Tag: Liga 1

  • Sulit Kumpulkan Pemain, Persipura Belum Pasti Ikut Piala Menpora 2021

    Sulit Kumpulkan Pemain, Persipura Belum Pasti Ikut Piala Menpora 2021

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule, mengungkapkan alasan Persipura Jayapura masih belum memastikan keikutsertaan di Piala Menpora 2021.

    Untuk diketahui, dari 18 klub Liga 1, hanya Persipura yang belum memastikan tampil di ajang pramusim. Iwan bule mengatakan Persipura masih kesulitan mengumpulkan pemain.

    “Kami akan bertemu dengan Ketua Umumnya, kami juga sudah komunikasikan ke Tomi Mano. Persipura cukup jauh ya, karena mereka juga kesulitan untuk mengumpulkam pemain,” ujar Iwan Bule di drawing Piala Menpora di Hotel Fairmont, Senin (8/3/21) malam, seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Namun Iwan Bule menyebut PSSI Liga Indonesia Baru (LIB) masih akan menunggu keikutsertaan Tim Mutiara Hitam di Piala Menpora 2021.

    “Khusus Persipura, masih akan ditunggu keikutsertaannya. Oleh sebab itu, masih kami kasih tempat di drawing sambil menunggu kepastian,” terang Iwan Bule.

    Berdasarkan hasil undian yang telah dilakukan secara terbuka, Persipura sendiri berada di Grup A bersama dengan Arema FC, Barito Putera, PSIS Semarang dan PS Tira Persikabo. Grup A dijadwalkan bermain di Stadion Manahan Solo.

    Di sisi lain, Direktur Utama LIB, Akhmad Hadian Lukita mengaku masih akan menunggu Persipura Jayapura sampai seminggu ke depan. Ia menjelaskan, jika Persipura kelak memutuskan tidak ikut berpartisipasi, otomatis bakal dicoret dari Grup A dan tidak akan ada penggantinya.

    “Dari hasil komunikasi dengan berbagai pihak termasuk kami juga, memang ada kesulitan Persipura untuk mengumpulkan pemain. Tapi memang itu sedang diusahakan,” ucap Hadian.

    “Persipura masih ditunggu mungkin seminggu ke depan, dan minggu depan akan kami rapatkan itu. Komunikasi dengan Persipura masih jalan terus, drawing sudah ada, Persipura ada di grup mana. Kalau memang betul-betul tidak bisa ikut, maka akan dicopot,” imbuhnya.

    Menurut Hadian, LIB masih berharap agar semua klub Liga 1 bisa ikut menjadi peserta di Piala Menpora 2021 yang jadi turnamen pramusim jelang Liga 1 2021.

    “Kami sama-sama ingin semua itu klub Liga 1 ikut, karena kami ingin kita semua sama-sama bersaudara. Kami juga ingin sama-sama merayakan serta menjalankan pertandingan ini bersama-sama,” tutur Hadian.

  • PSSI Siapkan Protokol Kesehatan Liga 1, Antigen Hingga Isolasi Pemain

    PSSI Siapkan Protokol Kesehatan Liga 1, Antigen Hingga Isolasi Pemain

    TIKTAK.ID – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) diketahui telah menyiapkan sejumlah Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan yang akan diterapkan, jika Liga 1 2021 digelar. Aturan tersebut mulai dari pemberlakuan swab antigen hingga aturan isolasi pemain yang positif Covid-19.

    Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengaku bahwa dirinya telah mendengar kabar yang beredar di media mengenai pernyataan Baintelkam Polri, Kombes Pol Budi Sajidin. Sebelumnya, dalam acara webinar yang digelar oleh SIWO Pusat, Rabu (3/2/21), Budi menyebut Polri sudah memberikan lampu hijau supaya Liga 1 bisa digelar.

    “Menanggapi kabar yang sempat beredar di media, Direktur Utama dan Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) kemarin ke Mabes Polri untuk berkoordinasi dan mencoba agar kompetisi lanjut. Memang terdapat lampu hijau, namun tidak semudah itu,” ujar Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule saat ditemui di kantor LIB, Kamis (4/2/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

    “Ada beberapa hal yang menjadi kewajiban LIB dan PSSI, yakni bagaimana clear dalam pertandingan yang dikhawatirkan bisa menjadi klaster baru. Untuk itu, hari ini kami akan mematangkan SOP yang ada di pertandingan, baik di zona 1, 2, 3, dan 4,” imbuhnya.

    Iwan Bule pun mengklaim akan segera mensimulasikan SOP menjelang pertandingan. Ia menyebut simulasi itu akan dibuat dalam bentuk video berdasarkan poin-poin dari perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.

