Tag: Leonardo Bonucci

  • Bonucci: Kehadiran Ronaldo Malah Membuat Pemain Juventus Bersantai

    Bonucci: Kehadiran Ronaldo Malah Membuat Pemain Juventus Bersantai

    TIKTAK.ID – Salah satu pemain senior Juventus, Leonardo Bonucci membeberkan dampak buruk kehadiran Cristiano Ronaldo, sehingga membuat La Vecchia Signora goyah.

    Kehadiran Ronaldo memang menjadi dambaan tim mana pun, termasuk Juventus.

    Bonucci pun mengklaim pemain-pemain Bianconeri menyambut gembira dengan kehadiran Ronaldo dari Real Madrid.

    Akan tetapi, Bonucci mengatakan di saat bersamaan, pemain-pemain Juventus justru bersantai dengan hadirnya Ronaldo sebagai rekan tim.

    “Ini yang menjadi masalah. Seharusnya satu pemain, bahkan pemain terbaik di dunia, dapat menjamin kemenangan Juventus. Kehadiran Cristiano telah memberi dampak besar bagi kami,” ujar Bonucci, seperti dikutip CNN Indonesia dari The Athletic.

    “Hanya dengan berlatih bersama saja, kehadirannya telah memberi kami sesuatu hal ekstra. Sayangnya, secara tidak sadar pemain-pemain lain berpikir kalau kehadiran dia seorang sudah cukup untuk membawa kami meraih kemenangan,” imbuh Bonucci.

    Menurut Bonucci, akibat pemikiran seperti itu, rekan-rekannya mulai mengendur dan menurunkan level semangat, serta daya saing di atas lapangan.

    Bek Timnas Italia tersebut juga menilai pemain-pemain Juventus telah melakukan kesalahan. Padahal, dia menyatakan Ronaldo justru memerlukan kehadiran rekan-rekannya dalam sebuah tim.

    “Pada musim lalu, kami finis di peringkat keempat dan juara Coppa Italia karena kami bersatu lagi. Jika Anda melempar kayu ke ruang ganti sebelum pertandingan, maka kayu itu akan terbakar lantaran ada aliran listrik di ruangan itu,” ucap pria berusia 34 tahun itu.

    “Namun kami kehilangan hal seperti itu. Mungkin dianggap biasa bila kami memberi bola ke Cristiano, maka dia akan membawa kami menang. Tetapi Cristiano juga membutuhkan tim, sama seperti kami membutuhkan dia. Terdapat transaksi karena tim yang mengangkat individu, walaupun individu itu merupakan pemain terbaik di planet ini,” sambung Bonucci.

    Untuk diketahui, selama tiga musim membela Juventus, Ronaldo berhasil mengantarkan klub asal Turin tersebut meraih dua gelar Liga Italia, sebuah trofi Coppa Italia, dan dua gelar Supercoppa. Sejak bermain pada awal musim 2021/2022, Ronaldo telah mengemas sebanyak 134 penampilan dan mencetak 101 gol.

  • Ini 5 Bintang yang Tak Masuk Daftar 11 Pemain Terbaik Euro 2020

    Ini 5 Bintang yang Tak Masuk Daftar 11 Pemain Terbaik Euro 2020

    TIKTAK.ID – UEFA diketahui merilis 11 pemain terbaik yang masuk dalam Euro 2020 Team of the Tournament, pada Selasa (13/7/21). Terdapat sebanyak 8 pemain diambil dari dua tim finalis Euro 2020, yakni Italia dan Inggris. Italia selaku juara Euro 2020 memiliki lima nama dalam Best XI Euro 2020, sementara Timnas Inggris mengirimkan tiga pemain untuk susunan 11 pemain terbaik Euro 2020.

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, nama-nama pemain yang masuk dalam Best XI Euro 2020 versi UEFA dalam formasi 4-3-3 yaitu Gianluigi Donnarumma, Kyle Walker, Leonardo Bonucci, Harry Maguire, Leonardo Spinazzola; Pierre Emile Hojbjerg, Jorginho, Pedri; Federico Chiesa, Romelu Lukaku, dan Raheem Sterling.

    Akan tetapi, UEFA tidak memasukkan nama bintang Portugal Cristiano Ronaldo ke dalam daftar tim terbaik Euro 2020. Padahal, Ronaldo telah meraih sepatu emas, setelah menjadi top skor Euro 2020 dengan mencetak lima gol.

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini 5 bintang yang gagal masuk Best XI Euro 2020:

    1. Cristiano Ronaldo
      Ronaldo tidak masuk dalam Best XI Euro 2020 diperkirakan karena ia sudah gagal membawa Portugal melangkah lebih jauh di Euro 2020. Pasalnya, penyerang Juventus tersebut hanya mampu membawa Portugal melaju sampai babak 16 besar, sebelum disingkirkan oleh Belgia.

