehingga menghemat daya baterai dan meminimalkan gangguan.

    Anda sudah bisa membeli Logitech MX Master 3 dan MX Keys pada Logitech Official Store di online marketplace serta toko-toko pilihan. Harga retail yang disarankan untuk Logitech MX Master 3 yakni Rp1.969.000, sedangkan MX Keys dibanderol Rp2.149.000.

  • Logitech RIlis Mouse Gaming G Pro X Superlight

    Logitech RIlis Mouse Gaming G Pro X Superlight

    TIKTAK.ID – Pada akhir 2020, Logitech merilis mouse gaming G Pro X Superlight. Dari namanya pun sudah terlihat kalau ini adalah perangkat yang sangat ringan.

    Bobot mouse ini hanya 63 gram, dan menjadi salah satu mouse gaming wireless yang paling ringan di dunia saat ini. Logitech pun mengakui mereka bisa mencapai bobot ini tanpa perlu menggunakan desain bodi berlubang adalah hal aneh.

    G Pro X Superlight sendiri memiliki desain minimalis. Mouse ini tidak terlihat seperti sebuah mouse gaming, yang biasanya memiliki desain mentereng dengan warna-warni lampu RGB.

    G Pro X Superlight nyaman digenggam dan tidak menghambat aktivitas gaming. Kemudian mouse wireless ini dilengkapi dongle khusus untuk terhubung ke PC, dan pengisian daya dilakukan lewat port micro USB.

    Akan tetapi, port pengisi daya ini mungkin merupakan satu dari sedikit kelemahan mouse ini. Pertama yakni penggunaan micro USB, karena saat ini semakin banyak perangkat dengan port USB-C. Kemudian port ini menggunakan desain khusus, sehingga pengisian dayanya tak bisa dilakukan menggunakan kabel micro USB biasa dan harus menggunakan kabel bawaan.

    Kabel bawaannya memang cukup panjang, namun hal itu membuat sedikit menghambat pergerakan mouse seharga Rp2,3 juta ini jika digunakan saat terpasang.

    Seperti dilansir detik.com, pada bagian bawah mouse ini terdapat sensor Hero yang memiliki sensitivitas 25.600 DPI. Sensor tersebut dipasangkan dengan “kaki” berbahan Polytetrafluoroethylene (PTFE) untuk memastikan gerakannya di mouse pad bisa mulus. Terdapat pula pintu kecil di bagian bawah untuk menyimpan receiver wirelessnya.

    Tombol perangkat ini juga terbilang minimalis karena hanya ada tombol-tombol penting untuk keperluan gaming. Mouse ini dibekali lima tombol, yaitu scroll yang bisa diklik, klik kanan dan kiri, dan dua tombol tambahan di dekat jempol.

    Bagi pengguna yang memiliki tangan besar atau punya jari panjang, peletakan dua tombol untuk jempol tersebut bisa jadi agak kurang nyaman, karena posisinya yang terlalu ke belakang. Tetapi untuk ukuran tangan standar, maka kedua tombol ini mudah dijangkau.