    “Kalau pertandingan sore, maka jam 10 paginya akan dilakukan swab antigen lebih dulu ke semuanya, atau minus 5 jam sebelum pertandingan. Jadi yang akan ke lapangan yang hasilnya negatif, sedangkan yang positif langsung masuk karantina untuk menjalani isolasi,” terang Iwan Bule.

    Kemudian PSSI dan LIB juga berencana menyiapkan langkah-langkah taktis di setiap pertandingan agar tidak terjadi klaster baru Covid-19.

    Meskipun Iwan Bule menyatakan dalam kompetisi sepak bola di Eropa yang berlangsung sejak pertengahan 2020, belum terdengar kabar ada klaster baru di sepak bola.

    “Panduan protokol kesehatan ini kami ambil dari AFC dan FIFA, namun menyesuaikan dengan yang ada di Indonesia. Mei atau Juni kompetisi akan digelar,” jelasnya.

  • General Manager Arema FC: Maraknya Turnamen Tarkam Ibarat Buah Simalakama

    General Manager Arema FC: Maraknya Turnamen Tarkam Ibarat Buah Simalakama

    TIKTAK.ID – General Manager Arema FC, Ruddy Widodo menyatakan bahwa maraknya turnamen “antar kampung” (tarkam) ibarat buah simalakama bagi klub. Pasalnya, ia mengatakan Tim Singo Edan tidak bisa melarang pemain, namun juga tidak memberikan izin pemain ikut tarkam.

    Ruddy pun menjelaskan, pihaknya hanya meminta para pemain bisa menjaga diri agar tidak cedera. Ia menyatakan pihak klub hanya bisa memberikan imbauan karena menyadari situasi yang terjadi saat ini.

    Perlu diketahui, selama liga tidak berjalan sejak Maret lalu, pemain Liga 1 hanya mendapatkan 25 persen gaji mereka dari klub. Oleh sebab itu, tak heran jika beberapa pemain memilih tarkam demi mendapatkan uang tambahan. Selain itu, ada pula yang beralih profesi sementara dari menjual beras sampai menjadi satpam.

    “Gaji hanya 25 persen sebenarnya cukup tidak cukup buat pemain. Tapi bagi Arema sendiri, yang penting mereka bertanggung jawab sama diri sendiri. Saat tarkam mereka bisa jaga diri, dan kalau ada apa-apa ya tanggung jawab sendiri. Kalau kami melarang pun tidak bisa, susah,” ujar Ruddy, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (12/11/20).

    Ruddy mengaku heran dengan maraknya turnamen tarkam. Ia menilai pertandingan tarkam justru menjamur hampir di seluruh pelosok, sementara kompetisi resmi di Tanah Air kembali ditunda karena tidak kunjung mendapatkan izin dari pihak kepolisian.

    “Ironisnya, tarkam ini banyak yang boleh memakai penonton. Sepak bola ini tidak bisa disetop, karena sepak bola adalah olahraga merakyat yang bisa mempersatukan orang. Bahkan di Malang sini, ada tarkam antarinstansi. Ini kan lucu. Tolong dilihat, wahai Bapak-bapak yang melarang [Liga 1 bergulir],” tutur Ruddy.

    Sementara itu, Direktur Madura United, Haruna Soemitro menyebut gatal melihat fenomena pertandingan yang marak digelar belakangan. Bahkan, kata Haruna, nama-nama pesepakbola profesional yang sudah biasa mewarnai kompetisi Liga 1 juga ikut tampil di tarkam. Termasuk di dalamnya pemain yang pernah mengisi line up Timnas Indonesia.

    Kemudian terkait pemain yang terjun ke tarkam, Haruna mengungkapkan pemain seharusnya bisa membedakan ajang apa saja yang bisa diikuti selama kompetisi vakum di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).
    “Kalau yang terikat kontrak dengan Madura United semua status pemain profesional. Jadi harusnya mereka bisa membedakan kegiatan-kegiatan yang profesional,” tegas Haruna.

    “Sebagai pribadi yang punya passion pada bola, pastinya gatal melihat fenomena liga dilarang, tapi tarkam yang jauh dari standar liga profesional malah bisa jalan terus,” imbuhnya.

  • PSSI Tunda Liga 1, Persib Liburkan Pemain Dua Bulan

    PSSI Tunda Liga 1, Persib Liburkan Pemain Dua Bulan

    TIKTAK.ID – Manajemen Persib Bandung diketahui memutuskan untuk meliburkan skuadnya selama dua bulan. Keputusan tersebut muncul usai Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan untuk menunda Liga 1 hingga 2021.

    Persib memutuskan meliburkan pemain setelah tim berjuluk “Maung Bandung” itu menggelar rapat pertemuan yang dihadiri jajaran pelatih, pemain dan ofisial di Bandung pada Selasa (3/11/20). Kubu Persib kemudian meliburkan pemain setelah Liga 1 pada 2020 dipastikan tidak akan digelar.