    Mesji begitu, secara penampilan, Ronaldo tetap menunjukkan sebagai penyerang yang tajam dan luar biasa. Penyerang berusia 36 tahun tersebut berasil mencetak lima gol dan mencatatkan satu assist sepanjang turnamen. Torehan lima gol plus satu assist itulah yang membuat Ronaldo meraih sepatu emas Euro 2020.

    1. Sergio Busquets
      Kehadiran Sergio Busquets di pertandingan ketiga Grup E Euro 2020, diketahui membawa perubahan besar pada penampilan Timnas Spanyol. Sebab, La Furia Roja yang sempat gagal juara pada dua laga awal Euro 2020, kini mampu meraih kemenangan perdana di pertandingan terakhir Grup E saat kembali diperkuat kapten tim Sergio Busquets.
    2. Kalvin Phillips
      Kalvin Phillips memperlihatkan penampilan yang konsisten di lini tengah Timnas Inggris sejak pertandingan pertama sampai laga final Euro 2020. Keberadaan Phillips pun membuat lini tengah The Three Lions semakin kuat, karena selalu menjadi pilihan utama pelatih Gareth Southgate dalam tujuh pertandingan Euro 2020.
    3. Giorgio Chiellini
      Giorgio Chiellini duet bersama bek gaek Italia lainnya, Leonardo Bonucci, sehingga membuat lini pertahanan Tim Azzurri cukup disegani di Euro 2020. Pemain berusia 36 tahun tersebut sukses menunjukkan penampilan yang tangguh ketika memimpin Italia mengalahkan Inggris di final Euro 2020.
    4. Luke Shaw
      Luke Shaw mendapat julukan titisan legenda bek sayap kiri Brasil Roberto Carlos, akibat penampilan gemilangnya sebagai bek sayap kiri Inggris di Euro 2020. Luke Shaw berhasil mengukir dua assist dalam kemenangan Inggris atas Ukraina di babak perempat final Euro 2020.

  • Klub-klub Besar Eropa Minati Jorginho, Begini Tanggapan Agennya

    Klub-klub Besar Eropa Minati Jorginho, Begini Tanggapan Agennya

    TIKTAK.ID – Jorginho bersinar bersama Timnas Italia di Euro 2020. Pemain Chelsea itu dikabarkan diminati oleh banyak klub besar.

    Italia menjadi juara Euro 2020. Di babak final, Gli Azzurri menang adu penalti atas Inggris.

    Dalam pertandingan di Wembley, London, Senin (12/7/21) dini hari WIB, Italia menang adu penalti 3-2. Sebelumnya, Italia vs Inggris selesai 1-1 dalam 120 menit.

    Jorginho bermain dalam 7 pertandingan Italia di Euro. Dua pemain Italia lain yang mencatatkan jumlah yang sama Leonardo Bonucci dan Gianluigi Donnarumma.

    Agen Jorginho, Joao Santos mengonfirmasi ketertarikan beberapa klub besar pada Jorginho. Juventus disebut oleh media Inggris, The Sun, di antara para peminat itu.

    “Saya mengonfirmasi itu, ketertarikan ini sudah datang,” kata Joao Santos saat ditanya Calciomercarto.

    “Tentunya, di usia 29 tahun, dia bisa bermain sangat baik di semua klub top Eropa dan banyak yang tertarik padanya.”

    Kendati demikian, Santos juga mengingatkan kalau Jorginho masih terikat kontrak dengan Chelsea. Ikatannya masih sampai 2023. Oleh karena itu, Si Biru masih memegang kendali penuh atas nasib Jorginho.

    “Dia mempunyai kontrak dua tahun, semua ada di tangan klub. Ada Piala Dunia Antarklub, ada Piala Super Eropa,” kata Santos.

    “Untuk pesepakbola, ini merupakan tujuan penting. Tapi, bursa transfer selalu menjadi bursa transfer. Dan kalau ada klub besar datang dengan serius ke Chelsea, lantas kami akan mengevaluasi.”

    “Untuk saat ini, Jorginho masih akan bermain di Chelsea musim depan,” kata dia menambahkan.

  • Lazio Sukses Tahan Juventus, Bonucci Jadi Sorotan

    Lazio Sukses Tahan Juventus, Bonucci Jadi Sorotan

    TIKTAK.ID – Paolo Di Canio memandang Leonardo Bonucci tidak sepatutnya dikambinghitamkan dalam kegagalan Juventus meraih tiga angka dari Lazio. Ia lebih memperhatikan performa gelandang bertahan tim berjuluk si “Nyonya Tua”.

    Juventus berhasil dibendung oleh Lazio dalam pekan ke-7 Serie A, Senin (9/11/20) dini hari, saat bertandang ke Olimpico Roma, walau Juventus sempat unggul berkat aksi Cristiano Ronaldo pada menit ke-15 sampai menit akhir laga.

    Tetapi, kemenangan Bianconeri yang menantikan tiupan peluit harus sirna sesudah Filipe Caicedo mencetuskan gol di menit ke-5 injury time. Juventus akhirnya merelakan laga berujung imbang 1-1.