    “Kami telah mengambil keputusan dan ini adil bagi semua pemain. Sebab, kami tidak bisa terus melanjutkan latihan tanpa adanya konfirmasi soal apa pun,” ujar pelatih Persib, Robert Rene Alberts, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Pelatih asal Belanda itu mengatakan Persib mengagendakan berkumpul kembali pada 3 Januari 2020 mendatang.

    “Jadi saat ini semua bisa bersantai. Tidak seperti sebelumnya saat berlatih tetapi terus berubah-ubah lagi sehingga membuat semuanya tidak menentu,” terang mantan pelatih PSM Makassar itu.

    Menurut Robert, para pemain yang akan kembali berkumpul pada Januari tahun depan akan mengikuti program untuk menghadapi kompetisi.

    “Kami telah merencanakan berapa pekan persiapan, dan pemain juga harus mengikuti program latihan secara individual,” ucap Robert.

    Di sisi lain, Kapten tim Persib Supardi Nasir mengaku pasrah dengan keputusan manajemen klub.

    “Ya kita sebagai pemain tentu saja tetap mengikuti arahan dari manajemen. Dengan kompetisi yang tidak jelas kapan, jadi kita hanya bisa menunggu perintah,” kata Supardi.

    Supardi pun menyatakan sudah memikirkan rencana dua bulan ke depan. Ia memaparkan, selagi mengisi waktu libur latihan tim, ia juga memilih untuk latihan mandiri.

    “Tidak hanya latihan mandiri, saya paling menikmati bersama keluarga kalau ada kesempatan untuk nikmati alam,” jelasnya.

    Perlu diketahui, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI baru saja menggelar pertemuan untuk membahas nasib kompetisi 2020 yang sudah diputuskan ditunda ke 2021. Setelah itu, mereka menelurkan beberapa keputusan yang diedarkan kepada para klub peserta.

    Terdapat delapan poin dari hasil pertemuan PT LIB dan PSSI. Dalam poin keempat, disebutkan kompetisi akan digelar mulai Februari hingga Juli 2021.

  • PSSI Wajibkan Tes PCR untuk Liga 1, Setiap Klub Tanggung Biaya 60 Juta

    PSSI Wajibkan Tes PCR untuk Liga 1, Setiap Klub Tanggung Biaya 60 Juta

    TIKTAK.ID – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Liga Indonesia, mewajibkan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan metode swab jika ingin kembali menggelar Liga 1 dan 2. Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan syarat itu untuk mencegah penyebaran pandemi virus Corona (Covid-19).

    “Kalau mau dilakukan, maka metode yang disiapkan semua pemain bola harus PCR test. Harus betul-betul bebas Covid-19,” ujar Doni dalam rapat virtual dengan Komisi X DPR RI, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (17/6/20).

    “Kemudian tidak boleh ada penonton, tapi untuk hal ini belum kami bicarakan dengan PSSI,” imbuhnya.

    Meski begitu, tak bisa dimungkiri bahwa tes PCR merupakan beban berat jika kompetisi kembali bergeliat. Pasalnya, jika memperkirakan “kocek” operator sampai klub-klub, tampaknya Liga Indonesia belum siap menggelar kembali kompetisi di tengah pandemi dengan syarat wajib tes swab.

    Apalagi, tes PCR masih belum menjadi hal murah. Biaya sekali tes swab secara mandiri dan perorangan tentu beragam, dan jika dirata-rata, biaya sekali tes PCR per orang mencapai Rp2 juta. Padahal, total terdapat sekitar 30 orang dari pemain, pelatih, hingga ofisial tim yang harus menjalani tes PCR per klub.

    Jika beban itu ditanggung masing-masing klub, maka setiap klub harus menanggung biaya setidaknya Rp60 juta untuk sekali tes. Belum lagi syarat tes swab seperti di kompetisi Eropa macam Liga Inggris, yang harus dilakukan berkala. Pengecekan berkala setidaknya dilakukan dua pekan sekali sesuai aturan masa inkubasi virus Corona.

    Terlebih, biaya gaji pemain dan operasional untuk laga kandang dan tandang saja sudah menjadi momok bagi sejumlah klub.

    Dengan mengecualikan tes PCR saja, klub-klub Liga 1 atau 2 sebenarnya sudah kepayahan membayar gaji para pemain dan biaya operasional jika menggelar laga kandang.

    Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan pernah menjanjikan subsidi komersial dari hak siar Liga 1 sebesar Rp15 miliar per klub. Namun hal itu tak cukup untuk membayar gaji pemain, pelatih, staf, dan biaya operasional pertandingan.

    PSSI pun belum mengumumkan biaya tes PCR akan dibebankan ke klub-klub atau operator. Jika ternyata PT LIB yang harus menanggung beban tes swab, maka akan sangat memberatkan operator Liga 1 dan 2 itu.

    Sebenarnya jika tetap ingin memaksakan Liga 1 dengan sistem kompetisi penuh tanpa beban besar, operator harus meminta bantuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di masing-masing provinsi berupa tes PCR gratis.

    Tetapi akan menjadi pertanyaan soal urgensi kompetisi sepak bola Indonesia jika meminta bantuan tes PCR gratis. Sebab, Gugus Tugas melakukan tes PCR secara gratis dengan metode sampel acak atau berdasarkan penelusuran kontak di daerah zona merah, kemudian sisanya dilakukan secara mandiri dan berbayar.

  • Mario Gomez Resmi Pelatih Arema FC Musim 2020

    Mario Gomez Resmi Pelatih Arema FC Musim 2020

    TIKTAK.ID – Beberapa waktu lalu, Arema FC memutuskan untuk melepas Milomir Seslija. Setelah itu, mereka menunjuk Mario Gomez. Mantan pelatih Persib Bandung dan Borneo FC tersebut akan mendampingi Arema FC pada Liga 1 musim 2020.

    Arema FC mengumumkan peresmian pelatih baru pada Kamis (2/1/20). Namun, mereka dikabarkan sengaja hanya mengirim rilis saja. Hal ini dikarenakan Mario Gomez masih berada di Argentina.

    Baca juga: Thierry Henry Jadi Pelatih Barcelona Musim Depan, Benarkah?

    “Pelatih Kepala Arema adalah Mario Gomez dengan membawa asisten baru di klub lamanya. Kemudian dia juga membawa pelatih kiper dari Brazil dan pelatih fisik dari Argentina. Ada dua asisten pelatih yang masih kami pertahankan,” buka Media Officer Arema, Sudarmaji.

    Kedatangannya ke tim berjuluk Singo Edan tersebut tidak sendirian. Ia akan didampingi oleh tiga asisten pelatih di Arema FC. Mereka di antaranya adalah Charis Yulianto, Kuncoro dan Singgih Pitono. Charis Yulianto merupakan asisten pelatih ketika masih di Borneo FC. Sedangkan Kuncoro dan Singgih Pitono adalah asisten pelatih pada musim lalu ketika masih ditangani oleh Milomir Seslija.

    Halaman selanjutnya…

  • Joan Thomas, Kunci Kemenangan 1-0 Persija Lawan Persipura

    Joan Thomas, Kunci Kemenangan 1-0 Persija Lawan Persipura

    TIKTAK.ID – Dalam laga lanjutan Liga 1 2019 pada Kamis (28/11/19) malam, tuan rumah Persija Jakarta berhasil memenangkan laga melawan Persipura Jayapura dengan skor 1-0 di stadion Utama Gelora Bung Karno. Joan Thomas menjadi pemain kunci kemenangan itu melalui golnya di menit ke-75 yang tak lain juga menjadi hadiah di hari istimewa tim Macan Kemayoran, yakni hari kelahirannya yang ke-91.

    Sejak permulaan laga, tendangan bebas sudah menjadi keuntungan awal bagi Persipura. Tendangan Ian Louis Kabes langsung menyasar gawang Persija, tapi tuan rumah beruntung dengan penyelamatan yang dilakukan dengan baik oleh kiper Andritany Ardhiyasa.

    Selanjutnya Persija bersiap melakukan serangan balasan. Dari sisi kiri, Heri Susanto berikan umpan silang yang disambut Riko Simanjuntak dengan mengarahkan sundulannya ke arah gawang Persipura. Namun sundulan itu gagal membuahkan gol bagi Persija.

    Baca juga: Penyelenggara SEA Games 2019 Kembali Disorot, Kali Ini Soal Rumput Stadion

    Nyaris saja Persija membuahkan gol di babak pertama ini melalui Marko Simic. Dari tepi kotak penalti Simic melesatkan bola menuju gawang Persipura. Sayangnya bola membentur mistar gawang yang dijaga kiper Persipura Dede Sulaiman.

    Serbuan kembali dilancarkan oleh tim Macan Kemayoran. Simic kembali menyerang barisan belakang Persipura. Namun sundulannya malah menyasar tiang gawang.

    Serbuan Persija seolah tak berhenti. Dari depan kotak penalti Riko Simanjuntak melesatkan bola ke arah gawang. Namun sepakannya tipis melayang di atas gawang Persipura. Hingga wasit mengakhiri babak pertama skor kedua tim masih imbang tanpa gol.

    Halaman selanjutnya…