    Leonardo Bonucci menjadi sorotan sejumlah pihak lantaran dipandang sebagai penyebab hasil seri Juventus dalam menghadapi Lazio. Ia dinilai tidak mampu menjaga Caicedo yang memperoleh umpan bola dari Angel Correa.

    Bonucci memang berada di dekat Caicedo kala gol bersarang ke gawang Juventus. Ia terlambat merespons saat penyerang dari Ekuador ini membalik badan untuk melesakkan tembakan ke gawang Wojciech Szczesny.

    Walaupun begitu, mantan pemain Juventus dan Lazio, Paulo Di Canio, memandang Bonucci tidak seharusnya dikambinghitamkan atas gol Lazio tersebut. Bagi Di Canio, lolosnya solo run Correa dari dua gelandang bertahan Juventus, Rodrigo Bentancur dan Adrien Rabiot, alih-alih dihadang, malah terjadi umpan ke Caicedo.

    “Bonucci adalah satu-satunya yang tak layak disalahkan. Dia berdiri di antara gawang dan lawannya serta dia melakukannya dengan baik,” sebut Di Canio seperti dikutip Detik Sport dari Football Italia.

    “Caicedo memindahkan bola dengan cepat. Dia patut memperoleh pujian lantaran dapat mengantisipasi kemungkinan Bonucci bakal melakukan intervensi.”

    “Masalahnya, di kala Correa menggiring bola melalui dua gelandang tengah yang seharusnya dapat menjadi benteng pertahanan.”

    “Dia mengolongi (Rodrigo) Bentancur yang seharusnya memaksa Correa bermain melebar. Terlalu gampang melewatinya.”

    “Terutama andai (Juan) Cuadrado tak ada di dekatnya, Anda seharusnya memaksa lawan Anda bermain melebar. Lalu, (Adrien) Rabiot juga tak melakukan tekel,” terangnya.

    Akhirnya Juventus harus bertahan di urutan kelima klasemen sementara Liga Itali dengan raihan 13 poin dari 7 laga.

  • Kapten Juventus Anggap Kepindahan Bonucci ke AC Milan sebagai Pilihan Tak Logis

    Kapten Juventus Anggap Kepindahan Bonucci ke AC Milan sebagai Pilihan Tak Logis

    TIKTAK.ID – Kapten Juventus, Giorgio Chiellini menyatakan pilihan Leonardo Bonucci beralih dari I Bianconeri ke AC Milan tiga tahun lampau tidak logis.

    Bonucci meninggalkan Juventus dan bergabung ke AC Milan tahun 2017. Karier Bonucci tak berlangsung mulus di San Siro meski ia segera dipercaya menyandang posisi Kapten tim.

    Semusim berlalu, Bonucci berpindah dari Milan dan berlabuh kembali ke Turin bergabung dengan skuat Juventus. Grafik kariernya mulai naik usai bermain kurang bagus di skuat I Rossoneri (julukan AC Milan).

    “Pilihan yang keliru karena dia tak berdamai bersama dirinya sendiri. Leo terguncang sebab seribu alasan. Saya menyesal karena seluruhnya terjadi di kurun minggu-minggu saat kami tak berjumpa,” pesan Chiellini pada otobiografinya via Corriere dello Sport seperti diterbitkan The World Game.

    “Saya yakin jika peristiwa itu berlangsung pada saat yang lain saya hendak membuatnya berpikir agar tetap bertahan. Saya dapat mengerti andai Bonucci pergi ke Real Madrid, tetapi pindah ke Milan? Beruntung takdir mengantarnya kembali,” sebut pria kelahiran Pisa namun dibesarkan di Livorno dan telah berada dalam skuat Juventus selama 15 tahun terakhir.

    Di masa awal berseragam Milan, Bonucci mengakui penyebabnya pergi meninggalkan La Vecchia Signora (julukan Juventus) sebab hubungannya bersama klub sedang menurun. Hal itulah yang memantapkan tekadnya mengakhiri kebersamaan sepanjang tujuh tahun di Turin lantas berpindah ke Milan.

    I Rossoneri pun menyisihkan dana yang tak tanggung-tanggung senilai 42 juta Euro serta menyiapkan kontrak sepanjang lima tahun. Tetapi, Bonucci lantas memilih berlabuh ke Turin meski masih terbilang baru melakoni tahun pertama dalam kontraknya di San Siro, Milan.

    Pada musim ini, Bonucci telah melakoni 34 pertandingan di semua gelaran. Bonucci dapat mengantarkan Juventus menempati peringkat pertama klasemen sementara Liga Italia meski kompetisi perlu ditunda akibat pandemi virus Corona.

    Bonucci dengan tinggi 190 cm berusia 33 tahun berposisi sebagai bek, memulai kariernya di Viterbese namun dipinjamkan ke Internazionale pada musim panas tahun 2005.